Mengenal Wintor , Kendaraan Perkebunan Produksi Anak Bangsa

Sobat AWB, baru baru ini PT Astra Otoparts kembali meluncurkan inovasi , melalui anak perusahaannya PT Velasto Indonesia, PT Astra Otoparts berencana  memasarkan produk komersial bernama Wintor.  jika dilihat sekilas mirip dengan ATV yang banyak beredar di luar negeri.

Wintor sendiri akan bermain di segmen agricultural special vehicle (ASV)/Kendaraan Khusus Pertanian. lebih khususnya Wintor akan digunakan dalam bidang pertanian kelapa sawit, semua sudah paham tentunya jika banyak kebun sawit yang mempunyai medan offroad berat yang tidak mampu dicapai oleh kendaraan biasa, sehingga membutuhkan kendaraan khusus seperti wintor

Dari sisi spesifikasi, Wintor sudah menggunakan rangka tabular, sebagai tenaga penggerak Wintor menggunakan mesin diesel Kubota OC95 berkapasitas 400 cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 10 hp , dengan transmisi manual tiga percepatan   wintor mampu mencaai kecepatan maksimum hingga 28 km/j. Sistem pengeraknya sudah mengaplikasi optional rear wheels with locking yang membuatnya cocok digunakan di medan perkebunan.

Wintor akan dipasarkan dalam tiga varian dengan daya angkut yang berbeda-beda. Untuk Composter memiliki daya angkut 300 kg, XP500 480 kg, dan XH500 600 kg. Sementara untuk harga, rencananya PT Velasto akan memasarkan Wintor mulai dari Rp 60 jutaan.

source : kompas otomotif

Iklan

VW Mitra , Mobnas VW yang Layu Sebelum Berkembang

Dear pembaca semua, proyek mobil nasional sebetulnya bukanlah barang baru, karena sudah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1970an dengan nama KBNS atau Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana, tetapi yang namanya persaingan pasti ada yang kalah dan ada yang menang, yuk mari kita tebgok sedikit sejarah mobil nasional di masa lalu.

Jika kita melihat Foto diatas, mungkin pikiran kita itu adalah salah satu Varian dari VW Combi, padahal ini adalah barang yang benar benar berbeda, karena mobil di atas adalah VW Mitra yang merupakan mobil nasional dari pabrikan VW. Dalam proyek mobil nasional selain Vw Mitra ada juga  Astra yang membuat Toyota Kijang, Indokaya Nissan yang membuat Datsun Sena dan Java Motors yang membuat Morina.

VW Mitra  sendiri merupakan hasil kerjasama Antara Garuda Mataram Motor dengan PT Pindad, pembagiannya adalah Garuda Mataram Motor memasok mesin, drivetrain, dan body, sedangkan PT Pindad memasok Chasis..
Berbeda dengan mobil VW pada masanya yang mempunyai mesin di belakang dan penggerak belakang, VW Mitra mempunyai letak mesin di depan, dan berpenggerak depan juga 😆 .

VW Mitra ini memakai mesin VW Boxer 4 silinder berkapasitas 1600cc dengan konfigurasi  OHV Pushrod, dan seperti biasa masih menggunakan pendingin udara.. mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 45 HP dan torsi maksimal 98 nm, Tenaga dari mesin  kemudian  dikawinkan dengan transmisi manual 4 percepatan. Vw Mitra mempunyai payload sebesar 1 ton.

VW Mitra ditawarkan dalam berbagai macam konfigurasi, mulai dari Pick Up, Van , Ambulans, Box, Bus, Double Cabin, Hingga Hanya Chasis+ Body depan saja (Bisa dikaroseri lain), tentunya dengan harga yang terjangkau karena mobil ini merupakan proyek mobil nasional yang bertujuan membuat mobil bisa dibeli banyak orang.

Nasib VW Mitra akhirnya berakhir tahun 1978, bersamaan dengan Kolapsnya  Garuda Mataram Motor selaku ATPM VW di Indonesia, dice untuk cetakan body mobil kemudian dikirim ke pabrik VW Brazil untuk dilanjutkan. Hasil rakitan Brazil ini dinamakan VW Hormiga dan berkembang ke negara lainnya sebagai VW EA489 Basis Transporter.

Sejarah Kijang Part 1 : Kijang Buaya dan Kijang Doyok (KF10/KF20)

Dear Pembaca semua, Kisah Toyota Kijang sendiri tidak bisa dipisahkan dari dorongan pemerintah untuk mengembangkan Mobnas (mobil nasional) tahun 1970-an, pada saat itu disebut dengan proyek Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS), tujuan dari KBNS adalah membuat kendaraan serbaguna dengan harga yang murah agar bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemunculan nama binatang pada kendaraan niaga ini karena Filipina telah dulu menggunakan nama “Tamaraw” yang berarti kerbau. Maka kemudian dipilih nama “Kijang” . namun ada juga yang mengatakan bahwa “KIJANG)” merupakan singkatan yang mengambil dari kalimat Kerjasama Indonesia dan JepANG.

