Bulan: Oktober 2011

Puncak Suroloyo, sesuatu Banget ya

Sudah hampir dua minggu blog saya terbelangkai tanpa ada postingan baru, bukan masalah tidak ada bahan tetapi karena saya sedang kembrukan laporan 😦 . yah sebgai seorang mahasiswa kepentingan study harus diutamakan betul ? , padahal hal ini bertentangan dengan prinsip blogger yang seharusnya rutin memposting :cd.
Oke deh langsung saja tempat yang saya kunjungi kali ini adalah bukit Suroloyo, wew bahkan saya sendiri tidak mengira bahwa kulonprogo mempunyai tempat setinggi ini :ngakak , selama ini di mindset saya kulonprogo hanya ada bukit – bukit rendah dan dataran alluvial serta Pinggiran pantai Yang Landai.
letaknya cukup jauh dari Kota Wates, bahkan saya sendiri tidak hafal jalan kesana, karena kemaren hanya mengikuti teman saya saja, melewati jalan – jalan tikus, lewat tengah sawah, tengah kebun, dan yang jelas jalan menuju kesana exstreem medannya, si meggy pun sempet agak ngos-ngosan melewati tanjakan rute – rute yang dilewati, tapi alhamdulillah walu ngos – ngosan pakai gigi 2 – 3 si meggy berhasil mencapai tujuan 😀 
Meggy dan Pulsie di Parkiran Suroloyo
Sesampai di suroloyo langsung deh disambut pos TPR :hammer langsung deh Rp 5000 melayang, tapi nggak papalah itung – itung bagi rezeki sama penduduk lokal, solanya kalo dirunut yang namanya manusia pasti penginnya gretongan ( jujur aja 90 % manusia punya sifat seperti itu ), maka disinilah ilmu ikhlas berbicara, eh kok malah ngelantur tho hihi .
Dari tempat parkir menuju gardu pandang perlu perjuangan lebih, karena memang tangga yang menuju gardu pandang cukup menanjak but no problem lah buat oalahraga badan saya sudah lama nggak berkeringat :malu .

tangga pertama dilihat dari atas
Ada dua gardu pandang di jalur ini, gardu pandang pertama berada di pertengahan bukit, gardu ini terletak di bawah pohon jadi sejuk deh, apalagi ditiup angin semilir benar – benar membuat ngantuk kalo kelamaan disini, gardu ini cocok bagi anda yang males berjalan lebih jauh lagi , toh pemandangan di sini juga lumayan bagus :D.
bagi anda yang suka tantangan ada baiknya meneruskan perjalanan ke gardu kedua di puncak bukit, berjuang lagi ya mendaki tangga :ngakak

Nanjak lagi
Sesampai di gardu kedua maka nikmatilah pemandangan yang ada, tapi sayang sekali saya datang kesana ketika musim kemarau jadi pemnadangannya agak gersang – gersang gitu deh , ya yang penting pemandangannya sesuatu banget lah.

Ada cowok Ganteng

the cliff

Puas di suroloyo saya dan ketiga teman saya pun melanjutkan perjalanan ke air terjun di dekat suroloyo, but nasiiib ternyata air terjunnya kering gara – gara musim kemarau 😦 😦 ya sudahlah lain kali lagi. Karena hari sudah siang maka saya pun memutuskan pulang ke yogyakarta , setelah sebelumnya mengantarkan boncenger ke asalnya haha, yupz walau pemandangan saya rasa kurang menggigit di mata  tapi tidak boleh ada kekecewaan karena setiap perjalanan pasti mempunyai pelajaran, kalo kata fajar sulistyo , pengalaman yang sesuatu banget ya ( niru syahrini ) :ngakak , and the last tetep sehat tetep semangat biar bisa jalan – jalan lagi 😀 .
Iklan

