Bulan: Juli 2012

Foto Pantai Sadranan

Tadi malem habis taraweh ngubek – ubek hard disk  si asya, eh nemu file jadul
jaman saya masih ganteng, walau sekarang tetep ganteng 😆
Foto Ini diambil pas touring ke Pantai Sadranan Gunungkidul
masalah keindahan jangan tanya, nggak kalah bagus sama Bali 😀
selamat Menikmati

Photo taken by Nokia 5310
# Sekedar info pantai Sadranan merupakan salah satu pantai yang paling asyik bagi anda yang suka berenang di pantai, airnya jernih, tidak terlalu dangkal, dan tentunya ombak cukup tenang

# Rute jika anda ingin Kesana
1. Dari Yogyakarta ambil jalan arah Wonosari

2.Dari kota Wonosari, Lihat Plang arah Pantai Baron

3. Setelah memasuki gerbang retribusi baron,ada pertigaan belok kiri

4.jalan pelan ikuti plang arah Sadranan

#Biaya ke Pantai Sadranan
1. Bensin Jogja – Sundak pp , Rp 20.000

2. Retribusi kompleks pantai 5000-8000/motor ( nego)

3. Parkir Pantai Sadranan  2000 sajah

Iklan

Motor Buat Touring

Sudah lama saya nyidam pengin ganti motor 😦 , memang si saya udah punya si mega, yang selama ini menemani melanglang buana ke saentero jawa dan luar jawa :D. Yang sedikit mengganjal adalah based on fact mesin si mega sekarang udah berumur .terasa kurang bertenaga dengan gaya riding saya yang cenderung speed touring ( seneng manjer di 90 -100 kpj ),nggak perlu top speed kenceng yang penting enak buat nyalip bis dan lancar di tanjakan, saat mesin mega sudah panas tenaga terasa sedikit ngedrop,  konsumsi bensin yang hanya 33- 35 km/l (padahal dulu 1:40 ) membuat kantong saya sedikit kedodoran, singkat kata saya butuh motor yang lebih irit dan bertenaga :D.
sebetulnya si Pengin stroke up pake bandul tiger, tenaga dapet plus bensin jadi lebih irit, tapi jika kembali ke dana kok sepertinya habis banyak ya 😦

Banyak motor yang berseliweran di kepala saya, Thunder, Tiger, TVS Apache, New Mega Pro, Pulsar 180 & 220, vixion , kebetulan semuanya pernah saya coba jarak jauh, oke deh mari kita bahas satu – satu mana yang sesuai buat touring, siapa tahu bisa menjadi pertimbangan juga bagi anda

Thunder 125
Jujur saja produk suzuki ini termasuk bandel dan irit, dengan body segedhe itu handling terasa sangat stabil, harganya pun cukup murah :D,sayang seribu sayang mesinnya yang hanya 125 cc terasa kurang bertenaga, bahkan uutk bertarung  dengan bebek honda , seandainya bore up atau stroke up pun agak rumit dan saya sangsi dengan durabilitas suzuki ketika spek tidak standar

Vixion
Tercatat 2 kali saya touring jarak jauh menggunakan motor ini yaitu jogja – baturaden PP, dan Jogja – bandung – Kawah Putih PP, vixion emang irit pol ,  bertenaga di puataran atas, tapi entah kenapa saya kurang suka dengan tarikannya lagipula vixion harus menarik gas lebih dalem buat mencapai tenaga, jadi nggak begitu nyaman.vixion kurang enak di putaran bawah, sedangkan karakter saya suka torsi bawah buat nyalip bus dan melahap tanjakan ekstrim. kurang cocok apalgi saya sering menerjang daerah pedalaman, tapi kalo buat jalan aspal boleh la vixion masuk hitungan, tentunya dengan sedikit pembesaran kaki – kaki, dan perbaikan posisi setang .

Tiger dan New Mega Pro
sudah tak diragukan lagi keperkasaan duo cruiser honda ini,sebenernya  cocok si sama saya baik dari segi tenaga maupun torsi, tiger pun saya rasa sangat stabil handlingnya,yang menjadi masalah adalah kualitas motor honda  sekarang, sering agak rewel setalah berumur satu tahun, lagipula saya kapok dengan penyakit bawaan honda seperti SPARE PART ori MAHAL, BOROS KAMRAT, DAN TANGKI BOCOR honda terlalu overprice buat saya 😦 . hampir semua kasus tersebut saya alami di mega intinya saya kapok beli motor batangan Honda sampai ada perbaikan kualitas ( rasa – rasanya mustahil :evil:’)

TVS Apache
saya belum pernah nyoba si, tapi dilihat sekilas motor ini terlihat sangat berkualitas dengan harga murah ( tapi bukan murahan ), value for money nya bagus, ulasan test ride dari blogger dalam dan luar negeri cukup memberi gambaran saya betapa bertenaganya motor ini, handling stabil dan konsumsi BBM yang irit , tvs merupakan salah satu incaran saya apalagi yang 180 cc :D.
yang menjadi maslah ya cuman ketersediaan spare part 😈

Bajaj Pulsar 180/220

Sejak pertama kali muncul motor ini sudh menarik perhatian saya, dengan harga yang terjangkau tapi fitur seabrek, seakan menjadi oasis bagi yang haus motor berkualitas, durabilitas gimana ? nggak usah ragu banyak yang udah membuktikan, masalah pulsar si ada tapi masih saya maklumi kan merk baru hehe, toh sebenernya mopang pun nggak kalah bermasalah . walau dalam beberapa sisi motor ini masih akalh dari mopang, seperti dari finishing dan elektrikan yang kadang trouble.
Kaki – kaki yang gedhe menjamin stabilitas ketika melewati jalan keriting dan berlubang.
saya 2 kali turing menggunakan motor , pertama jalur Jogja – malang – sendangbiru pp, dan hanya 2 kata yang pantas yaitu irit dan bertenaga, bayangin aja jogja – Sendangbiru PP cuman habis 100 rb, itu aja tak bawa full speed dengan full load ( boncenger, carier, plus tankbag ), ketika sudah panas pun tidak ada gejala ngedrop. Pulsar emang irit dan bertenaga .
singkat kata Pulsar dan apache  telah menghipnotis hati saya , produk india memang pantas dilirik , kalo ada rejeki bolehlah mengisi garasi 😀
Saya bukan fansboy bajaj/tvs, saya juga bukan anti honda,  tulisan ini berdasar pengalaman saya saja, yupz pembaca doakan saja saya bisa meminang si bajaj D, ato barangkali ada yang mau tukeran PIBO/PZOO/PZZO dengan si mega juga nggak papa

Manusia memang nggak ada puasnya,tapi kita harus realistis, pengin punya motor baru ( walau second ), tapi dana nggak mencukupi, selain itu dana yang ada sekarang lebih baik buat yang lebih penting aja dulu ( skripsi n kkn ), jadi sepertinya saya harus bersabar ganti motor sampai bisa mencari rezeki sendiri 😀

Foto Pantai Baron

beberapa foto pantai baron , maaf jika tidak sepert yang anda harapkan, karena saya bukan pencari keindahan namun mencari kenyataan ..
sekedar saran, sebenarnya pantai baron tidaklah terlalu indah, namun semua kan berubah ketika anda menaiki tebingnya, karena disanalah keindahan baron yang sebenarnya :D, jika punya nyali silahkan naik ke mescusuar hehe :mrgreen:

oke selanjutnya silahkan foto yang berbicara, selamat menikmati kenyataan 😀

Yang dari jogja mau kesana ini mapnya, silahkan dilihat biar tidak bingung

 biaya ke Pantai  Baronadalah

#Rute

1. dari yogyakarta mabil arah Wonosari/gunungkidul

2. Dari Wonosari ambil arah Pantai Baron (ikuti plang penunjuk arah)
3. Taraa sampailah di Baron

# Biaya

bensin Yogyakarta – Baron  pp 20.000

masuk Pantai Baron 5000/motor

parkir Pantai Baron 2000/motor

Touring to Dieng : Aku rindu dirimu yang dulu

Aku rindu dirimu yang dulu, sebuah kata yang selalu memenuhi pikiran dan hatiku, aku rindu dieng yang dulu, aku rindu dieng yang hijau, aku rindu dieng yang dulu.

