Air terjun Sri Gethuk

Sebagai seorang yang suka travelling akan pasti akan penasaran jika diberitahu suatu tempat yang dianggap menarik, begitupun saya ketika kemarin sabtu pagi (17/09) bangun tidur eh ternyata ada sms untuk mensurvei sebuah tempat wisata di gunungkidul, tanpa piker panjang langsung saja ssaya mengiyakan haha, lagipula memang saya belum pernah berkunjung ke tempat tersebut.
Hmm tetapi saya masih sendiri nih, maka dari itu kuhubungi beberapa teman yang bisa ikut menemani saya di perjalanan ke Gunungkidul, karena teman saya yang mengajak menunggu disana, di tempat teman inilah terbentuk tim survei beranggotakan 3 orang yang geje semua , saya segera merundingkan jalur mana yang akan diambil yang tercepat dan terbaik, akhirnya diambil jalur melewati Playen baru kemudian menuju air terjun.
Pada mulanya memang jalan masih bagus , terdapat pula beberapa plang petunjuk menuju air terjun, tapi lama kelamaan jalanan semkin jelek, kami pun terguncang – guncang di atas sepeda motor, getarannya gx nahan,
Jalan menuju air terjun

apalagi kali ini saya hanya menggunakan motor bebek pinjaman haha, si meggy saya tinggal d Yogyakarta , mungkin sekitar 10 – 15 menit kami terguncang – guncang di jalanan semulus sungai vulkanik yang sedang kering penuh batu dan kerikil argh, akhirnya sampai juga di parkiran air terjun dan harapan pun mulai muncul.
Si bebek lagi parkir, mojok lagi
Dari tempat parkir menuju Air terjun ada dua cara, yang pertama jalan kaki dan yang kedua naik perahu, tetapi kami memutuskan untuk berjalan kaki saja , hanya ada satu plang petunjuk jika anda berjalan kaki, begitupun saya sempat dibuat bingung jalan mana yang harus ditempuh, hanya 3 meter dari plang tersebut, karena ternyata jalannya benar – benar tidak ada petunjuk lain, kami sempat salah jalan kalo saja tidak ada ibu – ibu disawah yang meneriaki kami, setelah Tanya sana – sini akhirnya kami pun  menemukan jalan yang benar.
Ambil Rute jalan kaki

Hayo jalannya yang mana ??

Parit di tengah jalan 
Tidak pernah terbayang di benak saya ternyta jalannya melewati pematang sawah nan hijau , jalan setapak lagi, bahkan melewati parit kecil di tengah jalan , zzz benar – benar jalan setapak ndeso tenan, hal itu bisa dilihat di foto – foto yang saya sertakan di blog ini. Sebetulnya jalan paling praktis dan enak adalah menaiki perahu, karena kita tinggal menaiki perahu dari tempat parkir sampai air terjun, anda juga bisa menyewa pelampung untuk berenang sepuasnya.
Air Terjun

Bintang utama

Penampakan

waterfall
Orangnya sama gede dengan air terjunnya
Nggak pakai lama akhirnya perjuangan kami mendapat hasilnya, horee sampai air terjun zzz, saatnya bernarsis ria , air terjun ini mempunyai aliran air yang berbeda, hmm indah bukan, selain itu tepat dibawah air terjun juga terdapat sungai yang asyik buat berenang, jadi jika anda hobi berenang jangan lupa bawa baju ganti ya puas – puasin renang disana sambil melihat air terjun di depan mata , kalo saya sendiri sih emang gx suka, lha wong gx bisa renang maklum rek wong gunung.

Tempat Renang

Tepat di bawah air terjun


Puas narsis dan menikmati pemandangan kami pun memutuskan untuk pulang ke Yogayakarta, ternyata hari belum sore kami juga mampir ke dulu ke tempat wisata lainnya juga menunggu malam , dalam perjalanan pulang kami juga mampir ke rumah slah seorang teman disana, dan melakukan perampokan persediaan bahan makanan disana haha, walhasil 5 butir mangga dan bertoples – toples snack amblas tak bersisa .

perampok 1

Perampok 2
Korban perampokan, kasihan sekali >.<
Lha terus kalau mau kesini gimana caranya, ya biasa pakai motor atau mobil pribadi yang jelas nggak ada angkutan umum, trus biayanya berapa ??? mari kita hitung bersama – sama, jika anda menggunakan motor biaya bensin sekitar Rp10.0000 – Rp15.000 itu juga sisa, ongkos masuk sekitar Rp4000, parkir Rp1000, jadi kalo ditotal hanya sekitar Rp20.000 saja, alhamdulillahnya saya kemarin gx bayar karcis masuk, dan parkir hahaha , jadi irit dah cumin habis 10.000 doang. Trus rute kesana bagaimana sudah saya jelasin tu di awal, saya tambahin biar jelas, dari arah Yogyakarta ambil arah Wonosari, setelah melewati Wanagama, anda akan menemui pertigaan, baca petunjuk atas, ambil arah pantai ngrenehan, masuk terus melewati pasar Playen, lurus saaja arah Paliyan , sekiatr 3- 4 km, nanti ada petunjuk ke air terjun di kanan jalan.
Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s