Bismania

Mengenal Mercedes Benz O 319 D , Minibus Mercedes Pertama di Indonesia

awansan.com – pembaca yang budiman, adanya event Internasional asian Games dan Ganefo di era 60an betul betul terasa pengaruhnya dalam dunia transportasi darat , karena berkat dua event tersebut, kemudian pemerintah Indonesia mendatangkan ribuan kendaraan dari luar negeri untuk akomodasi atlet dan official , beberapa jenis kendaraan yang di datangkan tersebut adalah bus Robur Lo 2500 , Ikarus , Bus Mercedes Benz O 321, dan Bemo.

Setelah event selesai, banyak bus bus tersebut kemudian di kelola oleh PPD sebagai bus kota, memperkuat armada Bus Leyland dan Dodge yang telah eksis sebelumnya, sebagian lagi ada yang jatuh ke tangan swasta dan dioperasikan sebagai bus akap dan akdp.

Minibus Mercedes 0 319 D di Event Jakarta Fair 1969 . Dok Tropen Museum

Namun ternyata ada satu kendaraan banyak luput dari perhatian publik , yaitu Mercedes – Benz O 319 Minibus, padahal jumlah yang di datangkan cukup banyak hloo, mencapai 500an unit.

Mercedes Benz O 319 sendiri merupakan minibus yang dibagun beradsarkan chasis Mercedes L319 (minivan), karena basisnya memang kendaraan komersial maka tak heran meskiun ukurannya tergolong mini dengan panjang hanya sekitar 4,8 meter, tetapi minibus ini mampu membawa penumpang hingga 18 penumpang.

Untuk sektor dapur pacu, Mercedes O 319 ditenagai oleh mesin diesel OM636 yang diambil dari sedan Mercy C180D , dengan konfigurasi 4 silinder inline 1800cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 45 hp. Tenaga dari mesin kemudian disalurkan kegardan belakang melalui transmisi manual 4 percepatan, uniknya lagi tongkat persnelling ada di bawah setir seperti model Colt T120.

Minibus Mercedes Benz O 319 Dinas TNI

Untuk pasar Indonesia bus ini masuk melalui PT Permorin yang saat itu memang importir Mercedes di Indonesia, setelah event Ganefo selesai , kemudian banyak bus ini yang dijual ke masyarakat umum, sebagian lagi kemudian berlaih ke berbagai Instansi pemerintah sebagai kendaraan operasional dinas .

Meskipun didatangkan tahun 60an, namun ternyata masa pakai minibus ini cukup lama, tercatat bus ini menjadi cikal bakal Metromini sebagai angkutan kota Jakarta dengan rute Lapangan Banteng – Kemayoran/Bendungan Djago , setelah metromini diremajakan dengan bus medium 3/4 pada tahun 70an, akhirnya banyak minibus Mercy O 319 D kemudian tergusur trayeknya ke pinggiran Jakarta (Cikarang -Karawang) , dan beroperasi hingga awal tahun 2000an, kemudian setelah itu menghilang.

Sayang sekali dari ratusan unit yang pernah masuk Indonesia, hanya sedikit dari minibus pertama mercy ini yang selamat, karena termakan umur banyak yang akhirnya ngejogrok dan menghilang, hanya tinggal beberapa unit saja yang terawat dengan baik di tangan kolektor.

Baca Juga, Serial Bus Lawas di Indonesia :

