Membaca Kabel Body Motor , Beda Warna Kabel Beda Fungsinya

awansan.com – Jika diibaratkan sistem tubuh, maka bisa dibilang wiring diagram (kabel body) merupakan sistem syaraf dalam suatu sepeda motor, karena mmg jalurnya cukup rumit, terdiri dari berbagai warna kabel dan semuanya mempunyai fungsi tersendiri, mulai dari sistem pengapian hingga sistem kelistrikan motor yang semakin modern semakin banyak fiturnya.

Contoh Kabel Body

Untuk mengatasi kerumitan ini sebetulnya pabrikan sudah mengantisipasi dengan membuat wiring diagram yang kabelnya beraneka warna, dan setiap warna mempunyai jalur fungsi tersendiri.

Nah biar tidak pusing nih, tak ada salahnya kita belajar membaca warna kabel pada wiring diagram motor, khusus untuk kali ini kita akan membahas brand Honda, jangan khawatir karena sistem kabel ini sudah terstandarisasi jadi bakalan sama di semua motor Honda.

Kita mulai dari kabel di sekitar alternator/Spull dulu ya:

  1. Kuning: warna kuning di bagian alternator merupakan kabel output dari sumber tegangan lampu. Yang cenderung cahayanya berwarna kuning. Khusus pada motor dengan sistem pengisian full wave baik 1 Phase atau 3 phase, kabel dengan warna kuning merupakan output sumber tegangan untuk sistem pengisian.
  2. Putih: warna putih di bagian alternator merupakan kabel output dari sumber tegangan untuk sistem pengisian.
  3. Biru/kuning: untuk warna kombinasi Biru/Kuning merupakan kabel out put dari pulse Generator alias pulser sebagai pembaca sensor posisi poros engkol atau sebagai triger untuk pemicu keluarnya tegangan pengapian.
  4. Hijau: untuk warna Hijau merupakan kabel untuk Ground atau massa bodi pada setiap komponen sistem kelistrikan.
  5. Putih/Kuning: untuk warna kombinasi Putih/Kuning merupakan kabel out put dari pulse Generator alias pulser sebagai pembaca sensor posisi poros engkol atau sebagai triger untuk pemicu keluarnya tegangan pengapian untuk motor dengan sistem PGM – FI.

Lanjut kita naik ke wiring diagram bodi mari kita perhatikan :

  1. Merah: Merupakan kabel output sumber tegangan yang bersumber dari baterai/aki 12,7V, atau merupakan input sumber tengangan sistem pengisian untuk baterai/output dari rectifier (kiprok) yang berfungsi sebagai penyuplai tegangan pegisian untuk baterai.
  2. Hitam: Merupakan kabel output dari ignition switch (kontak) serta merupakan arus positif penyuplai kebutuhan arus listrik 12,7V untuk komponen kelistrikan lainnya.
  3. Coklat: merupakan output dari sakelar lampu, yang mengarah pada lampu kota serta lampu belakang. Untuk motor dengan sistem PGM – FI kabel dengan warna Coklat mengarah ke Fuel Pump (Pompa Bahan Bakar) yang terhubung dengan ECM (Engine Control Module).
  4. Coklat/Putih: Masih bagian dari output sakelar lampu yang mengarah ke lampu utama untuk dibagi menjadi High dan Low (Jauh/Dekat). Pada motor yang sudah PGM – FI warna Coklat/Putih merupakan arus positif 12,7V untuk kebutuhan panel indikator Speedometer.
  5. Putih: merupakan output dari sakelar lampu pula, yang mendapat input dari kabel warna (Coklat/putih) yang mengarah pada lampu dekat (Low).
  6. Biru: merupakan output dari sakelar lampu pula, yang mendapat input dari kabel warna (Coklat/putih) yang mengarah pada lampu jauh (High)/ dimmer. Serta kabel yang menghubungkan DLC (Data Link Connector) dengan ECM yang berfungsi untuk me-reset Kode kegagalan yang tersimpan pada ECM di motor PGM – FI.
  7. Kuning/Merah: merupakan output menyuplai Relay Starter pada sistem starter.
  8. Oranye: Merupakan kabel input untuk lampu sein sebelah kiri
  9. Biru Cerah (Light Blue): Merupakan kabel input untuk lampu sein sebelah kanan
  10. Abu – Abu: merupakan output dari flasher relar untuk pengedip lampu sein
  11. Hijau muda (Light Green): merupakan output untuk klakson
  12. Hitam/Biru: merupakan sumber arus posiitif 12,7V untuk Engine Control Module (ECM) pada motor PGM – FI.
  13. Hijau/Oranye: merupakan kabel yang menghubungkan sensor EOT/ECT (Engine Oil Temperature/ Engine Coolant Temperature), BAS (Bank Angel Sensor), Sensor Unit pada Throttle Body serta ECM pada motor PGM – FI.
  14. Hijau/Putih: merupakan kabel output dari ECM yang mengarah ke sensor satandar samping pada motor tipe automatic sehingga mesin tidak akan menyala saat standar sampingnya belum dinaikkan.
  15. Hitam/Kuning: Merupakan output dari ECM/CDI yang mengarah ke Ignition Coil motor konvensional/pakai karburator
  16. Pink: merupakan output dari ECM untuk tegangan pengapian yang masuk ke Ignition Coil pada motor PGM – FI. Bisa juga untuk kabel indikator gear untuk gear no 4
  17. Pink/Hijau: Merupakan kabel yang mengarah pada injektor pada motor PGM – FI.
  18. Merah/Biru: merupakan kabel yang menghubungkan BAS dengan ECM.
  19. Kuning/Biru: Merupakan kabel yang menghungkan EOT dengan ECM.

Nah sekarang sudah tidak bingung lagi kan kalau harus ngurut kabel, semoga artikel ini berguna

Source : hondacommunity.net

(Visited 49 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *