Category Archives: Trip Report

Ke Jakarta Bersama Ramayana Seri H, Pelan Pelan Menghanyutkan

Ramayana Seri H . Dok pribadi

awansan.com – Pembaca yang budiman, setelah cukup lama vakum touring jarak jauh, Alhamdulillah kali ini awansan kembali diberi kesempatan ngaspal naik si tayo, ngaspal kali ini dalam rangka menghadiri undangan dari United Tractor, ATPM Scania di Indonesia . Nah karena awansan ada di Temanggung maka untuk kesana mesti ngebis dulu hahaha.

Rencana awal sih awansan bakal naik Po Handoyo dari Temanggung kemudian langsung turun Pulogebang, lanjut naik busway ke United Tractor Cakung , namun ternyata para jurnalis yang hari itu liputan, bakal berangkat bareng dari pancoran, ya sudah akhirnya awansan putuskan ke depok dulu saja, karena di sana awansan punya teman dan saudara yang bisa digunakan untuk transit, baru lanjut ke pancoran untuk berangkat bareng ke United Tractor.

Sabtu , 30 Maret 2019
Dan perburuan tiket pun dimulai, sore itu awansan ke Teminal Secang buat lihat – lihat harga tiket, sekaligus ngajak istri jalan jalan, biasa kalau mau ditinggal jauh mesti minta jalan – jalan dulu. Muter muter dulu lihat bus kemudian baru tanya – tanya ke agen, Ketika sampai loket Ramayana iseng tanya hotseat masih ada atau nggak buat tanggal 1 April, Alhamdulillah masih ada hotseat no 4, langsung awansan dp buat amankan kursinya.

Senin, 1 April 2019
Hari yang ditungu – tunggu pun tiba, setelah jam ngajar selesai, awansan langsung siap – siap, sholat ashar kemudian bablas ke terminal secang naik bus Cebong Jaya, dasar jam mepet bus nya pun nebut nggak karuan, walhasil jam 16.00 awansan sudah sampai di termi8nal Secang.

Celingak – celinguk armada yang dinanti masih belum ada, baru ada gerombolan Murni Jaya yang ssat itu memang betul betul memenuhi Terminal Secang, mumpung masih ada waktu, awansan manfaatkan untuk charge hp di agen Ramayana.

Murni Jaya . Dok Pribadi
Duo Handoyo . Dok Pribadi

Setelah Murni Jaya berlalu,kini giliran gerombolan Handoyo yang memenuhi Terminal Secang, sebetulnya awansan ngincer armada yang kuning itu wkwkwk, tapi gpp lah, semoga besok lain kesempatan bisa ngicipin Handoyo.

40 menit menunggu akhirnya armada Ramayana pun tiba, oh ya awansan dapat armada Seri H ( Jogja – Bogor) degan harga tiket 170k (non service makan). FYI Ramayana seri H ini merupakan bus kelas VIP dengan Fasilitas : Seat 2 – 2 Total 34 Seat, Reclining seat, AC, Audio, Video, Toilet, Selimut, dan Snack 1x .

Pandangan Luas Tanpa Topi

Pertama melihat awansan kira bakal dapet chasis Mercy King seperti Ramayana Seri D yang kemarin awansan naiki, lha lambang mercy nya gede banget, tapi begitu masuk ternyata chasisnya Hino RK8, jiah Hino Berbulu Mercy ternyata πŸ˜† ,

Untuk bodynya sendiri, armada ini menggunakan model Ventura buatan Morodadi Prima, joss nih masih dapet body lawas yang nggak pakai topi topian, jadi sepanjang jalan bisa puas menikmati pemandangan, nggak sia sia beli tiket hotseat. Meskipun body lawas , namun rasanya masih sangat kokoh, khas morodadi prima, di jalanan sangat senyap mimim bunnyi glodakan atau gemradak seperti lazimnya body lawas.

Sayangnya karena dapat tempat di belakang sopir, legroomnya jadi sempit nggak bisa buat selonjoran, padahal baris kedua kebelakang legroomnya lega banget .