Mengenal Mercedes Benz O321 H , Pelopor Bus Modern di Indonesia

Sejarah Bus Robur , Bus Kota Jakarta era Orde Lama

Sejarah Bus Ikarus , Bus Hungaria Yang Pernah Mewarnai Jalanan Jakarta

Sejarah Leyland Tiger Cub , Bus Persahabatan Indonesia dan Australia

Sejarah Leyland Comet , Cikal Bakal PPD dari Benua Australia

Sejarah Leyland Titan , Bus Tingkat Pertama di Indonesia

Sejarah Leyland Atlantean , Bus Tingkat Generasi Kedua di Indonesia

Sejarah Bus Dodge di Indonesia , Warisan Amerika di Tanah Indonesia

Sejarah Bus Fargo, Bus Diesel Pertama Amerika di Indonesia

Sejarah Bus Chevrolet di Indonesia, Bus Tangguh Penakluk Pegunungan Sumatera

Sejarah Bus Ford di Indonesia , Dari Ford D series Hingga Ford Metsec

Sejarah Volvo Ailsa B55 , Bus Tingkat Volvo Pertama di Indonesia

Sejarah Bus Tata LP 1210 , Bus Kota India Andalan Damri era 80an

Menelusuri Jejak Sejarah Bus Gandeng di Indonesia


Advertisements

Mengenal Mercedes Benz OF 8000 , Medium Bus Terbaik era 2000an

awansan.com – Sobat bismania, Kiprah di Mercedes – Benz di segemen medium bus sebetulnya sudah mengakar sejak lama, mengingat di tahun 70 – 80an Mercedes pernah memasarkan medium bus Mercy 508D yang cukup laris di pasaran, tapi setelah itu medium bus Mercy nyaris tenggelam ditelan Mitsubishi Colt Diesel yang memang merajalela di segmen ini.

Memasuki era 90an, Mercy kembali bangkit dengan menawarkan Chasis MB800 , namun lagi lagi harus menelan pil pahit karena produk ini tidak begitu laku, tak patah arang Mercy kemudian kembali meluncurkan medium bus Mercedes Benz OF 8000 pada tahun 2004.

Baca Juga, Serial Bus Mercy Mesin Depan :

Mengenal Mercedes – Benz OF 1113 , Raja Bus Front Engine era 80an

Mengenal Mercedes Benz LP 911 , Bus Raja Jalanan era 70an

Mengenal Mercedes – Benz OF 8000 , Medium Bus Terbaik era 2000an

Mengenal Mercedes Benz OF 917 , Medium Bus Mercy Berjantung Mitsubishi

Mengenal Mercedes Benz OF 1623 , Reinkarnasi Sang Legenda OF 1113

Kali ini mercy betul betul all out di segmen medium bus, Mercedes Benz OF 8000 pun dibekali dengan spesifikasi yang jauh di atas medium bus lain di masa tersebut, baik dari sektor engine, chasis dan fiturnya .

Engine Mercedes Benz OF 800, OM 904 LA . Dok Ilham Bagus P

Mercedes Benz OF 8000 menggunakan mesin OM 904 LA,4200 cc,Turbo Intercooler, bertenaga 152 HP, tenaga OF 8000 bisa dibilang jauh dia tas kompetitornya yang rata rata berada di kisaran 120 ps, mesin ini sudah menggunakan injeksi elektronik dan tidak menggunakan kabel gas, mesin yang sama juga dipakai oleh Mercedes Benz OH 1518 XBC , hanya saja beda settingan di outpout tenaga. Oh ya mesin ini kencang juga lho karena awansan pernah beberapa kali menaiki chasis ini, bahkan pernah dibawa lari sampai 125 km/j ketika dulu lewat jalur deandels.

Dengan tenaga yang besar tentunya dibutuhkan pula rem yang mumpuni, oleh karena itu MB OF 8000 juga sudah dibekali dengan rem full air brake yang pakem, pertama di kelasnya, mengingat kompetitornya rata rata masih menggunakan rem hydraulic. keberadaan rem air brake bisa dikenali dari adanya indikator angin di sebelah kanan speedmeter, fyi speedometernya pun sudah sangat modern, bahkan menurut awansan lebih cantik dari Mercy OH 1525 yang muncul setahun kemudian.

