Bulan: September 2011

Kawah Putih Ciwidey

Jumat, 23 September 2011
 Hari itu matahari  sedang panas – panasnya ketika kami memutuskan berangkat dari kota Yogyakarta tercinta, sebenarnya agak malas sih panas – panas naek motor apalagi saya memakai  jaket  kulit serasa saune keringat dah haha, tujuan touring saya kali ini adalah menuju daerah Ciwidey Bandung , sudah bukan rahasia lagi disana banyak tempat menarik untuk dikunjungi 😀 , hmm akan menjadi perjalanan yang amat panjang menempuh jarak hampir lima ratus kilometer jauhnya  , untung saja saya sempat dua kali solo touring ke Bandung, jadi sudah hafal jalan hehe, tinggal nyari jalan aja dari Bandung menuju Ciwidey.


Rute Perjalanan
Skip – skip dah singkat kata perjalanan sampai ke Bandung berjalan lancar jaya, kupacu motor dengan kecepatan rata – rata 90 – 110 km/ j, ternyata butuh waktu tujuh jam untuk sampai ke Bandung badan serasa pegel – pegel, sampai di jalan Sukarno Hatta Bandung kami memutuskan untuk menginap di pom bensin saja, tapi Alhamdulillah ternyata ada teman saya si nuno pratama yang membolehkan saya untuk menginap di kosnya, nggak jadi nginap di pom bensin dah, makasih ya om nuno.

Sabtu, 24 September 2011
Udara Bandung yang dingin membuat saya malas beranjak dari tempat tidur, walhasil rencana saya semula untuk berangkat jam enam pagi gagal deh hahaha, setelah mandi akhirnya saya berangkat juga, dan ternyata saya harus menanggung akibat pahit males barangkat lagi, apalagi kalo bukan jalanan Bandung yang macet argh tangan saya sampai pegal narik – narik kopling motor, Setelah melewati jalan berliku – liku akhirnya kami sampai juga ke gerbang masuk kawah putih , hawa dingin mulai menusuk kulit menembus tebalnya jaket yang saya pakai .
Mulai menanjak

Jalannya Adem

Tikungan Maut

Hajar Terus
Puas foto – foto akhirnya saya langsung menuju ke loket karcis, dan lagi – lagi saya dibuat kaget ternayata tiket masuk  cukup mahal juga Rp 15.000 per orang danRp  5000 per motor, karena saya berdua jadinya kena Rp 35.000 deh hiks hiks, padahal info yang saya tahu katanya tiket masuk Cuma Rp 3000 doang , dari tempat pembelian karcis hingga kawah puith masih berjarak sekitar 4 – 5 km , jadi lanjut terus, jalannya sudah beraspal mulus hanya saja sempit.
Dari kejauhan nampak samar – samar gerbang kecil bertuliskan selamat datang di kawah putih , yess akhirnya sampai tujuan juga, bau belerang sudah mulai menyeruak ketika saya menginjakkan kaki di tempat parkir motor , karena saya sedang tidak mood menulis maka biarlah foto yang berbicara, percayalah jika anda melihat langsung kesana jauh lebih indah daripada di foto ini, karena foto ini hanya memberi sedikit gambaran tentang keadaan di sana.
Gerbang Masuk
Kawah

Tetep Kawah
Air berwarna biru
warna kawah putih
Dilarang Mnadi d Kawah
Pinggir Kawah

Kawah Lagi

On The Spot
Ada sedikit cerita menarik ketika dikawah putih, ya saat itu saya berkenalan dengan bapak – bapak dari club PUMA BIKER, dan OTC ( Owner Tiger Club ) zz awalnya si pakai bahasa Indonesia tapi setelah ngobrol lebih jauh eh ternyata bapaknya juga orang jogja, oalah pak ngertiyo ngono awit mau ngomong jowo wae haha,  tapi ternyata perkenalan ini berbuah manis, saya ditawari bergabung dalam rombongan mereka ke tempat wisata lain,  jadi dapat teman muter – muter ciwidey deh nggak Cuma berdua kayak tadi.
bergabung

Puas menikmati pemandangan di kawah putih kami serombongan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke situ patengan, Subhanallah ternyata pemandangan di kanan kiri jalan menuju situ patengan sangat indah , yah kita melewati hamparan kebun teh nan hijau, ahh begitu sejuk dimata, apalagi hawa disini juga sejuk jadi serasa di kawasan puncak bogor (padahal saya belum pernah ke bogor haha), imajinasi saya pun berkembang ke mana – mana.
kebun teh, di kanan jalan

