jump to navigation

Touring to Dieng : Aku rindu dirimu yang dulu 14 Juli 2012

Posted by awansan in My Journey.
Tags: ,
trackback

Aku rindu dirimu yang dulu, sebuah kata yang selalu memenuhi pikiran dan hatiku, aku rindu dieng yang dulu, aku rindu dieng yang hijau, aku rindu dieng yang dulu.

Siang itu dinginnya udara dieng menyambut kedatanganku, hmm kuparkir si mega di pinggir jalan sejenak mendinginkan mesin, kukencangkan jaketku menepis hawa dingin yang semakin menusuk, dalam satu semester inilah yang keempat kalinya aku datang mengunjungimu.

Sambil memandangimu mulai tersusun keping – keping kenangan kenangan ketika dulu kala aku mengunjungimu tuk yang pertama, tentu tak terlupakan keindahanmu dulu , hijaunya perbukitan di sepanjang jalan, indahnya telaga warna , asrinya lingkungan candi arjuna, mengepulnya kawah sileri dan sikidang, ahh sungguh tak terlupa, engkau bagai gadis cantik yang sedang mekar – mekarnya.

Matahari yang bersembunyi di balik awan kembali menyeruak, sinarnya yang hangat membangunkanku dari lamunan, dan akupun tertegun kembali kenyataan, melihat hijaunya bukit kini telah berubah menjadi hamparan kentang, asrinya candi arjuna kini berubah menjadi sayuran, dan telaga warna yang indah kini hanya tinggal kenangan berganti dengan telaga yang hampir mati kekeringan, entah berapa lama lagi engkau akan bertahan terhadap timbunan sedimen yang semakin menggila.

Kustater si mega, kujalankan pelan – pelan untuk melihat keadaan , sambil terdengar lagu ebiet g ade

“ barangkali di tengah telaga ada tersisa butiran cinta ,

dan semoga kerinduan ini bukan hanya mimpi di atas mimpi”

seperti laguu itu juga, aku berharap menemukan keindahan sekedar pnegobat rindu, dan ternyata engkau masih sedikit menyimpannya di hamparan lembah sekitar pakisan, serta indahnya telaga menjer, hmm saatnya melepas rindu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku tak mau berbohong, wahai dieng kini dirimu tak seindah dulu, kecantikanmu telah pudar sedikit demi sedikit, keindahanmu hilang ditelan perbuatan manusia, aku tak menyalahkannya , karena memang manusia butuh makan, menjadi petani kentang mungkin justru lebih menguntungkan dibanding menjadi pedagang kecil di tempat wisata .

Sore sudah menjelang, dan akupun harus pulang ke rumah, sambil berdoa dalam hati semga suatu saat ketika aku kembali mengunjungimu,engkau akan kembali seindah dulu, kembali cantik bagai gadis desa dengan segala keanggunan dan keramahannya, mungkin agak mustahil, Tapi aku yakin tuhan maha berkuasa 😀

Bye – bye dieng aku akan selalu rindu, rindu dirimu yang dahulu

Iklan

Komentar»

1. Jaka - 14 Juli 2012

hehehe,, semangat gan,,

Suka

awansan - 14 Juli 2012

iya mas makasi 😀

Suka

2. nadiaananda - 14 Juli 2012

Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. 🙂

Suka

awansan - 14 Juli 2012

oke sist sama – sama 😀

Suka

3. si Oom! - 16 Juli 2012

sempat kesini, tapi ga mampir telaga..
ga tau kalo ada yang cakep gini 😮

Suka

awansan - 16 Juli 2012

besok kesini om,ini satu – satunya tempat yang saya masih anggap bagus di dieng :D, namanya telaga menjer, jauh sebelum dieng, kalo lewat telaga ini bisa masuk dieng tanpa lewat retribusi

Suka


Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dymas Arya Hutama

My Journey in Automotive, Traveling, Touring and Football. Finish What You've Started

Kamildotmus CaTour Collections

Touring, Travelling, Bus, Plane, Train, Ship, Solo

M. Faizi

cerita perjalanan, hidup keseharian, kesementaraan

Jalan Baja

Pustaka & Arsip Kereta Api Indonesia ~ Depo Medarrie, Yoga Cokro Prawiro

Jaguar Jalanan

Semua tentang kisah jalanan

KidiaImages Freelance Photographer

About My Trip In The Field Of Photography

Ekliptika

Langit dan Bumi adalah sahabat kami...

NDAYENG

Mari bercerita

otojurnal's Blog

Roda Ikhtiar, ( Wheels effort)

Military In the Middle East

The blog of ME military hardware afficionados

Zurrahmah El Sayf

Bertualanglah, engkau pasti akan menemukan pengganti yang engkau tinggalkan ( IMAM SYAFI'E)

My BrownDesk

Where I can think about everything freely

otomotif dan herbal

semoga bermanfaat

LASKAR SUZUKI INDONESIA

Suzuki Motor Indonesia

Old Machine Press

New Memories of Old Machines

Maraza's Diary

Emak-emak Punya Cerita

OngolOngol.com

Maju mundur kena

%d blogger menyukai ini: