Bulan: Agustus 2011

Baturaden Adventure ( part 2 )

Jarak antara Banjarnegara – Baturaden hanya sekitar dua jam jika lalu lintas lancar, saya memutuskan megambil jalur luar kota ketika menuju Baturaden jadi dari Sokaraja langsung naek ke Baturaden, nah disini saya sedikit lupa jalan karena memang lama nggak kesini walhasil harus menggunakan alat GTS (Global Takon System), Jalan terus menanjak sampai Baturaden agak ngos – ngosan juga si vixi, tapi begitu sampai tempat Subhanallah pemandangan sungguh indah, tidak ada yang mampu menandingi ciptaan Allah. Masuk ke wana wisata harus bayar cukup mahal yah sekitar 35.000 tapi beruntungx saya kok malah digratisi sama petugasnya, kasian kali ya lihat muka saya yang memelas, ada tiket terusan untuk beberapa tempat wisata anatara lain Wana Wisata, Pancuran Pitu, Telaga wening, Dan terkhir Pancuran Telu.
Gerbang Baturaden
Tempat yang pertama dituju tentunya adalah pancuran pitu, dari tempat parker sampai pancuran kita harus berjalan menuruni anak tangga yang lumayan jauh L, tapi santai jika terasa haus banayak pedagang legen di kiri kanan tangga, akhirnya sampai juga, akh saaya kehabisan kata – kata biarlah foto yang berbicara 😀
Pancuran Pitu
Air Terjun
Bahkan air yang terjun masih berasap
Perbedaan warna, menunjukkan pertemuan antara air berbelerang dan air tawar biasa
Puas foto – foto perut pun mulai keroncongan, hmm saatnya membuka amunisi yang dibawa dari rumah. 2 bungkus nasi porsi kuli, 2 ekor ikan bandeng sambel balado, 2 plastik sayur, dan dua buah apel merah nan ranum menemani makan sinag kali ini.
Amunisi
Perjalanan pun dilanjutkan ke Telaga wening, kalo boleh jujur gx terlalu menarik sih, sama kayak sungai biasa, dengan beberapa telaga kecil, tapi jernihnya air itu lho yang bikin istimewa , bening banget lebih bening dari widi vierra hahaahahaha.
yang dipoto bening ya
Transparan saking jernihnya
Telaga Wening
Iklan

Baturaden Adventure ( part 1 )

Kalo boleh jujur sebetulnya saya sangat kurang ajar saat menulis tulisan ini, masalahnya besok adalah ujian matematika salah satu mata kuliah yang paling saya takuti dan juga mata kuliah yang paling jelek nilainya, tapi apadaya saya sudah berusaha belajar tapi malah bingung, ya sudah daripada nganggur mending nulis hihii.
Dua bulan yang lalu  salah seorang teman saya mengutarakan niatnya untuk maen – maen ke Baturaden sekitar dari sinilah petualangan kecil ini bermulai, ibarat pepetah gayung pun bersambut karena saat itu saya sedang jutek kuliah sp Matematika dan Statistika, Dan rencanapun dibuat rutenya adalah Jogja kemudian menuju ke rumah orang tua saya di Temanggung kemudian baru cabut ke Puertoriko.
Sepulang Kuliah perjalanan di mulai kami berboncengan menuju Temanggung, dalam hati setan mulai merayu – rayu kalau aja perjalanan begini punya cewek pasti enak banget, lha sekarang Cuma dua orang laki- laki semua kaya maho aja, tapi astaghfirlah bukannya kalo pacaran itu gx boleh ya ama agama, orang sentuhan laki perempuan aja gx boleh kecuali mahrom, ya emang setan pandai cari kesempatan untuk menghembuskan dosa kepada hamba yang lemah iman seperti saya, Jalan dari Jogja hingga magelang sangat lancar apalagi jalannya lebar nan mulus , memasuki daerah Ngadirejo hingga bejen adrenalin sedikit dipompa dengan jalan yang berkelok – kelok penuh dengan tikungan, but enjoy it dah anggep aja latihan naek motor .
Semalem menginap di rumah paginya kami berangkat ke Baturaden, tentunya setelah membawa perbekalan amunisi masakan ibuku,  rencananya si kami mau mampir dulu ke perkebunan teh tambi di wonosobo, plus waduk Mrican yah skalian kan sejalur hihi, Cuma butuh waktu 45 menit untuk sampai ke kebun teh padahal jala yang kami lalui nanjak –nanjak terus, harus kuakui vixion memang joss dah, beda ama megaproku , sampai di kebun teh nggak ada salahnya kan narsis dikit – dikit hehe. 
Narsis dikit hihi
Oh ya sekedar informasi kebun teh ini terletak di pinggir jalan  raya Parakan – Wonosobo, jadi pasti lewat, udara masih sedikit berkabut ketika kami sampai di kebun teh langsung deh gx pake lama jeprat – jepret truss.
Kebun teh Tambi
Puas di tambi kami melanjutkan perjalanan ke waduk Mrican Banjarnegara, lagi – lagi ketemu jalan mulus si vixion pun kupacu 120 km/j masih krasa kurang, overload  kali ya hehehe. Cuma butuh 45 menit udah sampai waduk, brr udara masih krasa dingin byr 2000 doang masuk deh k kawasan waduk , cukup asri namun jalannya udah jelek dan berlumut menandakan bahwa waduk ini sudah jarang dikunjungi, bau setelah sampai tepi waduk saya paham kenapa, lah wong kotor kaya gitu pantes aja sepi, lagipula pengunjung tidak boleh masuk ke badan bendungan, padahal biasanya itu yang dicari.
Kerasa adem