Other side Of Merapi


Gunung Merapi bukanlah suatu hal yang asing di telinga kita,tentunya kita tidak akan lupa  beberapa waktu lalu berita tentang gunung ini menghiasi setiap berita setiap media massa di Indonesia, yah gunung yang terletak di perbatasan Jawa tengah dan Yogyakarta ini adalah gunung api teraktif di dunia, setiap ulahnya pasti menjadi pusat perhatian massa. Seolah olah Merapi telah menjadi magnet bagi manusia untuk menyaksikannya.
Merapi ibarat pisau bermata dua, disatu sisi gunung ini bisa menimbulkan bencana yang luar biasa secara tiba -tiba, namun di sisi lain gunung mempunyai keindahan yang tiada terkira, membuat orang berdecak kagum jika memandangnya, jika anda lebih sering menyaksikan gambar dari keganasan merapi maka kali ini marilah kita melihat dari sisi yang berbeda, yaitu dengan menikmati keindahannya , yupz merapi indah dimata namun meyimpan bahaya .
Air Terjun di Kaki Merapi

Air Terjun

Merapi di Sore Hari

Sunrise 1

Sunrise 2

Pemandangan Kaki Merapi

dari Kejauhan

Lihatlah pada pucaknya, begitu dekat

Garis Awan nan Lurus
nb : semua foto tersebut diambil dari daerah Selo Boyolali, dan Ketep Magelang

Tebing Parangendog Obat Galau



Tulisan ini adalah pelampiasan dari rasa galau yang sedang menimpa saya beberapa waktu terakhir, memang sih akhir – akhir ini virus galau sedang mewabah di fakultas saya, lha saya ikutan jadi korban terserang galau tingkat akut , yah daripada saya menggalaui sesuatu yang nggak tentu, meratapi nasib yang menimpa, toh nggak ada senangnya , mending saia nulis blog saja berbagi pengalaman bahagia dengan anda semua hoho. Lalu tempat mana yang saya kunjungi kali ini ??? baca lanjutan tulisan saia.

Kalau orang jogja ditanya mas/mbak tau pantai Parangtritis nggak ?? Pasti mereka dengan sigap akan menjawab tau, tapi coba kalau Tanya tau Parangendog nggak ?? bisa dipastikan sekitar 80% – 90 % dari mereka akan garuk – garuk kepala alias nggak tahu.
Yupz Parangendog adalah tebing diatas pantai Parangtritis, tebing ini sering dipakai untuk start olahraga paralayang, letak Parangendog tidak jauh dari Parangtritis mungkin hanya sekitar 10 – 15 menit saja sampai disana, jalannya bervariasi dari aspal muluzzz, aspal rusak , aspal berkerikil, hingga cor – coran semen mantab kan, satu hal yang perlu diperhatikan ketika menuju kesana, yaitu tanjakannya ekstrim oi, jadi pastikan motor/ mobil anda dalam keadaan sehat daripada harus jatuh di tanjakan  atau mundur ke belakang gara – gara tidak kuat menanjak, kalo nggak mantep melewati jalan itu mending jalan kaki aja kesana lebih terjamin keamanannya. Lha baru jalannya saja sudah cukup kok untuk membuat orang olahraga jantung hoho.
Jangan pesimis dahulu, karena ketika anda sampai di Parangendog maka nikmatilah jackpot hasil dari perjuangan anda menaklukkan tanjakan yang saya ceritakan tadi, yupz pemandangan laut nan luas berdampingan dengan pemandangan pantai Parangtritis di kejauhan , bayangkan saja anda menikmati itu semua sambil bercengkerama dengan kawan – kawan anda, atau kekasih anda, diiringi dengan hembusan angin semilir yang aduhai segarnya, pasti indah sekali rasanya , nggak percaya coba saja !!!! , trust me is work .
Yupz dibawah dibawah ini ada beberapa foto keadaan di sana, bukan foto baru sih tapi cukuplah memberi gambaran anda bagaimana keadaan di sana. 


