Cerita Jalanan : Modifikasi Sambung Sasis Truk demi Muatan Lebih

Dear pembaca semua, fenomena overload merupakan salah satu masalah klasik di dunia transportasi Indonesia.. bagai buah simalakama memang, disisi lain truk truk yg overload sangat merusak jalan, tapi disisi lain truk butuh muatan yang banyak agar tetap bisa menutupi biaya operasional dan mendapat keuntungan..

berbagai macam cara dilakukan agar truck bisa mengangkut barang lebih banyak sekali jalan, tentunya dengan banyaknya barang yang diangkut sekali jalan maka ongkos yang ditawarkan bisa semakin kompetitif..

bukan orang indonesia namanya kalo nggak bisa ngakalin,  salah satu caranya adalah dengan menyambung overhang belakang sasis truk, sehingga menjadi lebih panjang, bisa dilihat dari jarak antara ban belakang dan ujung bak yang semakin panjang.. bisa juga dengan memotong bagian tengah chasis kemudian disambung lagi chasisnya sehingga whellbase (jarak antara roda depan dan belakang) juga menjadi lebih panjang..dengan Chasis lebih panjang maka bak juga bisa diperpanjang, volume muatan otomatis bertambah, volume tambahan inilah yang kemudian mnjadi tujuan ..

sudah bisa ditebak sebenarnya hal ini menyalahi aturan, karena sudah tidak sesuai lagi dengan spek standar yang di tetapkan oleh pemerintah, dan juga spesifikasi oleh pabrik ketika truk dibuat.. truk truk dengan panjang seperti ini juga perlu perhatian ekstra dari pengemudi, bukan hanya masalah panjangnya saja, tetap juga tentang umur spare part truk itu sendiri karena membawa beban lebih dari standar pabrik..

bukan hanya truk medium/heavy duty saja yang mengalami modifkasi pemanjaangan chasis, namun juga truk kelas light duty , seperti isuzu Elf dibawah ini.. bisa dilihat truk kemudian menjadi sangat panjang, jika dibanding truk standarnya..

ada juga yang memodifikasi dengan memanjangkan sasis truk dan menambahkan axle baru di belakang ..

Sebenarnya awb sendiri tidak terlalu setuju dengan modifikasi seperti ini, karena bisa membahayakn truk itu sendiri maupun pengguna jalan lain.. kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi akan lebih rawan trouble di jalan, apalagi dalam keadaan overload, dimana mesin dan rem truck harus selalu prima.. lengah dikit bisa bikin celaka karena rem blong/tidak kuat nanjak, pun dengan as roda yang semakin rawan patah karena beratnya muatan.. tapi apa dikata keadaan realnya berbeda

Source : mobilkomersial.com, indotrucker, mmd_iqbal, truckmania, mymagnificentindonesia

Iklan

34 thoughts on “Cerita Jalanan : Modifikasi Sambung Sasis Truk demi Muatan Lebih

  1. di sumatra itu y mas?
    ditempat kerja saya juga bisa sambung sasis tp khusus tambang buat Flat Deck,Fuel Truck, Water Truck,unit y Scania,Mercedes,Hino.

    Suka

  2. kalo di desa ane itu dah biasa, terkadang para supir itu biasanya motong roda paling belakang jadinya yang aslinya tuh truk ada 6 roda jadinya malah 4 roda. Katanya sih untuk ngakali biaya nyebrang naik kapal.

    Suka

  3. Gila, itu kayaknya trayek Sumatra. Apa gak dimarahi sama DLLAJR. Jalan malam kayaknya.

    Tapi saya tetap respect sama truk-truk yang beginian.

    Memang betul di jalanan itu rada keras. Wajar kalau sudah jalan darat, sering ngeliat kalau truk panjang patah as.
    Kalau gak ada truk beginian, nanti gak bisa makan duren dong. hehehehe

    Suka

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s