Monthly Archives: April 2019

Detail Ubahan Suzuki Carry 2019 , Makin Nyaman dan Bertenaga

Suzuki Carry 2019

awansan.com – Pembaca yang budiman, pasca dihentikannya produksi Suzuki Carry dan Mitsubishi Colt T120 ss, praktis kini tinggal Daihatsu Grandmax yang menguasai pasar pick up bensin di Indonesia tanpa ada saingan yang berarti, meskipun sebetulnya ada Suzuki Mega Carry (APV Versi Pick Up) , tetapi penjualan produk ini tidak terlalu menggembirakan dan jarang terlihat di jalanan.

Namun kali ini Suzuki tidak tinggal diam, apalagi Suzuki Carry menjadi salah satu mobil andalan PT Suzuki Indomobil Sales. Tahun lalu saja Carry masuk 10 besar mobil terlaris di Indonesia, dengan penjualan mencapai 39.043 unit, lebih laku ketimbang Ertiga, yang hanya terjual 32.592 , Bertempat di gelaran IIMS 2019 Suzuki Indonesia kemudian meluncurkan New Suzuki Carry 2019.

Jika dilihat Perubahan Suzuki Carry 2019 ini betul betul revolusioner di banding generasi sebelumnya, baik itu di sektor eksterior, Interior, mesin dan juga fiturnya, Jika dulu Suzuki Carry dikenal kendaraan niaga yang spartan dan minim fitur, nampaknya kini Suzuki berusaha membuat New Carry yang lebih ramah penumpang namun juga tetap jagoan mengangkut barang.

Pada sektor Eksterior, dimensi, Carry terbaru hadir lebih besar dengan ukuran panjang 4.195 mm, lebar 1.765 mm dan tinggi 1.910 mm, Suzuki Carry 2019juga menggunakan desain kabin baru yang lebih lebar, tidak hanya lebih lebar, kabin ini juga diklaim lebih kuat karena diperkuat oleh “Cabin Guard”.

Dengan melebarnya kabin otomatis dek belakang pun juga makin luas , New Suzuki Carry 2019 memiliki luas bak dengan panjang 2.550 mm, lebar 1.745 mm dan tinggi 425 mm, kapasitas angkut pun kemudian membengkak hingga 1 ton. Terdapat pengait berjumlah 12 pada varian Flat Deck dan 22 pada tipe wide deck, aktivitas bongkar muat barang pun juga lebih mudah karena baknya sudah mengadopsi model 3 way deck.

Interior Suzuki carry juga kini lebih ramah bagi sopir dan penumpang dengan model kursi yang bisa di slide maju mundur, berbeda dengan Suzuki Carry generasi lama yang fix,  di dalam kabin juga banyak tersedia kompartemen penyimpanan barang dan cup holder, tersedia juga opsional Audio dan AC untuk menambah kenyaman penumpang (Pada Tipe AC, PS). Semua Suzuki Carry juga sudah dilengkapi dengan Immobilizer untuk meningkatkan safety kendaraan dari resiko pencurian.

Perubahan lain yang cukup signifikan adalah di sektor mesin, jika sebelumnya menggunakan mesin seri G yang sudah digunakan sejak tahun 1990, kini Suzuki Carry 2019 menggunakan mesin K15 B-C yang serupa dengan Suzuki Ertiga, mesin K15B baru ini memberikan tenaga 97 ps @ 5.600 rpm dan torsi 135 Nm @4.400 rpm , jauh lebih bertenaga dari mesin G15A lama dengan produksi tenaga 78,8 ps @ 5500 rpm dna torsi 120 Nm @ 3000 rpm, selian lebih bertenaga mesin baru ini juga diklaim 15% lebih irirt dibanding mesin lama.

Dengan semua perubahan tersebut, berapakah harga All New Suzuki Carry 2019, ternyata tidak jauh berbeda dengan Suzuki carry lama, berikut harga OTR untuk Jakarta :

New Carry FD  Rp135 juta (Flat Deck Standar )

New Carry FD AC PS Rp144,1 juta (Flat Deck, AC, PS)

New Carry WD  Rp136,6 juta (Wide Deck Standar)

New Carry WD AC PS Rp145,1 juta (Wide Deck, AC, PS)

Sementara untuk warnanya, New Carry Pick Up tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Superior White, Silky Silver, dan Real Black

Suzuki Carry 2019 Versi Ambulans . Dok Choirul Arifin 2019

Balada Bus Bertopi , Disukai Sekaligus Dibenci

Bus SHD Berbando Buatan Adiputro . Dok Tribunnews

awansan.com – Sobat bismania, beberapa tahun terakhir ini dunia perbusan Indonesia memang sedang gandrung dengan model bus bertopi/bando, diawali oleh Karoseri Adiputro dengan Jetbus SHD, tren ini kemudian menyebar ke semua karoseri di Indonesia, yang akhirnya mengeluarkan model bus bertopi rancangan mereka sendiri, awansan mencatat tak kurang dari 11 model bus dari berbagai karoseri di Indonesia menggunakan topi, tak bisa dipungkiri memang permintaan pasar akan model ini sangat tinggi.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan bus bertopi/bando, karena model ini memang sedang tren dan banyak disukai baik oleh penumpang maupun oleh owner bus, apalagi jika dilihat secara sekilas bus bertopi memang kelihatan lebih keren dan lebih gagah di banding bus non topi, bahkan pada awal awal keluar dulu, banyak orang mengira bus bertopi/shd merupakan bus tingkat.

Hanya saja bagi sebagian kalangan penumpang dan  bismania topi ini menjadi salah hal yang tidak disukai karena adanya topi/bando bus tersebut menghalangi pandangan penumpang ke depan, Kebayang kan bosennya selama perjalanan ber jam – jam cuman mandangin bando yang melintang depan kaca, apalagi jika ditambah sekat 😂, bukan rahasia lagi memang ada tipe penumpang yang kalau naik bus harus lihat kedepan, begitu juga dengan para bismania yang hobby duduk di kursi hotseat agar bisa menyaksikan aksi sopir di jalanan. Sehingga tak jarang mereka lebih memilih body bus agak lawas yang belum memiliki topi/bando.

Nah kalau pembaca semua, gemar yang mana, bus berbando atau yang tanpa bando ?. kalau awansan sih tetep demen yang tanpa bando hahaha, tapi semua kembali lagi ke selera masing masing 😀 , bagi yang suka juga boleh boleh aja .

Serial Bus Langka di Indonesia, International Navistar 3800 Schoolmaster

Bus International Navistar 3800 milik UNAI. Dok Bismania Community

awansan.com – Pembaca yang budiman, Bus Amerika sebetulnya bukan barang langka di Indonesia, mengingat pada dekade 1940 – 1960an bus – bus merk Amerika seperti Dodge dan Chevrolet merupakan raja jalanan di Indonesia, namun memasuki dekade 70an bus bus bensin Amerika mulai menghilang tergusur bus diesel buatan Jerman dan Jepang, apalagi pada era milenial ini , mencari bus buatan Amerika seperti mencari jarum di tumpukan Jerami, karena memang sangat langka.

Namun meskipun langka bukan berarti tidak ada Bus Amerika modern di Indonesia, karena ternyata Universitas Advent Indonesia (UNAI) masih mempunyai dua unit bus International Navistar, awal mula kedatangan bis ini ke Indonesia karena pada tahun itu pihak UNAI kekurangan armada untuk antar-jemput perawat. Akhirnya Pak Yusuf, kepala bagian otomotif mengajukan bantuan ke mantan rektor UNAI yang berada di Amerika, Kebetulan beliau mantan rektor UNAI dekat dengan salah satu pejabat militer di Amerika, akhirnya pada tahun 1999 dan tahun 2000 masuklah Bus International Navistar yg didatangkan dari pangkalan militer Amerika di Jepang,

Unit bus Navistar milik Universitas Advent Indonesia (UNAI), bukanlah barang baru , karena bus ini dibuat tahun 1990 dan baru dikirim ke Indonesia tahun 1999, sebelumnya bus ini digunakan sebagai bus operasional tentara Amerika di Jepang

Untuk tipe bus yang masuk adalah International Navistar Schoolmaster 3800, bus ini memang didesain khusus sebagai bus sekolah terlihat dari namanya “Schoolmaster” , Untuk dapur pacunya bus ini menggunakan mesin Turbo Diesel DT466E, dengan konfigurasi 6 silinder iniline berkapasitas 6000 cc tenaga maksimal dari mesin ini adalah 170 hp , tenaga dari mesin kemudian diteruskan ke roda via transmisi Allison MT643 4-speed automatic

Bis ini masih menggunakan AC gantung dengan blower AC terletak di bawah body bagian belakang. Tanki solar juga ada dua, satu untuk solar mesin dan satu lagi untuk AC. Namun saat ini AC sudah mati, karena radiator AC keropos dan tidak dapat ditangani lagi, selain AC yang sudah mati bus Navistar ini juga sudah mendapat modifikasi pada kaki kaki depan menggunakan milik mercy, karena rem aslinya kurang pakem, sehingga diubah dengan kaki milik mercy. Sementara kaki aslinya disimpan.

Sumber : Milis BMC

BACA JUGA :

Spesies Bus Langka di Indonesia, Mercedes Benz OH 1829

Spesies Bus Langka Di Indonesia , Mercedes Benz OH 1634 L Megatrend

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes Benz OH 1632 V6

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes Benz OH 1725

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes – Benz Vario 815D 4×4 

Spesies Bus Langka di Indonesia , MAN 18.310 HOCL

Bus International Navistar milik UNAI ketika dibawa Jamnas BMC 2018. Dok Wahyu Gss

Mengenal Truck dan Bus Mazda T4000 , Sedikit Jumlahnya Bukan Berarti Tak Ada

Truk Mazda T4000. Dok Izmael Beanmael

awansan.com – pembaca yang budiman, Kiprah Mazda di segmen Light Truck Indonesia sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 70 -80an, dengan masuknya Light Truck Mazda E2700 pada awal tahun 70an, kemudian dilanjut dengan Mazda E3000 yang masuk tahun 1978, namun sayangnya karena tidak didukung jaringan dealer yang baik kedua truk tersebut penjualannya tidak terlalu moncer.

Memasuki era 90an, Mazda berusaha kembali merangsek pasar light truck di Indonesia, pada tahun 1992 mulailah masuk unit  Mazda T4000 dan Mazda T3500 yang diimpor oleh PT Unicor Prima, baik Mazda T4000 (GVW 7,5 Ton) maupun Mazda T3500 (GVW 7Ton) keduanya sudah menggunakan kabin jenis widecab, Saat itu, di pasar lokal, hanya truk ini yg menggunakan sudah menggunakan kabin wide cab,  perbedaannya hanya di emblem, dimana hanya T4000 yg ada emblem nya. .

Untuk urusan dapur pacu, Mazda T3500 ditenagai oleh mesin Diesel SL, dengan konfigurasi 4 silinder iniline berkapasitas  3455cc, tenaga maksimum dari mesin ini adalah 105ps, sedangkan torsi maksimalnya 245nm, sebagai penerus daya digunakan kopling plat tunggal berukuran 260 mm, sedangkan transmisinya manual 5 speed, tetapi memiliki sub transmission (Hi dan Lo), sehingga total mempunyai 10 speed.

Sedangkan Untuk mazda T4000 dibekali dengan mesin yang lebih bertenaga tipe TF , konfigurasinya sama 4 silinder iniline, tapi dengan kapasitas lebih besar mencapai 4021cc, tenaga maksimalnya adalah 120ps, sedangkan torsi maksimalnya 284nm, sama seperti Mazda T3500, mazda T4000 juga memiliki transmisi 5 percepatan maju, dengan “sub transmission”. Hanya saja koplingnya lebih besar dengan  275mm untuk T4000.

Dibandingkan dengan light truck lain yang beredar di era 90an, sebetulnya Mazda T4000 dan T3500 memiliki banyak kelebihan, kelebihan Pertama berada di jenis kabin, dimana kedua truk mazda ini sudah menggunakan kabin Berjenis Widecap yang lebih lebar dari kabin light truck lainnya, kabin mazda juga sudah dilengkapi dengan fitur Tilt Cab, sehingga lebih memudahkan dalam perawatan mesin, fitur lain dalam kabin mazda adalah adanya blower sirkulasi udara kabin, panel ventilasi atap, foot rest, power steering, hingga fluid-rubber cabin mounting yg berfungsi ganda sebagai peredam getaran, Untuk memudahkan manuver dua truk mazda ini juga sudah dilengkapi dengan power steering sebagai kelengkapan standarnya.

Kelebihan kedua adalah adanya “sub transmission” , dimana truk ini seperti memiliki dual gear ratio, rendah dan tinggi. Tak heran, jika di luar negeri, bnyk di-iklankan dgn embel2 “10-speed”. Sedangkan kelebihan ketiga terletak pada chasisnya yang sangat kuat, fyi Mazda T4000 dan T3500 menggunakan chasis tipe “box side members” yg memiliki ukuran depth 200mm, chasis yg masih ditunjang dengan penguat dalam dgn depth 192mm.

Sayangnya, truk ini tidak sukses dipasarkan di Indonesia, tentunya ini tak lepas dari jeringan Dealer mazda yang masih sedikit, belum sebanyak pesaing- pesaingnya,  Untuk customer perseorangan  terhitung hanya sedikit, sedangkan Untuk customer fleet, banyak digunakan oleh Indomarco untuk kendaraan operasionalnya, Tapi semenjak Indomarco mengakhiri operasionalnya bertahap sejak tahun 2005 hingga th 2011, bnyk truk mazda T4000  ini yang kemudian dibeli oleh perorangan dan kini populasi terbanyaknya berada di kota/kab Malang, utamanya sebagai angkutan tebu ketika musim giling.

