0

Mengenang Honda TN 360, Jejak Sejarah Honda di Segmen Kendaraan Komersial

Angkot Honda TN 360 III di NTB

awansan.com – Tahun 70an bisa dibilang merupakan masa boomingnya produk otomotif Jepang di Indonesia, tak terkecuali pabrikan motor dan mobil “Honda” yang kemudian ikut meramaikan pasar otomotif tanah air dibawah bendera ATPM PT Imora Motor, dan terbukti Honda mampu bertahan di kerasnya pasar indonesia bahkan saat ini Honda telah berhasil menjadi salah satu pabrikan otomotif terbesar di Indonesia dan dikenal sebagai pembuat mobil yang nyaman, irit, dan fun to drive , dengan segmen utama passenger car (sedan dan mpv).

Namun mungkin banyak yang belum tahu jika  pada tahun 70an, produk awal Honda yang terkenal bukan berada di segmen passenger car, namun justru berada pada segmen kendaraan komersial, dengan produk andalannya Honda TN 360 series, baik yg versi pick up maupun van, bahkan di beberapa kota besar di Indonesia, Honda TN 360 pernah menjadi salah satu kendaraan angkutan umum perkotaan yang cukup populer.

Honda TN 360 sendiri merupakan mobil keicar yang diproduksi Honda sejak tahun 60an, dan masuk Indonesia bebarengan dengan keicar lain dari Jepang seperti Subaru Sambar, Suzuki Truntung dan Daihatsu S36 . Karena masuk kategori keicar,  maka dimensi Honda TN 360 pun termasuk mini, begitu juga dengan mesinnya yang hanya 360 cc, Walaupun bentuknya berupa mobil pick up  kecil dengan desain yang sejalan dengan era 70an, namun ternyata mobil  chassis body dan mesinnya  Honda TN 7 ini sudah sudah cukup maju jika dibanding pesaing – pesaingnya .

Untuk sektor mesin, Honda TN 360 menggunakan mesin 4 tak berkapasitas 360 cc yang basisnya diambil dari motor Honda CB450 , namun kubikasinya diperkecil agar sesuai dengan regulasi kei car pada saat itu, dengan konfigurasi 2 slinder inline SOHC 4 Valve, tenaga maksimal dari mesin ini adalah 27 hp @ 7000 rpm dan torsi maksimalnya 30 nm @ 5500 rpm , mesin 4 tak ini terbukti irit, bahkan pabrikan mengklaim konsumsi bbm nya mencapai 25 km/l, selain itu jenisnya juga 4 tak sehingga lebih halus suaranya, sedangkan produk yg sama dari brand jepang lain pada saat itu masih banyak yang menggunakan mesin 2 tak.

Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda via transmisi manual 4 percepatan maju dan 1 mundur , Uniknya lagi, letak mesinnya tidak berada di bawah jok pengemudi seperti mobil lain pada umumnya, melainkan dibawah bak belakang dekat dengan axle roda belakang yang digantung pada chassis mobil

Selain mesin, chasis Honda TN juga cukup maju karena sudah menyatunya antara rangka ladder dengan chassis (semi monoque) , sehingga lebih ringan dan kokoh. Untuk suspensi mobil ini di bagian depan sudah menggunakan suspensi Macpherson Strut dengan dibantu 2 strut bar pada swing arm. Suspensi belakang menggunakan leaf spring, dengan De Dion rigid axle tidak menggunakan rumah differensial namun menggunakan batang drive shaft axle terbuka.

Untuk system kemudi juga sudah cukup canggih  dengan menggunakan  dua sambungan cross joint antara dua shaft steering, yang kemudian di salurkan di belakang dudukan lengan ayun yang tersalur melalui rack and pinion box yang tertempel di dudukan lengan ayun. Selanjutnya di salurkan melalui long tie rod ke tie rod end. Dari tie rod end selanjutnya di salurkan ke knuckle roda depan bagian belakang.

Untuk rem menggunakan system konvensional 2 saluran terpisah antara rem depan dan belakang berakhir di teromol roda depan dan belakang, yang berbalut velg model cincin, dan ban standart R10 Ultra Light Truck.

Dengan semua spek tersebut Honda TN mempunya kapasitas angkut barang hingga 500 kg, sedangkan jika dijadikan va kapasitas angkutnya mencapai 8 orang penumpang.

Angkot Honda TN 360 V di Kota Salatiga

Selama masa edarnya di Indonesia, ada 3 generasi Honda TN yang masuk beredar yaitu Honda TN 360 III, Honda TN 360 V dan Honda TN 360 VII.

Honda TN-III muali masuk Indonesia pada tahun 1970a, yang jika dilihat sekilas masih terlihat mirip dengan TN360. Perbedaanya utamanya ada pada grill depan yang kini terlihat menyatu dengan lampu utama dengan warna chrome, bumper chrome, dan spion yang sedikit lebih besar. Model ini bertahan sampai tahun 1972.

Memasuki tahun 1972, Honda melakukan perubahan pada Honda TN terutama pada bagian depannya. Logo H besar yang ada pada bagian depan dihilangkan dan diganti dengan emblem tulisan Honda yang berlapis chrome. Pada bagian lampu utama masih tetap berbentuk bulat, namun kali ini terdapat 4 buah lampu utama yang pada tiap sisinya ditumpuk. Pada bagian mesinnya terdapat perubahan rasio kompresi agar memenuhi standar emisi Jepang saat itu. Model ini dinamakan Honda TN-V.

Pada tahun 1975 muncul Honda TN7 yang merupakan varian terakhir dari Honda TN sebelum digantikan oleh Honda Acty karena regulasi kei car yang berubah pada 1 Januari 1976. Perbedaan dengan TN-V sepintas tidak ada karena TN7 ini hanya melengkapi kekurangannya dalam standar emisi dan keselamatan Jepang. Paling ketara ada pada penggunaan sabuk pengaman penumpang yang sebelumnya tidak ada pada mobil ini.
/station
Honda TN ini selain tersedia dalam versi pikap juga tersedia dalam bentuk minibus yang dibuat oleh berbgaia perusahaan karoseri lokal, Honda TN 360 juga merupakan produk mobil komersial dari Honda yang terakhir di Indonesia, karena kemudian PT. Honda Prospect Motor memutuskan untuk tidak lagi menjual penerus Honda TN di Indonesia dan lebih berfokus ke pasar passenger car.

source :mobilmotorlama , google, santoburah.blogspot

(Visited 76 times, 1 visits today)

awansan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *