6

Mengenang Bus Dongfeng Sumber Kencono , Pelari Terkencang di Lintas Jogja – Surabaya

Bus Dongfeng Sumber Kencono. Dok SK Loverz

awansan.com – Masyarakat di sepanjang jalur Yogya – Surabaya tentunya sudah tidak asing dengan perusahaan otobus yang satu ini, sebagai salah satu po yang sudah melayani jalur ini sejak tahun 1981, bisa dibilang Sumber group merupakan perusahaan otobus yang dibenci sekaligus dicintai oleh masyarakat di lintasannya, dibenci karena perilakunya sering ugal- ugalan di jalan, namun juga dicintai karena bus ini cepat, tepat waktu, dan tarifnya standar, sangat bisa diandalkan bagi para penumpangnya untuk mengejar waktu, maka tak heran bus ini juga mempunyai banyak penggemar setia yang kemudian tergabung dalam berbagai group sosmed sklovers/sg lovers.

Continue Reading
2

Mengenal Dongfeng EQ6841KR, Medium Bus China Yang Sempat Populer di Indonesia

Dongfeng EQ6841KR milik Po Rosalia Indah

awansan.com – Sobat bismania, Brand Dongfeng sebetulnya bukan barang baru di Indonesia mengingat pabrikan mesin asal China ini sudah sejak tahun 1990an , di Indonesia mesin diesel Dongfeng banyak digunakan untuk menggerakkan alat pertanian (penggilingan padi, traktor dll) , maupun sebagai mesin untuk kapal nelayan.

Namun untuk kendaraan komersial dengan brand Dongfeng, nampaknya masih banyak orang Indonesa yang belum mengenalnya, padahal di negara asalnya selain memproduksi mesin untuk kebutuhan pertanian dan kelautan sebetulnya dongfeng juga mempunyai divisi kendaraan komersial yang cukup besar mencakup produksi truk dan bus dalam berbagai merk dan ikuran.

Di Indonesia sendiri brand Dongfeng mulai terkenal ketika sekitar tahun 2007 – 2011 tiba tiba banyak Bus Medium Dongfeng yang beredar di jalanan Indonesia, Bus ini masuk ke Indonesia melalui PT Indo Dongfeng Motor yang juga membawahi brand Golden Dragon, dengan harga per unit sekitar Rp 427.500 Juta per unit, sepaket dengan AC merk Song.

Bus dengan tipe Dongfeng EQ6841KR ini memang cukup unik, menggunakan ban besar mirip big bus tetapi whelbasenya pendek (4000 mm) , dengan panjang total hanya sekitar 8 meter bus ini kalau dilihat terkesan Bantet, secara umum dimensinya sedikit lebih besar dibanding medium bus biasa sehingga mempunyai kapasitas penumpang lebih banyak hingga 35 – 40 seat. Kebanyakan bus dongfeng ini digunakan sebagai bus pariwisata.

Selain dari dimensinya, bus ini juga mempunyai letak mesin yang tidak lazim untuk sebuah medium bus, karena menganut konfigurasi “Rear Engine” , padahal dari dulu hampir semua bus medium yang beredar di Indonesia selalu berkonfigurasi “Front Engine” .

Namun ternyata performa bus dongfeng ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena saat itu dikenal mampu berlari cukup kencang di jalanan, apalagi chasis bus ini di sokong oleh mesin Yuchai YC4G180 yang mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 180 hp dan torsi 660 nm yang kemudian dipadukan dengan transmisi manual 6 speed, kebayang kan tenaga sebesar itu cuman buat medium bus .

Meskipun saat itu merupakan brand baru, namun ternyata unit ini mendapat animo yang cukup besar dari berbagai perusahaan otobus di Indonesia, mungkin karena harganya cukup murah dan spesifikasinya cukup mumpuni, selama masa edarnya unit yang terjual cukup banyak dan tersebar di berbagai perusahaan otobus seperti Po Sumber Alam, Po Karya Jasa , Po Rosalia Indah, Po Hiba Utama, Po Sari Mustika, Po Sedya Mulya, Po Rajawali dll .

Meskipun tidak sebanyak dulu, namun sekarang masih ada beberapa bus Dongfeng ini yang beroperasi di jalan, sebagian besar menjadi angkutan pariwisata, harganya pun sekarang sangat murah di beberapa situs jual beli bus dongfeng ini banyak ditawarkandalam kisaran harga 100 -150 juta .

