Hari: 4 September 2017

Bus Double Decker PO Harapan Jaya Akhirnya Meluncur

 

Dear sobat awb, nampaknya dunia perbisan Indonesia memang sedang demam bus double decker, well setelah kemarin Po Putera Mulya, Po Sempati Star, Po Paradep Trans, Po Lorena, Po Sinar Jaya dan Po Efisiensi sudah meluncurkan bus tingkatnya. Kini giliran kuda liar asal Tulungagung ” Po harapan Jaya” yang meluncurkan bus tingkat terbarunya.

Bus Double Decker PO Harapan Jaya dibuat oleh Karoseri Adiputro dengan basis Scania K410 (Triple Axle), Chasis Top Spec Scania Indonesia ini maampu menyemburkan tenaga maksimal 410 hp dan torsi maksimal 2000 nm.. well lets wait and seee peluncurannya 😀 .

Harapan Jaya Double Decker

 Update :

Akhirnya PO Harapan Jaya merilis bus ini pada Hari Jumat 22 September, dengan Konfigurasi dek bawah 8 seat + sleeper seat, sedangkan dek atas 34 seat, selamat Untuk PO Harapan Jaya 😀

Iklan

Bus Jadul Ikarus milik Po Arion (1969)

tempo-dulu

Arion hadir sejak tahun 1969 untuk memenuhi kepuasan akan kebutuhan transportasi yang nyaman, aman dan berkualitas. Cikal bakal kelompok usaha ARION PARAMITA dimulai dari jasa Transportasi darat di Ibukota, yakni bus “IKARUS” dengan nama perusahaan CV. Kawan & Co. Usaha ini telah melebarkan sayapnya ke berbagai sektor usaha, namun jasa transportasi tetap akan dipertahankan terus sebagai cikal bakal usaha, yang sampai saat ini dikenal dengan nama PT. Arion Indonesia Transport.

Bus Metromini jadul, Masih pakai Leyland

Image result for sejarah bus robur

Metromini diperkenalkan pada tahun 1962 oleh Gubernur Soemarno di Jakarta atas instruksi Presiden Sukarno.[2] Tujuan awal dioperasikannya bus adalah untuk kebutuhan transportasi peserta Pesta Olahraga Negara Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO).[2] Saat itu di Jakarta, moda transportasi massal baru beralih dari kereta listrik (trem) yang dioperasikan oleh Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) yang dihentikan tahun 1960, dan bus pertama yang dioperasikan PPD adalah bus Leyland bantuan Australia pada 1956.[1] Selain bus PPD, Jakarta tidak memiliki transportasi umum resmi, dimana oplet adalah kendaraan angkutan massal selain bus PPD. [3]

Pada awal operasionalnya belum ada manajemen yang dibentuk untuk mengelola bus-bus tersebut, dan MetroMini dikenal dengan sebutan “bus merah”. [2] Setelah pesta olahraga usai bus-bus merah ini tetap beroperasi dan oleh Gubernur Henk Ngantung di tahun 1964, dititipkan pada perusahaan swasta seperti Arion namun tak mampu dikelola dengan baik.[3] [2] Pada tahun 1976 PT Metromini didirikan bersamaan dengan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) untuk menaungi 152 orang yang mengoperasikan 313 bus mini atas instruksi Gubernur Ali Sadikin.