Pick Up and Car

Penampakan Isuzu Traga Minibus di GIIAS 2019 , Ternyata Ganteng Juga Ya

Isuzu Traga Minibus . Dok mobilkomersial

awansan.com – Sebagai salah satu brand kendaraan komersial terkemuka di Indonesia, PT Isuzu Astra Motor Indonesia tak mau ketinggalan memanfaatkan momen Gaikindo Indonesia Internatinal Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD Tangerang untuk memperkenalkan produk produk mereka.

Salah satu produk yang cukup membetot perhatian pengunjung adalah Isuzu Traga Minibus yang sudah sejak beberapa bulan lalu beredar bocorannya, FYI Isuzu Traga minibus ini dibuat body nya oleh Karoseri Adiputro Malang, jadi secara kualitas jelas tidak diragukan lagi.

(more…)
Advertisements

Toyota Meluncurkan New Hilux Single Cabin , Kini Lebih Gagah dan Bertenaga

awansan.com – Setelah sekian lama tidak mendapat penyegaran, akhirnya  Toyota meluncurkan New Hilux Single Cabin Diesel di Jakarta pada Rabu, 19 Juni 2019 . Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, mengatakan bahwa kehadiran New Hilux Single Cabin Diesel merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan setia atas kepercayaannya dalam menggunakan mobil Toyota selama ini .

Penyegaran cukup signifikan dilakukan oleh Toyota pada sektor dapur pacu, dimana New Hilux Single Cabin dibekali mesin GD-series tipe 2GD-FTV baik untuk varian 4 X 4 maupun 4×2.

(more…)

Komparasi Isuzu Traga vs Mitsubishi L300 , Mana yang Lebih Unggul ?

awansan.com – Pembaca yang budiman, persaingan kendaraan komersial di Indonesia memang sangat ketat, dimana produsen dituntut untuk menciptakan produk yang handal dan mampu menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat dan alam Indonesia yang keras, kendaraan dengan spek tinggi belum tentu menjamin larisnya suatu produk.

Untuk saat ini boleh dibilang Mitsubishi L300 menjadi market leader di segmen medium pick up diesel, dan selama 37 tahun diproduksi belum mendapat saingan berarti, bahkan ketika beberapa tahun lalu pernah masuk pick up serupa Korea seperti Hyundai H100 dan KIA Big Up yang menawarkan produk dengan spesifikasi lebih tinggi, keperkasaan pikap L300 tetap tidak terkalahkan, bahkan memaksa pesaingnya untuk angkat kaki dari pasar Indonesia.

Namun tahun lalu ancaman kembali datang, kali ini dari rekan senegaranya yaitu Isuzu, beberapa tahun terakhir produsen kendaraan niaga yang satu ini memang sangat gencar ngrecoki penjualan Mitsubishi di semua segmen kendaraan niaga, kali ini Isuzu meluncurkan pick up pertamanya yaitu “Isuzu Traga” .

Kehadiran Traga tentunya membawa angin segar di segmen medium pick up diesel, apalagi Isuzu mengklaim punya tiga keunggulan sekaligus dari kompetitornya ini yakni dayang angkut lebih besar , kabin lebih lega, dan mesin lebih efisien. Benarkah keunggulan ini ??? yuk mari kita simak komparasi dari Isuzu Traga Vs Mitsubishi L300 .

Sebagai kendaraan niaga tentunya kapasitas bak menjadi faktor penting, untuk sektor ini nampaknya Mitsubishi L300 harus mengakui keunggulan Isuzu Traga , karena traga mempunya bak yang lebih luas dengan dimensi panjang bak 2.810 mm, lebar bak 1.620 mm (kapasitas angkut 1,5 ton). Sedangkan L300 mempunyai dimensi bak yang lebih kecil dengan panjang bak 2.425 mm , lebar bak 1.440 mm dan tinggi bak 1.380 mm (Kapasitas angkut 1,3 ton) .