Dongfeng EQ6841 milik Po Sumber Alam

Spesifikasi Medium Bus Dongfeng EQ6841KR

Vehicle modelEQ6841KR
ManufacturerDongfeng Bus Chassis Company
Overall dimension8000x2250x15008030x2110x1500 mm
Front/Rear track1900/1800 mm
Wheelbase(mm)4000 mm
Front/Rear suspension1550/2480 mm
Curb weight3500 kg
Max gross weight10500 kg
Front/Rear axle load3900/7000 kg
Top speed110 km/h
Min turning diameterless than 18 m
Max grade ability30 %
Approach/Departure angle15/10 °
Engine modelYC4G180-20
Emission Euro 2
Engine type6 cylinders in line4 stroke direct injection pressurized mid-cooling diesel engine
ManufacturerGuangxi Yulin Diesel Engine Co.,Ltd
Engine power132kw/2300rpm
Engine
torque
660N.m/1400-1600rpm
Bore X Stroke(mm)112×132
Displacement5202 cc
Gearbox CA6-B5A1K2K21T
Speed ratio6.515 1.86 1.41 1.00 R0.815
Front axleFist end type & I beam structure
Rear axleStamping & welding rear axle housing
Chassis frameChassis section 180x65x6.5mm
Rear Chassis overall width 860mm
Middle chassis overall width 700mm
Front chassis overall width 860mm
Clutch380mm diameter screw spring clutch
Hydraulic air aid

Dongfeng EQ6841 milik Po Rajawali
0

Hino FC 190 , Chasis Andalan Hino Di Segmen Midi Bus

Hino FC 190

awansan.com – Beberapa tahun ini segmen midi bus memang kembali bergairah, jika dulu hanya ada pemain tunggal yaitu Mercedes – Benz OF 8000, kini segmen ini diramaikan oleh beberapa brand seperti Isuzu (Isuzu FRR 190), Mercedes ( MB OF 917) dan Hino (Hino FC 190).

Bicara segmen midi bus memang agak unik, dari segi ukuran bus sebetulnya mirip bus medium biasa, namun midi bus biasanya mempunyai chasis yang lebih panjang mencapai sekitar 9-10 m, panjangnya berada di bawah kelas big bus yang mempunyai panjang 12 M, tetapi diatas medium bus biasa yang hanya sekitar 6 – 7 meter, bus tipe Ini mempunyai kapasitas penumpang hingga 40 orang. Bandingkan dengan medium bus biasa yang hanya bisa mengangkut 27-30 orang.

Sebagai Market Leader di segmen chasis bus Indonesia, tentunya Hino tentunya tak mau kehilangan pasar di segmen ini, HMSI selaku ATPM Hino di Indonesia kemudian meluncurkan Hino FC 190 pada gelaran GIIAS 2015 , Hino pun cukup All out dalam memasarkan chasis bus ini dengan mengadakan roadshow ke sekitar 300 pengusaha bus di Pulau Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat

Dashboard Hino FC 190

Dibandingkan dengan para pesaingnya di sebetulnya Hino mempunyai beberapa keunggulan , diantaranya adalah mesin dengan tenaga terbesar di kelasnya, Hino FC 190 dipersenjatai dengan mesin diesel common rail 4 silinder  berkode  J05E-UP , dengan kapsitas 5123 cc mesin ini  memuntahkan tenaga maksimal hingga 190 ps @ 2500 rpm, dan torsi maksimal 560 nm @2000 rpm.

Di sektor kaki-kaki, ban Hino FC Bus hadir dengan jejak lebih lebar sehingga lebih stabil dan menambah kenyamanan berkendara, Hino Fc juga  dilengkapi Stabilizer pada bagian belakang serta shock absorber (double acting) pada bagian kedua axle yang dapat memberikan kestabilan kendaraan yang lebih baik .

panjang chassis Hino FC 190 cukup panjang mencapai 9150 mm, ketika dimasukkan karoseri bisa dibuat hingga 10 meter, dengan lebar sedikit lebih besar dari bus medium biasa. Dimensinya memungkinkan bus bisa mengangkut hingga 39 + 1 orang.

Hino FC 190. Dok Karoseri Laksana

pada tahun 2019 Hino kemudian memberikan upgrade baru di sektor kaki kaki, dimana terdapat perubahan dari sebelumnya menggunakan ban dan pelek 8.25 R16 kini FC Bus menggunakan ban dan pelek 9.5 dan R 17.5 untuk menambah kenyamanan dalam berkendara.