Sedikit saran dari saya, bagusnya anda kesana pada waktu sore hari, karena pada sore hari matahari bersinar tidak terlalu terik , selain itu jika anda datang saat cuaca cerah , maka tunggulah sampai sunset terjadi niscaya pemandangan di sana bertambah indah 😀
Lal bagaimana jika anda jika ingin kesana ?, yang jelas pergi ke pantai Parangtritis dulu, setelah puas bermain di sana, ikuti jalan aspal yang menuju gunungkidul, setelah tanjakan ada pertigaan pertama, ambil kanan lurus terus sampai habis jalan semen, parkir dah trus jalan kaki sekitar 20 meter unutk sampai di Parangendog, tidak ada karcis masuk, cukup bayar parkir 2000 permotor, beres dah . Masih bingung juga !!!! Tanya sama orang Parangtritis jalan arah ke Parangendog, paling enak ya ajak orang yang sudah berpengalaman kesana, ngajak saya juga boleh kok ( Promosi haha ).

Ekspedisi Menoreh

Mungkin tulisan ini sudah sangat terlambat untuk ditulis, ibarat makanan sudah kadaluwarsa kali ya 😡 , tapi ya bagaimana lagi daripada nggak ditulis sama sekali kan man – eman rasanya, lagipula saya hanya sekedar berbagi pengalaman saya :malu .
Sekitar satu tahun yang lalu saya berkesempatan untuk mengikuti Ekspedisi Penelitian Perbukitan Menoreh yang diselenggarakana oleh Enviromental Geography Studeny Association ( EGSA) , salah satu unit kegiatan mahasiswa di fakultas saya, yah lumayanlah nambah – nambah pengalaman di lapangan, perbukitan menorah terletak di sebagian wilayah kabupaten Kulonprogo, dan Purworejo, topografinya berbukit – bukit dengan kemiringan yang lumayan curam, sehingga jalan disini dipenuhi dengan tanjakan panjang serta tikungan maut, apalagi jalan tembus yang menuju Purworejo, not recomemdedlah buat pemula.
Seperti biasa dalam suatu daerah pasti hampir ada tempat yang menarik unutk dikunjungi, tidak terkecuali dengan daerah menoreh ini, sebenarnya banyak tempat wisata yang belum tereksplorasi dengan baik, tercatat di sana ada satu waduk dan dua air terjun, hmm mantap kan.
Akses menuju tempat wisata tersebut bermacam – macam, unutk akses menuju waduk sudah tersedia jalan aspal mulus nan lebar, tidak usah bingung karena dari kota Wates sudah ada plang petunjuk menuju waduk sermo
Jalan menuju waduk

Nikung nikung dikit

Jalannya adem

Waduk  ini berdasar sejarahnya dibangun di masa orde baru dulu yah sekitar tahun 1990an lah, Keadaan di waduk biasanya relative tenang dan sepi, bahkan pada hari – hari libur sekalipun, asyik bukan, bisa menikmati pemandangan tanpa diganggu banayak orang, disini juga tersedia beberapa spot untuk bernarsis ria haha, udara di waduk juga bisa sejuk apalagi masih sedikit kendaraan bermotor yang lewat jadi rasanya segar deh. Bagaimana jika anda lapar ? santai saja di pinggir waduk berdiri beberapa warung makan sederhana kok, boleh juga makan disana, letaknya yang di pinggir waduk semakin menambah kenikmatan disana, yupz biar nggak dikira hoax maka saya share foto – foto disana. Maaf ya cuma sedikit habisnya Cuma itu yang ada di album saya , sedangkan foto saya sendiri  malah nggak ada zzzz .
Pinggir Waduk