Dashboard MB OF 8000, yg sebelah kanan itu bukan jam tapi indikator angin . Dok Bismania

Untuk sektor chasis , Mercedes Benz OF 8000 tergolong panjang, dengan wheelbase mencapai 4250 mm, kapasitas penumpang bisa mencapai 35 – 40 orang tergantung konfigurasi kursinya, MB OF 8000 bisa dibilang sebagai pelopor chasis bus medium large/medium long jauh sebelum muncul MB OF 917 , tentunya hal ini menjadi nilai tambah mengingat kompetior di masa itu chasisnya lebih pendek dengan kapasitas maksimal 30 seat.

Dengan segal kelebihannya maka penjualan MB OF 8000 pun cukup baik, terutama untuk sektor bus wisata, karena bus ini selain lebih nyaman, kapasitas angkut penumpangnya juga lebih banyak dibanding kompetitor, namun ada juga beberapa perusahaan otobus yang menggunakan OF 8000 untuk armada reguler seperti Damri dan Sumber Alam, bahkan menggunakannya untuk armada line reguler Jawa – Sumatera seperti yang dilakukan oleh Po Sinar Dempo dan Po Ranau Indah.

Baca Juga, Serial Bus Mercy Mesin Belakang :

Mengenal Mercedes – Benz O321 H , Pelopor Bus Modern di Indonesia

Mengenal Mercedes – Benz OH 1113 Prima , Bus Rear Engine Pertama di Indonesia

Mengenal Mercedes – Benz Oh 1518 King , Terkenal Karena Kenyamanannya 

Mengenal Mercedes – Benz OH 1521 Intercooler, Bus Pelari Jarak Jauh Legendaris dari Mercy

Mengenal Mercedes – Benz OH 1525 , Pelopor Bus Mercy Elektrik di Indonesia

Mengenal Mercedes – Benz OH 1526 , Chasis Bus Leaf Spring Terakhir dari Mercy

Mengenal Mercedes – Benz OH 1626 L , Bus Air Suspension Andalan Mercedes – Benz Indonesia

Mengenal Mercedes Benz OH 1830 , Chasis Premium Pertama Mercy di Indonesia

Mengenal Mercedes Benz OH 1836 , Chasis Bus Premium Yang Nyaman dan Bertenaga

Mengenal Mercedes Benz OC 500 RF 2542 , Bus Triple Axle Flagship Mercedes Indonesia

Mikrobus Engkel , Bus Andalan di Daerah Pegunungan

Mikrobus Engkel . Dok Tsabita

awansan.com – Pembaca yang budiman, berbeda dengan penduduk di daerah perkotaan yang mempunyai banyak pilihan moda transportasi umum, penduduk di daerah pedesaan/pegunungan biasanya hanya mempunya sedikit pilihan moda, karena memang jumlah kendaraan nya terbatas dan medan jalan yang membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tertentu untuk bisa menambusnya .

Namun terkhusus untuk daerah pegunungan Jawa bisa dibilang mikrobus engkel lah yang menjadi primadona, karena mempunyai body yang lebih tinggi sehingga nyaman untuk berdiri (muat banyak orang), namun dimensinya kompak sehingga tetap bisa melibas tikungan tikungan sempit di jalur pegunungan, penamaan Mikrobus Engkel didasarkan bentuknya yang memang lebih kecil dibanding Medium bus biasa (bus 3/4), namun lebih besar dibanding ukuran Colt T120, sedangkan nama engkel didasarkan pada chasisnya yang semuanya menggunakan basis truk engkel 4 Roda.

Kemunculan Mikrobus engkel sendiri dimulai dari medio 80an, pasca memudarnya dominasi Colt T120, sebagai penggantinya di beberapa daerah kemudian muncul Isuzu Bison dan Mitsubishi Colt Diesel FE berbodi Station yang memiliki kabin yang lebih lapang dan luas, namun tetap memiliki kemampuan menembus jalur pegunungan dengan jalan yang relatif sempit dan berliku.