1977_toyota_kijang_launching_ceremony

1st Generation 1977 – 1980 : Kijang Buaya/Kijang Kotak

Toyota Kijang diperkenalkan pertama kali di Jakarta Fair tahun 1975 dan mulai dijual tahun 1977. Toyota Kijang pertama dalam bentuk pick up. namun seiring tingginya animo masyarkat maka juga kemudian versi minibus, sudah jamak pada zaman itu mobil yang awalnya hanya pick up kemudian di buat versi minibus untuk mengangkut orang. Fenomena ini ditangkap oleh sejumlah karoseri dengan membuat bodi minibus untuk Kijang, dari dulu hingga sekarang kijang dikenal sebagai minibus yang bisa mengangkut banyak orang, hal inilah yang amat digemari masyarakat indonesia.

Mesin yang digunakan Toyota Kijang pertama adalah Mesin Bensin Toyota 3K yang diambil dari Toyota Corolla Toyota Corolla KE20. Di atas kertas Mesin OHV 1200cc ini sanggup menghasilkan tenaga maksimum sampai dengan 55hp pada 6000Rpm dan torsi maksimum yang bisa dihasilkan adalah 93Nm pada 3800Rpm, meskipun masih memakai pengabut bahan bakar karburator tentunya. tenaga mesin kemudian disalurkan  dengan menggunakan transmisi manual 4 percepatan yang sudah merupakan standar mobil asal Jepang saat itu. Sementara chasis menggunakan tipe ladder frame.

Ciri khas generasi pertama yang mungkin sampai sekarang masih diingat adalah pintu yang tidak disertai dengan jendela melainkan dari terpal atau plastik. Mobil ini dinamakan Kijang Buaya karena ketika kap mesinnya dibuka penuh, terlihat seperti mulut buaya yang sedang menganga. Continue reading “Sejarah Kijang Part 1 : Kijang Buaya dan Kijang Doyok (KF10/KF20)”

Sejarah Toyota Kijang Part II : Kijang Super dan Kijang Grand (Kijang KF 40/50)

 
Dear pembaca semua, bisa dibilang Kijang generasi ketiga ini merupakan generasi Kijang terfenomenal di Indonesia, melalui kijang genrasi ini juga reputasi Kijang sebagai mobil sejuta umat mulai terbentuk.. dalam kehidupan sehari hari kijang ini ini lebih dikenal dengan nama Kijang Super / Kijang Grand  , Kijang generasi ketiga ini masa edarnya 10 tahun, mulai tahun 1986 -1996.  Kijang super atau grand tersedia dalam short chasis dengan kode KF40  dan  long chasis KF50 (20 cm lebih panjang dari kf40)..
Kijang Super (1986-1991)
Kijang Super pada awal masa edarnya menggunakan mesin Toyota  1500 cc (5K), yang sudah dilengkapi dengan Teknologi Advance Super Response Engine (ASRE) guna menyempurnakan sistem pasokan bahan bakar, sehingga terjadi peningkatan performa dari 61 ps menjadi 63 ps. Khusus untuk varian Kijang Grand Ekstra tahun 1995,  Meski masih menggunakan mesin tipe 5K, namun penyempurnaan pada Kijang Grand ini telah dilakukan pada karburator, intake dan exhaust manifold, sehingga dapat meningkatkan tenaganya menjadi 72 ps.
Spesifikasi Mesin Kijang Toyota 5K
Type Mesin : TOYOTA 5 K, 4 Silinder Segaris, 8 Katup, OHV, 1486 cc
Diameter X Langkah : 72,0 mm X 79,7 mm
Daya Maksimum : 72 Ps / 6,000 rpm
Bahan Bakar / Kapasitas Tangki : 40 L B
ahan Bakar – Jenis / System : Bensin / Konvensional
Pengisian Accu : Alternator / Cut Out Luar / 5O H
System Kemudi / Brake : Power Steering / Front Disc – Rear Drum
Torsi Maksimum : 12.2 Kgm / 4,400 Rpm
Transmisi / Type : Manual 4 Maju 1 Mundur /
Penggerak Roda Belakang Type Diferential : Normal / Manual
System Pendingin : Radiator AC ( Air Conditioner )
Transmisi yang digunakan juga tersedia dalam dua pilihan, 4 speed dan 5 speed. Pada tahun tersebut sekaligus dilakukan penyempurnaan per belakang dan as kopel tipe 3 sambungan pada chassis panjang, guna mengurangi getaran. Pada tahun 1995-1996 kemudian diropduksi juga Kijang KF42/52 yang sudah menggunakan mesin 1800 cc (7k).

Continue reading “Sejarah Toyota Kijang Part II : Kijang Super dan Kijang Grand (Kijang KF 40/50)”