Badan Bendungan Di kejauhan

Si Meggy Nampang

Terlihat Luas dan Adem

Di depan Resorvoir Air

Badan Bendungan

Pemandangan Dekat pintu masuk
Jikalau masih ada waktu boleh juga anda meneruskan perjalanan menuju air terjun, tapi saya lupa namanya, yang jelas akses menuju kesana memang agak sulit, jalannya kecil dan melewati beberapa tanjakan yang lumayan panjang, jika anda ingin kesana saya sarankan membawa orang yang berpengalaman / pernah pergi kesana , letak air terjun memang agak tersembunyi sekitar 10 meter dari jalan , tidak terlalu besar sih tapi air terjun ini masih sangat alami, tapi yang paling istimewa adalah airnya itu lho, suegere poll mungkin salah satu air tersegar yang pernah saya sentuh . 
Suegeerr

Mini Waterfall

Santai
Yupz itulah beberapa tempat wisata di perbukitan menoreh,semoga anda menikmatinya ya 😀 .

Air Terjun Sri Gethuk + Pantai Kukup

Allah maha adil, itulah kata – kata yang selalu masuk di otak saya saat mengunjungi kabupaten Gunungkidul, bagaimana tidak kabupaten ini terkenal sebagai kawasan karst, yang sulit air, tiap tahun langganan kekeringan,bisa dibilang daerah minus, namun ternyata Allah mengkaruniakan kelebihan pemandangan yang indah di berbagai tempat di wilayah ini, mulai dari pantai, gua karst, air terjun dan sederet pemandangan lain yang bisa dijadikan tempat wisata, yang tentunya pariwisata ini bisa mengangkat perekonomian daerah ini.
Jika membaca tulisan saya tentunya masih ingat tentang Air terjun Sri Gethuk, berawal dari survey yang saya lakukan bertiga kemarin,ternyata menggelitik beberapa teman saya yang lain untuk berkunjung kesana juga, setalah koordinasi sana sini akhirnya terkumpul juga delapan orang mahasiswa dan mahasiswi yang akan berangkat.
Hari yang dinantipun tiba ( 01/10 ), tapi ternyata rencana saya untuk berangkat dari jogja jam 08.00 pagi gagal, karena ada satu anggota yang tiba – tiba nggak jadi ikut, dengan terpaksa kami menunda keberangkatan hingga hampir satu setengah jam untuk mencari orang penggantinya, Alhamdulillah setelah merayu beberapa orang dengan berbagai jurus akhirnya didapat satu anggota baru haha. Keadaan pun makin tambah romantis bagi beberapa orang anggota, tampak ada muka salah satu dari mereka yang tambah sumringah wkwkwkwk, tapi tetep saja tidak berpengaruh pada muka saya, lha wong saya masih jomblo.
Karena saya sudah hafal jalan maka Perjalanan dari Kota Yogayakarta hingga air terjun Sri Gethuk berjalan lancar, hanya saja dua motor sempat tertinggal jauh di tanjakan pathuk maklum gaya riding berbeda.
Sesampai di air terjun mulai deh sifat narsis manusia bangkit kembali, mereka berusaha exis dengan keberadaan mereka dimana – mana ( termasuk saya di dalamnya haha). Seandainya satu blog ini digunakan untuk menampilkan semua kenarsisan mereka maka mungkin butuh berpuluh puluh halaman untuk menayangkannya. Berikut buktinya tapi beberapa aja ya.


wah posene , gx nguati


ada monyet berloncatan sedang melintasi air terjun


bidadari lagi narsis


Ini mau foto, atau mau senam aerobik ???
Adzan dzuhur berkumandang , akhirnya kami meninggalkan air terjun srigethuk untuk menjalankan sholat dzuhur, cukup jauh juga mencari masjid terdekat, baru saat mendekati daerah playen saya mendapatkan masjid.
Seakan belum puas dengan pemandangan di air terjun , kamipun melanjutkan wisata ke pantai, tujuan kali ini adalah pantai Kukup, yang terletak persis di sebelah pantai Baron, yang membuat pantai ini istimewa adalah adanya pulau yang menjorok ke laut, dan kita bisa berjalan ke pulau itu lewat jembatan yang sudah tersedia.