Kebun teh

Kebun teh dan Situ Patengan

Me with Vixie

Brothers PUMA

Pinggir Situ

Hamparan Kebun Teh
Cornering
Sampai di situ patengan matahari bersinar terik , terlintas dalam benak saya untuk naek perahu kayuh (bebek2an) muterin danau tapi melihat tu perahu nggak ada atapnya nggak jadi deh, akhirnya kamai hanya menikmati pemandangan danau dari bawah pohon, sambil ngobrol ngalor ngidul tentang pengalaman touring.
Ternyata bapak – bapak klub ini sangat ramah dan baik hati, sampai – sampai tiket masuk ke danau juga mereka bayarin hihi, makasih ya pak Sally, maap ane mau add facebooknya kagak ketemu. sore harinya saya juga bertemu dengan teman – teman megaproholic kaskus 😀 😀
teman – teman megaproholic
Minggu, 25 September 2011
Walau dengan berat hati akhirnya kami memutuskan untuk pergi dari Kota Bandung, setelah sebelumnya berpamitan dengan om Nuno Pratama via SMS, perjalanan sampai jogja alhamdulillah berjalan lancar, kami hanya berhenti sebentar untuk mengisi perut dengan sate kambing di wanareja, sikaat mang .
sate – sate

Special thanks to : 
1. Ibnu sulistiyanto ( atas pinjeman kamera, motor , dan juga teman seperjalanan saya)
2. Nuno Pratama ( Yang telah memberi saya tempat tinggal selama di Bandung )
3. Brotehrs dari PUMA biker community dan OTC ( teman seperjalanan, beliin tiket juga)
4, Dan pihak – pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu
Iklan

Air terjun Sri Gethuk

Sebagai seorang yang suka travelling akan pasti akan penasaran jika diberitahu suatu tempat yang dianggap menarik, begitupun saya ketika kemarin sabtu pagi (17/09) bangun tidur eh ternyata ada sms untuk mensurvei sebuah tempat wisata di gunungkidul, tanpa piker panjang langsung saja ssaya mengiyakan haha, lagipula memang saya belum pernah berkunjung ke tempat tersebut.
Hmm tetapi saya masih sendiri nih, maka dari itu kuhubungi beberapa teman yang bisa ikut menemani saya di perjalanan ke Gunungkidul, karena teman saya yang mengajak menunggu disana, di tempat teman inilah terbentuk tim survei beranggotakan 3 orang yang geje semua , saya segera merundingkan jalur mana yang akan diambil yang tercepat dan terbaik, akhirnya diambil jalur melewati Playen baru kemudian menuju air terjun.
Pada mulanya memang jalan masih bagus , terdapat pula beberapa plang petunjuk menuju air terjun, tapi lama kelamaan jalanan semkin jelek, kami pun terguncang – guncang di atas sepeda motor, getarannya gx nahan,
Jalan menuju air terjun

apalagi kali ini saya hanya menggunakan motor bebek pinjaman haha, si meggy saya tinggal d Yogyakarta , mungkin sekitar 10 – 15 menit kami terguncang – guncang di jalanan semulus sungai vulkanik yang sedang kering penuh batu dan kerikil argh, akhirnya sampai juga di parkiran air terjun dan harapan pun mulai muncul.
Si bebek lagi parkir, mojok lagi
Dari tempat parkir menuju Air terjun ada dua cara, yang pertama jalan kaki dan yang kedua naik perahu, tetapi kami memutuskan untuk berjalan kaki saja , hanya ada satu plang petunjuk jika anda berjalan kaki, begitupun saya sempat dibuat bingung jalan mana yang harus ditempuh, hanya 3 meter dari plang tersebut, karena ternyata jalannya benar – benar tidak ada petunjuk lain, kami sempat salah jalan kalo saja tidak ada ibu – ibu disawah yang meneriaki kami, setelah Tanya sana – sini akhirnya kami pun  menemukan jalan yang benar.
Ambil Rute jalan kaki

Hayo jalannya yang mana ??