Seiring berjalannya waktu kebutuhan masyarakat akan trabsportasi umum pun semakin besar, oleh karena itu kemudian beberapa karoseri membuat bodi “bus kecil/mikrobus ” yang lebih tinggi dan nyaman untuk berdiri Jika dibandingkan dengan body station, model mikrobus juga bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding model wagon, karena era tersebut sedang ngetren body kapsul, banyak mikrobus engkel juga yang bermodel kapsul, untuk Karoserinya sendiri rata – rata berada di kawasan Magelang seperti ABC, New Armada, Tri Sakti dan Agustus.

Kapasitas dari mikrobus engkel sebetulnya hanya 16 penumpang duduk, namun tak jarang diisi hingga 30 – 40 orang jika ditambah yang berdiri dan nggandul di pintu, bahkan kadang ada juga penumpang yang naik di atas bus.

Untuk Chasis yang digunakan, Mikrobus engkel mengambil basis truk engkel 4 roda, tapi hampir 100% menggunakan merk Mitsubishi Colt Diesel Fe Series, sangat jarang ditemui yang menggunakan merk lain, hal ini dikarenakan Colt Diesel dianggap chasis yang paling bandel dan mesinnya juga kuat untuk menaklukkan tanjakan pegunungan dengan muatan overload. Perawatan pun lebih mudah karena sparepartnya juga sama dengan versi truknya.

Pada awalnya Mikrobus Engkel ini hanya endemik di sekitar daerah yang konturnya berbukit dan bergunung seperti Wonosobo, Magelang, Temanggung, Kebumen, Jogja, Gunung Kidul, Banjarnegara, Pacitan, Kulonprogo dan beberapa daerah lainnya, namun lama kelamaan kemudian menyebar ke berbagai daerah dan bahkan menjadi salah satu moda angkutan Kota . Sebutan untuk bus ini juga bermacam – macam tergantung daerahnya seperti bus tuyul, bus engkel, colt engkel, bus pintu 1 dll.

Untuk saat ini mikrobus engkel relatif mudah ditemui di berbagai kota di Jawa Tengah dan menjadi salah satu andalan untuk transportasi masyarakat untuk trayek antar kecamatan, bus ini juga cukup digemari oleh anak anak sekolah , yang unik dari bus ini adalah sistem pengoperasiannya, jika bus besar dan bus medium biasanya sudah berjadwal, mikrobus ini jalannya tanpa jadwal, jadi ya suka suka sopirnya, tidak ada jadwal pasti keberangkatan dan kedatangannya 😆 .

source : Binawan M, Kebumen Expres, Pacitanku,

Spesies Bus langka di Indonesia, Mercedes Benz OH 1829

Mercedes Benz OH 1829 . Dok Pande Bayu

awansan.com – Dear pembaca sekalian, perusahan otobus yang satu ini memang sudah dikenal sejak lama sebagai salah satu gudang bus langka di Indonesia, dan seakan sudah menjadi tradisi karena memang sejak tahun 70an Po OBL (Safari Dharma Raya) selalu mempunyai armada istimewa yang speknya jauh di atas bus lain di masanya, sebut saja Mercy OF 1113 Ex PATA (CBU Singapore), Mitsubishi BM 115 (CBU Korea), Ford Metsec, MAN dll

Nah kali ini kita kan membahas salah satu Chasis bus langka yang dipelihara oleh Po OBL, Chasis ini adalah Mercedes Benz OH 1829, yang di datangkan pada tahun 2001, karena MB Indonesia tidak menjual chasis ini, besar kemungkinan masuknya lewat jalan IU (Importir Umum).

(more…)

Ke Jakarta Bersama Ramayana Seri H, Pelan Pelan Menghanyutkan

Ramayana Seri H . Dok pribadi

awansan.com – Pembaca yang budiman, setelah cukup lama vakum touring jarak jauh, Alhamdulillah kali ini awansan kembali diberi kesempatan ngaspal naik si tayo, ngaspal kali ini dalam rangka menghadiri undangan dari United Tractor, ATPM Scania di Indonesia . Nah karena awansan ada di Temanggung maka untuk kesana mesti ngebis dulu hahaha.