Puas di pantai kami memutuskan untuk pulang menuju Yogyakarta, tapi mampir dulu di rumah salah satu teman kami untuk makan sore dan seperti biasanya merampok mangga,  kali ini sambil makan dan menikmati hasil rampokan, kami dihibur orgen tunggal yang suara penyanyinya nggak kalah mantap sama ayu ting ting. Bahkan saya jadi  ikut – ikutan karaoke walau bersuara sumbang ternyata Asyik juga ya, gara – gara karoke ini juga saya jadi gandrung sama lagunya ruth sahanya yang berjudul keliru padahal itu lagu jadul banget tapi kok tenyata enak di telinga haha.
Duo Penyanyi

Duet Maut, 

Foto Bersama

Akhir cerita kami pun beriringan perlahan pulang menuju kota Yogayakarta, menembus gelapnya jalan, dan dinginnya udara malam dengan menorehkan kenangan indah di memori kami semua. Terima kasih ya Allah .
Special thanks to :
Dhoni wicaksono ( our photographer )
Aditya Suryantaka n putri ( snacknya besok bawa yg banyak ya )
Zuhara R.C dan keluarga ( kami nggak akan kapok mampir )
Nirma lila anggaini ( udah mbantu ngerayu orang )
Vevi Dilamartha ( jangan kapok nraktir ya )
Ibnu S n Gilang ( nggak ada loe nggak rame )

Review Per Kopling Tiger pada Mega Pro

Per Kopling Tiger
            
           Hari senin ( 11/09)  lalu akhirnya saya mempunyai kesempatan unutk melaksanakan proyek yang tertunda, apalagi kalo bukan memasang per kopling Tiger ke meggy saya. Ttentunya anda masih ingat beberapa waktu lalu saya pernah menulis artikel “ Upgrade Performa mega pro dengan noken as Tiger“ , disitu saya menjanjikan akan menulis review per kopling ketika sudah terpasang.
Sebetulnya selama ini saya mau mengganti per kopling sekalian dengan mengganti Gigi primer sekunder beseerta pompa olinya, tetapi karena sampai sekarang belum ada kepastian maka saya berinisiatif, ganti per  saja duluan sekalian service karburator.
Dan operasi pun dimulai, pertama tap oli motor dulu, setelah itu copot footstep, pedal kick stater , dan juga blok kopling . nggak pake lama setelah blok kopling dibuka, per kopling lama langsung dicopot, setelah itu saya bandingkan dengan per kopling tiger, ternyata memang benar per kopling Tiger lebih Panjang satu ulir dari per kopling Mega pro, selesai dibandingkan per tiger langsung dipasang , Plek gitu ajah hahaha, dan blok kopling segera dipasang, begitupun dengan kalter kanan, footstep, dan juga kick stater, jangan lupa oli dimasukkan lagi, bodol mengko nak diuripke ra enek oline.
Setelah saya rasakan tarikan kopling jadi lebih Kenyal dari semula, tapi santai saja masih cukup ringan kok, bruum bruum saatnya riding test, kutarik gas sedikit, lalu kulepaskan koplingnya, wkwkwk motor rasanya mau loncat, tadi juga sedikit kerasa ban depan sampai ngangkat dikit, padahal saya pake rpm kecil lho, setiap pergantian gigi motor jadi lebih nyentak rasanya, akselaresi pun dirasa semakin meningkat, overall saya cukup puas dengan per kopling ini, murah tapi kuenceng 😀
Seperti biasa saya juga akan memberi rincian biaya yang dipakai, harga per kopling tiger di Yogyakarta hanya Rp 10.000 saja, kita butuh empat jadi totalnya Rp 40.000 . ongkos bongkar mungkin sekitar 15.000 – 20.000 , bahkan jika anda membongkar sendiri maka biaya bongkar gratis hahaha.