Bulan: September 2011

Kawah Putih Ciwidey

Jumat, 23 September 2011
 Hari itu matahari  sedang panas – panasnya ketika kami memutuskan berangkat dari kota Yogyakarta tercinta, sebenarnya agak malas sih panas – panas naek motor apalagi saya memakai  jaket  kulit serasa saune keringat dah haha, tujuan touring saya kali ini adalah menuju daerah Ciwidey Bandung , sudah bukan rahasia lagi disana banyak tempat menarik untuk dikunjungi 😀 , hmm akan menjadi perjalanan yang amat panjang menempuh jarak hampir lima ratus kilometer jauhnya  , untung saja saya sempat dua kali solo touring ke Bandung, jadi sudah hafal jalan hehe, tinggal nyari jalan aja dari Bandung menuju Ciwidey.


Rute Perjalanan
Skip – skip dah singkat kata perjalanan sampai ke Bandung berjalan lancar jaya, kupacu motor dengan kecepatan rata – rata 90 – 110 km/ j, ternyata butuh waktu tujuh jam untuk sampai ke Bandung badan serasa pegel – pegel, sampai di jalan Sukarno Hatta Bandung kami memutuskan untuk menginap di pom bensin saja, tapi Alhamdulillah ternyata ada teman saya si nuno pratama yang membolehkan saya untuk menginap di kosnya, nggak jadi nginap di pom bensin dah, makasih ya om nuno.

Sabtu, 24 September 2011
Udara Bandung yang dingin membuat saya malas beranjak dari tempat tidur, walhasil rencana saya semula untuk berangkat jam enam pagi gagal deh hahaha, setelah mandi akhirnya saya berangkat juga, dan ternyata saya harus menanggung akibat pahit males barangkat lagi, apalagi kalo bukan jalanan Bandung yang macet argh tangan saya sampai pegal narik – narik kopling motor, Setelah melewati jalan berliku – liku akhirnya kami sampai juga ke gerbang masuk kawah putih , hawa dingin mulai menusuk kulit menembus tebalnya jaket yang saya pakai .
Mulai menanjak

Jalannya Adem

Tikungan Maut

Hajar Terus
Puas foto – foto akhirnya saya langsung menuju ke loket karcis, dan lagi – lagi saya dibuat kaget ternayata tiket masuk  cukup mahal juga Rp 15.000 per orang danRp  5000 per motor, karena saya berdua jadinya kena Rp 35.000 deh hiks hiks, padahal info yang saya tahu katanya tiket masuk Cuma Rp 3000 doang , dari tempat pembelian karcis hingga kawah puith masih berjarak sekitar 4 – 5 km , jadi lanjut terus, jalannya sudah beraspal mulus hanya saja sempit.
Dari kejauhan nampak samar – samar gerbang kecil bertuliskan selamat datang di kawah putih , yess akhirnya sampai tujuan juga, bau belerang sudah mulai menyeruak ketika saya menginjakkan kaki di tempat parkir motor , karena saya sedang tidak mood menulis maka biarlah foto yang berbicara, percayalah jika anda melihat langsung kesana jauh lebih indah daripada di foto ini, karena foto ini hanya memberi sedikit gambaran tentang keadaan di sana.
Gerbang Masuk
Kawah

Tetep Kawah
Air berwarna biru
warna kawah putih
Dilarang Mnadi d Kawah
Pinggir Kawah

Kawah Lagi

On The Spot
Ada sedikit cerita menarik ketika dikawah putih, ya saat itu saya berkenalan dengan bapak – bapak dari club PUMA BIKER, dan OTC ( Owner Tiger Club ) zz awalnya si pakai bahasa Indonesia tapi setelah ngobrol lebih jauh eh ternyata bapaknya juga orang jogja, oalah pak ngertiyo ngono awit mau ngomong jowo wae haha,  tapi ternyata perkenalan ini berbuah manis, saya ditawari bergabung dalam rombongan mereka ke tempat wisata lain,  jadi dapat teman muter – muter ciwidey deh nggak Cuma berdua kayak tadi.
bergabung

Puas menikmati pemandangan di kawah putih kami serombongan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke situ patengan, Subhanallah ternyata pemandangan di kanan kiri jalan menuju situ patengan sangat indah , yah kita melewati hamparan kebun teh nan hijau, ahh begitu sejuk dimata, apalagi hawa disini juga sejuk jadi serasa di kawasan puncak bogor (padahal saya belum pernah ke bogor haha), imajinasi saya pun berkembang ke mana – mana.
kebun teh, di kanan jalan

Kebun teh

Kebun teh dan Situ Patengan

Me with Vixie

Brothers PUMA

Pinggir Situ

Hamparan Kebun Teh
Cornering
Sampai di situ patengan matahari bersinar terik , terlintas dalam benak saya untuk naek perahu kayuh (bebek2an) muterin danau tapi melihat tu perahu nggak ada atapnya nggak jadi deh, akhirnya kamai hanya menikmati pemandangan danau dari bawah pohon, sambil ngobrol ngalor ngidul tentang pengalaman touring.
Ternyata bapak – bapak klub ini sangat ramah dan baik hati, sampai – sampai tiket masuk ke danau juga mereka bayarin hihi, makasih ya pak Sally, maap ane mau add facebooknya kagak ketemu. sore harinya saya juga bertemu dengan teman – teman megaproholic kaskus 😀 😀
teman – teman megaproholic
Minggu, 25 September 2011
Walau dengan berat hati akhirnya kami memutuskan untuk pergi dari Kota Bandung, setelah sebelumnya berpamitan dengan om Nuno Pratama via SMS, perjalanan sampai jogja alhamdulillah berjalan lancar, kami hanya berhenti sebentar untuk mengisi perut dengan sate kambing di wanareja, sikaat mang .
sate – sate

Special thanks to : 
1. Ibnu sulistiyanto ( atas pinjeman kamera, motor , dan juga teman seperjalanan saya)
2. Nuno Pratama ( Yang telah memberi saya tempat tinggal selama di Bandung )
3. Brotehrs dari PUMA biker community dan OTC ( teman seperjalanan, beliin tiket juga)
4, Dan pihak – pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu
Iklan

Air terjun Sri Gethuk

Sebagai seorang yang suka travelling akan pasti akan penasaran jika diberitahu suatu tempat yang dianggap menarik, begitupun saya ketika kemarin sabtu pagi (17/09) bangun tidur eh ternyata ada sms untuk mensurvei sebuah tempat wisata di gunungkidul, tanpa piker panjang langsung saja ssaya mengiyakan haha, lagipula memang saya belum pernah berkunjung ke tempat tersebut.
Hmm tetapi saya masih sendiri nih, maka dari itu kuhubungi beberapa teman yang bisa ikut menemani saya di perjalanan ke Gunungkidul, karena teman saya yang mengajak menunggu disana, di tempat teman inilah terbentuk tim survei beranggotakan 3 orang yang geje semua , saya segera merundingkan jalur mana yang akan diambil yang tercepat dan terbaik, akhirnya diambil jalur melewati Playen baru kemudian menuju air terjun.
Pada mulanya memang jalan masih bagus , terdapat pula beberapa plang petunjuk menuju air terjun, tapi lama kelamaan jalanan semkin jelek, kami pun terguncang – guncang di atas sepeda motor, getarannya gx nahan,
Jalan menuju air terjun

apalagi kali ini saya hanya menggunakan motor bebek pinjaman haha, si meggy saya tinggal d Yogyakarta , mungkin sekitar 10 – 15 menit kami terguncang – guncang di jalanan semulus sungai vulkanik yang sedang kering penuh batu dan kerikil argh, akhirnya sampai juga di parkiran air terjun dan harapan pun mulai muncul.
Si bebek lagi parkir, mojok lagi
Dari tempat parkir menuju Air terjun ada dua cara, yang pertama jalan kaki dan yang kedua naik perahu, tetapi kami memutuskan untuk berjalan kaki saja , hanya ada satu plang petunjuk jika anda berjalan kaki, begitupun saya sempat dibuat bingung jalan mana yang harus ditempuh, hanya 3 meter dari plang tersebut, karena ternyata jalannya benar – benar tidak ada petunjuk lain, kami sempat salah jalan kalo saja tidak ada ibu – ibu disawah yang meneriaki kami, setelah Tanya sana – sini akhirnya kami pun  menemukan jalan yang benar.
Ambil Rute jalan kaki

Hayo jalannya yang mana ??

Parit di tengah jalan 
Tidak pernah terbayang di benak saya ternyta jalannya melewati pematang sawah nan hijau , jalan setapak lagi, bahkan melewati parit kecil di tengah jalan , zzz benar – benar jalan setapak ndeso tenan, hal itu bisa dilihat di foto – foto yang saya sertakan di blog ini. Sebetulnya jalan paling praktis dan enak adalah menaiki perahu, karena kita tinggal menaiki perahu dari tempat parkir sampai air terjun, anda juga bisa menyewa pelampung untuk berenang sepuasnya.
Air Terjun

Bintang utama

Penampakan

waterfall
Orangnya sama gede dengan air terjunnya
Nggak pakai lama akhirnya perjuangan kami mendapat hasilnya, horee sampai air terjun zzz, saatnya bernarsis ria , air terjun ini mempunyai aliran air yang berbeda, hmm indah bukan, selain itu tepat dibawah air terjun juga terdapat sungai yang asyik buat berenang, jadi jika anda hobi berenang jangan lupa bawa baju ganti ya puas – puasin renang disana sambil melihat air terjun di depan mata , kalo saya sendiri sih emang gx suka, lha wong gx bisa renang maklum rek wong gunung.