Selain versi truk ada juga T4000 versi yang  banyak digunakan oleh Blue Bird Group, beberapa Bus Mazda T4000 juga dimilik oleh Po Bus lain dan Instansi Pemerintah, namun memang sulit ditemui karena populasinya yang sedikit.

source : Fb Ranger Giga , Sejarah Transportasi

Mengenal Mercedes Benz O319 D , Minibus Mercedes Pertama di Indonesia

Minibus Mercedes Benz O319 Dinas TNI

awansan.com – Adanya event Internasional Asian Games dan Ganefo di era 60an betul betul terasa pengaruhnya dalam dunia transportasi darat indonesia, karena berkat dua event tersebut, pemerintah Indonesia kemudian mendatangkan ribuan kendaraan dari luar negeri untuk akomodasi atlet dan official.

Beberapa tipe kendaraankomersial yang di datangkan untuk dua event tersebut adalah Bus Robur Lo 2500 , Bus Ikarus , Bus Mercedes Benz O321, dan Bemo. Setelah event selesai, banyak bus bus tersebut kemudian di kelola oleh PPD sebagai bus kota, memperkuat armada Bus Leyland dan Dodge yang telah eksis sebelumnya, sebagian lagi ada yang jatuh ke tangan swasta dan dioperasikan sebagai bus akap dan akdp.

Namun ternyata ada satu kendaraan banyak luput dari perhatian publik , yaitu Mercedes – Benz O319 Minibus, padahal jumlah yang di datangkan cukup banyak hloo, mencapai 500an unit.

Mercedes Benz O 319 sendiri merupakan minibus yang dibagun beradsarkan chasis Mercedes L319 (minivan), karena basisnya memang kendaraan komersial maka tak heran meskiun ukurannya tergolong mini dengan panjang hanya sekitar 4,8 meter, tetapi minibus ini mampu membawa penumpang hingga 18 penumpang.

Untuk sektor dapur pacu, Mercedes O 319 ditenagai oleh mesin diesel OM636 yang diambil dari sedan Mercy C180D , dengan konfigurasi 4 silinder inline 1800cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 45 hp. Tenaga dari mesin kemudian disalurkan kegardan belakang melalui transmisi manual 4 percepatan, uniknya lagi tongkat persnelling ada di bawah setir seperti model Colt T120.

Minibus Mercedes 0 319 D di Event Jakarta Fair 1969 . Dok Tropen Museum

Untuk pasar Indonesia bus ini masuk melalui PT Permorin yang saat itu memang importir Mercedes di Indonesia, setelah event Ganefo selesai , kemudian banyak bus ini yang dijual ke masyarakat umum, sebagian lagi kemudian berlaih ke berbagai Instansi pemerintah sebagai kendaraan operasional dinas .

Meskipun didatangkan tahun 60an, namun ternyata masa pakai minibus ini cukup lama, tercatat bus ini menjadi cikal bakal Metromini sebagai angkutan kota Jakarta dengan rute Lapangan Banteng – Kemayoran/Bendungan Djago , setelah metromini diremajakan dengan bus medium 3/4 pada tahun 70an, akhirnya banyak minibus Mercy O 319 D kemudian tergusur trayeknya ke pinggiran Jakarta (Cikarang -Karawang) , dan beroperasi hingga awal tahun 2000an, kemudian setelah itu menghilang.

Sayang sekali dari ratusan unit yang pernah masuk Indonesia, hanya sedikit dari minibus pertama mercy ini yang selamat, karena termakan umur banyak yang akhirnya ngejogrok dan menghilang, hanya tinggal beberapa unit saja yang terawat dengan baik di tangan kolektor.

Baca Juga, Serial Bus Lawas di Indonesia :

Mengenal Mercedes Benz O321 H , Pelopor Bus Modern di Indonesia

Sejarah Bus Robur , Bus Kota Jakarta era Orde Lama

Sejarah Bus Ikarus , Bus Hungaria Yang Pernah Mewarnai Jalanan Jakarta

Sejarah Leyland Tiger Cub , Bus Persahabatan Indonesia dan Australia

Sejarah Leyland Comet , Cikal Bakal PPD dari Benua Australia

Sejarah Leyland Titan , Bus Tingkat Pertama di Indonesia

Sejarah Leyland Atlantean , Bus Tingkat Generasi Kedua di Indonesia

Sejarah Bus Dodge di Indonesia , Warisan Amerika di Tanah Indonesia

Sejarah Bus Fargo, Bus Diesel Pertama Amerika di Indonesia

Sejarah Bus Chevrolet di Indonesia, Bus Tangguh Penakluk Pegunungan Sumatera

Sejarah Bus Ford di Indonesia , Dari Ford D series Hingga Ford Metsec

Sejarah Volvo Ailsa B55 , Bus Tingkat Volvo Pertama di Indonesia

Sejarah Bus Tata LP 1210 , Bus Kota India Andalan Damri era 80an

Menelusuri Jejak Sejarah Bus Gandeng di Indonesia