Dengan perubahan ban dan pelek ini maka gap antara brake drum dan velg menjadi lebih besar sehingga sirkulasi udara panas pada ban menjadi lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kejadian ban pecah saat di kendarai. Tidak hanya itu, dengan saat ini menggunakan ban radial tubeless FC Bus menjadi mudah dalam perawatan dan lebih hemat biaya karena tidak harus mengganti ban dalam.

Hingga saat ini Hino FC 190 mendapat sambutan yang cukup baik dari pasar Indonesia, utamanya dari sektor bus pariwisata , beberapa perusahaan otobus yang sudah menggunkan chasis ini adalah Po Karya Jasa, Subur Jaya, UM Jember, Akas IV, Rejeki Trans, wayang Transport dan masih banyak lainnya

Spesifikasi Hino FC 190

Model MesinDimensi (mm)
Model : FCUNKA,NNJB
Tipe : Mesin Diesel 4 Langkah Segaris;
Tenaga Maksimum (PS/rpm) : 190 /2.500
Torsi Maksimum (Kgm/rpm) : 56 / 2.000
Jumlah Silinder : 4
Diameter x Langkah Piston (mm) : 112 x 130
Isi Silinder (cc) : 5,123
Jarak Sumbu Roda : 5,320
Total Panjang :  9.150
Total Lebar : 2.160
Total Tinggi : 2,135
Lebar Jejak Depan : 1,800
Lebar Jejak Belakang : 1.660
Julur Depan : 1,315
Julur Belakang : 2,515
PerformaTangki
Kecepatan Maksimum : 112 (km/jam)
Daya Tanjak (tan Ø) : 40.9
Kapasitas : 200 lt
KoplingBerat Chassis (kg)
Tipe : Single Dry Plate with Coil Spring
Diameter Cakram : 350 mm
Total : 2,850
Kapasitas Tempat Duduk: 40 Seat
Transmisi
Tipe : LX06S
Perbandingan gigi:
ke-1 : 6,098
ke-2 : 3,858
ke-3 : 2,340
ke-4 : 1,422
ke-5 : 1,000
ke-6 : 0,744
Mundur 5,672
Kemudi
Tipe : Integral Power Steering
Minimal Radius Putar : 8,2
Sumbu
Belakang : Full Floating Type Hypoid Gear
Depan : Reserve Elliot, I-Section Beam
Perbandingan Gigi Akhir : STD : 5,142 /OPT: 4,625
Roda & Ban
Ukuran Rim : 16 X 6,00GS -135
Ukuran Ban : STD; 8.25-16-14PR/OPT : 8.25R16-14PR
Jumlah Ban : 6 (+1)
Suspensi
Depan & Belakang : Rigid Axle with
Semi Elliptic Leaf Spring
Sistim Listrik Accu
Accu : STD : 12V – 65AH x2lOPT, 12V – 120AH x 2
1

Tata LP 713 , Chasis Bus Medium Terbaru dari Tata Motors

awansan.com – Sebagai merk pendatang baru di segmen kendaraan komersial, Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) terbilang cukup agresif mengisi pasar kendaraan komersial Indonesia yang selama ini dikuasai oleh brand Jepang dan Jerman, dalam kurun waktu relatif cepat Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) sudah mempunyai line up yang cukup lengkap, dari segmen Bus Chasis, Light Commercial Vehicle, Light Duty Truck, Medium Duty Truck hingga Heavy Duty Truck.

Untuk segmen bus chasis, salah satu produk yang menjadi andalan Medium Bus Tata adalah Tata LP713 , Chasis Tata LP 713 sendiri pertama kali diluncurkan di ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 bebarengan dengan diluncurkannya truk Tata LP 913, dan setelah lama tidak ada kabar chasis ini akhirnya muncul kembali dalam event IIMS 2017 bersama Tata LPT 407 yang diperuntukkan untuk segmen mikrobus 4 ban.

Continue Reading
1

Mengenal Tata LPT 407 , Chasis Microbus Dengan Dimensi Tebesar Di Kelasnya

Tata LPT 407. Dok Carmudi

awansan.com – Sebagai pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, Tata Motors terhitung cukup getol dalam menawarkan produk kendaraannya di Indonesia, terutama di segmen kendaraan komersial/niaga yang memang merupakan core bisnis mereka.