Parit di tengah jalan 
Tidak pernah terbayang di benak saya ternyta jalannya melewati pematang sawah nan hijau , jalan setapak lagi, bahkan melewati parit kecil di tengah jalan , zzz benar – benar jalan setapak ndeso tenan, hal itu bisa dilihat di foto – foto yang saya sertakan di blog ini. Sebetulnya jalan paling praktis dan enak adalah menaiki perahu, karena kita tinggal menaiki perahu dari tempat parkir sampai air terjun, anda juga bisa menyewa pelampung untuk berenang sepuasnya.
Air Terjun

Bintang utama

Penampakan

waterfall
Orangnya sama gede dengan air terjunnya
Nggak pakai lama akhirnya perjuangan kami mendapat hasilnya, horee sampai air terjun zzz, saatnya bernarsis ria , air terjun ini mempunyai aliran air yang berbeda, hmm indah bukan, selain itu tepat dibawah air terjun juga terdapat sungai yang asyik buat berenang, jadi jika anda hobi berenang jangan lupa bawa baju ganti ya puas – puasin renang disana sambil melihat air terjun di depan mata , kalo saya sendiri sih emang gx suka, lha wong gx bisa renang maklum rek wong gunung.

Tempat Renang

Tepat di bawah air terjun


Puas narsis dan menikmati pemandangan kami pun memutuskan untuk pulang ke Yogayakarta, ternyata hari belum sore kami juga mampir ke dulu ke tempat wisata lainnya juga menunggu malam , dalam perjalanan pulang kami juga mampir ke rumah slah seorang teman disana, dan melakukan perampokan persediaan bahan makanan disana haha, walhasil 5 butir mangga dan bertoples – toples snack amblas tak bersisa .

perampok 1

Perampok 2
Korban perampokan, kasihan sekali >.<
Lha terus kalau mau kesini gimana caranya, ya biasa pakai motor atau mobil pribadi yang jelas nggak ada angkutan umum, trus biayanya berapa ??? mari kita hitung bersama – sama, jika anda menggunakan motor biaya bensin sekitar Rp10.0000 – Rp15.000 itu juga sisa, ongkos masuk sekitar Rp4000, parkir Rp1000, jadi kalo ditotal hanya sekitar Rp20.000 saja, alhamdulillahnya saya kemarin gx bayar karcis masuk, dan parkir hahaha , jadi irit dah cumin habis 10.000 doang. Trus rute kesana bagaimana sudah saya jelasin tu di awal, saya tambahin biar jelas, dari arah Yogyakarta ambil arah Wonosari, setelah melewati Wanagama, anda akan menemui pertigaan, baca petunjuk atas, ambil arah pantai ngrenehan, masuk terus melewati pasar Playen, lurus saaja arah Paliyan , sekiatr 3- 4 km, nanti ada petunjuk ke air terjun di kanan jalan.

Pantai Siung Gunungkidul, Sejuk di mata sejuk di hati

           Jujur saja , sebenarnya saya sudah sering pergi ke pantai ini, mungkin sudah tiga  atau empat kali saya datang kemari, tetapi entah kenapa tidak pernah bosan untuk kembali berkunjung ke pantai ini, terlalu banyak kenangan indah yang saya ukir di pantai ini, yah memang terlalu manis untuk dilupakan , malah jadi curhat haha.
Bukan bermaksud melebih – lebihkan tapi menurut saya ini merupakan salah satu pantai terindah yang pernah saya datangi, pasir putih nan bersih, air yang sangat jernih, hawa udara yang amat segar, deburan ombak nan keras ,hingga bukit karang yang tegak menjulang, ahh sungguh indah dimata sejuk dihati ^_^ , mak nyess rasanya kalo teringat pantai ini.
Hmm ijinkanlah saya sekedar  berbagi keindahan pantai ini untuk anda , ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di sana, saya tak akan lupa pemandangan yang pertama saya lihat.
Pantai pasir Putih

Air nan jernih

Indah bukan , masih kurang indah hmm baiklah mari kita naik ke tebing karang disebelahnya , and this is the jackpot.
Pemandangan laut dari tebing