Siang itu dinginnya udara dieng menyambut kedatanganku, hmm kuparkir si mega di pinggir jalan sejenak mendinginkan mesin, kukencangkan jaketku menepis hawa dingin yang semakin menusuk, dalam satu semester inilah yang keempat kalinya aku datang mengunjungimu.

Sambil memandangimu mulai tersusun keping – keping kenangan kenangan ketika dulu kala aku mengunjungimu tuk yang pertama, tentu tak terlupakan keindahanmu dulu , hijaunya perbukitan di sepanjang jalan, indahnya telaga warna , asrinya lingkungan candi arjuna, mengepulnya kawah sileri dan sikidang, ahh sungguh tak terlupa, engkau bagai gadis cantik yang sedang mekar – mekarnya.

Matahari yang bersembunyi di balik awan kembali menyeruak, sinarnya yang hangat membangunkanku dari lamunan, dan akupun tertegun kembali kenyataan, melihat hijaunya bukit kini telah berubah menjadi hamparan kentang, asrinya candi arjuna kini berubah menjadi sayuran, dan telaga warna yang indah kini hanya tinggal kenangan berganti dengan telaga yang hampir mati kekeringan, entah berapa lama lagi engkau akan bertahan terhadap timbunan sedimen yang semakin menggila.

Kustater si mega, kujalankan pelan – pelan untuk melihat keadaan , sambil terdengar lagu ebiet g ade

“ barangkali di tengah telaga ada tersisa butiran cinta ,

dan semoga kerinduan ini bukan hanya mimpi di atas mimpi”

seperti laguu itu juga, aku berharap menemukan keindahan sekedar pnegobat rindu, dan ternyata engkau masih sedikit menyimpannya di hamparan lembah sekitar pakisan, serta indahnya telaga menjer, hmm saatnya melepas rindu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku tak mau berbohong, wahai dieng kini dirimu tak seindah dulu, kecantikanmu telah pudar sedikit demi sedikit, keindahanmu hilang ditelan perbuatan manusia, aku tak menyalahkannya , karena memang manusia butuh makan, menjadi petani kentang mungkin justru lebih menguntungkan dibanding menjadi pedagang kecil di tempat wisata .

Sore sudah menjelang, dan akupun harus pulang ke rumah, sambil berdoa dalam hati semga suatu saat ketika aku kembali mengunjungimu,engkau akan kembali seindah dulu, kembali cantik bagai gadis desa dengan segala keanggunan dan keramahannya, mungkin agak mustahil, Tapi aku yakin tuhan maha berkuasa 😀

Bye – bye dieng aku akan selalu rindu, rindu dirimu yang dahulu

Review Pemakaian Ban IRC NR72

Sudah sekitar 6 bulan saya memakai IRC NR 72 di ban belakang si mega, sebelumnya saya menggunakan IRC NR 25, NR 25 cukup aneh yaitu setelah setahun pemakaian ban bagian tengah abis , padahal yang samping masih sangat tebel, bahkan masih ada sedikit rambutnya :evil:.

IRC nR25

Ban IRC NR 72 saya beli dari salah satu toko ban di jalan solo dengan harga 230.000 ukuran 100/90..cukup murah bukan :D, denger – denger nih ban IRC NR 72 termasuk awet dibanding lainnya, lha wong harganya aja udah beda, untuk ukuran yang sama IRC NR 25 hanya dihargai 185.000, so saya berharap ban ini semoga lebih awet.

IRC NR 72

IRC NR 72 saya pasang di velg standar si mega, walhasil ban jadi kelihatan gedhe, secara tampilan terlihat gagah kalo dilihat dari belakang :cool:, tapi kalo dari samping terlihat ban ini banyak memakan space spatbor, sehingga makin berisi, bagi mega pro standar tidak recomended menggunakan ukuran 110/90 karena pasti gesek spatbor, so solusinya tinggiin shocbreker depan, selain itu jangan atur ban terlalu kedepan, karena dijamin gesek standar tengah, lumayan riber ternyata 😈

Pemakaian di Trek Kering

Di trek kering handling mantab, no doubt, mereng – mereng pun cukup mantab, tapi jangan mereng banget, tar kebablasen jatuh :lol:. Di trek aspal ban bisa mencengkeram dengan baik, profil ban yang cenderung semi V membuat tarikan tetap enteng walau ban lebih besar dari standar mega pro.

Pemakian di trek Basah

Jujur IRC NR 72 tidak terlalu recomended di trek basah, ban terasa licin euy :evil:, saya sendiri heran padahal IRC NR 72 mempunyai alur di tengah yang berfungsi sebagai pemecah alur air :x, di rek basah IRC NR 25 justru lebih mencengkeram, licinnya IRC NR 72 saya buktikan ketika touring ke tegal kemarin, dimana saya hampir beberapa kali jatuh karena terpeleset ban belakang ketika melewati jalan yang basah,licinnya IRC NR 72 juga disinyalir yang membuat saya jatuh ketika ekspedisi di dieng (kecelakaan terparah hingga boncenger harus dirawat L ). Tapi untuk pemakaian berboncengan di jalan rata cukup memadai kok, asal jangan dibuat mereng – merang saja .

Overall saya masih puas dengan IRC NR 72, selam 6 bulan pemakaian ban masih cukup tebal, padahal udah dibuat touring ke mana –mana, tercatat jogja-malang-madura, jogja – brebes – tegal-jogja,jogja-semarang, tidak terhitung berapa shot touring menyusuri pantai selatan , juga short touring jogja – temanggung ( mudik :D),plus trek harian bantul jogja. Kesimpulannya adalah IRC NR72 mantab buat trek kering namun harus sedikit berhati-hati di trek basah :wink:, dan pastinya compound cukup awet .

Sekali lagi saya tegaskan review ini berdasar pengalaman pribadi saya, tidak menutup kemungkinan bisa berbeda di pengendara dan motor lain, tapi setidaknya ini bisa menjadi pertimbangan bagi anda semua, oke cukup sekian semoga berguna 😀

ket :gambar ban saya ambil dari jualban.blogspot.com
maaf mau moto punya mega nggak punya kamera 😆

Ekspedisi Pantai Jungwok

Alkisah suatu saat sampailah di telinga saya, ada pantai yang indah nun jauh di pedalaman Yogyakarta, Pantai jungwok namanya, wow namanya  aja rasa korea, nggak bau jawa blass, sepercik harapanku semoga pantai sana memang cantik secantik artis korea :lol:.

Untuk melakukan ekspedisi ke pantai jungwok Mulailah aksi galang massa dilakukan, dari puluhan sms dan tag fb yang disebar ternyata hanya terkumpul 3 jomblo dan sepasang kekasih yang kan melaksanakan ekspedisi ini, abaikan sepasang kekasih  maka dinamailah ekspedisi ini “Road to Jungwok Beach  perjalanan 3 jomblo mencari cinta :D”

Berangkat cuman 3 motor

Pejalanan dimulai dari kampus kami cenderung jalan santai karena harus melaksanakan pemotretan di daerah gunungkidul untuk keperluan tugas kuliah, sengaja mengambil jalan agak memutar via playen untuk mencari pemandangan yang bagus hehe, dan ternyata kami disambut kegersangan ( lupa kalo sekarang udah kemarau 😆 ).

Rute yang kami ambil adalah Jogja – Playen – Wonosari – Ponjong – Wediombo –Jungwok, di satu tempat kami berhenti sekedar untuk memandangi ciptaan tuhan dan mengamati alam yang ada, sambil narsis tentunya hehe :evil:.