Jika dirunut ke belakakang sebetulnya Tata mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia, brand ini sudah mulai masuk di Indonesia tahun 70an dibawah ATPM PT Jakarta Motors yang juga membawahi Land Rover, dimana salah satu produknya yaitu Tata LP 1210 pernah menjadi salah satu ujung tombak Perum Damri pada era 70 – 80an , namun karena penjualannya tidak terlalu menggembirakan, akhirnya Tata memutuskan angkat kaki dari Indonesia pada tahun 1984.

Continue Reading
2

Mengenal Mitsubishi BM117 , Bus Balap Legendaris dari Mitsubishi

Mitsubihi BM117N milik Po SAN

Sobat Bismania, Nama besar Mitsubishi di segmen medium bus sudah tidak diragukan lagi, mengingat Mitsubishi sudah puluhan tahun menjadi market leader di segmen ini, namun untuk segmen big bus mungkin banyak yang sudah lupa jika dulu Mitsubishi melalui PT Kramayudha Tiga Berlian Motors (KTB) pernah mewarnai segmen penjualan bus besar di Indonesia, selama masa edarnya di Indonesia pada dekade 1970 -2000an , bus produk Mitsubishi cukup bertaji dan mampu perlawanan sengit kepada brand rivalnya seperti Hino, Nissan Diesel dan Mercedes Benz. 

Mitsubishi mempunyai line up cukup lengkap di Indonesia, untuk segmen bus front engine ada Mitsubishi BM sedangkan untuk segmen bus rear engine ada Mitsubishi RM. Namun dari semua bus Mitsubishi yang beredar di Indonesia , Mitsubishi BM117 lah yang paling mendapat tempat di hati rakyat Indonesia, terbukti dengan laris manisnya penjualan chasis bus ini di Indonesia.

Dilihat dari pengkodean chasisnya, Mitsubishi BM117 merupakan tipe bigbus dengan posisi mesin di depan (Front Engine), chasis ini pertama kali diluncurkan oleh KTB pada tahun 1990 sebagai pengganti Mitsubishi BM116 yang sudah tutup produksi. Kemunculan BM117 betul betul menggebrak pasar chasis bus front engine pada masa tersebut, karena dibekali dengan spek mesin yang bertenaga besar, bahkan jika dibanding dengan bus rear engine di masanya.

Chasis baru ini disokong dengan mesin 6D16-1A berkekuatan 190Ps dan bertorsi 530nm, terbesar di kelasnya.  mengingat  pada jamannya (90-an) bus  jepang lainnya masih bertenaga 175-180Ps, dan bertorsi 470-480nm. Tenaga mesin yang besar kemudian dislurkan ke roda via transmisi manual 5 speed tipe M6S5-5speed .

Perpaduan antara mesin bertenaga besar dan rasio transmisi yang tepat membuat Mitsubishi BM sangat perkasa di jalanan, kencang dan lincah seakan sudah menjadi trademark chasis ini, tak heran jika beberapa bus yang legendaris akan kecepatannya seperti PO. Luragung di jawa barat, PO. Akas dan PO. Sumber Kenjtono di Jawa Timur, banyak menggunakan armada Mitsubishi Bm117 sebagai armada andalannya.

Selama masa edarnya di Indonesia, Mitsubishi BM117 ditawarkan dalam dua varian, Varian pertama adalah BM117L dengan wheelbase short 5200mm (1990 -1999), karena wheelbasenya cukup pendek maka bus ini terkesan sedikit bantet, selama masa edarnya tercatat Kramayudha Tiga Berlian (KTB) berhasil memasarkan 2.791 unit BM117N.

Varian kedua baru meluncur tahun 1999 ketika Mitsubishi kemudian meluncurkan BM117N yang mempunyai whellbase lebih panjang (5800 mm), namun sayang sekali karena penjualan yang tidak terlalu menggembirakan , varian kedua ini hanya dipasarkan selama 1 tahun saja, kemudian setelah itu Mitsubihi memutuskan angkat kaki dari pasar big bus di Indonesia.

Kini beberapa chasis BM117 yang tersisa masih banyak dijumapi beroperasi di jalanan, utamanya sebagai bus bumel , mengingat bus ini suspensinya keras sehingga kurang cocok untuk bus patas, di Jawa Tengah banyak Mitsubihi Bm yang masih beroperasi di jalur Solo -Purwodadi dan Solo Tawangmangu, sedangkn untuk area Jawa Barat , Po Luragung masih banyak mengoperasikan untuk trayek Cirebon – Kuningan.