Ini jawa lho bukan Sulawesi, tapi gx kalah

Yang hobi Climbing , boleh dicoba

Ombak Menabarak Karang

Termenung 

Ada banyak jalur untuk mencapai pantai ini, tapi jalur termudah adalah lewat kota Yogyakarta, pasti pada tahu kan , dari kota Yogyakarta ambil jalan arah Wonosari/ Gunungkidul, nah dari kota wonosari ikuti plang petunjuk arah pantai baron lihat palng terus ada pertigaan arah Pantai baron dan pantai Siung ambil arah pantai Siung , pokoknya ikuti petunujk jalan terus niscaya anda sampai di pantai ini.
Lalu berapa biaya yang dibutuhkan ???? jika kita memakai motor asumsikan saja bensin empat liter (18.000), tiket masuk 3000/ motor, dan parkir 2000, jadi kalo ditotal hanya sekitar 23.000 saja sudah bisa berdua ke pantai (jika berboncengan ), hmm amat murah jika dibandingkan dengan keindahan yang kita dapat nantinya.
Sedikit saran dari saya sebaiknya anda menggunakan motor / mobil pribadi / kendaraan sewaan sebagi transportasi ke pantai ini, karena nagkutan umum hanya sedikit yang sampai panati Siung itupun waktunya lama dan tidak pasti, selain itu paling enak dating kepantai ini sekitar jam 07.00 – 11.00 atau 13.00 – 16.00 , bukan karena masalah angker tetapi pada jam – jam tersebut tidak terlalu panas serta pantai – pantai lebih indah terlihat.

Pantai Ngobaran

     Waktu menunjukkan pukul 14.00 ketika kami sampai di pantai Ngobaran, hmm padahal kami berangkat dari Yogyakarta pukul 11.00 cukup lama memang karena kami tadi berhenti untuk sholat dan juga berhenti di lembah paliyan terlebih dahulu.
Pintu masuk pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran boleh dibilang satu paket dengan lembah Paliyan, karena unutk mencapai pantai Ngobaran cukup lurus saja dari lembah paliyan mengikuti plang petunjuk, akses menuju pantai ngobaran agak sulit dicapai karena memang jaraknya yang jauh dari jalan besar, jalan menuju pantai sudah diaspal mulus walau ada beberapa lobang, meskipun begitu anda harus tetap berhati – hati karena jalan menuju pantai penuh dengan tikungan – tikungan yang aduhai rasanya haha. Jarak pantai ngobaran dari Yogyakarta sekitar 50 – 60 km , jika anda menggunakan sepeda motor bisa ditempuh dalm waktu sekitar 1- 2 jam, tergantung lancarnya jalan,berhubung tidak ada nagkutan umum sampai Pantai ini jadi saya sarankan anda membawa motor / mobil sendiri.
Sebenarnya Apa sih yang membuat pantai Ngobaran lebih menarik dari pantai – pantai lain di Kabupaten Gunungkidul ???? , jawabannya adalah pantai ini merupakan miniature yang hampir mewakili semua jenis – jenis pantai di Gunungkidul, jadi jikan anada memiliki waktu terbatas unutk mengunjungi seluruh pantai di Gunungkidul maka datang saja ke pantai ini.
Dalam area ngobaran terdapat tiga jenis pantai yaitu Pantai Bertebing, Pantai Terumbu Karang, dan tentunya pantai Pasir putih, dipanatai ini juga terdapat pura – pura sebagai tempat ibadah bagi orang hindu, yah memang agama hindu masih tersisa di gungkidul karena daerah Gunungkidul dahulunya adalah merupakan tempat pelarian bagi orang – orang majapahit yang terdesak oleh mataram.

di atas tebing

Tanpa banyak bicara marilah kita lihat keadaan pantai disana, seorang pujangga berkata jika tak mampu mulut berbicara biarlah gambar yang berkata apa adanya

memandang dari kejauhan
Pantai ngobaran mempunyai  struktur yang unik dimana setelah kita turun dari tebing tidak langsung terkena ombak laut, akan tetapi kita kan menjumpai hamparan karang terlebih dahulu, baru kemudian bisa berjalan kearah karang yang terkena Ombak.

Yang suka ombak besar
Ombak besar


 Di sela – sela karang ini kita bisa melihat bahkan menagkap berbagai binatag laut seperti ikan, kepiting, bintang laut, Babi laut, kerang, siput laut , bahkan ular laut (jika nada bernyali ), ada juga berbagai karang muda yang masih terasa lunak.

