Pick Up and Car

Menunggu Kejutan Suzuki Carry 2019

awansan.com – Pembaca yang budiman, pasca dihentikannya produksi Suzuki Carry dan Mitsubishi Colt T120 ss, praktis kini tinggal Daihatsu Grandmax yang menguasai pasar pick up bensin di Indonesia tanpa ada saingan yang berarti, meskipun sebetulnya ada Suzuki Mega Carry (APV Versi Pick Up) , tetapi penjualan produk ini tidak terlalu menggembirakan.

Namun kali ini Suzuki tidak tinggal diam, apalagi Suzuki Carry menjadi salah satu mobil andalan PT Suzuki Indomobil Sales. Tahun lalu, Carry masuk 10 besar mobil terlaris di Indonesia, dengan penjualan mencapai 39.043 unit. Lebih laku ketimbang Ertiga, yang hanya terjual 32.592 , Suzuki Indonesia kemudian bersiap meluncurkan Suzuki Carry model baru, beberapa spyshootnya sudah beredar dengan gamblang di dunia maya, begitupun dengan fitur – fiturnya.

Jika dilihat Perubahan Suzuki Carry baru ini betul betul revolusioner di banding generasi sebelumnya, baik itu di sektor eksterior, Interior, mesin dan juga fiturnya, Jika dulu Suzuki Carry dikenal Spartan dan minim fitur, nampaknya kini Suzuki berusaha memberi New Carry dengan fitur fitur yang lebih baik.

Pada sektor Eksterior, Suzuki Carry 2019 menggunakan desain kabin baru yang lebih lebar, tidak hanya lebih lebar, kabin ini juga diklaim lebih kuat karena diperkuat oleh “Cabin Guard” , dengan melebarnya kabin otomatis dek belakang pun juga makin luas ,sehingga volume muatan bisa lebih banyak dengan kapasitas angkut hingga 1 ton, bongkar muat barang pun juga lebih mudah karena baknya sudah mengadopsi model 3 way deck .

Interior Suzuki carry juga kini lebih ramah bagi sopir dan penumpang dengan model kursi yang bisa di slide maju mundur, berbeda dengan Suzuki Carry generasi lama yang fix,  di dalam kabin juga banyak tersedia kompartemen penyimpanan barang dan cup holder, tersedia juga opsional Audio dan AC untuk menambah kenyaman penumpang (Pada Tipe AC, PS). Seamua Suzuki Carry juga sudah dilengkapi dengan Immobilizer sehingga lebih sulit untuk dicuri.

Perubahan lain yang cukup signifikan adalah di sektor mesin, jika sebelumnya menggunakan mesin seri G yang sudah digunakan sejak tahun 1990, kini Suzuki Carry 2019 menggunakan mesin K15 B-C yang serupa dengan Suzuki Ertiga, namun sayang spesifikasi resminya belum diumumkan, yang jelas mesin ini dikenal irit dan cukup bandel

Dengan semua perubahan tersebut, berpakah harga All New Suzuki Carry 2019, denger denger nih nggak bakal selisih jauh dari carry lama, bahkan salah satu portal berita berhasil mendapat bocorannya, berikut harga Suzuki Carry 2019 :

New Carry FD  Rp135 juta

New Carry FD AC PS Rp144,1 juta

New Carry WD  Rp136,6 juta

New Carry WD AC PS Rp145,1 juta

Source : viva.co.id

Nah bagi yang masih penasaran dengan pick up ini, yuk kita tunggu
debut pertamanya yang dijadwalkan akan meluncur di IIMS 2019, JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat .

Advertisements

Mengenang Colt Krakap, Angkutan Pedesaan Legendaris era 80 – 90an

Colt Krakap , Angkutan kampus UGM era 70 -80an

awansan.com – Pembaca yang budiman, bagi pembaca semua yg generasi 90an atau lebih tua,tentu sudah tidak asing dengan kendaraan model ini, “Colt Krakap” angkutan penumpang legendaris yang pada era 80 – 90an merajai jalanan Indonesia, Colt Krakap Menjadi Andalan bagi para penduduk desa untuk pergi ke pasar/kota, sebelum era angkot masyrakat kota pun juga sangat akrab dengan angkutan model ini.

Disebut Colt Krakap karena basis kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi Colt T120, Sedangkan krakap sendiri merupakan penutup bagian belakang pick up yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan, jikalau buat angkut penumpang krakap dipasang, kalau dicopot maka mobil berubah jadi colt pick up biasa.

Colt krakap di Pematang Siantar era 80an

Kapasitas Penumpang Colt Krakap pun tergolong cukup banyak, biasanya di samping sopir ada 2 penumpang, sedangkan di dalam krakap bisa muat 12 – 16 penumpang, posisi penumpang belakang hadap hadapan sehingga bagian tengah masih bisa digunakan untuk membawa barang dagangan/hasil bumi.

Namun bukan orang Indonesia namanya jika tidak overload, tak jarang colt krakap digunakan membawa penumpang hingga 30 – 40 orang, dimana ada juga penumpang yang nggandul di pintu belakang dan di atas krakap, nah disini memang harus diakui kehebatan Mitsubishi Colt T120 , dengan muatan overload seperti itu, mobil ini masih kuat menaklukkan medan medan pedesaan yang konturnya banyak menanjak dan jalannya masih jelek.

Seiring berkembangnya zaman, colt krakap mulai perlahan menghilang tahun 2000an dan digantikan oleh angkudes yang dianggap lebih aman, ditambah lagi dengan bommingnya sepeda motor, sehingga banyak orang desa yang tadinya menggunkan colt krakap kini lebih suka naik motor sendiri, Namun meskipun meredup bukan berarti colt krakap sudah punah, di beberapa daerah colt krakap masih menjadi pilihan angkutan bagi masyarakat desa, walupun sudah tak seramai dulu.

Colt Krakap di Terminal Wonosari th 1984

Sejarah Masuknya Mobil Jepang ke Indonesia

Dear pembaca semua, bahasan sejarah otomotif merupakan salah satu bahasan favorit bagi awansan, well beberapa waktu lalu awansan berinisiatif untuk mengumpulkan sumber ttg masuknya industri otomotif Jepang di Indonesia, dan tanpa dinyana menemukan artikel yang cukup lengkap, so just enjoy it 😀 .

Tahun 70-an, jalanan kota-kota di Nusantara belum seramai sekarang. Populasi mobil belum banyak. Hanya orang-orang super kaya dan pemerintah yang mampu memiliki mobil kala itu.

(more…)

Mengenal Bemo , Transportasi Perkotaan Favorit di Era 70an

Hasil gambar untuk bemo di malang
Bemo di Kota Malang

awansan.com – Dear pembaca yang budiman, siapa yang tidak kenal bemo ? well awansan yakin hampir semua orang Indonesia kenal kendaraan yang satu ini  meskipun cuma dengan melihat di tv 😆 , pada dekade 60 -70an kendaraan roda tiga ini pernah sangat populer digunakan sebagai angkutan perkotaan di berbagai kota besar Indonesia .

Nama Bemo sendiri adalah singkatan dari “becak motor ” akronim dari  bermotor roda tiga yang biasanya digunakan sebagai angkutan di Indonesia, namun jika becak biasa hanya bisa mengangkut 3 orang saja kaapsitas bemo bisa dua kali lipatnya.

(more…)

Mengenal Apa Itu Ban Radial ?

Hasil gambar untuk lambang radial michelin pilot street

awansan.com – Dear pembaca sekalian, awansan yakin hampir semua pembaca pernah mendengar “istilah ban radial” tapi mungkin baru sedikit pembaca yang mengetahui apa itu ban radial ?, dan perbedaanya dengan ban biasa .

Perbedaan utama ban radial dari ban biasa adalah konstruksi utamanya , dimana  konstruksi ban radial menggunakan lapisan dari serat baja, sementara ban biasa menggunakan serat nilon , untuk perbandingan keduanya bisa dilihat pada gambar diatas

(more…)