4

Mengenal Nissan Diesel CB87 , Bus Front Engine Legendaris dari Nissan

awansan.com – Sobat bismania, bus keluaran Nissan Diesel mungkin banyak yang luput dari perhatian pemerhati bus di masa kini, padahal pada era 1990 -2000an bus keluaran Nissan Diesel mampu bersaing ketat dengan rival – rivalnya . Dari semua chasis Nissan Diesel yag beredar di Indonesia, nampaknya chasis inilah yang paling legendaris, karena jumlah yang beredar cukup banyak dan juga mempunyai performa yang cukup mumpuni jika dibanding bus front engine lain di masanya.

Nissan Diesel CB87  pertama kali meluncur di Indonesia tahun 1990, dan ditujukan sebagai  generasi penerus CB12 yang sudah discontinue, sama seperti Nissan generasi sebelumnya, kemunculan CB87 juga cukup menggemparkan pasar dengan spesifikasi di atas rival rivalnya pada segmen big bus front engine.

Untuk sektor mesin Nissan Diesel CB87 menggunakan mesin diesel FE6B , salah satu mesin legendaris milik Nissan Diesel, dengan konfigurasi 6 silinder inline berkapasitas 6925 cc , naturally aspirated, tenaga maksimal dari mesin ini adalah 180 PS at 3000 rpm, dan torsi maksimal 460 nm at 1600 rpm, terbesar di kelasnya sebagai perbandingan pada tahun yang sama Hino AK 174 tenaganya hanya 175 ps, dan Mitsubishi Bm 116 juga hanya 175 ps. Rekor tenaga Nissan Diesel CB87 baru terpathakan ketika Mitsubishi mengeluarkan BM117.

Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda via transmisi manual 6 speed model MLS 61 A, transmisi 6 speed overdrive pertama di kelas big bus front engine, karena transmisi ini jugalah Nissan CB87 dikenal sebagai pelari andal di trek lurus.

Pada awal kemunculannya, hanya ditawarkan versi sasis pendek saja dengan kode  CB87L, namun kemudian tahun 1994 muncul Nissan Diesel  CB87P yang mempunyai chasis lebih panjang . Versi CB87P jg tercatat sbg sasis bus FE terpanjang di Indonesia, sebelum dipatahkan oleh sasis Dongfeng FE milik Sumber Kencono. Sasis CB87 untuk versi CB87L, diproduksi hingga th 1997, sedangkan CB87P, diproduksi hingga th 2003.

UD NissaN Diesel CB87 milik Damri. Dok Yunitan Teguh

Dengan spesifikasi yang cukup mumpuni, penjualan Nissan Diesel CB87 pun cukup menggembirakan, dengan area penjualan cukup merata, jika dulu Nissan CB12 hanya laku di sekitaran Jawa Timur, Nissan CB87 merata di seluruh Jawa, bahkan banyak yang membeli unit ini secara borongan, seperti Damri dan Akas.

Meskipun tidak sebanyak dulu, namun hingga kini masih banyak unit Nissan CB87 yang masih beroperasi di jalanan sebagai bus bumel, beberapa Po yang banyak menggunakan Bus Nissan Diesel Cb87 adalah Po AKAS, Po Parahyangan, DAMRI, PO Dahlia Indah, Po Maju Makmur, dll , uniknya lagi kini malah banyak unit Nissan Diesel yang masih justru berada di Pulau Kalimantan, dan digunakan sebagai bus AKAP.

Nissan SP210 ex Steady Safe

UD Nissan Diesel SP210 (1997 -1998)
Selain Nissan Diesel CB87, secara terbatas juga dipasarkan Nissan Diesel SP210 , Bus ini tergolong edisi limited, dan diproduksi bersamaan dgn CB87. Tahun perakitannya antara 1997-1998.

Engineering Nissan SP210 masih nyaris serupa CB87, hanya ada perbedaan sedikit perbedaan pada engine dan drivelinenya. Sedangkan secara exterior tidak ada bedanya dibanding Nissan CB87.

Yang sedikit membedakan dari Nissan Diesel SP210 ini adalah suara mesinnya lebih halus dari CB87 , suspensi juga terasa lebih lembut, dan akselerasi yg sedikit lebih cepat.

