0

Cafe On The Bus , Strategi Bertahan Bus Pariwisata di Era Pandemi

awansan.com – Tak bisa dipungkiri adanya pandemi Covid19 membuat segmen pariwisata di Indonesia terpukul, tak terkecuali pengusaha bus pariwisata yang kini harus memutar otak agar bisa bertahan di era pandemi karena mandeknya trip wisata.

Untuk menggeliatkan kembali dunia wisata, kini beberapa perusahaan bus pariwisata ber inovasi membuka layanan cafe on the bus, dimana kita bisa menikmati hidangan ringan seperti kopi dan cemilan sambil city tour menikmati kota, menggunakan bus pariwisata premium yang sudah dimodifikasi layaknya cafe, sehingga penumpang bisa lebih nyaman selama perjalanan.

Untuk saat ini cafe on the bus baru tersedia di kota – kota utama tujuan wisata seperti Malang, Wonosobo, Solo dan Yogyakarta dengan tarif rata rata Rp 50.000 untuk durasi satu jam city tour, beberapa perusahaan bus pariwisata yang busnya digunakan sebagai cafe on the bus adalah, Juragan 99 Trans (Malang), 27 Trans (Malang), Mata Trans (Solo), Duane Putra (Wonosobo), Bimo (Yogyakarta) dan Rejeki Transport (Yogyakarta)

0

Karoseri Tentrem Mulai Ekspor Bus Ke Kenya

venom

awansan.com – Sobat bismania kabar gembira kembali datang dari Industri Karoseri Indonesia, kali ini berasal dari salah satu Karoseri besar asal Kota Malang yaitu “Karoseri Tentrem” yang baru baru ini mengumumkan mengenai ekspor perdana mereka ke Kenya.

Dengan begitu Karoseri Tentrem enjadi karoseri keempat dari Indonesia yang berhasil menembus pasar ekspor setelah Karoseri GMM, Karoseri New Armada dan Karoseri Laksana

Unit Expor Medium Bus Isuzu NQR81 Body Venom

Persiapan ekspor bus ini sudah dilakukan sejak tahun 2018, dimana Karoseri Tentrem sudah berkunjung ke Kenya untuk melihat situasi dan kesiapan teknis kerjasama, bahkan Karoseri Tentrem juga melatih teknisi dari Kenya Coach Industries untuk merakit dan membuat bodi bus Venom

Unit yang akan dikirim oleh Karoseri tentrem ke Kenya adalah adalah medium bus Isuzu NQR81 dengan bodi model Venom, uniknya lagi bus tersebut dikirim dalam bentuk komponen terurai (CKD), bukan dalam bentuk utuh (CBU), setelah sampai di Kenya nantinya body kit venom ini akan dirakit oleh karoseri lokal “Kenya Coach Industries” .

Untuk ekspor tahap awal Karoseri Tentrem sudah siap mengirimkan 1 unit propotipe, dan kemudian menyusul 6 unit lain nya hingga akhir bulan Juni 2020.

0

Bus Toyota Buaya , Bus Normal Control Terakhir dari Toyota

awansan.com – Bus berchasis “Toyota” mungkin tidak terlalu populer di kalangan para pemerhati bis di masa kini, padahal sebetulnya Toyota mempunyai sejarah yang cukup panjang di dunia perbusan di Indonesia meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Bus Toyota Buaya muncul seiring populernya Truk Toyota di Indonesia, terutama Truk Toyota Buaya (DA 110) yang memang cukup banyak beredar di dekade 70 – 80an, dan memang sudah jamak pada zaman itu kalau chasis truck kemdudian banyak yang dikaroseri menjadi bus. Berbeda dengan versi truck yang dilengkapi kabin lengkap, Bus Toyota Buaya hanya berupa Chasis + Cowl depan saja seperti pada arsip di bawah ini, chasis dan cowl kemudian dibangun oleh Karoseri menjadi sebuah bentuk bus utuh.

Sama seperti tuk dan bus lain yang beredar di tahun 60 – 70an, Toyota Buaya masih meggunakan model normal control (berbonnet) layaknya bus – bus Amerika seperti Dodge, Chevrolet dan Fargo.

Chasis Toyota Buaya (Dok OBL)

Bus Toyota Buaya menggunakan mesin Diesel Seri D , dengan konfigurasi Inline 6 silinder berkapasitas 6494 cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal cukup besar hingga 130 ps (DA100) dan kemudian bertambah menjadi 140 ps (DA110 dan DA110H), keunggulan lain adalah sistem pembakaran indirect Injection, sehingga tidak terlalu peka dengan kualitas solar, Tenaga dari mesin kemudian diteruskan ke gardan via transmisi manual 5 percepatan.