Berhenti Pinggir Jalan

Gersang

Memasuki jalur ponjong – wediombo kami langsung mendapati pemandangan bagus, langsung berhenti motret dulu :D, perlu dierhatikan ini belum sampai pantainya lho

Pemandangan pinggir jalan

 

narsis dulu

Dan mari kita nikmati pemandangan pantai wediombo terlebih dahulu, ombaknya bagus, pantainya bagus, dan tempatnya rindang, yang bikin sebel banyak orang pacaran 😈

Wediombo Beach

Seusai sholat dzuhur maka diputuskan mulai perjalanan ke pantai jungwok yupz 3 jomblo mulai beraksi, mulanya si menyusuri pantai pasir putih,

menyusuri pasir putih

kemudian melewati Bebatuan

 

tapi lama – kelamaan jalan mulai jelek, wow lewat kebun – kebun :lol:, lewat jalan setapak lagi,

lewat jalan setapak, si mega nyerah kalo lewat sini 😦

gx pa – pa tetep semangat, setelah berjalan kurang dari 1 jam suara pantai mulai terdengar kembali, nun jauh terlihat barikade pohon nipah, dan taraa akhirnya sampai juga

sepi, cocok buat merenung

Like a Private Beach

 

Apakah sudah usai ?? tentu belum, karena saya memutuskan untuk menaiki tebing agar bisa lebih menikmati keindahan alam

Dari Tebing

nggak lupa merenung

Yang lucu setelah sampai di atas tebing, ternyata kami nggak bisa turun, wkwk okelah terpaksa adventure lagi mblusuk ke kerimbunan pandan,

Pulangnya harus mblusuk

 

And the jackpot is here

pemandangan hasil blusukan

yess

 

tak terasa hari sudah menjelang ashar, maka dengan segera kami meninggalkan pantai jungwok agar tidak kemaleman sampai yogyakarta,dan alhamdulillah 1,5 jam kemudian kami sampai di kampus kembali 😀

biaya ke jungwok

tiket masuk kawasan pantai wediombo Rp 5000

parkir pantai Rp 2000

bensin Jogja – jungwok pp Rp 20.000 ( pake motor )

 

Mbolang 104 km kuliner Ikan bakar

Awalnya saya cuman diajak karaoke ke rumah temen ( padahal saya gx bisa nyanyi), yupz akhirnya 35 km jalan dilalap sampe wonosari ,dan selama temen – temen saya karaoke berjam – jam tak tinggal tidur di ruang tamu dari .

Begitu bangun langsung diajak makan sama temen di luar rumah, katanya si mau kewarung, oke deh langsung pancal honda grand temen menyusuri jalan wonosari malem – malem, 5 menit 10 menit 15 menit kok belum nyampai warung ,mana jalan semakin lama semakin jelek dan akhirnya kami masuk ke salah satu warung makan ikan bakar di daerah ponjong, akhirnya nyampe juga :lol:, tengok odometer grand ternyata 17 km dari wonosari :shock:, pantesan lama wahaha.

Sambil menunggu hidangan matang, sholat dulu :D, begitu selesai sholat makanan sudah tersaji di meja, ikan bakar , lalap, sambel , tak lupa nasi :hammers wkwkw, oke saatnya membantai apa yang ada di atas meja.

Ikan Bakar

Ikan bakar disini baunya harum banget menggugah selera makan, kata temen si daerah sini warung ini yang paling joss bumbunya, ambil seekor ikan pindahin ke piring, cicipin sepotong dagingnya, wow manis dan begitu brasa bumbunya, ditotol sambel jadi pedes pedes manis kayak cewek di kampus 😀 ( tipe cewek manis tapi galak ), jos gandoss rasanya menggoyang lidah, bikin pengen nambah terus :D, sambel disini memang istimewa nggak begitu pedas cocok di lidah saya, sayang lalapan kurang banyak padaha saya kan suka daun muda 😆

masuk piring

Sikaaaaaat

ini merupakan salah satu makanan terenak yang pernah saya makan, apalagi soal rasa, rasanya itu lho rasa rasah mbayar, salah satu rasa yang terenak bagi mahasiswa wkwkw, thanks ya mbak zuhara sudah nraktir saya dan temen – temen . setelah 30 menit alhasil tinggal kerangka yang bersisa, nasi lalapan habis tandas di tangan mahasiswa 👿 , ditutup dengan segelas es jeruk manis segarr buanget :D, tak lupa habis makan bercanda dulu sebelum pulang

Mahasiswa Kelaparan 👿

 

ini merupakan kuliner paling geje gimana nggak menempuh 35 + 17 km = 52 km, diitung pp jadinya 104 km wkwkw :D.