Sejarah Mitsubishi Kuda + Review Pribadi Menggunakan Mitsubishi Kuda Diesel

image

Holla pembaca semua :D, lama tidak berjumpa, maaf lagi sibuk ngurusin dunia nyata jadi jarang ngeblog lagi hohoho. Btw melihat atmosfer dunia maya kali ini, awb sampek bosen dicekokin berita kehadiran New Innova mulu, MPV andalan Toyota yang harganya semakin mahal, apalagi gembar gembor harga  harga Innova type Q yang sudah menyetuh 400 juta busyeeettt !!!!, tambah dikit dapet pajero euy #curhat. ya udah awb sekarang mau bahas si kudis (kuda diesel) aja, kebetulan si Kuda Diesel sempet nemenin awb beberapa waktu lalu, bagaimanapun juga pada zaman dahulu kala si Kuda Diesel bisa memberikan perlawanan sengit kepada Klan Keluarga Kijang.

Melirik sejarahnya, Kuda Diesel memang diciptakan oleh Mitsubishi untuk bertarung di segmen mpv (multi purpose vehicle), salah satu segmen paling menggiurkan di blantika otomotif Indonesia, tahu sendiri lah orang indonesia  suka sama mobil yang bisa muat banyak orang 😆 , kan orang indonesia sangat kekeluargaan ..

Sejarah bermula pada tahun 1999 yang lalu, ketika PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor selaku ATPM Mitsubishi di Indonesia menghadirkan MPV bernama Mitsubishi Kuda. Mitsubishi Kuda generasi pertama lahir tahun 1999,  ditawarkan dengan 2 pilihan mesin yaitu 1.6 L bensin dengan pasokan karburator (Kode 4G18 S3) dan 2.5 L diesel (Kode 4D56). baik yang diesel maupun bensin ditawarkan dalam 3 trim, yaitu GLX (standar), GLS (menengah) dan Super Exceed (mewah).

mitskuda1stgenspec-1

mitskuda1stgenspec-4

Pada Maret 2002 KTB meluncurkan generasi kedua, facelift lampu depan menggunakan lampu kristal. Dan pada periode ini ditawarkan juga mesin 2.0 L injeksi (mesin 4G63 S4 MPI), jadi totalnya ada 3 pilihan mesin ( diesel, bensin 1.6 , dan bensin 2.0). Trim yang ditawarkan pun berubah, mulai dari Deluxe (standar), Diamond (menengah) dan Grandia (mewah).

mitsubishi-kuda-05

Kuda generasi ketiga muncul di tahun 2004, nggak tanggung-tanggung penampilan berubah total,  diantaranya adalah lampu utama tak lagi kotak, tapi lebih oval dengan reflektor kristal, kemudian gril mirip Lancer.  Sisi belakang dibekali lampu rem yang menempel di pilar, serta ban cadangan di pintu sehingga terlihat lebih gagah .  Tapi sayang seribu sayang sudah 3 generasi berubah Interior kuda tetep saja nggak ada perkembangan 👿 tetep gitu gitu aja .

kuda2bgen3

gen32bbelakang

Well pertemuan awb dengan si Kuda Diesel bermula ketika pada seorang gadis  meminta tolong untuk titip mobil papahnya di rumah, karena di kosnya ndak ada tempat parkir, sekalian juga tiap weekend minta diajarin nyetir,  laper dicinta ikan bakar tiba, ini kuda emang sudah awb incer sejak lama untuk di review, maka jadilah kuda diesel menghuni garasi awb yang emang udah kosong bertahun tahun.

kebetulan juga saat itu si meggy lagi opname di bengkel, si kuda pun jadi alat transport sehari hari awb selama beberapa waktu, buat wira-wiri dari rumah ke kampus, antar jemput,  sama buat jalan muter muter jogja wkwkw. oh ya lupa identitas si kuda adalah Kuda diesel tipe GLS dengan akta kelahiran tahun 2001, yah kalo  iibaratin manusia seperti mahmud abas (mamah muda anak baru satu), tidak terlalu tua tidak terlalu muda tapi masih menggoda 😆 ..

#Eksterior, eksterior kuda sendiri menurut awb berdesain timeless khas mobil tahun 1990-2000 an, dengan body yang mengkotak tapi tidak terlalu runcing, bentuk lampu depan yang kotak mirip dengan pajero versi awal membuat kuda keliahtan gagah, kalo bahasa ceweknya lakik banget gitu, sementara di sektor belakang plain plain saja menurut awb, tidak terlalu istimewa. Tarikan garis body nya terlihat maskulin di sisi samping, dengan dihiasi kaca samping yang besar, rata, simple yet tegas, ibarat cewek  ya tipe tomboy, bukan tipe glamor manis kayak kijang krista yang bertabur krom dan aksesori dimana mana.

yang bikin awb seneng adalah kain baju  pelat body yang lumayan tebel, ketika diketok ketok bunyinya cukup solid, bahkan bempernya ketika diketok metal juga bukan plastik seperti mobil mobil sekarang, cukup memberi efek nyaman dan pede, lha iyo nak srempetan paling baret ora nganti penyok 😆 , tapi tebelnya body juga berimbas signifikan pada berat kuda, nggak papa lah justru bikin si kuda stabil ketika diajak menari-nari di jalanan, baik ketika jalan santai atau ketika berlari lari menyusuri ringroad Jogja.