Untuk ukuran chasis, sebetulnya bus Toyota Buaya ini berukuran lebih besar dari medium bus yang beredar dsaar ini, dengan wheelbase 4.1m yg saat itu bersaing dengan Isuzu TX, Nissan U780, dan Mercedes LP911 yg sama – sama memiliki format bodi normal control dgn wheelbase yg seukuran.

Sampai akhir masa produksinya, hanya beberapa po swasta yang pernah menggunakan bus chasis ini salah satunya adalah Po Safari Dharma Raya (OBL) , Pengguna terbanyak bus Toyota Buaya justru pemerintah yang saat itu banyak membagikan Bus Toyota Buaya ke berbagai Instansi, Kementrian, Institusi Pendidikan dan Perusahaan – Perusahaan Negara seperti PTPN, PLN, Pabrik Pupuk, Pabrik Gula dll.

Dan hebatnya lagi disaat banyak bus berbonet lain sudah banyak menghilang pada tahun 80an, Bus Toyota Buaya justru banyak yang masih aktif beroperasi hingga tahun 2000an, bahkan untuk versi truknya masih ada yang aktif hingga kini di beberapa pelabuhan dan pertambangan rakyat.

Bus Toyota Buaya (dok arfah af)
0

Tonggak Sejarah Penjualan Bharat Benz di Dunia

awansan.com – Daimler India Commercial Vehicles (DICV) baru baru ini telah mencapai tonggak sejarah penjualan pada periode kuarter pertama 2020. Hanya dalam waktu delapan tahun sejak mulai masa produksinya brand Bharat Benz telah berhasil menjual lebih dari 100,000 unit medium and heavy-duty truck di pasar domestik India, tidak hanya truk saja Bharat Benz juga berhasil menjual hingga 4500 bus untuk pasar domestik.

DICV merayakan pencapaian pentingnya di pasar ekspor. dimana sejak tahun 2012 telah berhasil mengekspor hingga 30,000 unit kendaraan dengan merk  BharatBenzMercedes-Benz, Freightliner dan FUSO ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia, beberapa produk Bharat Benz yang dijual di Indonesia adalah Fuso FJ Series, Mercedes Benz Axor series, dan juga Mercedes OF 917 Bus Chasis. Selain memproduksi kendaraan utuh DICV juga telah menyalurkan 130 juta part ke jaringan produksi pabrik Daimler Trucks sejak 2014.

0

Tembus Pasar Eropa , BYD Suplai 15 Unit Bus Elektrik ke Kota Madrid

awansan.com – Sebagai produsen Bus Elektrik terkemuka di Dunia, BYD seakan menunjukkan eksitensinya dengan memasok bus elektrik ke berbagai negara di dunia bahkan hingga menembus pasar Eropa yang selama ini menjadi kiblat bagi industri bus dunia.

Baru baru ini BYD telah mengirimkan 15 unit Bus Elektriknya untuk perusahaan EMT Madrid, perusahaan penyedia transportasi terbesar di Spanyol yang mengoperasikan hingga 2100 kendaraan. Bus yang dikirim ke Madrid adalah BYD tipe terbaru dengan penggerak 100% elektrik sehingga emisinya bisa ditekan sekecil mungkin, nantinya bus elektrik ini akan digunakan oleh EMT Madrid untuk rute 52 yang menghubungkan antara Puerta del Sol dan Santamarca.

0

Karoseri Tentrem Luncurkan Avante H7 Single Glass, Obat Rindu Para Pecinta Hotseat

awansan.com – Seolah jadi pengobat rindu, kemunculan Avante H7 single glass ini cukup menjadi perbincangan hangat di dunia maya oleh para penggemar bus, Avante H7 single glass seakan menjadi oase tersendiri terutama bagi kaum pecinta hotseat penikmat pemandangan jalan yang selama beberapa tahun belakangan ini sudah kenyang disuguhi bando sepanjang perjalanan

Secara desain bus pesanan PT Pertamina ini masih mempertahankan beberapa ciri khas Avante series, terlihat dari model lampu depan belakang yang masih sama, hanya saja untuk bagian sampingnya justru lebih kental dengan desain Scorpion X terutama di bagian selendangnya.

Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan Avante H7 Double glass, harus jujur diakui tampilan tipe Double glass terlihat lebih cakep dan gagah, namun untuk view dari dalam tentunya semua setuju tipe single glass jauh lebih mengasyikkan.

0

Trip Report Jogja – Bogor bersama Po Pahala Kencana, Woles Suoss Perpal

Pahala Kencana Jogja – Bogor

awansan.com – Masih di momen liburan Nataru kemarin, alhamdulillah awansan kembali berkesempatan untuk ngebis jarak jauh, tujuan awansan kali ini adalah silaturahmi ke salah satu kawan yang tinggal di Bogor, tiket baru awansan beli H-1 keberangkatan setelah awansan dapat kejelasan libur kerja, untuk trip kali ini ada beberapa kriteria bus yang awansan incar yaitu bus tidak bertopi, lewat jalur selatan dan harga tiket terjangkau 😀 .

Continue Reading
4

Trip Report Magelang – Jogja PP Bersama Po Sumber Waras (Medium Bus)

awansan.com – Trayek Jogja – Magelang – Semarang pernah menjadi salah satu trayek tergemuk di area Jawa Tengah – DIY , di kelas bumel puluhan po pun pernah bersaing di jalur ini dengan interval yang sangat rapat hanya 3 menitan, bisa dibayangkan betapa gemuk jalur ini pada waktu itu, mungkin sama gemuknya dengan Jalur Solo – Semarang yang juga legendaris.

Namun kini seiring berjalannya waktu penumpang bus bumel mulai sepi dan banyak penumpang beralih ke bus patas, po bus yang bermain di kelas bumel pun bertumbangan satu persatu hingga hanya menyisakan beberapa po saja yang mampu bertahan dengan Sumber Waras Group sebagai pemain utama, rendahnya tingkat okupansi juga memicu terjadinya pergeseran tren armada, dimana armada big bus perlahan digeser oleh armada medium bus yang lebih efisien dan sesuai dengan okupansi penumpangnya.

Continue Reading
10

Melirik Gagahnya Bus Buatan Karoseri Australia

awansan.com – Sobat busmania, bus buatan australia sebetulnya bukan hal asing bagi rakyat Indonesia karena sudah masuk Indonesia sejak dulu, tercatat 200 Leyland Comet dan 50 Leyland Tiger cub pernah wira wiri puluhan tahun di Indonesia dari tahun akhir dekade 1950an hingga tahun 1980an, kemudian pada tahun 90an masuk bus lagi Bus Volgreen untuk keperluan KTT Non Blok, dan setelah KTT pun bus ini masih banyak sliweran digunakan oleh Damri dan PPD sebagai angkutan kota, membuktikan bahwa kualitas body bus buatan Australia ini cukup jempolan.

Continue Reading
0

Melirik Patriot , Model Body Terbaru Lansiran Karoseri Morodadi Prima

awansan.com – Dibandingkan dengan model body lain buatan Morodadi Prima, bisa dibilang model “Patriot” adalah yang paling legendaris, tercatat model ini pertama kali keluar di akhir dekade 80an dengan desain body ala Banteng lansiran GMM (OH 306), kemudian pada tahun 1990an berevolusi menjadi “New Patriot” dengan style yang jauh lebih gagah dan elegan, dan saat itu sempat menjadi salah satu body termewah di masanya.

Dan kini di penghujung tahun 2019 nampaknya Morodadi berusaha membangkitkan kembali kejayaan “Patriot” dengan meluncurkan pembaharuan termutakhirnya, sesuai dengan pakem Morodadi “New Patriot” terkesan mewah dan elegan ala bus Eropa.

Bukan rahasia lagi jika banyak bus buatan Morodadi Prima yang modelnya terinspirasi dari Karoseri Setra Jerman, namun Morodadi Prima tidak mengcopy bulat – bulat desain Setra dengan menyisipkan beberapa ciri khas mereka seperti lengkungan kaca samping yang memanjang dari depan hingga belakang, dan desain double glass tapi dengan sekat/topi tipiss, tidak tebal seperti milik Adiputro/Laksana.

Pendapat pribadi awansan nih, sebetulnya bus ini sudah ganteng pol – polan, dan akan lebih ganteng lagi kalau lampunya menggunakan desain milik tourismo, tidak memakai lampu bulat ala ala proyektor sehingga terkesan picek, begitu juga dengan kaca depan, bus ini akan menjadi lebih mewah jika kaca depannya 1 piece saja, bukan double glass, namun sekali lagi ini subjektof sekali karena beda orang beda selera soal model 😀 .