Ada orang narsis
Narsis lagi

Orang paling ganteng

Buih Ombak

Puas bermain ombak dan karang tidak ada salahnya kita menuju spot yang lain, yaitu puncak tebing , hati – hati lho karena tidak ada pengaman di bbir jurang, tidak dianjurkan membawa anak kecil ke atas tebing .

Di atas tebing
Atas Tebing
  
Masih kurang puas, silahakan berjalan sekitar 20 meter ke barat pantai, maka anda akan disuguhi pasir putih yang sejuk dipandang.
Pantai Sebelah
Gunung apa awan ???
Pemandangan Bukit – Bukit
   
Nah bagaimana anda tertarik ingin pergi ke sana seperti saia,lalu kira – kira berapa biaya yang dibutuhkan ??? mari kita hitung bersama, jika anda berboncengan menggunakan motor maka bensin yang dibutuhkan sekitar 4 – 5 liter, biaya retribusi masuk pantai 3000, dan ongkos parkir 2000, jika ditotal maka hanya sekitar 30.000, wow cukup murah bukan dengan uang 30.000 sudah bisa bertamasya berdua menikmati salah satu keindahan dunia haha.

Paliyan Oasis Of Gunungkidul

Beberapa hari yang lalu ( 11/09 ) saya pergi bersama teman – teman menuju pantai Ngrenehan dan Ngobaran, walaupun hanya berempat but enjoy it lah, lagipula pergi gx terlalu banyak orang malah gx repot haha, bermodalkan bensin yang tersisa saat saya pergi kesemarang kemarin kamipun berangkat ke Pantai .
Jalur yang kami ambil berbeda dengan jalur yang biasa, jika biasanya kami mengambil arah Baron baru kemudian ke kanan, maka sekarang kami mengambil jalur melewati Paliyan dan ponjong, atau sebelum memasuki kota wonosari belok ke kanan, disana ada plang besar namun saya lupa memfotonya.
Selamat Datang Gunungkidul
Jarak dari Yogyakarta menuju lembah paliyan sekitar 30 Km, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 – 45 menit saja, akses kesana cukup bagus, bukan rahasia lagi jika jalan – jalan di kabupaten gunungkidul mulus hingga ke pelosok – pelosoknya, dari jika anda masih ragu dengan jalan yang dilewati jangan segan bertanya kepada penduduk setempat, Tanya saja jalur arah pantai Ngobaran / ngrenehan.
Melewati jalur Paliyan kami benar – benar kembali seperti kulaiah lapangan dua tahun lalu, , agak berbeda dengan kondisi Geografis Gunungkidul yang biasanya  bergunung – gunung, batuan karst, serta sulit air. Maka keadaan lembah ini justru sebaliknya konturnya relative datar, dengan dikelilingi pegunungan kapur, tanah disini pun relative gembur karena berbahan hasil erosi dari pegunungan yang mengelilinginya, begitupun dengan persediaan air yang cukup melimpah karena tanahnya mempunyai kemampuan menyerap air yang baik, maka jangan heran ketika musim penghujan lembah ini terlihat sangat hijau sejuklah dipandang mata, walau kali ini saya lewat ketika musim kemarau namun tetap saja pemandangannya menggoda mata, diman mata kita bisa memandang lembah hingga luas kemana – mana, yah bisa dibilang lembah paliyan adalah Oasis di tengah gersangnya gunungkidul, selanjutnya biarlah foto yang berbicara.
Embung kecil di Pinggir jalan
Pemandangan Lembah
Jalan Lurus Dan Muluss
Selain pemandangan lembah, di Paliyan juga terdapat Suaka Margasatwa Paliyan, saya sendiri juga heran apa ya hewan yang dilindungi, di daerah seperti Gunungkidul, nggak tau lah yang penting poto – poto dulu, besok kalo pas kesini lagi saya Tanya sama petugasnya.
Maaf, saya bukan penghuninya lho hehe
Lembah Paliyan bagaikan mutiara yang terlupa di tengah gersangnya Kabupaten Gunungkidul, padahal pemandangan disini sangat bagus, dan didukung karakter jalan di Gunungkidul yang pasti anda juga tahu, mulus hingga ke pedalaman – pedalamannya haha, alangkah baiknya jika promosi lembah Paliyan ini ditingkatkan, perlu dibangun pula beberapa gardu pandang agar semakin menarik minat para wisatawan, jika kawasan ini ramai maka bukanlah hal yang mustahil membuat ekonomi masyarakat sekitar meningkat, dan menambah pemasukan bagi pemerintah daerah, saya yakin suatu saat lembah Paliyan bisa menjadi tempat wisata yang utama tidak kalah dengan pantai – pantai disana . 