Jalur Secang – Ambarawa

Sekitar pukul 05.00 bus pun diberangkatkan dari Terminal Secang, dan seperti biasa bus ini minim aksi aksi menegangkan sepanjang jalanan, sepanjang trek Secang – Ambarawa yang berliku bus dijalankan dengan santai saja, seakan tidak dikejar waktu. Sayang banget potensi RK8 nya tidak dikeluarkan secara maksimal, sopir lebih memilih bermain di rpm aman, yang awansan salut adalah pernya yang empuk dan tidak ada suara kriyet kriyet, padahal ini masih pakai leafspring lho πŸ˜€ .

Di Ambarawa bus sempat masuk terminal untuk memasukkan beberapa penumpang tambahan, okupansi penumpang saat itu cukup baik , terlihat sekitar 75% kursi penumpang terisi , perjalanan pun berlanjut via kota Ambarawa menuju Bawen, tidak masuk terminal tapi langsung bablas ke GT Bawen.

Ngejoss di Tol

Masuk Tol Bawen mulai dah ketemu sama bus malam lain tujuan Jakarta, lumayan lah ada teman lari di tol, pedal gas pun mulai diinjak lebih dalam, terlihat di speedometer kecepatannya stabil di kisaran 80 – 100 km/j, tidak pernah lebih, karena ngantuk awansan tinggal tidur saja, dan bangun bangun sudah sampai RM Gerbang Elok Gringsing, waktu menunjukkan pukul 19.00 , yang berarti dari Terminal Secang hingga Gringsing ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja.

Di Gerbang Elok bus berhenti cukup lama, awansan sempatkan buat sholat dan makan, berhubung tidak ada servis makan maka beli soto sendiri di RM ini, Harganya sih standar 15.000, porsinya tidak terlalu banyak tapi cukup lah buat ganjal perut sampai besok pagi, apalagi kondisi saat itu sedang hujan sehingga paling cocok memang makan yang berkuah panas dan pedas πŸ˜€ .

Barisan Ramayana di Gerbang Elok

Pukul 19.00 bus diberangkatkan kembali, perkiraan awal balik masuk tol ternyata tidak, pemanah muntilan ini malah bablas ke arah batang via tanjakan plelen lama, masih dengan style wolesnya , sampai sampai dibalap oleh rekan sekandang Ramayana E3 yang kemudian langsung menghilang tak kelihatan. Padahal E3 ini berangkat paling terakhir dari RM Gerbang Elok. Kapan kapan kalau ada duit kayaknya E3 ini perlu dicoba juga πŸ˜† .

Style mengemudi yang woles, ac yang dingin dingin dan perut kenyang membuat kantuk awansan tak tertahankan, sempat terbangun sebentar sudah masuk GT Palimanan, lirik speedometer masih setia dengan kec 100 km/j, pasrah saja deh ketika harus diasapi gerombolan bus muriaan seperti Haryanto, Nusantara, Bejeu dll.

Namun meskipun begitu ternyata bus ini masih mampu mengovertake beberapa unit Sinar Jaya, Dewi Sri, dan Murni Jaya .. Jiah kirain Ramayana udah paling lelet, ternyata ada yang lebih lelet lagi πŸ˜† .

Memasuki kawasan Cikarang, nampak kemacetan panjang sudah menanti, well efek proyek Tol Elevated ini memang dahsyat, pagi buta kayak gini aja macetnya panjang bener, dan Ramayana pun kemudian ikut berjibaku, dusel sana dusel sini agar bisa cepat lepas dari kemacetan.

Untungny sopir cepat tanggap, begitu masuk daerah Bekasi, bus langsung diarahkan keluar tol, kemudian mengambil jalur bawah Via Pekayon dan Jatiasih, keputusan yang tepat karena jalannya lancar jaya πŸ˜† , nampak di depan juga ada satu sinar jaya yang juga lewat jalur ini, kemudian dua bus ini konvoi bersama hingga kembali masuk toll Jor, sebetulnya awansan ingin turun di pal depok, tapi teryata bus sudah tidak boleh lewat pal lagi, akhirnya awansan memutuskan turun di Alfamidi Juanda .