Pengguna terbesar dari Nissan Diesel SP210P adalah Po Staedy Safe,dengan jumlah sekitar 200an unit dan hampir semuanya menggunakan body New Armada, namun karena danya krismon bus ini akhirnya mangkrak kemudian dilelang, banyak Nissan Diesel SP210 yang ahirnya jatuh ke Po Arimbi dan Dahlia Indah, sedangkan sissanya berceceran di berbagai Po Lain, selain digunakan oleh Po Swasta Model SP 210 ex Steady Safe juga banyak yang jatuh ke tangan TNI dan digunakan sebagai bus operasional.

Nissan SP210 milik TNI AL. Dok Fajar Suciono

source : Ranger Giga

0

Serial Bus Langka di Indonesia, International Navistar 3800 Schoolmaster

Bus International Navistar 3800 milik UNAI. Dok Bismania Community

awansan.com – Pembaca yang budiman, Bus Amerika sebetulnya bukan barang langka di Indonesia, mengingat pada dekade 1940 – 1960an bus – bus merk Amerika seperti Dodge dan Chevrolet merupakan raja jalanan di Indonesia, namun memasuki dekade 70an bus bus bensin Amerika mulai menghilang tergusur bus diesel buatan Jerman dan Jepang, apalagi pada era milenial ini , mencari bus buatan Amerika seperti mencari jarum di tumpukan Jerami, karena memang sangat langka.

Namun meskipun langka bukan berarti tidak ada Bus Amerika modern di Indonesia, karena ternyata Universitas Advent Indonesia (UNAI) masih mempunyai dua unit bus International Navistar, awal mula kedatangan bis ini ke Indonesia karena pada tahun itu pihak UNAI kekurangan armada untuk antar-jemput perawat. Akhirnya Pak Yusuf, kepala bagian otomotif mengajukan bantuan ke mantan rektor UNAI yang berada di Amerika, Kebetulan beliau mantan rektor UNAI dekat dengan salah satu pejabat militer di Amerika, akhirnya pada tahun 1999 dan tahun 2000 masuklah Bus International Navistar yg didatangkan dari pangkalan militer Amerika di Jepang,

Unit bus Navistar milik Universitas Advent Indonesia (UNAI), bukanlah barang baru , karena bus ini dibuat tahun 1990 dan baru dikirim ke Indonesia tahun 1999, sebelumnya bus ini digunakan sebagai bus operasional tentara Amerika di Jepang

Untuk tipe bus yang masuk adalah International Navistar Schoolmaster 3800, bus ini memang didesain khusus sebagai bus sekolah terlihat dari namanya “Schoolmaster” , Untuk dapur pacunya bus ini menggunakan mesin Turbo Diesel DT466E, dengan konfigurasi 6 silinder iniline berkapasitas 6000 cc tenaga maksimal dari mesin ini adalah 170 hp , tenaga dari mesin kemudian diteruskan ke roda via transmisi Allison MT643 4-speed automatic

Bis ini masih menggunakan AC gantung dengan blower AC terletak di bawah body bagian belakang. Tanki solar juga ada dua, satu untuk solar mesin dan satu lagi untuk AC. Namun saat ini AC sudah mati, karena radiator AC keropos dan tidak dapat ditangani lagi, selain AC yang sudah mati bus Navistar ini juga sudah mendapat modifikasi pada kaki kaki depan menggunakan milik mercy, karena rem aslinya kurang pakem, sehingga diubah dengan kaki milik mercy. Sementara kaki aslinya disimpan.

Sumber : Milis BMC

BACA JUGA :

Spesies Bus Langka di Indonesia, Mercedes Benz OH 1829

Spesies Bus Langka Di Indonesia , Mercedes Benz OH 1634 L Megatrend

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes Benz OH 1632 V6

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes Benz OH 1725

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes – Benz Vario 815D 4×4 

Spesies Bus Langka di Indonesia , MAN 18.310 HOCL

Bus International Navistar milik UNAI ketika dibawa Jamnas BMC 2018. Dok Wahyu Gss

0

Mengenal Truck dan Bus Mazda T4000 , Sedikit Jumlahnya Bukan Berarti Tak Ada

Truk Mazda T4000. Dok Izmael Beanmael

awansan.com – pembaca yang budiman, Kiprah Mazda di segmen Light Truck Indonesia sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 70 -80an, dengan masuknya Light Truck Mazda E2700 pada awal tahun 70an, kemudian dilanjut dengan Mazda E3000 yang masuk tahun 1978, namun sayangnya karena tidak didukung jaringan dealer yang baik kedua truk tersebut penjualannya tidak terlalu moncer.