Semua Tempat Punya Cerita ( Part 3 ), Menikmati Dinginnya Jalur Sawangan -Ketep

My Life My Adventure
Esok harinya kami memutuskan langsung kembali menuju Yogyakarta, karena kami males melewati macet di jalur Bawen hingga Magelang, kami mengambil jalur lain yaitu Semarang – Bawen – Salatiga – Kopeng – Ketep – Muntilan – Yogyakarta.
Sebenarnya jalur yang kami ambil lebih jauh dari jalur biasa tapi menurut informasi jalanan di sana lebih lancar, gx papalah itung – itung refreshing juga biar ngerti jalan , karena kami berdua juga belum pernah lewat sana, pukul 10.00 kami berangkat dari Semarang, sempat  terkena beberapa kali macet di daerah ungaran hingga bawen, capek deh hari gini masih macet , untung aja musim mudik udah selesai nggak kebayang macetnya kaya apa kalo banyak yang lewat, begitupun jalur bawen hingga Salatiga kami sempat mengalami beberapa kali macet.
Sampai kota salatiga kami betul – betul seperti orang hilang karena gx tahu jalan sama sekali, terhitung saya sempat tiga kali bertanya sama orang kemana arah jalan ke Kopeng  yang benar, dan fiuh akhirnya ketemu juga jalan arah kopeng, kontur jalan yang kami lewati rata – rata menanjak terus dan tidak ada turunan sama sekali , tidak masalah si karena kami berdua memakai motor laki tanjakan segitu mah sekali libas ( sombong ya haha ) tapi memang begitulah kenyataannya.
Istirahat untuk Sholat ( sawangan )
jalur Sawangan – Ketep, lurus euy
Mega pro om Yoga , 240 CC
Daerah kopeng merupakan pegunungan maka tak heran ketika melewari jalanan kopeng hawa dingin begitu menusuk kulit, menembus jaket yang saya pakai, namun hal itu mendapat kompensasi dengan pemandangan yang indah di kanan kiri jalan mulai dari kebun sayuran , gunung – gunung, jurang , hingga tebing –tebing yang sangat indah, lagipula walaupun dingin hawa disini sangat segar, kamipun sempat beberapa kali berhenti sekedar untuk beristrihat dan poto – poto, singkat kata perjalanan via kopeng hingga ketep lancar jaya, anti macet apalagi didukung  aspal mulus yang membuat saya gemes untuk melakukan cornering di beberapa tikungan di sana.
Mendinginkan mesin
Pada jalur Ketep – Muntilan ada beberapa hal menarik yang kami temui yaitu ada jembatan yang masih putus karena bencana banjir lahar dingin beberapa waktu lalu, sehingga unutk meleawatinya motorpun harus turun untuk menyeberang sungai, kami pun berhenti lagi poto – poto dulu lah wkwkwk.
Nyemplung ke sungai

Keadaan Sungai


 


Sungai yang harus disebrangi
Disana ada juga beberapa anak – anak yang mandi di sungai, maaf bukan bermaksud pornogarfi karena mungkin jika kita melihatnya jadi terngat ketika kita masih kecil dahulu juga sering main di sungai (maklum masa kecil kurang bahagia ) .
masa kecil kurang bahagia
Puas foto – foto kamipun melanjutkan perjalnan pulang ke Yogyakarta, sampai di Yogyakarta pukul 14.00, yang berarti waktu tempuh sekitar 4 jam, walau lebih lama kali pun puas, Yupz jalan – jalan adalah salah satu cara menghilangkan stress, dan juga cara untuk menikmat hidup sekaligus cara untuk mengagumi Ciptaan Allah SWT (halah panjang banget ), okelah akhir kata tetap sehat tetap semangat biar bisa terus jalan – jalan, jangan lupa diniatkan untuk hal – hal yang baik agar kita mendapat pahala dari yang diatas sana  ^_^ .

Semua Tempat Punya Cerita ( Part 2 ), Mbolang malam-malam ke Kota Semarang

The Journey is Begin

 

Ketika teman – teman saya yang dari Semarang memetuskan untuk berpamitan, saya diajak untuk sekalian maen kesana sekalian kopdar bertemu dengan teman – teman forum internet yang disana juga, pada awalnya sih saya tolak dengan berbagai alasan padahal sebetulnya karena saya sedang bokek wkwk, lagipula beberapa hari yang lalu saya juga baru pulang dari Semarang, tapi karena beberapa rayuan teman – teman saya akhirnya saya luluh juga, mungkin pada penasaran rayuan apa si, ya rayuan apalagi kalo bukan ada yang mau belikan saya bensin wkwkwkw, akhirnya saya berdua dengan teman saya Om Yoga  memutuskan ikut pergi ke Semarang .
Walau sudah ada jaminan bensin dari teman saya, bukan berarti saya bebas begitu saja ,  akhirnya saya pinjam sejumlah uang dari teman saya sekedar untuk jaga – jaga saja  ( namanya juga mahasiswa hahahah) . awal perjalanan tidak begitu lancar, karena ketika mau berangkat,si meggy motor saya mengalami gangguan kelistrikan  sehingga hampir semua fungsi kelistrikannya mati dari klakson, sein, sampai lampu utama, walhasil parkiran burjo jadi bengkel dadakan gara – gara motor saya, telusur sana telusur sini akhirnya masalahnya ketemu juga, yaitu kabel positif dari Accu hangus terbakar karena pemasangan sekring yang terlalu besar.
si Meggy trouble
Masalah kelistrikan beres  motorpun kembali normal, dan tentunya siap ngaspal lagi memanaskan aspal Yogyakarta – Semarang haha, Waktu menunjukkan pukul 20.00 ketika kami beranjak meninggalkan Kota Yogayakarta, alhamdulillah perjalanan lancar hanya saja salah satu motor teman saya sempat mogok sebentar di Ambarawa perlu waktu sekitar 2 jam untuk mencapai kota tujuan, pukul 22.00 kami sampai Semarang dan kami langsung disambut teman – teman di sana, kita kopdar sambil ngobrol ngalor ngidul di depan gedung DPR jawa tengah , tidak lupa pula session foto bersama denagn berbagai aksi dan gaya dilanjutkan dengan acara hunting kuliner .
Mejeng di depan DPR

Semarang di waktu malam
  Puas kopdar plus makan – makan kami memeutuskan untuk berpamitan dan menumpang nginap di rumah om antok, salah satu teman saya di Semarang.( bersambung ke part 3 ) 

Semua Tempat Punya Cerita (PART 1 )

          Semua tempat punya cerita, yah itulah salah satu prinsip saya, karena pada dasarnya semua tempat di dunia ini pasti punya keunikan tersendiri, dan pasti mempunyai cerita tersendiri juga ketika kita mengunjunginya, tak peduli di manapun tempat itu pasti ada kenangan yang berharga.
          Kebetulan beberapa hari ini saya sedang benar – benar down karena ada beberapa masalah pribadi, sakit hati sama orang  hawanya kalo gx marah ya males aja bawaannya , sampai – sampai akun facebook juga  saya nonaktifkan beberapa waktu , untunglah dalam keadaan seperti itu datang beberapa teman saya di milis internet pada datang ke jogaja, mereka datang  dari  tempat – tempat jauh seperti dari bandung, semarang , bahkan ada yang dari California Amerika , walaupun saya mengenal mereka cuma dari internet, namun ternayata mereka merupakan salah satu sahabat – sahabat terbaik saya, akhirnya kami pun kopdar sambil makan – makan di borjo, walau sederhana namun acara kopdar ini sungguh bermakna.
Kumpul – Kumpul
         Suasana sungguh indah karena penuh dengan kehangatan dan kebersamaan, rasanya sudah seperti keluarga sendiri penuh canda dan tawa. kocak- kocak aja, karena rata – rata juga masih bujang belum punya istri, jadi nasibnya hampir sama deh.
         Hmm benar – benar semua tempat punya cerita, dan hari ini saya punya kenangan bagus walau hanya bertempat di warung borjo, terima kasih teman – teman semua walau kedatangan kalian hanya kebetulan saja bertepatn dengan saya yang sedang stress hahaa.
bareng – bareng
       Buat para pembaca semua, carilah teman – teman sebanayak – banyaknya, dan berbuat baiklah pada mereka karena dalam sehari – hari merekalah yang dekat dengan kita selain keluarga.
 (bersambung ke part 2 )

