11

Sejarah Karoseri GMM , Karoseri Bus Resmi milik Mercedes Benz Indonesia

GMM Banteng Milik Po Mulyo Indah

awansan.com – Dear pembaca semua, dibandingkan dengan karoseri-karoseri besar lain di Indonesia yang kepemilikannya independen, bisa dibilang Karoseri GMM lah yang merupakan satu – satunya karoseri yang dimiliki ATPM.

Berdirinya Karoseri GMM tak lepas dari peran pemerintah orde baru yang saat itu mewajibkan semua merk mobil yang beredar di Indonesia mempunyai ATPM tersendiri, selain itu dikeluarkan juga aturan yang melarang impor kendaraan secara CBU.

Mercedes – Benz sebagai salah satu merk yang sudah seetle di Indonesia tentulah tidak mau kehilangan pangsa pasarnya, untuk menyikapi kedua aturan tersebut maka pada 8 Oktober 1970 keagenan Mercedes-Benz di Indonesia secara resmi diambil alih oleh PT. Star Motors Indonesia sebagai ATPM produk Daimler-Benz AG di Indonesia.

Pada saat yang bersamaan, Daimler-Benz AG bekerja sama dengan DEG-Jerman Barat dan PT. Gading Mas, mendirikan PT. German Motor Manufacturing sebagai pabrik dan perakitan produk Daimler-Benz di Indonesia yang berlokasi di Jalan Sulawesi 1, Tanjung Priok.

Tak butuh waktu lama, setahun kemudian sudah muncul produk pertama dari fasilitas assembling ini, produk pertama tersebut adalah Truk Mercedes-Benz tipe L 911 dan LP 911, sedangkan untuk produk chasis bus Mercedes Indonesia saat itu masih mengambil basis impor dari Brazil.

GMM sendiri mulai berkiprah menjadi karoseri bus sejak tahun 1978, bermula pada tahun 1977 ketika Pemerintah Jerman memberi bantuan bus Mercedes-Benz ke Pemerintah Indonesia untuk proyek transportasi kota, mengingat pada saat itu memang banyak bus kota yang harus diremajakan karena umurnya sudah tua, dan rata – rata adalah bus Dodge bantuan USAID yang sudah beroperasi sejak tahun 1960an.

Kerjasama ini berlanjut dengan pembangunan pabrik perakitan Mercedes-Benz di Wanaherang Bogor pada tahun 1979 dengan bendera German Motor Manufacturing (GMM), pada pabrik perakitan inilah bus – bus bantuan Jerman tersebut akan dirakit.

Sebagai Karoseri milik ATPM bisa dibilang 100% bus yang diproduksi disini menggunakan chasis Mercedes Benz baik itu seri OF maupun seri OH , setiap pembeli chasis bus mercedes bisa memilih, apakah satu paket dengan body buatan GMM atau beli chasis saja kemudian di buat body nya laoh karoseri lain .

Untuk saat itu bisa dibilang Karoseri GMM merupakan karoseri tercanggih dengan berbagai peralatan terlengkap di Indonesia, wajar mengingat bus – bus pada karoseri GMM dibuat dengan standar Mercedes – Benz Jerman yang memang terkenal ketat kualitasnya, hasilnya bisa ditebak body buatan karoseri GMM build qualitynya sangat bagus, setingkat di atas karoseri lain yang pembuatannya masih bersistem manual, meskipun harga body buatan karoseri GMM lebih mahal tapi tetap laris dipasaran

Produk pertama Karoseri GMM adalah bus kota seri 0306, yang kemudian lebih dikenal dengan nama “Goyobod”, Karena bus kota ini merupakan bantuan dari Jerman, model ini kemudian banyak dioperasikan oleh Damri dan PPD sebagai kepanjangan tangan pemerintah di sektor transportasi, sebagian juga ada yang digunakan pada Instansi – Instansi dan BUMN pemerintah. FYI Sebagain besar bus kota O 306 dibangun di chasis Mercedes – Benz OF 1113 versi Non turbo.

Persebaran model ini tidak hanya di Jakarta saja, tapi merata di Seluruh Jawa dan Sumatra, dimana disitu ada Damri hamoir bisa dipastikan ada Goyobod yang nangkring, bahkan tak jarang Goyobod dioperasikan oleh Damri sebagai bus antarkota pada momen momen tertentu. Jika ada beberapa unit yang kemudian jatuh ke tengan Perusahaan Otobus Swasta pun bisa dipastikan awalnya merupakan eks Damri/PPD. 

Sukses dengan bus kota, Karoseri GMM pun kemudian merambah pasar bus intercity/bus antar kota  dengan produk model “Banteng” generasi pertama yang banyak dibangunmenggunakan chasis Mercedes -Benz Oh series, banteng generasi pertama ini dicirikan dengan buritan bus yang menjulang ke atas.

Model “Banteng” generasi pertama ini pun dengan cepat populer di kalangan perusahaan otobus, dan menjadi model Andalan untuk dijadikan bus Executive antar kota. Model ini juga sempat menjadi trendsetter karoseri pada era tersebut, dimana akhirnya banyak karoseri lain juga yang membuat model “Banteng” sesuai dengan versi mereka.

Sukses besar dengan model “Banteng” generasi pertama membuat Karoseri GMM semakin dikenal oleh Khalayak Ramau Indonesia, oleh karena itu Karoseri GMM pun dengan penuh percaya diri meluncurkan model “Banteng” generasi kedua pada medio 80an.

Pada “Banteng” generasi kedua ini bentuknya sudah normal, dimana bagian belakang yang tadinya menjulang ke atas sudah kembali rata, improvement banyak dilakukan pada sektor interior dengan penggunaan bahan yang lebih mewah, beberap fitur modern pada banteng generasi kedua ini adalah muali dipakainya pintu pneumatis.

Sama seperti model “Banteng” generasi pertama, model kedua ini juga laris manis di pasaran, dan menjadi lambang bus paling eksekutif di masanya, model ini juga menjadi trend setter bagi dunia karoseri pada masa tersebut, dimana hampir semua karoseri membuat body model banteng juga. bahkan untuk model ini Karoseri GMM juga pernah menembus pasar luar negeri, dibuktikan dengan diekspornya model ini ke Hongkong.

Produk GMM untuk pasar Ekspor

Model Karoseri GMM yang terakhir meledak adalah “Starliner” , model ini muncul pada dekade 90an sebagai penyempurna dari model banteng, “Starliner” terlahir dengan bentuk yang lebih manis, tidak terlalu mengkotak seperti model “Banteng” , tapi kali ini “Starliner” tidak bisa sejumawa dulu, karena pada dekade ini karoseri -karoseri lain di Indonesia juga banyak menelurkan model model legendarisnya seperti Morodadi Prima dengan “Patriot”, Rahayu Santosa dengan “Jetliner”dan “Setra”, Restu Ibu dengan “Spaceliner” dan masih banyak lainnya.

Namun meskipun dikeroyok dengan semua produk hebat tersebut, “Starliner” tetap bisa memberikan perlawanan yang gigih, dan sempat juga menjadi Trensetter pada dekade 90an meskipun hanya sebentar.

Setiap usaha tentunya mempunyai masa jaya dan masa terpuruknya sendiri, dan ini juga berlaku bagi GMM, terutama tahun ketika pemerintah mengeluarkan aturan tentang larangan bagi ATPM untuk memproduksi sendiri body mobil komersial, selain itu pada dekade 1990an karoseri lokal juga semakin baik kualitasnya sehingga sedikti demi sedikit banyak pelanggan yang beralih. Karoseri GMM yang sudah sangat modern pun akhirnya harus mengalah karena Harga body dari karoseri lokal lebih murah dengan kualitas yang hampir setara. 

Dan klimaks pun terjadi pada tahun 1998, ketika Karoseri GMM akhirnya menghentikan operasinya, Mercedes melihat bahwa prospek menjual bus dalam bentuk utuh tidak lagi menjanjikan dan tidak adanya kepastian order dari berbagai perusahaan otobus, order bus pun kemudian banyak yang dialihkan ke Karoseri Intalan yang hanya berjarak 2 km dari pabrik GMM Wanaherang dan ke Starion di Cirebon, pada tahun yang sama 
PT. German Motor Manufacturing (GMM) pun beralih menjadi ATPM sedangkan PT. Star Motors Indonesia menjadi Distributor Utama Mercedes Benz Indonesia.

Dengan demikian maka berkahirlah kisah salah satu karoseri termodern yang pernah berdiri di Indonesia, karoseri boleh saja telah berhenti produksi, tetapi kenangan dan kualitas produk  dari karoseri ini tetaplah mendapat tempat tersendiri, dan menjadi salah satu legenda  khususnya bagi penggemar dunia bus di Indonesia.

Baca Juga :

Sejarah Karoseri Adiputro , Trendsetter Karoseri di Indonesia

Sejarah Karoseri Morodadi Prima , Karoseri Tertua di Kota Malang

Sejarah Karoseri Rahayu Santosa, Karoseri terbesar di Jawa Barat

Sejarah Karoseri Restu Ibu , Karoseri Besar Yang Bermula Dari Usaha Taxi

Sejarah Karoseri New Armada , Berawal Dari Bengkel Karoseri Rumahan

Sejarah Karoseri Tugas Anda , Bermula Dari Bengkel Otomotif

Sejarah Karoseri Laksana , Karoseri Terbesar di Jawa Tengah

Sejarah Karoseri GMM , Karoseri Resmi Bus Mercedes Benz di Indonesia

Sejarah Karoseri Trijaya Union , Karoseri Resmi Bus Mitsubishi di Indonesia

Sejarah Karoseri Tentrem , Awalnya Hanya Khusus Po Tentrem Saja




(Visited 59 times, 1 visits today)

awansan