Review Honda CB 125 tahun 1976, Makin Tua Makin Dicinta

awansan.com – Dear pembaca semua, lagi asik asik tongkrong di parkiran, eh ada rekan guru yang datang bawa motor CB kesayangannya. Dasar awb gatel kalau lihat motor klasik, jadilah motor ini awb pinjam untuk di review.

Ini adalah Honda CB 125 buatan 1976, bukan rahasia lagi jika Honda CB merupakan salah satu tipe motor Honda yang mempunyai penggemar paling fanatik, komunitasnya bertebaran dimana mana dengan aneka macam aliran modifikasi.

Dilihat sekilas motor ini memang tampak ndak karuan, cat kusam, kabel sliweran, krom sudah memudar, slebor dan knalpot penyok dan juga ada oli merembes dimana mana. Tapi overall motor ini masih lengkap printilannya, dimana lampu sein, spion dan speedometer masih terpasang dengan baik.

Meskipun dengan kondisi seperti ini, tetap saja bakal menarik perhatian pengguna jalan, bahkan kadang kadang kadang, bahkan ada yang tak segan menawar di jalan.

But dont judge a book by its cover, lets try it

Impresi pertama naik CB 125 ini adalah rasanya kecil, pendek dan ringan, apalagi bagi awansan yang biasa bawa nvl .. Tangan dan kaki posisi sangat santai brasa naik sepeda kayuh 😁.

Nyalakan mesin dengan kick stater, dan surprisee, sekali selah udah nyala, menandakan bahwa mesin motor ini dalam kondisi sehat 😁, padahal motor ini masih pakai platina yang kadang susah nyala kalau stelan nggak pas.

Mesin menyala dengan cukup halus, hanya ada sedikit suara tik tik tik karena setelan klep terlalu renggang, stasioner juga normal.

Motor kemudian dirahkan ke jalan umum depan sekolah, sengaja awb bawa santai karena tahu ini motor tua, tarikan cukup galak, perpindahan gigi juga masih smooth, kec maksimal sekitar 60 km/j, bisa lebih sebetulnya tapi awansan ngeri sama remnya 😂😂.

Toh ini mesin tua yang tidak terlalu bisa diharapkan tenaganya karena termakan usia, bisa jalan nggak rewel saja sudah seneng. Meskipun pada era 70-80an ini adalah salah satu motor paling bertenaga di jalanan Indonesia dengan tenaga maksimal hingga 12 ps.

Dari jalan besar, motor di belokkan ke kawasan perumahan badran untuk menjajal suspensinya, baik itu lewat jalan keriting maupun melibas polisi tidur, di luar dugaan shock masih bekerja dengan baik meredam getaran dari jalan.

Selesai muter muter si CB 125 awansan bawa kembali ke parkiran sekolah, awansan berkesimpulan motor ini cukup fun, cocok buat motor weekend/sarana menyalurkan hobby otomotif, tak heran jika motor ini banyak penggemarnya

Dan setelah ngobrol dengan pemiliknya, ternyata motor lansiran 1976 ini sudah laku terjual seharga 6,5 juta, bandingkan dengan Mega Pro 2005 awb yang terjual hanya 7jt saja, padahal tahun jauh lebih muda dan kondisi jauh lebih sehat.

Tapi ya itulah barang Hobby, harganya gelap dan tidak masuk akal 😁.. Well cukup sekian review kali ini, stay tune and see you next time.

Advertisements

3 comments

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.