Lihat jam ternyata masih pukul 03.00 pagi, kena macet aja sampai sini masih jam segini, nggak kebayang kalau lancar mungkin jam dua sudah nyampe, meskipun kerasa pelan tapi ternyata Ramayana Seri H ini cepet juga sampai di tujuan πŸ˜€ ,

dengan demikian maka berakhirlan touring kali ini, thanks for reading and see you next time πŸ˜€

Trip Singkat with Scania K124iB milik Po Nusantara

Scania di Jalur Pemberangkatan

awansan.com – Dear pembaca semua, trayek Jogja – Semarang merupakan salah satu trayek yang cukup gemuk di bagian tengah pulau Jawa, arus penumpang antar dua kota propinsi ini cukup tinggi, utamanya kaum mahasiswa dan kaum perkerja, namun seiring berjalannya waktu ternyata terjadi pergeseran selera, jika dulu bus bumel menjadi primadona dengan jadwal yang sangat rapat, kini penumpang lebih memilih bus patas yang dianggap lebih nyaman dan lebih cepat, toh selisihnya ongkos untuk Jogja – Semarang juga cuman sedikit.

Continue reading

Nyobain Po Dicky Putra, Bus Banter di Jalur Solo – Wonosobo – Purwokerto

Po Dicky Putra

awansan.com – Dear pembaca semua, trip report ini merupakan lanjutan dari trip meteran awansan kemarin (Jogja – Solo), ketertarikan awansan pada po ini sebetulnya sudah terpendam sejak lama, karena awansan sering berpapasan dengan po ini ketika sedang mosak masik di Jalur Wonosobo – Temanggung, padahal biasanya bus besar di daerah ini lelet semua, dalam hati sudah berniat suatu hari harus cobain po ini, dan alhamdulillah kini kesempatan tersebut datang juga.

Continue reading

Trip Meteran Pengobat Rindu, Ngebis Jogja – Solo with Po Mira

awansan.com – Dear pembaca semua, setelah berbulan bulan vakum ngebis, akhirnya kesempatan touring ngebis datang juga, sebetulnya liburan ini awansan dan istri sudah mencanangkan bakal ngebis jarak jauh ke Surabaya/Jakarta, persiapan sudah sangat matang bahkan awansan sudah menimbun poin redbus dalam jumlah yg cukup banyak buat tiket PP.

Namun manusia hanya bisa berencana tapi Allah lah yang mempunyai kuasa, karena ternyata setelah sekian lama menunggu, liburan ini alhamdulillah istri awansan hamil juga, dengan keadaan hamil muda tentunya istri rawan kecapekan jika harus berhari – hari touring luar kota, kalau pun awansan berangkat sendiri juga tidak tega meninggalkan istri sendirian di rumah berhari – hari dlm keadaan spt itu.

Continue reading

Touring Pendek Jogja – Magelang With Po Eka, Murah Meriah Mantabh

awansan.com – Dear pembaca semua bisa dibilang touring ngebis kali ini dadakan, sebetulnya awansan pengen naik motor aja ke Jogja, tapi berhubung badan lagi agak masuk angin, maka beralih ke Moda transportasi bus 😁, yah anggap aja touring selingan 😎. Awansan sendiri harus ke Jogja untuk menghadiri pernikahan salah satu temen baik awb di daerah Dongkelan, kebetulan nih tempatnya pinggir ring road Jogja.
Minggu, 22 Juli 2018
Berangkat dr rumah naik motor sekitar pukul 09.45, jalan pelan bin woles, karena udara di Temanggung lagi dingin dinginnya 😥, sempat mampir di Rumah Makan Suroboyo untuk mengisi perut yang mmg sudah keroncongan.. Perut kenyang jalan lagi, dan Alhamdulillah sampai daerah terminal Magelang pukul 11.00.. Langsung titipin motor kemudian menyeberang masuk terminal.
Continue reading