Tempat Renang

Tepat di bawah air terjun


Puas narsis dan menikmati pemandangan kami pun memutuskan untuk pulang ke Yogayakarta, ternyata hari belum sore kami juga mampir ke dulu ke tempat wisata lainnya juga menunggu malam , dalam perjalanan pulang kami juga mampir ke rumah slah seorang teman disana, dan melakukan perampokan persediaan bahan makanan disana haha, walhasil 5 butir mangga dan bertoples – toples snack amblas tak bersisa .

perampok 1

Perampok 2
Korban perampokan, kasihan sekali >.<
Lha terus kalau mau kesini gimana caranya, ya biasa pakai motor atau mobil pribadi yang jelas nggak ada angkutan umum, trus biayanya berapa ??? mari kita hitung bersama – sama, jika anda menggunakan motor biaya bensin sekitar Rp10.0000 – Rp15.000 itu juga sisa, ongkos masuk sekitar Rp4000, parkir Rp1000, jadi kalo ditotal hanya sekitar Rp20.000 saja, alhamdulillahnya saya kemarin gx bayar karcis masuk, dan parkir hahaha , jadi irit dah cumin habis 10.000 doang. Trus rute kesana bagaimana sudah saya jelasin tu di awal, saya tambahin biar jelas, dari arah Yogyakarta ambil arah Wonosari, setelah melewati Wanagama, anda akan menemui pertigaan, baca petunjuk atas, ambil arah pantai ngrenehan, masuk terus melewati pasar Playen, lurus saaja arah Paliyan , sekiatr 3- 4 km, nanti ada petunjuk ke air terjun di kanan jalan.

Pantai Siung Gunungkidul, Sejuk di mata sejuk di hati

           Jujur saja , sebenarnya saya sudah sering pergi ke pantai ini, mungkin sudah tiga  atau empat kali saya datang kemari, tetapi entah kenapa tidak pernah bosan untuk kembali berkunjung ke pantai ini, terlalu banyak kenangan indah yang saya ukir di pantai ini, yah memang terlalu manis untuk dilupakan , malah jadi curhat haha.
Bukan bermaksud melebih – lebihkan tapi menurut saya ini merupakan salah satu pantai terindah yang pernah saya datangi, pasir putih nan bersih, air yang sangat jernih, hawa udara yang amat segar, deburan ombak nan keras ,hingga bukit karang yang tegak menjulang, ahh sungguh indah dimata sejuk dihati ^_^ , mak nyess rasanya kalo teringat pantai ini.
Hmm ijinkanlah saya sekedar  berbagi keindahan pantai ini untuk anda , ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di sana, saya tak akan lupa pemandangan yang pertama saya lihat.
Pantai pasir Putih

Air nan jernih

Indah bukan , masih kurang indah hmm baiklah mari kita naik ke tebing karang disebelahnya , and this is the jackpot.
Pemandangan laut dari tebing

Ini jawa lho bukan Sulawesi, tapi gx kalah

Yang hobi Climbing , boleh dicoba

Ombak Menabarak Karang

Termenung 

Ada banyak jalur untuk mencapai pantai ini, tapi jalur termudah adalah lewat kota Yogyakarta, pasti pada tahu kan , dari kota Yogyakarta ambil jalan arah Wonosari/ Gunungkidul, nah dari kota wonosari ikuti plang petunjuk arah pantai baron lihat palng terus ada pertigaan arah Pantai baron dan pantai Siung ambil arah pantai Siung , pokoknya ikuti petunujk jalan terus niscaya anda sampai di pantai ini.
Lalu berapa biaya yang dibutuhkan ???? jika kita memakai motor asumsikan saja bensin empat liter (18.000), tiket masuk 3000/ motor, dan parkir 2000, jadi kalo ditotal hanya sekitar 23.000 saja sudah bisa berdua ke pantai (jika berboncengan ), hmm amat murah jika dibandingkan dengan keindahan yang kita dapat nantinya.
Sedikit saran dari saya sebaiknya anda menggunakan motor / mobil pribadi / kendaraan sewaan sebagi transportasi ke pantai ini, karena nagkutan umum hanya sedikit yang sampai panati Siung itupun waktunya lama dan tidak pasti, selain itu paling enak dating kepantai ini sekitar jam 07.00 – 11.00 atau 13.00 – 16.00 , bukan karena masalah angker tetapi pada jam – jam tersebut tidak terlalu panas serta pantai – pantai lebih indah terlihat.

Pantai Ngobaran

     Waktu menunjukkan pukul 14.00 ketika kami sampai di pantai Ngobaran, hmm padahal kami berangkat dari Yogyakarta pukul 11.00 cukup lama memang karena kami tadi berhenti untuk sholat dan juga berhenti di lembah paliyan terlebih dahulu.
Pintu masuk pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran boleh dibilang satu paket dengan lembah Paliyan, karena unutk mencapai pantai Ngobaran cukup lurus saja dari lembah paliyan mengikuti plang petunjuk, akses menuju pantai ngobaran agak sulit dicapai karena memang jaraknya yang jauh dari jalan besar, jalan menuju pantai sudah diaspal mulus walau ada beberapa lobang, meskipun begitu anda harus tetap berhati – hati karena jalan menuju pantai penuh dengan tikungan – tikungan yang aduhai rasanya haha. Jarak pantai ngobaran dari Yogyakarta sekitar 50 – 60 km , jika anda menggunakan sepeda motor bisa ditempuh dalm waktu sekitar 1- 2 jam, tergantung lancarnya jalan,berhubung tidak ada nagkutan umum sampai Pantai ini jadi saya sarankan anda membawa motor / mobil sendiri.
Sebenarnya Apa sih yang membuat pantai Ngobaran lebih menarik dari pantai – pantai lain di Kabupaten Gunungkidul ???? , jawabannya adalah pantai ini merupakan miniature yang hampir mewakili semua jenis – jenis pantai di Gunungkidul, jadi jikan anada memiliki waktu terbatas unutk mengunjungi seluruh pantai di Gunungkidul maka datang saja ke pantai ini.
Dalam area ngobaran terdapat tiga jenis pantai yaitu Pantai Bertebing, Pantai Terumbu Karang, dan tentunya pantai Pasir putih, dipanatai ini juga terdapat pura – pura sebagai tempat ibadah bagi orang hindu, yah memang agama hindu masih tersisa di gungkidul karena daerah Gunungkidul dahulunya adalah merupakan tempat pelarian bagi orang – orang majapahit yang terdesak oleh mataram.

di atas tebing

Tanpa banyak bicara marilah kita lihat keadaan pantai disana, seorang pujangga berkata jika tak mampu mulut berbicara biarlah gambar yang berkata apa adanya

memandang dari kejauhan
Pantai ngobaran mempunyai  struktur yang unik dimana setelah kita turun dari tebing tidak langsung terkena ombak laut, akan tetapi kita kan menjumpai hamparan karang terlebih dahulu, baru kemudian bisa berjalan kearah karang yang terkena Ombak.

Yang suka ombak besar
Ombak besar


 Di sela – sela karang ini kita bisa melihat bahkan menagkap berbagai binatag laut seperti ikan, kepiting, bintang laut, Babi laut, kerang, siput laut , bahkan ular laut (jika nada bernyali ), ada juga berbagai karang muda yang masih terasa lunak.

Ada orang narsis
Narsis lagi

Orang paling ganteng

Buih Ombak

Puas bermain ombak dan karang tidak ada salahnya kita menuju spot yang lain, yaitu puncak tebing , hati – hati lho karena tidak ada pengaman di bbir jurang, tidak dianjurkan membawa anak kecil ke atas tebing .

Di atas tebing
Atas Tebing
  
Masih kurang puas, silahakan berjalan sekitar 20 meter ke barat pantai, maka anda akan disuguhi pasir putih yang sejuk dipandang.
Pantai Sebelah
Gunung apa awan ???
Pemandangan Bukit – Bukit
   
Nah bagaimana anda tertarik ingin pergi ke sana seperti saia,lalu kira – kira berapa biaya yang dibutuhkan ??? mari kita hitung bersama, jika anda berboncengan menggunakan motor maka bensin yang dibutuhkan sekitar 4 – 5 liter, biaya retribusi masuk pantai 3000, dan ongkos parkir 2000, jika ditotal maka hanya sekitar 30.000, wow cukup murah bukan dengan uang 30.000 sudah bisa bertamasya berdua menikmati salah satu keindahan dunia haha.