Tuh sampahnya kelihatan

The Knight Rider

To be continued……..

Tempat Itu Bernama Mangunan

           Nggak modal, mungkin kata – kata ini yang akan diucapkan pada perjalanan kali ini, bagaimana tidak berangkat hanya bermodal bensin yang tersisa di tangki dan uang empat ribu rupiah di kantong, ternyata saya cukup gila kali ini. Sebetulnya saya tidak berminat pergi kesana kalau saja tidak ada temanku yang bersedia mentraktir akomodasi plus karcis masuknya. 
          Waktu menunjukkan pukul 15.20 ketika meninggalkan Kota Jogja dengan lalu lintas yang lumayan macet cukup membuat jalanan terasa lama padahal jarak dari jogja ke mangunan mungkin hanya sekitar 20 – 25 kilometer saja. Kususuri jalan melewati UIN jogja, Pabrik Susu SGM, terminal Giwangan, hingga Imogiri yang terkenal sebagai makam raja – raja  Kesultanan Yogyakarta, perjalanan belum berhenti karena masih harus melewati jalan menanjak nan berkelok – kelok sejauh tiga kilometer sampai tempatnya, untunglah jalan menuju kesan sudah beraspal halus , yang menggelikan bahwa saya sempat tersesat ketika kesana padahal saya sudah dua kali kesana dan tidak pernah keliru hahahaha parah.
Pemandangan Dari Atas Tebing
           Akhirnya sampai juga di mangunan, setelah membayar karcis lima ribu rupiah saya langsung menuju puncak tebing,  Banyak yang tidak tahu apa itu mangunan, padahal boleh dibilang ini adalah salah satu tempat favorit saya d jogja disini terdapat tempat outbond, taman bermain anak, danau mini lengkap dengan bebek yang bisa dinaiki, dan tentu saja tempat favorit saya puncak bukit terletak di atas tebing dengan pemandangan nan luas meliputi pegunungan tebing dan juga sungai yang berkelok – kelok, pokoknya sip dah buat rekreasi bersama – sama .
Terlihat Luas
          Hal yang agak kurang enak disini adalah kadang ada orang pacaran, emang cocok sih bagaimana nggak udah tempatnya bagus, hawanya segar, sepi lagi sangat mendukung buat melakukan hal seperti itu. Hal ini jugalah yang saya jumpai kemarin bayangkan saja di bulan ramadhan sempet – sempetnya mereka ciuman bibir berkali – kali didepan saya , sontak setan di dalam ubuh saya pun terbakar untung saja saya masih punya benteng iman.
Hari sudah Beranjak sore kutiku kuputuskan untuk meninggalkan mangunan, dengan diiringi angin sepoi – sepoi kunaiki tangga menuju tempat parkir motor, ah sebenarnya saya males meninggalkan tempat ini penginnya si menunggu sampai sunset, tapi apadaya saya harus berpacu dengan waktu  mencari takji untuk berbuka puasa di masjid dekat kampus, maklum masih mahasiswa haha. Sebelum sampai ditujuan kusempatkan diri untuk sekedar berfoto narsis pada spot foto yang bagus, skali – kali narsis gx papa kan hehe.
Narsis dikit