Mengobati Kerinduan, Touring Bismania Dari Jakarta ke Jogja Bersama PO Ramayana


awansan.com – Setelah sekian lama tidak touring ngebis, Alhamdulillah pada libur lebaran kali ini awansan berkesempatan untuk touring jarak jauh lagi, pada rute kali ini sebetulnya awansan sudah mengincar armada Po Putera Mulya , namun ternyata malah sudah dibelikan tiket Po Ramayana oleh pakde awansan, ya sudah nikmatin aja toh tiket gratis juga hehehe.
Bagi awansan sih  yang penting touring apapun bisnya πŸ˜€ , setahu awansan Bus Ramayana juga cukup recomended kok, sekalian nistalgia karena dulu tahun 2000an juga pernah naik bus ini untuk rute Jogja -Jakarta PP
Kamis, 28 Juni 2018
Semenjak pagi awansan sudah nggak konsen di rumah, penasaran nanti dapat armada apa dan seat berapa karena tiket dibelikan pakde, pukul 14.00 kita sudah standby di agen Pal Depok, info dari agen bus akan berangkat jam 14.15, dag dig dug nungguin dan akhirnya pukul 14.30 bus yang ditunggu datang juga, molor 30 menit dari jadwal .
Dari kejauhan nampak sesosok Ramayana mendekat, Alhamdulillah dapat Armada Ramayana Seri D berbody Morodadi Prima, bagi yang belum tahu Ramayana seri D ini mempunyai trayek Bogor – Kp Rambutan – Jogja, kapasitas 40 seat + selimut, bus ini juga  dilengkapi dengan fasilitas toilet, harga tiketnya juga  cukup murah cukup 150k saja, dan surprisenya lagi ternyata awb dan istri mendapat hotseat di depan, josss tenan.

Jalanan Kota Depok

Dari Pal Depok bus pun kemudian putar arah ke Tol JORR, dengan kondisi jalan jalan sore itu cukup ramai lancar, karena tidak ada penumpang yang masuk dari terminal Kp Rambutan jadinya Ramayana ini  langsung bablas terus.
Sedikit melirik ke kokpit dan nampaklah setir tampah khas Mercy lawas entah tipe king/cooler , dan memang inilah chasis yang awansan rindukan, empuknya chasis Mercy lawas berpadu dengan body Morodadi Prima, pandangan luas ke depan tanpa terhalang topi – topian, shock empuk body anteb, well sungguh suatu perpaduan yang sempurna, Keunggulan lain dari body lawas seperti ini seatnya masih menggunakan cover beludru yang menurut awansan lebih nyaman daripada cover kekinian, bahan beludru ini rasanya adem buat didudukin selama perjalanan jauh.
Oleh sopir pinggir bus dijalankan dengan woles sepanjang jalan Tol JORR, harap maklum Ramayana menganut sistem solar jatah yang membuat sopir tidak bisa menginjak gas semaunya 😂😂, beda dengan Po Lain yang solar corr, bagi awansan sih tak masalah karena malah bisa menikmati perjalanan, kalau kenceng kenceng ntar sampai jogja malah kepagian πŸ˜† , Sempat juga iring iringan dengan Po Raya yang sama sama setia pakai chasis mercy lawas, sesama simbah simbah emang akur wkwkkw. 

iring iringan dengan Raya

Ketika memasuki daerah Cikarang, jalan mulai macet karena barengan dengan jam pulang kantor, Bus juga sempat berhenti di agen pom bensin Cikarang untuk menaikkan beberapa penumpang lagi, Bus kembali masuk ke Toll dan langsung disambut kemacetan, mau gimana lagi nikmatin ajaaa kemacetannya πŸ˜† . 

Macet di Tol JORR

Lepas dari kemacetan bus kembali dipacu santai sepanjang Tol Cipali, sempat bertemu dengan banyak bus bus artis yang selama ini hanya lihat di Youtube seperti Setia Negara Alfarruq, Lorena Double Decker, Harapan Jaya Double Decker dll. 
Pukul 20.00 akhirnya bus tiba di RM Kedung Roso Brebes untuk istirahat pertama dan service makan,  disana juga sudah parkir Ramayana Seri E (Executive) yang juga bertujuan Jogja.

