9

Sejarah Honda CB 200 Twin , Gagah dan Mempesona

awansan.com – Assalaamualaikum bro sist, ngomongin Honda CB emang nggak ada matinya, meskipun sudah discontinue lama tapi motor ini punya banyak penggemar fanatik dan klub yang loyal, nah kali awb pengen bahas salah satu tipe motor legendaris ini.

Jika menilik sejarah ,dari semua generasi Honda CB yang pernah beredar di Indonesia,  bisa dibilang Cb 200 twin lah rajanya, baik untuk urusan ukuran maupun kapasitas mesinnya.

Secara internasional Honda CB 200 diproduksi mulai tahun 1972 – 1978 , namun Honda CB 200 masuk di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup singkat, hanya 2 tahun saja antara tahun 1972-1974 , sebagai produk flagship Honda, motor ini mempunyai banyak fitur yang terhitung modern di zamannya seperti elektrik stater dan rem cakram, yang paling menonjol tentu jumlah silindernya karena sudah menggunakan dua silinder.

Honda CB200-Twin dibekali dengan Mesin 4-Tak, 198 cc, OHC 4 Valve (2 Valve per Silinder) berpendingin udara, bore x stroke dari Honda CB 200 adalah 55,5 x 41 mm, yaps bisa dibilang motor ini bertipe oversquare sehingga butuh rpm tinggi untuk menggaet tenaga motor .

Mesin dual silinder tersebut Dipasok bensinnya via 2 Karburator Keihin venturi 18 mm, sementara untuk sistem pengapian masih menggunakan model platina.. Honda  CB200-Twin Mampu memuntahkan Power hingga 17 HP @ 9.000 RPM & Torsi Maksimum 13 N.m @ 7.000 RPM.. tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda via transmisi manual 5 percepatan.

Well karena  jumlah CB 200 di Indonesia hanya sedikit, maka wajar jika harga motor ini gelap, dan sudah masuk kategori collector item, namun sekarang banyak kok muncul CB 200 jadi jadian , mengingat model  CB 200 memang menjadi salah satu gaya acuan modifikasi Honda CB di Indonesia

Manufacturing : Honda Motor Company
Model : CB200 T (Twin Cylinder)
Tahun Pembuatan : 1972 – 1978
Engine : 4-Tak, Inline-Twin (2 Silinder), OHC 4 Valves (2 Valve per Silinder), Air-Cooled
Bore x Stroke : 55,5 x 41 mm
Kapasitas Silinder : 198 cc
Rasio Kompresi : 9,0 : 1
Sistem Penyuplai BBM : 2 x Karburator Keihin 18 mm
Transmisi : 5-Speed, Constant-Mesh
Max Power : 17 HP @ 9.000 Rpm
Max Torsi : 13 N.m @ 7.000 Rpm
Top Speed : 77,1 Mph (124 Km/h)

Frame : Tubular-Steel Open Duplex Cradle
Berat Kosong : 132 Kg
Kapasitas Tangki BBM : 11 Liter
Suspensi Depan : Teleskopik Fork
Suspensi Belakang : Dual-Shockbreaker, Tubular-Steel Swingarm
Rem Depan : Cakram Hidrolik, Kaliper 1 Piston, Cable-Operated
Rem Belakang : Drum Brake (Tromol)
Ban Depan : Dunlop 2.75 – 18 Inch
Ban Belakang : Dunlop 3.00 – 18 Inch

(Visited 758 times, 1 visits today)

awansan

9 Comments

  1. lexyleksono – BSD City - Tangerang Selatan – A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog, I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). I really do hope every reader will enjoy this blog. Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
    lexyleksono

    Sayang gak diterusin ya, kalau diterusin seperti estrella 250 dijual di Indonesia asyik juga. Nyatanya motor model klasik banyak penggemarnya.

  2. kalo denger CB200 knalpot free flow, biker kidz zaman now juga dijamin bilang suara ninja 250,r25 dan cbr250rr ga keren lagi wkwk..
    sekarang harga 30-40 jutaan Bro..surat kondisi biasa aja (mesin asal idup, perintilan kalo mau ori banyak pr)

  3. di Jerman banyak nih Bro hehe… 2000 Euro dapat 1 motor utuh, full ori, idup

    • tapi kalo beli perintilannya ya mahalnya serem juga.. makanya kepikiran, beli utuh, terus dijual perintilannya..tapi saya ga punya garasi, ga punya tools dan waktunya ga ada hihi

Leave a Reply