Bulan: September 2017

Foto Jadul Terminal Bus Tamansari Salatiga

Iklan

Po Garuda Mas Bersiap Meluncurkan Bus Double Decker, Persaingan Bus Double Decker di Jawa Timur Semakin Memanas

Dear pembaca semua, jika beberapa waktu lalu sedang tren Bus SHD alias bus berkaca belah, maka nampaknya kini tren tersebut sudah mulai bergeser ke Bus Double Decker, apalagi sekarang sudah banyak perusahaan karoseri yang menyediakan model bus tingkat seperti Karoseri Adiputro (Jetbus SDD), Karoseri New Armada, Karoseri Rahayu Santosa (Jetliner DD), dan Karoseri Nusantara Gemilang (Cityliner) .

Terkhusus di Jawa Timur tren ini sudah mulai menjamur,  Pasca PO Lorena dan Po Harapan Jaya merilis armada Bus Double Decker mereka, nampak beberapa PO Besar di Jawa Timur juga mulai panas. Kini giliran Po Garuda Mas yang bersiap meluncurkan armada Double Deckernya, wah makin panas aja nih persaingan Bus Double Decker di Jawa Timur

Update menyusul yaaa, mari kita tunggu release resminya hehe


Source : subhaendi, albirrubus

PO Bus Gunung Tua , bus penjelajah pegunungan pada trayek Tasik – Banjar Pangandaran (1960 – 1973)

(Dekade tahun 1960-1973an)|: PO Bus Gunung Tua, dikenal sebagai bus penjelajah tepian pegunungan pada trayek Tasik – Banjar Pangandaran (PP). | Hampir tiap hari bus ini, lalu lalang di jalur trayek jalan tersebut yg konon katanya banyak pudunan dan tanjakan yg saat itu memang nyaris jadi adrenalin dan tantangan atas rintangan yg cukup mengerikan di jalur jalan tersebut.| Tasik – Banjar – Pangandaran, hanya jalur jalan ini si Gunung Tua merajai jalanan, dan para pelanggan pun senang nan riang bila perjalanan busnya dengan merk si Gunung Tua.

Tapi sayang, si raja jalanan ini ketiban malang, ia terjungkal hingga jatuh di ‘gawir’ curam daerah tepian jalan Tanjakan Tepoeng Kandjoet.| PO Bus Gng Tua inilah yang membuat heboh dan berita dahsyat di kala itu, pasalnya banyak penumpang yang tewas.| Bus yg jatuh terjungkal terpingkal-pingkal ke bawah jurang dan ke dapuran “awi” (bambu) dgn hampir penumpangnya lebih dari 50 orang tewas yg mengenaskan.

Kuharap di masa sekarang dan di masa mendatang tidak ada lagi “Lakalantas” di tempat yg sama, yg mengerikan seperti peristiwa Gunung Tua di lebih 50 tahun yg lalu itu.

(Asgm bersama Kang Usman dari kiriman Bpk H. Dachyan Tedjaduddin di Kecamatan Bojong Kabupaten Ciamis, 18 Mei 2015)