Armada Ramayana di RM Kedungroso

Karena ini kelas patas maka makan bayar sendiri, meskipun agak mahal tapi gpp daripada kelaparan selama perjalanan, awansan cuman ambil nasi dan sayur habis 23.000 , tak lupa sekalian jamak sholat Maghrib dan Isyak di Masjid rumah makan.
Bus kembali diberangkatan pada pukul 20.30 oleh sopir utama, dari penampilannya sih ini sopir senior 😁 terlihat dari penampilannya yang rapi dengan  baju dimasukkan celana dan topi merah, baru beberapa menit jalan eh kernet dan sopir pinggir mundur ke kandang macan, ya udah awansan maju aja ke kursi CD untuk menikmati jalan sekaligus nemenin pak sopir.
Di tangan sopir kedua ini baru mulai keluar tabiat aslinya bus Ramayana, dimana bus dijalankan cukup kencang namun tetap nyaman, pembawaan sopirnya aluss khas sopir senior. Bus dijalankan dengan kecepatan konstan dan jarang menginjak rem, Selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depan, tidak terlalu mosak masik tapi pintar mencari celah kosong..

Take Off dari RM Kedungroso

Dari obrolan sopir baru ketahuan jika bus ini menggunakan chasis Mercy OH 1518 King langsiran 1997, meskipun chasis tua, tetapi dengan cerdiknya sopir ini berhasil menempel bus bus kencang nan mosak masik seperti Po Haryanto dan Sudiro Tungga Jaya yang menggunakan chasis bus Jauh lebih muda dan bertenaga, bahkan bus tua ini berhasil beberapa kali mencentang bus bus tersebut.
Urusan top speed dan akselerasi memang tidak imbang, tetapi disinilah pengalaman yang berbicara, dimana sopir sudah menyatu dengan bus sehingga sudah tahu celah yang bisa dimanfaatkan, dan juga batas kemampuan bus yang dibawa.
Sopir juga bercerita banyak ttg pengalaman beliau yang juga pernah menjadi driver Ramayana line Sumatra, tentang teknik menyetir bus agar penumpang nyaman dan juga ttg karakteristik chasis bus Mercy dan Hino, bahkan memberikan rekomendasi armada – armada bus yang banter.
Pertarungan masih terus berlanjut hingga akhirnya bus berhenti untuk istirahat kedua di gringsing, disini awansan sempatkan keluar sebentar untuk sedikit meregangkan badan dan memotret bus yang saat itu sedang istirahat bersama, setelah istirahat kedua  sopir utama kembali undur diri, kemudi pun kembali ke sopir pinggir.

Istirahat di Gringsing

Pukul 23.30 bus kembali diberangkatkan, berpisah dengan teman temannya seri lain yang bablas via Semarang, armada ini melewati jalur Weleri – Sukorejo yang terkenal dengan medan ekstrimnya karena jalur ini penuh dengan tanjakan panjang dan tikungan tajam, awansan sangat menikmati jalur ini, mendengarkan raungan mesin dan juga melihat kepiawaian sopir dalam melahap semua tikungan curam yang ada. Meskipun di beberapa tanjakan harus memakai gigi 1 dan 2, pelan tapi pasti Ramayana tua ini berhasil menaklukan semua medan di rute tersebut.
Pukul 01.00 bus sempat berhenti di Bejen untuk menurunkan penumpang, dan bus kembali dihadapkan dengan medan Tanjakan panjang di Rujak Asem kemudian menyusul juga tikungan tikungan maut hingga daerah Muntung. Selanjutnya jalan cenderung lurus lurus saja hingga ke Jogja.
Dan akhirnya pada pukul 03. 30 bus memasuki terminal Giwangan Yogyakarta, awansan kemudian segera ke masjid untuk istirahat sambil nunggu jemputan, mantaaap lah meskipun armada tua tapi bisa sampe Jogja pagi begini, padahal jalannya kehitung woless lhoo, kalau kenceng bukan tidak mungkin masuk Jogja jam 2- 3 pagi . dengan begitu maka berakhirlah touring kali ini 😁, thanks for reading and see you next time 😁 .