Rencana awal sih awansan bakal naik Po Handoyo dari Temanggung kemudian langsung turun Pulogebang, lanjut naik busway ke United Tractor Cakung , namun ternyata para jurnalis yang hari itu liputan, bakal berangkat bareng dari pancoran, ya sudah akhirnya awansan putuskan ke depok dulu saja, karena di sana awansan punya teman dan saudara yang bisa digunakan untuk transit, baru lanjut ke pancoran untuk berangkat bareng ke United Tractor.

Sabtu , 30 Maret 2019
Dan perburuan tiket pun dimulai, sore itu awansan ke Teminal Secang buat lihat – lihat harga tiket, sekaligus ngajak istri jalan jalan, biasa kalau mau ditinggal jauh mesti minta jalan – jalan dulu. Muter muter dulu lihat bus kemudian baru tanya – tanya ke agen, Ketika sampai loket Ramayana iseng tanya hotseat masih ada atau nggak buat tanggal 1 April, Alhamdulillah masih ada hotseat no 4, langsung awansan dp buat amankan kursinya.

Senin, 1 April 2019
Hari yang ditungu – tunggu pun tiba, setelah jam ngajar selesai, awansan langsung siap – siap, sholat ashar kemudian bablas ke terminal secang naik bus Cebong Jaya, dasar jam mepet bus nya pun nebut nggak karuan, walhasil jam 16.00 awansan sudah sampai di termi8nal Secang.

Celingak – celinguk armada yang dinanti masih belum ada, baru ada gerombolan Murni Jaya yang ssat itu memang betul betul memenuhi Terminal Secang, mumpung masih ada waktu, awansan manfaatkan untuk charge hp di agen Ramayana.

Murni Jaya . Dok Pribadi
Duo Handoyo . Dok Pribadi

Setelah Murni Jaya berlalu,kini giliran gerombolan Handoyo yang memenuhi Terminal Secang, sebetulnya awansan ngincer armada yang kuning itu wkwkwk, tapi gpp lah, semoga besok lain kesempatan bisa ngicipin Handoyo.

40 menit menunggu akhirnya armada Ramayana pun tiba, oh ya awansan dapat armada Seri H ( Jogja – Bogor) degan harga tiket 170k (non service makan). FYI Ramayana seri H ini merupakan bus kelas VIP dengan Fasilitas : Seat 2 – 2 Total 34 Seat, Reclining seat, AC, Audio, Video, Toilet, Selimut, dan Snack 1x .

Pandangan Luas Tanpa Topi

Pertama melihat awansan kira bakal dapet chasis Mercy King seperti Ramayana Seri D yang kemarin awansan naiki, lha lambang mercy nya gede banget, tapi begitu masuk ternyata chasisnya Hino RK8, jiah Hino Berbulu Mercy ternyata 😆 ,

Untuk bodynya sendiri, armada ini menggunakan model Ventura buatan Morodadi Prima, joss nih masih dapet body lawas yang nggak pakai topi topian, jadi sepanjang jalan bisa puas menikmati pemandangan, nggak sia sia beli tiket hotseat. Meskipun body lawas , namun rasanya masih sangat kokoh, khas morodadi prima, di jalanan sangat senyap mimim bunnyi glodakan atau gemradak seperti lazimnya body lawas.

Sayangnya karena dapat tempat di belakang sopir, legroomnya jadi sempit nggak bisa buat selonjoran, padahal baris kedua kebelakang legroomnya lega banget .

Jalur Secang – Ambarawa

Sekitar pukul 05.00 bus pun diberangkatkan dari Terminal Secang, dan seperti biasa bus ini minim aksi aksi menegangkan sepanjang jalanan, sepanjang trek Secang – Ambarawa yang berliku bus dijalankan dengan santai saja, seakan tidak dikejar waktu. Sayang banget potensi RK8 nya tidak dikeluarkan secara maksimal, sopir lebih memilih bermain di rpm aman, yang awansan salut adalah pernya yang empuk dan tidak ada suara kriyet kriyet, padahal ini masih pakai leafspring lho 😀 .

