Semua Tempat Punya Cerita ( Part 3 ), Menikmati Dinginnya Jalur Sawangan -Ketep

My Life My Adventure
Esok harinya kami memutuskan langsung kembali menuju Yogyakarta, karena kami males melewati macet di jalur Bawen hingga Magelang, kami mengambil jalur lain yaitu Semarang – Bawen – Salatiga – Kopeng – Ketep – Muntilan – Yogyakarta.
Sebenarnya jalur yang kami ambil lebih jauh dari jalur biasa tapi menurut informasi jalanan di sana lebih lancar, gx papalah itung – itung refreshing juga biar ngerti jalan , karena kami berdua juga belum pernah lewat sana, pukul 10.00 kami berangkat dari Semarang, sempat  terkena beberapa kali macet di daerah ungaran hingga bawen, capek deh hari gini masih macet , untung aja musim mudik udah selesai nggak kebayang macetnya kaya apa kalo banyak yang lewat, begitupun jalur bawen hingga Salatiga kami sempat mengalami beberapa kali macet.
Sampai kota salatiga kami betul – betul seperti orang hilang karena gx tahu jalan sama sekali, terhitung saya sempat tiga kali bertanya sama orang kemana arah jalan ke Kopeng  yang benar, dan fiuh akhirnya ketemu juga jalan arah kopeng, kontur jalan yang kami lewati rata – rata menanjak terus dan tidak ada turunan sama sekali , tidak masalah si karena kami berdua memakai motor laki tanjakan segitu mah sekali libas ( sombong ya haha ) tapi memang begitulah kenyataannya.
Istirahat untuk Sholat ( sawangan )
jalur Sawangan – Ketep, lurus euy
Mega pro om Yoga , 240 CC
Daerah kopeng merupakan pegunungan maka tak heran ketika melewari jalanan kopeng hawa dingin begitu menusuk kulit, menembus jaket yang saya pakai, namun hal itu mendapat kompensasi dengan pemandangan yang indah di kanan kiri jalan mulai dari kebun sayuran , gunung – gunung, jurang , hingga tebing –tebing yang sangat indah, lagipula walaupun dingin hawa disini sangat segar, kamipun sempat beberapa kali berhenti sekedar untuk beristrihat dan poto – poto, singkat kata perjalanan via kopeng hingga ketep lancar jaya, anti macet apalagi didukung  aspal mulus yang membuat saya gemes untuk melakukan cornering di beberapa tikungan di sana.
Mendinginkan mesin
Pada jalur Ketep – Muntilan ada beberapa hal menarik yang kami temui yaitu ada jembatan yang masih putus karena bencana banjir lahar dingin beberapa waktu lalu, sehingga unutk meleawatinya motorpun harus turun untuk menyeberang sungai, kami pun berhenti lagi poto – poto dulu lah wkwkwk.
Nyemplung ke sungai

Keadaan Sungai


 


Sungai yang harus disebrangi
Disana ada juga beberapa anak – anak yang mandi di sungai, maaf bukan bermaksud pornogarfi karena mungkin jika kita melihatnya jadi terngat ketika kita masih kecil dahulu juga sering main di sungai (maklum masa kecil kurang bahagia ) .
masa kecil kurang bahagia
Puas foto – foto kamipun melanjutkan perjalnan pulang ke Yogyakarta, sampai di Yogyakarta pukul 14.00, yang berarti waktu tempuh sekitar 4 jam, walau lebih lama kali pun puas, Yupz jalan – jalan adalah salah satu cara menghilangkan stress, dan juga cara untuk menikmat hidup sekaligus cara untuk mengagumi Ciptaan Allah SWT (halah panjang banget ), okelah akhir kata tetap sehat tetap semangat biar bisa terus jalan – jalan, jangan lupa diniatkan untuk hal – hal yang baik agar kita mendapat pahala dari yang diatas sana  ^_^ .
Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s