Touring Jarak Pendek bersama Bus Sumber Waras ATB Jurusan Semarang – Jogja


awansan.com – Assalaamualaikum bro sist, beberapa waktu yang lalu awb mendapat kesempatan untuk kembali nyobain Bus Sumber Waras ATB ( AC Tarif Biasa) jurusan Jogja – Semarang. FYI Jumlah armada ATB milik sumber waras cukup banyak, dan sebagian besar merupakan eks armada parwis dan line Sumatranan. 
awansan sendiri naik bus ini dari Kota Secang Magelang, waktu itu sekitar pukul 06.40 pagi kalo tidak salah.. Sebetulnya awansan ngincer armada yg berangkat jam 06.30 tapi mlh ketinggalan 😂😂, maka ketika armada ini parkir langsung full diserbu penumpang.
Pukul 06.50 bus meninggalkan Kota Secang, okupansi penumpang cukup baik, nampak semua kursi terisi penuh.. Dan baru sampai Bedono saja bus sudah berubah jadi penuh sesak, dimana jumlah penumpang yang berdiri sama dengan jumlah penumpang yang duduk, wah panenn tenan ini kondekturnya 😂😂.
Meskipun berlahan namun bus ini masih kuat melahap tanjakan dfan tikungan sepanjang jalur Bedono – Ambarawa, tidak terlalu mosak masik memang bahkan cenderung jalannya woles hingga daerah sukun, Bus baru dijlankan dengan sekencang kencang nya ketika sudah tol arah Terboyo.
Impresi awansan dengan bus ini cukup baik, busnya terbilang masih bagus dan haluss, meskipun mercy tua tapi masih perkasa.. Joknya berbahan kain  beludru sehingga tidak panas di bokong, nyaman lah pokoknya…
Hanya saja AC tidak terlalu dingin, lebih terasa seperti angin sepoi sepoi 😂, tapi Ac seperti ini cocok untuk anda yang tidak kuat dingin, jadi di dalam bus tidak sumuk, tapi juga tidak kedinginan.
Ongkos bus pun Standar, dari Secang – Terboyo cukup bayar 15.000 saja 😁, well bagi anda yang ingin bepergian ke arah Semarang/Jogja bus ini cukup recomended.
Thanks for reading, and see you next time 😜
Wassalaamualaikum

Antara benci dan Butuh, Kisah 4,5 Jam Perjalanan bersama Bus Maju Makmur,

Maju Makmur “Wulandari”, gambar nyomot google

awansan.com – Assalaamualaikum bro sist, bagi anda yang berdomisili di sepanjang Jalur Semarang – Wonosobo – Purwokerto tentunya sudah tidak asing dengan bus yang satu ini, salah satu bus legendaris yang masih mampu bertahan di trayek ini, meskipunΒ  hampir seluruh busnya merupakan armada tua yang sudah dalam kondisi memprihatinkan, bahkan menurut awbΒ  sudah saatnya dipensiunkan dan diremajakan dengan bus yang lebih baik kondisinya. Continue reading

Nostalgia Bus Mercy Lawas, Trip Meteran Yogyakarta – Magelang With Po Sumber Waras ATB

awansan.com – Meskipun bagi sebagian orang dianggap aneh, tapi awb menikmati sekali hobi ini (bis bisan), mungkin ada sangkut pautnya dengan masa kecil awb dulu yang memang sering dibawa orang tua bolak balik Temanggung- Yogyakarta naik bis.. awb jadi senang menikmati suara mesin, siulan turbo, bahkan ayunan suspensi per daun yang terasa menina bobokkan πŸ˜€ di sepanjang perjlanan,  Jujur aja awb paling demen dengan bus mercy tua dengan mesin belakang seri OH , Baik itu OH 1113 (prima), OH 1518 (king), maupun OH 1521 (intercooler).

Terminal Jombor, 28 Desember 2016
Waktu itu awb sudah berdiri di depan agen Nusantara Jombor, bersiap menebus tiket bus kelas patas tujuan ke Magelang, Seekor Nusantara yang parkir di depan agen pun nampak gagah menunggu penumpang, lambang burung griffin swedia di moncong bus seakan menegaskan supremasi bus kelas premium, yeah its not just a bus, Its SCANIA bus :D.. pucuk dicinta ulam tiba ini bus emang sudah awb incer lama hahaha..