Memasuki era 90an, Mazda berusaha kembali merangsek pasar light truck di Indonesia, pada tahun 1992 mulailah masuk unit  Mazda T4000 dan Mazda T3500 yang diimpor oleh PT Unicor Prima, baik Mazda T4000 (GVW 7,5 Ton) maupun Mazda T3500 (GVW 7Ton) keduanya sudah menggunakan kabin jenis widecab, Saat itu, di pasar lokal, hanya truk ini yg menggunakan sudah menggunakan kabin wide cab,  perbedaannya hanya di emblem, dimana hanya T4000 yg ada emblem nya. .

Untuk urusan dapur pacu, Mazda T3500 ditenagai oleh mesin Diesel SL, dengan konfigurasi 4 silinder iniline berkapasitas  3455cc, tenaga maksimum dari mesin ini adalah 105ps, sedangkan torsi maksimalnya 245nm, sebagai penerus daya digunakan kopling plat tunggal berukuran 260 mm, sedangkan transmisinya manual 5 speed, tetapi memiliki sub transmission (Hi dan Lo), sehingga total mempunyai 10 speed.

Sedangkan Untuk mazda T4000 dibekali dengan mesin yang lebih bertenaga tipe TF , konfigurasinya sama 4 silinder iniline, tapi dengan kapasitas lebih besar mencapai 4021cc, tenaga maksimalnya adalah 120ps, sedangkan torsi maksimalnya 284nm, sama seperti Mazda T3500, mazda T4000 juga memiliki transmisi 5 percepatan maju, dengan “sub transmission”. Hanya saja koplingnya lebih besar dengan  275mm untuk T4000.

Dibandingkan dengan light truck lain yang beredar di era 90an, sebetulnya Mazda T4000 dan T3500 memiliki banyak kelebihan, kelebihan Pertama berada di jenis kabin, dimana kedua truk mazda ini sudah menggunakan kabin Berjenis Widecap yang lebih lebar dari kabin light truck lainnya, kabin mazda juga sudah dilengkapi dengan fitur Tilt Cab, sehingga lebih memudahkan dalam perawatan mesin, fitur lain dalam kabin mazda adalah adanya blower sirkulasi udara kabin, panel ventilasi atap, foot rest, power steering, hingga fluid-rubber cabin mounting yg berfungsi ganda sebagai peredam getaran, Untuk memudahkan manuver dua truk mazda ini juga sudah dilengkapi dengan power steering sebagai kelengkapan standarnya.

Kelebihan kedua adalah adanya “sub transmission” , dimana truk ini seperti memiliki dual gear ratio, rendah dan tinggi. Tak heran, jika di luar negeri, bnyk di-iklankan dgn embel2 “10-speed”. Sedangkan kelebihan ketiga terletak pada chasisnya yang sangat kuat, fyi Mazda T4000 dan T3500 menggunakan chasis tipe “box side members” yg memiliki ukuran depth 200mm, chasis yg masih ditunjang dengan penguat dalam dgn depth 192mm.

Sayangnya, truk ini tidak sukses dipasarkan di Indonesia, tentunya ini tak lepas dari jeringan Dealer mazda yang masih sedikit, belum sebanyak pesaing- pesaingnya,  Untuk customer perseorangan  terhitung hanya sedikit, sedangkan Untuk customer fleet, banyak digunakan oleh Indomarco untuk kendaraan operasionalnya, Tapi semenjak Indomarco mengakhiri operasionalnya bertahap sejak tahun 2005 hingga th 2011, bnyk truk mazda T4000  ini yang kemudian dibeli oleh perorangan dan kini populasi terbanyaknya berada di kota/kab Malang, utamanya sebagai angkutan tebu ketika musim giling.

Selain versi truk ada juga T4000 versi yang  banyak digunakan oleh Blue Bird Group, beberapa Bus Mazda T4000 juga dimilik oleh Po Bus lain dan Instansi Pemerintah, namun memang sulit ditemui karena populasinya yang sedikit.

source : Fb Ranger Giga , Sejarah Transportasi

2

Mengenal Mercedes Benz O 319 D , Minibus Mercedes Pertama di Indonesia

Minibus Mercedes Benz O319 Dinas TNI

awansan.com – Adanya event Internasional Asian Games dan Ganefo di era 60an betul betul terasa pengaruhnya dalam dunia transportasi darat indonesia, karena berkat dua event tersebut, pemerintah Indonesia kemudian mendatangkan ribuan kendaraan dari luar negeri untuk akomodasi atlet dan official.