Di Ambarawa bus sempat masuk terminal untuk memasukkan beberapa penumpang tambahan, okupansi penumpang saat itu cukup baik , terlihat sekitar 75% kursi penumpang terisi , perjalanan pun berlanjut via kota Ambarawa menuju Bawen, tidak masuk terminal tapi langsung bablas ke GT Bawen.

Ngejoss di Tol

Masuk Tol Bawen mulai dah ketemu sama bus malam lain tujuan Jakarta, lumayan lah ada teman lari di tol, pedal gas pun mulai diinjak lebih dalam, terlihat di speedometer kecepatannya stabil di kisaran 80 – 100 km/j, tidak pernah lebih, karena ngantuk awansan tinggal tidur saja, dan bangun bangun sudah sampai RM Gerbang Elok Gringsing, waktu menunjukkan pukul 19.00 , yang berarti dari Terminal Secang hingga Gringsing ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja.

Di Gerbang Elok bus berhenti cukup lama, awansan sempatkan buat sholat dan makan, berhubung tidak ada servis makan maka beli soto sendiri di RM ini, Harganya sih standar 15.000, porsinya tidak terlalu banyak tapi cukup lah buat ganjal perut sampai besok pagi, apalagi kondisi saat itu sedang hujan sehingga paling cocok memang makan yang berkuah panas dan pedas 😀 .

Barisan Ramayana di Gerbang Elok

Pukul 19.00 bus diberangkatkan kembali, perkiraan awal balik masuk tol ternyata tidak, pemanah muntilan ini malah bablas ke arah batang via tanjakan plelen lama, masih dengan style wolesnya , sampai sampai dibalap oleh rekan sekandang Ramayana E3 yang kemudian langsung menghilang tak kelihatan. Padahal E3 ini berangkat paling terakhir dari RM Gerbang Elok. Kapan kapan kalau ada duit kayaknya E3 ini perlu dicoba juga 😆 .

Style mengemudi yang woles, ac yang dingin dingin dan perut kenyang membuat kantuk awansan tak tertahankan, sempat terbangun sebentar sudah masuk GT Palimanan, lirik speedometer masih setia dengan kec 100 km/j, pasrah saja deh ketika harus diasapi gerombolan bus muriaan seperti Haryanto, Nusantara, Bejeu dll.

Namun meskipun begitu ternyata bus ini masih mampu mengovertake beberapa unit Sinar Jaya, Dewi Sri, dan Murni Jaya .. Jiah kirain Ramayana udah paling lelet, ternyata ada yang lebih lelet lagi 😆 .

Memasuki kawasan Cikarang, nampak kemacetan panjang sudah menanti, well efek proyek Tol Elevated ini memang dahsyat, pagi buta kayak gini aja macetnya panjang bener, dan Ramayana pun kemudian ikut berjibaku, dusel sana dusel sini agar bisa cepat lepas dari kemacetan.

Untungny sopir cepat tanggap, begitu masuk daerah Bekasi, bus langsung diarahkan keluar tol, kemudian mengambil jalur bawah Via Pekayon dan Jatiasih, keputusan yang tepat karena jalannya lancar jaya 😆 , nampak di depan juga ada satu sinar jaya yang juga lewat jalur ini, kemudian dua bus ini konvoi bersama hingga kembali masuk toll Jor, sebetulnya awansan ingin turun di pal depok, tapi teryata bus sudah tidak boleh lewat pal lagi, akhirnya awansan memutuskan turun di Alfamidi Juanda .

Lihat jam ternyata masih pukul 03.00 pagi, kena macet aja sampai sini masih jam segini, nggak kebayang kalau lancar mungkin jam dua sudah nyampe, meskipun kerasa pelan tapi ternyata Ramayana Seri H ini cepet juga sampai di tujuan 😀 ,

dengan demikian maka berakhirlan touring kali ini, thanks for reading and see you next time 😀