Nyobain Po Dicky Putra, Bus Banter di Jalur Solo – Wonosobo – Purwokerto

Po Dicky Putra

awansan.com – Dear pembaca semua, trip report ini merupakan lanjutan dari trip meteran awansan kemarin (Jogja – Solo), ketertarikan awansan pada po ini sebetulnya sudah terpendam sejak lama, karena awansan sering berpapasan dengan po ini ketika sedang mosak masik di Jalur Wonosobo – Temanggung, padahal biasanya bus besar di daerah ini lelet semua, dalam hati sudah berniat suatu hari harus cobain po ini, dan alhamdulillah kini kesempatan tersebut datang juga.

Barisan Pembalap di Terminal Tirtonadi Solo

Senin, 24 Desember 2018

Setelah turun dari Mira, awansan segera merapat ke zona pemberangkatan bus ke arah barat (Yogya, Purwokerto, Semarang, Pantura dll), dan alhamdulillah ternyata disana sudah terparkir bus incaran awansan, yaitu Po Dicky Putra dengan armada bus ex Safari Lux, namun setelah awansan lihat dengan seksama nampak seat sudah di duduki, dan penumpang juga sudah mulai penuh, padahal nanti jalur yang dilalui ajibb pemandangannya, kan sayang kalau nggak bisa menikmati dari Hotseat.

Dicky Putra ex Safari Group

awansan kemudian lebih memilih Dicky Putra pemberangkatan berikutnya, sayang bus berikutnya ini masih belum bisa dimasukin penumpang, dan baru berangkat satu jam lagi, yo wes sambil nunggu awansan sempatkan muter muter lihat kondisi bus di terminal terbaik se Jawa Tengah ini, toh awansan juga tidak diburu waktu jadi woles aja 😁, kondisi terminal Solo saat itu terbilang cukup ramai terutama untuk rute rute luar kota jarak jauh.

Sejam menunggu, Dicky Putra ex Safari kemudian berangkat, dan Dicky Putra pemberangkatan berikutnya kemudian dimajukan, well awansan pun langsung berlari untuk mengamankan hotseat 😁, dan Alhamdulillah dapet .. beruntung bus ini masih model lawas, pandangan luas ke depan tanpa terhalang topi – topian #asyiktenan.

Dicky Putra Siap Berangkat

Sedikit melirik ke kokpit nampak bus ini ditenagai oleh Hino AK3HR, dan nampaknya Dicky Putra ini eks armada bus malam yang entah dibeli dari po mana, terlihat dari konfigurasi seat 2 – 2 yang berjumlah total sekitar 40an seat, kaki depan bisa selonjor dengan lega, sementara AC juga cukup dingin, plus masih ada fasilitas toiletnya di bagian belakang #mantabh .

Hanya menunggu sekitar 30 menit, bus sudah penuh dengan penumpang, bahkan sampai bludak, di atas kap mesin ada 3 penumpang yang duduk, kondektur pun mulai manarik karcis dari penumpang, awansan sendiri hanya naik bus ini sampai Temanggung saja, dan kena karcis 40k, worth it sih menurut awansan 😁.

Setelah selesai narik karcis bus pun diberangkatkan, sopirnya masih muda dan pakai kacamata warna warni kayak blackpink 😆 , bus di jalankan keluar terminal dengan pelan pelan sambil terus nyeser penumpang, begitu keluar terminal langsung keluar tabiat aslinya, mosak masik membelah keramain jalan kota Solo yang saat itu sedang padat – padat nya, maklum besok libur Natal, meskipun bongsor bus ini pede aja ketika harus dusel dusel kendaraan lain di lampu merah.

Masuk Boyolali disambut Hujan

Memasuki jalan daerah Boyolali hujan mulai menyambut dengan derasnya, namun tetap tidak menghalangi dicky putra untuk mosak masik di jalanan, korban pertamanya adalah Safari lux yang berhasil di overtake di jalur lingkar Boyolali.

Sambil menjalankan bus, sopir terdengar telpon pihak garasi, mengeluhkan setelan rem yang kurang pas, akhirnya bus pun mampir sebentar di garasi Dicky Putra untuk stel rem kemudian lanjut perjalanan, memasuki kota Salatiga hujan semakin deras, kali ini Dicky Putra cuman ngintilin gajah Temanggung (po obl) yang sama saka berniat masuk terminal tingkir.

Masuk Terminal Tingkir Salatiga
Ngintilin Gajah Temanggung

Awansan sempat berharap setelah ini ada pertarungan seru, karena dari tadi bus ini tidak ada lawan di jalan, namun ternyata harapan ini pupus karena setelah keluar terminal kedua bus ini berpisah arah, OBL belok kanan ke arah GT Salatiga sedangkan Dicky Putra ke arah kiri masuk Kota Salatiga, masih dengan style dusel dusel tiap lampu merah supaya lolos dari kemacetan.

Memasuki daerah Bawen hujan sudah mulai reda, bus ini juga tidak masuk terminal hanya berlalu di depannya saja untuk menurunkan satu penumpang, sedikit ngelirik terminal Bawen nampak terminal ini sepi sekali dan hanya ada beberapa bus saja yang parkir, padahal ini musim liburan lhoo

Jl Lingkar Ambarawa

Setelah bawen lanjut ngejos ke arah Jambu via Jalan lingkar ambarawa, bagi yang sering lewat trentunya anda sudah mafhum dengan keindahan jalur ini, dimana hamparan luas rawa pening dipadukan dengan hijaunya bukit dan gunung tinggi yang mengelilinginya, suatu pemandangan yang sangat Indah.

Memasuki Jambu sempat agak macet sebentar karena jalurnya yang sempit dan penuh dengan tanjakan, namun saat ini terpaksa ikut arus saja karena memang tidak ada jalur buat mosak masik. Begitu lepas dari kemacetan langsung gas pol mengejar bus di depannya, nampak Hino Rk8 milik Ramayana juga sedang berlari di jalur ini.

Tanjakan Panjang daerah Jambu
Nguber Po Ramayana

Namun sayang Ramayana tersebut akhirnya tidak terkejar, karena bus ini memutuskan untuk Istirahat di salah satu rumah makan di daerah Bedono, kebetulan pas waktu adzan dzuhur, penumpang pun dipersilahkan turun untuk ber istirahat, baik itu ke toilet atau ke musholla untuk menunaikan sholat.

Setelah selesai sholat awansan kemudian jajan cilok juga sebagai pengganjal perut 😂. Tak lupa awansan juga mengabadikan bus ini mumpung berhenti.

Rest di Bedono

15 menit beristirahat bus pun di jalankan kembali, merasakan bus ini meliuk liuk di jalanan bedono memang asyik sekali, apalgi dengan style yang full speed full power, setiap ada kesempatan pasti mengovertake kendaraan di depannya.

Untuk menyingkat waktu bus kemudian potong kompas via pringsurat jadi tidak lewat Secang, aspal mulus dan jalur yang sepi membuat bus ini semakin kencang saja, hingga memasuki Kota Kranggan

Jl Tembus Pringsurat
Masuk Kota Kranggan

Disini penumpang sudah pada mulai turun sehingga penumpang yang di kap mesin bisa duduk di seat belakang, pandangan pun menjadi semakin luas karena sudah tidak ada halangan lagi.

Dan akhirnya Alhamdulillah pukul 13.00 awansan sampai juga di Temanggung, yang berarti Solo – Temanggung hanya ditempuh dalam waktu 3,5 jam saja, termasuk berhenti di pom 2x, stel rem 1x dan istirahat 15 menit di bedono, well pancen suoss tenan bus ini, recomended lahh 👍👍

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.