Review Yamaha Mio M3 ke Gunung Galunggung, Leh Uga ternyata

image

awansan.com – Holla bro sis, setelah diluncurkan sekian lama akhirnya awb berkesempatan juga nyobain skutik terbaru dari Yamaha ini, pas itu ketika ada tugas survey ke Gunung Galunggung, kebetulan dapet pinjeman motor sebagai sarana survey dari salah satu aparat Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya.

Rute yang awb tempuh untuk test adalah Rajapolah- Tasikmalaya, dengan bobot awb sendiri 60 kg, sedangkan partner 63 kg, cewek mah gitu keliatannya doang langsing ternyata berat juga haha.

# Impresi
Pertama naikin ini motor kok rasanya kecil ya wkwkkw, dengan dimensi yang beda tipis dengan Mio J, efeknya jelas motor lincah buat selap selip di jalan raya, maklum di Rajapolah lawannya bus besar dan truk besar semua, walau hujan motor masih terasa stabil mungkin karena bawa beban berat .

Keluar jalan raya Tasikmalaya, kita belok kanan naik ke arah wisata Gunung Galunggung, hmm saatnya test mesin ini, dan ternyata wow banget, dengan beban kita berdua, si Mio M3 masih bisa ngacir nguntit Vario 125 dan nvl di depan, tenaga terasa ngisi nggak begitu kedodoran baik di trek lurus maupun tanjakan, teknologi blue core Yamaha leh uga ternyata, kecepatan rata rata 60-70 km/j saja, lebih dari itu niscaya limiter di jok belakang bakalan teriak teriak dan bertindak.

Akhirnya setelah  sekitar 40 menit perjalanan yang penuh dengan tanjakan, sampailah kita di pintu masuk galunggung, langsung masuk dg akses pegawai ngikutin pelat merah di depan..

image

image

# Suspensi
dari pintu gerbang sampai parkiran motor, masih harus masuk lagi cukup jauh melewati jalan yang lumayan jelek dengan lobang dimana mana, suspensi si m3 terasa lumayan stif menghajar aspal yang bertekstur bagai gula kacang, tangan awb sukses dibuat semutan, but overall notbad lah , lebih enak di banding suspensi Honda Beat menurut awb.

Ehm dan ini beberapa penampakan yang awb dapat di pintu masuk Gunung Galunggung.

image

Kampret banget nih papan peringatan longsornya wkwkw, puas puasin ninjau gunung , nggak lupa sekalian berendem air panas alami sampe kulit jadi haluss, menjelang maghrib kemudian kita pulang, meluncur ke bawah arah basecamp di Rajapolah.

image

Jalan menurun, dan penuh tikungan menjadi ujian berikutnya, untung aja rem cukup pakem khas Yamaha, walau ukuran ban yang kecil memaksa awb super hati hati ketika nikung, jalan basah dan licin cynt. mana bawa anak orang 😆 ..

image

Perjalanan pulang pun molor hingga sejam, termasuk mampir makan di bakso cinta, oh ya tempat ini recomended lhoo, murah dan juga menunya lengkapp.. total trip 48 km, bensin hanya turun 1 strip saja.

Kesimpulannya nih mio m3 ternyata leh uga, bisa lah bejaban dengan Honda beat. Kalau saja Yamaha kasih ban yang gedean dikitt tambah tokcerr ni motor hehehe.

Advertisements

8 comments

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.