Tapi tiba tiba pandangan itu buyar ketika perlahan lahan nampak Bus Sumber Waras Putra ATB berjuluk “Ken Arok” memasuki tempat ngetem bus ekonomi dengan lambang segitiga mercy yang nampak masih jelas terpampang di depan bus.. Hmmm awb langsung mafhum ini Mercy OH tahun tua mungkin sekitar tahun 1990an .. kalau diibaratkan cewek, bagi awb Bus Scania itu adalah cewek Berbaju Modis, Energik, dengan Muka Cantik full make up, Sedangkan Mercy OH Tua adalah nampak seperti Cewek berbaju Sederhana yang kalem tetapi dengan muka keibuan, tidak terlalu cantik tapi menenangkan kalau dipandang..

Okee skipp skipp ndak baper πŸ˜† .. kalau begini caranya sudah jelass, awb pilih yang kedua hahahaa.. toh lagi ndak diburu waktu juga jadi naik ekonomi gpp ..

Bus Sumber Waras Putra yang awb naiki merupakan bus eks pariwisata, yang kemudian buat ngelen, mulai beroperasi sekitar setahun belakangan ini dijadikan armada ATB ( Ac Tarif Biasa), alhamdulillah banget akhirnya trayek  Jogja-Semarang mulai ada bus ATB, karena sebelumnya bus jurusan ini hampir semuanya sumukk, sebetulnya tahun 2009-2010 Po Maju Lancar pernah juga menggulirkan bus jenis ATB di trayek ini, tetapi entah kenapa Maju lancar sekarang justru menghilang dari trayek Jogja- Semarang..

Ketika awb masuk nampak hot seat masih kosong, langsung awb kuasai, jok cukup nyaman lahh walau konfigurasi 2-3 .. Kursi  beludrunya empuk  dan ada leg rest nya , ndak kalah sama patas :D..

Awb lirik dashboard dan nampaklah setir tampah plus speedometer 3 bulatan, khas mercy lama :D, kalau awb tebak ini mercy prima/king .. Suara mesin terdengar menggeram halus di belakang, menyenangkan di dengar.

Sekitar 10 menit ngetem bus pun mulai dijalankan ke luar terminal jombor, pelan pelan sambil nyeser penumpang.. tapi kok awb krasa panas ya, padahal ini bus kan pake Ac, curi denger pembicaraan sopir dan kernet ternyata ac nya lagi trouble saudara saudaraa, heuuuu  pantesan  krasa angin tapi ndak kerasa dingin.. but its okay resiko naik bus ekonomi ya sumukk, awb sih berharap ac nya segera diperbaiki kembali, karena ini lah nilai plus dari sebuah bus ATB..

Selepas denggung bus mulai dipacu lumayan kencang, mesin  terdengar menggerung halus tapi sekarang ditambah siulan turboo yang makin nyaringg,  suara rem angin dan pneumatis gearshift mercy seakan tak mau kalah berganti , nguiiiing kluk kluk cess, bagi yang sering naik bus mercy pasti paham dengan suara ini 😀 , suspensi juga terasa empuk mengayun, bagi awb sih suspensi mercy tua macam ini salah satu yang paling nyaman, bahkan lebih nyaman dari bus bus yang lebih muda sepeti Hino RK8, Mercy Oh 1525, dan OH 1526.. yang bisa nandingin nyamannya bus mercy tua ya cuman Bus dengan air suspension 😀 , ini pendapat awb lhoo kalo punya pendapat lain juga bebas saja, tiap bokong orang punya selera sendiri sendiri masalah suspensi 😀 ..

Setelah 1,5 jam perjalanan akhirny awb mendarat juga di Terminal Magelang, nostalgia ini entah kenapa berasa cepat berlaluu, tapi setidaknya perjalanan yang singkat ini sudah mengobati kerinduan masa kecil awb akan bus yang halus dan nyaman.. the last Bye mercy tuaa se you next time ..

Nyobain Bus Patas Nusantara Jurusan Yogyakarta Semarang

image

awansan.com – Dear pembaca semua, Setelah sekian lama memendam keinginan, akhirnya awb kesampaian juga nyobain PO Nusantara jurusan Yogya-Semarang, well padahal udah pengen sejak 6-7 tahun lalu saat lihat Nusantara operasikan armada Scania di trayek ini.

Continue reading