Beberapa tipe kendaraankomersial yang di datangkan untuk dua event tersebut adalah bus Robur Lo 2500 , Ikarus , Bus Mercedes Benz O321, dan Bemo. Setelah event selesai, banyak bus bus tersebut kemudian di kelola oleh PPD sebagai bus kota, memperkuat armada Bus Leyland dan Dodge yang telah eksis sebelumnya, sebagian lagi ada yang jatuh ke tangan swasta dan dioperasikan sebagai bus akap dan akdp.

Namun ternyata ada satu kendaraan banyak luput dari perhatian publik , yaitu Mercedes – Benz O319 Minibus, padahal jumlah yang di datangkan cukup banyak hloo, mencapai 500an unit.

Mercedes Benz O 319 sendiri merupakan minibus yang dibagun beradsarkan chasis Mercedes L319 (minivan), karena basisnya memang kendaraan komersial maka tak heran meskiun ukurannya tergolong mini dengan panjang hanya sekitar 4,8 meter, tetapi minibus ini mampu membawa penumpang hingga 18 penumpang.

Untuk sektor dapur pacu, Mercedes O 319 ditenagai oleh mesin diesel OM636 yang diambil dari sedan Mercy C180D , dengan konfigurasi 4 silinder inline 1800cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 45 hp. Tenaga dari mesin kemudian disalurkan kegardan belakang melalui transmisi manual 4 percepatan, uniknya lagi tongkat persnelling ada di bawah setir seperti model Colt T120.

Minibus Mercedes 0 319 D di Event Jakarta Fair 1969 . Dok Tropen Museum

Untuk pasar Indonesia bus ini masuk melalui PT Permorin yang saat itu memang importir Mercedes di Indonesia, setelah event Ganefo selesai , kemudian banyak bus ini yang dijual ke masyarakat umum, sebagian lagi kemudian berlaih ke berbagai Instansi pemerintah sebagai kendaraan operasional dinas .

Meskipun didatangkan tahun 60an, namun ternyata masa pakai minibus ini cukup lama, tercatat bus ini menjadi cikal bakal Metromini sebagai angkutan kota Jakarta dengan rute Lapangan Banteng – Kemayoran/Bendungan Djago , setelah metromini diremajakan dengan bus medium 3/4 pada tahun 70an, akhirnya banyak minibus Mercy O 319 D kemudian tergusur trayeknya ke pinggiran Jakarta (Cikarang -Karawang) , dan beroperasi hingga awal tahun 2000an, kemudian setelah itu menghilang.

Sayang sekali dari ratusan unit yang pernah masuk Indonesia, hanya sedikit dari minibus pertama mercy ini yang selamat, karena termakan umur banyak yang akhirnya ngejogrok dan menghilang, hanya tinggal beberapa unit saja yang terawat dengan baik di tangan kolektor.

Baca Juga, Serial Bus Lawas di Indonesia :

Mengenal Mercedes Benz O321 H , Pelopor Bus Modern di Indonesia

Sejarah Bus Robur , Bus Kota Jakarta era Orde Lama

Sejarah Bus Ikarus , Bus Hungaria Yang Pernah Mewarnai Jalanan Jakarta

Sejarah Leyland Tiger Cub , Bus Persahabatan Indonesia dan Australia

Sejarah Leyland Comet , Cikal Bakal PPD dari Benua Australia

Sejarah Leyland Titan , Bus Tingkat Pertama di Indonesia

Sejarah Leyland Atlantean , Bus Tingkat Generasi Kedua di Indonesia

Sejarah Bus Dodge di Indonesia , Warisan Amerika di Tanah Indonesia

Sejarah Bus Fargo, Bus Diesel Pertama Amerika di Indonesia

Sejarah Bus Chevrolet di Indonesia, Bus Tangguh Penakluk Pegunungan Sumatera

Sejarah Bus Ford di Indonesia , Dari Ford D series Hingga Ford Metsec

Sejarah Volvo Ailsa B55 , Bus Tingkat Volvo Pertama di Indonesia

Sejarah Bus Tata LP 1210 , Bus Kota India Andalan Damri era 80an

Menelusuri Jejak Sejarah Bus Gandeng di Indonesia