image

#Interior menurut awb biasa biasa saja, tidak terlalu menarik, yah standar lah, dengan  dashboard meternya yang sangat sederhana,  hanya jarum jarum tachometer, speedometer, pnunjuk solar dan suhu. Serta beberapa indikator lain dibawahnya, tapi setelah awb cermati ternyta indikator lainnya sangat lengkap, dari indikator pintu terbuka, glowplug, filter, lampu peringatan solar minim, accu, rem tangan dan oli, good job Mitsubishi 😀 i like it. di dashboard sebelah kiri juga ada coakan besar tempat naruh barang, jelek dilihat sih menurut awb tapi ternyata sangat berguna.

konfigurasi kursi adalah 2-3-3 alias muat banyak, secara normal muat 8 orang, kalo diempet empet bisa 10 orang wkwkwk.. oh iya di kursi tengah sudah tersedia arm rest yang bisa dilipet, cover berbahan beludru lembut yang alus, sedangkan busa jok empuk banget, bikin betah di dalem baik sebagai sopir atau penumpang.. soal ac jangan khawatir, biar udah 14 tahun ac si kudis masih bisa buat awb menggigil dengan speed fan 1/2 .

And here the sweetest spot, Under the boobs  oops hood, I mean 😆 , bertengger sebongkah mesin  diesel legendaris 4 silinder dari mitsubishi berseri 4D56 , mesin yang dikenal dengan kebandelannya, dipercaya lebih dari 30 tahun mengawal mobil mobil niaga mitsubishi, dari zaman L300, Kuda, Triton bahkan hingga Pajero. di atas kertas mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 74 ps @4200 rpm, dan torsi maksimal 142 nm@ 2500 rpm..

Getaran saat idle lumayan terasa, dengan suara khas diesel Mitsubishi yang renyah renyah garing, toel dikit gasnya cukup untuk membuatnya menggoyangkan body, pernah lihat kan mobil American Musclee yang kalo pas digas bisa goyang goyang, nah kalo mau rasakan yang sama cukup pake kuda diesel aja 😆 , berbeda dengan mesin merk lain diesel lain yang terasa kecekik di putaran atas, si kudis justru semakin asyik, nafasnya panjang, semakin ditekan semakin teriak merdu, makin panas makin menggila uwoooo, ah rasanya pengen teken teruss, terusss 😆 .  yah harap dimaklumi peak power kuda diesel emang di rpm 4000 an, jadi nafas panjang.. tapi awb mah suka nyantai aja di rpm 2000 hahaha, wolesss 😀 .. gigi 1 pendek, tapi gigi 2,3,4 dan 5 panjaang ..

Konsumsi bbm kuda diesel memang diakui harus cukup boros dibanding rivalnya si panther dan kijang diesel, Mitsubishi kuda diesel hanya mampu berlari sekitar 1:9 – 1:10 per liter solar, tapi setara lah dengan tenaga yang didapat, kalau mau cari irit ya pake pantheer :D, satu satunya yang mengganggu menurut awb adalah suara dengungan diesel di bawah rpm 2000, cukup bikin risi di telinga .

Terus bagaimana dengan #handling, setir kuda cukup berat, dan perlu putaran lebih dibanding mobil mobil masa kini seperti Avanza, tapi hal ini ada positifnya juga karena setir jadi lebih anteng ketika melewati jalan jelek dan stabil saat digeber. Suspensi cukup empuk walau menggunakan per daun di belakang, pun ketika diajak menikung lumayan nurut, tidak selimbung Panther, sekali lagi ini mpv jangan bandingkan dengan enaknya nikung ketika bawa sedan :D.

Setelah jadi penghuni garasi beberapa lama, dan temen awb sudah bisa nyetir, maka akhirnya si kuda kita anterin ke rumah aslinya, kebetulan di luar kota jogja hehe.. sekalian dibuat jalan jalan dulu ke Ancol Kulonprogo, menikmati teduhnya pepohonan ,buka pintu dan jendela menikmati semilir angin yang segarr,  duduk asyik di kursi kuda yang empukk, sajian pemandangan alam + sajian senyum manis dari jok sebelah wkwkwk .. oh ya disini enak banget buat bawa anak anak bermain, pas awb kesana bareng ada juga beberapa keluarga yang lagi tamasya dissini, tempatnya luas sehingga anak anak bisa puas berlari, sementara bapak ibuk gelar tiker di rerumputan, dan yang penting gratisss 😀 ..

image

image

oke cukup sekian ya artikel kali ini, murni review pengguna saja :D, ada pengalaman dengan kuda/ada saran ?, yuk mari kita diskusikan di kolom komentar 😀 .

Iklan

9 thoughts on “Sejarah Mitsubishi Kuda + Review Pribadi Menggunakan Mitsubishi Kuda Diesel

  1. weh bawa pulang mobilnya gadis ke rumah, kapan gadisnya dibawa pulang juga? 😆

    btw kuda ki cen terlihat timeless.. siapa yang meragukan mesin mitsubishi juga.. tentu imbasnya konsumsi bbm..
    tapi masalah perawatan, mending ndi antara kudis, tokidis karo panther lek?

    Suka

  2. kalo dah punya Mitsubishi Kuda ayo gabung di forum FB : Komunitas Mitsubishi Kuda.. Biar nyebut kuda diesel bukan kudis tapi KD dan tau kehebatan yg sebenarnya..

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s