Bm1 Vs Shell

                       Selama ini saya sudah menggunakan berbagai macam pelumas untuk motor saya dan tentunya setiap pelumas mempunyai karakter tersendiri dunkz, oh ya perlu diterangkan disini motor yang digunakan untuk mengetes adalah mega pro 2005 punya saya (karena cuma punya itu doang ). Oli adalah hal yang sangat penting bagi mesin motor kita, suatu kebutuhan yang mutlak dan tidak bisa ditawar – tawar lagi , Oli mempunyai bermacam – macam spesifikasi maka disinilah kita harus pintar – pintar memilih Oli yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin yang kita pakai, dilain pihak ternyata tidak semua motor mempunyai kecocokan pada oli yang sama, walaupun merek mesin tersebut sama, tidak semua mega pro cocok dengan oli federal, kadang cocok sama mesran, prima xp, shell, atau merek Oli yang lain
 Pada Mulanya saya mencoba menggunakan berbagai macam Oli produksi Pertamina, Mulai dari Prima XP, Enduro 4 T, hingga Enduro racing. Yang saya rasakan dari produk – produk pertamina adalah suara mesin cenderung kasar, selain itu kopling cenderung sering selip, saya sendiri juga heran padahal oli – oli produk pertamina biasanya sudah diberi formula anti selip kopling, emang gx cocok kali ya di motor saya .Lama – kelamaan saya mencoba Oli rekomendasi Pabrikan, apalagi kalo bukan federal , Saat memakai oli federal , saya merasakan kopling justru bertambah selip, tidak tahu kenapa, padahal oli inilah yang dianjurkan oleh pabrik, oli yang saya pakai adalah Federal supreme X, begitupun dengan perpindahan persnelling masih keras, dan ketika berhenti sulit untuk dinetralkan.
Akhirnya saya berpindah lagi memakai Oli shell, Tipe helix ax5, dengan sae 15w – 50, harganya juga cukup mahal didaerah saya mencapai 40.000 rupiah, memakai oli shell tarikan jadi tambah galak apalagi ketika mesin belum panas, wuss wuss rasanya loncat terus tiap ganti gigi, selain itu perpindahan  gigi persneling jadi ringan sekali serta  mudah dinetralkan ketika berhenti, dalam hatiku rasane wuenak rek, selain kelebihannya tersebut  menurut saya Oli shell memepunyai beberapa kelemahan  yaitu ketika mesin sudah panas tenaga terasa menurun dan mesin terdengar kasar, apalagi kalo buat macet – macetan waduh ampe gx tega, selain itu ketika sudah menempuh jarak lebih dari 1000 km, oli sudah terasa tidak enak harus segera diganti deh kayaknya, jika menggunakan Oli shell Helix AX 5, sebaiknya diganti pada kilometer 1500.
Belum genap 6 kali memakai shell, saya kembali tergoda memakai oli merek lain, kali ini adalah oli yang direkomendasikan oleh teman saya pemakai mega pro daerah semarang, yupz adalah oli Bm1 Pc 3000, dengan sae 15w-50. Harganya cukup terjangkau 50.000 saja, entah juga ternyata mesin saya cocok memekai oli ini, persnelling ringan, mudah dinetralkan, minim selip kopling, dan tarikan jadi enteng , yang paling saya suka adalah ketika mesin sudah panas performa tidak menurun malah semakin menjadi –jadi, selain itu ketika mencapai kilometer 2500 oli juga masih nyaman dipakai, kalo darurat mungkin bisa sampai kilometer 3000 atau bahkan 3500. Hmm untuk ssementara ini mungkin ini oli yang paling cocok dengan mega pro tua saya hahaha, overall saya puas dengan kinerja oli ini .
Demikain review dari beberapa oli yang pernah saya pakai, sekali lagi artikel ini ditulis dari pengalaman saya sendiri, tanpa ada maksud menjelekkan merk produk tertentu,dan tanpa ada maksud promosi,  tidak semua mesin yang sama, cocok pula dengan Oli yang sama, namun apa salahnya jika anda mencoba untuk mendapatkan performa terbaik bagi kendaraan anda.