Di atas kertas memang kapasitas muat Mitsubishi L300 lebih kecil dibanding traga, namun kenyataan di lapangan Mitsubishi L300 masih mampu membawa beban 2 – 3 ton dengan baik di berbagai medan, sedangkan untuk Isuzu Traga belum banyak yang mencoba untuk angkutan dengan tonase yang sama, akan kah ia juga setangguh Mitsubishi L300 ? Hal ini tentu menjadi PR untuk Isuzu, boleh dikata untuk sementara Traga menang di kapasitas kargonya, sehingga bisa membawa volume muatan yang lebih banyak.

Untuk interior nampaknya kita semua setuju, sebagai produk yang lebih baru Isuzu Traga mempunyai interior yang jauh lebih modern dibanding kompetitornya, volume kabinnya juga lebih lega dan modelnya juga modern, berbeda dengan Mitsubishi L300 masih sangat sederhana dan relatif tidak berubah sejak era 1980-an, namun untuk keluasan seat, nampaknya L300 lebih unggul karena ketiadaan kolom transmisi di bag tengah jok.

Untuk sektor mesin Isuzu Traga mengusung mesin 4 JA1-L, 2499 cc persis yang digunakan pada Isuzu Panther, mesin yang dikenal irit bahan bakar dan mudah perawatannya. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 80 PS pada rpm 3.500 dan torsi maksimum 191 nm pada rpm 1.800. Sedangkan Mitsubishi L300 dibekali dengan mesin legendaris 4D56 yang sudah menjadi jantung L300 dari tahun 1988 hingga sekarang, tenaga maksimum dari mesin ini adalah 74 PS pada rpm 4200 dan torsi maksimum 134 nm pada rpm 2500

Sekali lagi di atas kertas Isuzu Traga unggul jauh baik tenaga maupun torsinya, tapi fakta di lapangan membuktikan meskipun spek mesinnya di bawah traga, namun L300 dikenal sebagai salah satu raja tanjakan, sedangkan untuk Isuzu Traga, sampai sekarang awansan belum pernah melihat pick up ini menanjak membawa beban berat di medan tanjakan, apalagi ditambah dengan Jumlah Isuzu Traga yang beredar masih sedikit, well tentunya ini menjadi PR bagi Isuzu untuk dapat memikat hati masyakat Indonesia yang sudah kenyang dengan kehandalan Mitsubishi L300, jikalau Isuzu bisa membuktikan bahwa produknya lebih tangguh dari Mitsubihi L300 , bukan tidak mungkin Traga juga bakalan laris manis.

well sampailah kkita pada kesimpulan akhir, menurut awansan, secara spek Isuzu Traga jauh lebih unggul dari Mitsubishi L300, begitupun dengan model dan kabin yang lebih lega dan modern, namun Ketangguhan Isuzu Traga belum banyak teruji di lapangan mengingat ini produk baru meluncur tahun lalu , sedangkan untuk Mitsubishi L300 speknya memang kalah dari Traga tapi sudah terbukti ketangguhannya di medan jalan Indonesia, Di sisi lain kalau bicara harga, jelas Mitsubishi L300 lebih unggul karena 15 juta lebih murah dibanding Isuzu Traga 😆 , FYI saat ini Isuzu Traga sudah mulai dipasarkan dengan harga Rp 190 jutaan, sedangkan Mitsubishi L300 dilabeli mulai Rp 174,5 jutaan.

Detail Ubahan Suzuki Carry 2019 , Makin Nyaman dan Bertenaga

Suzuki Carry 2019

awansan.com – Pembaca yang budiman, pasca dihentikannya produksi Suzuki Carry dan Mitsubishi Colt T120 ss, praktis kini tinggal Daihatsu Grandmax yang menguasai pasar pick up bensin di Indonesia tanpa ada saingan yang berarti, meskipun sebetulnya ada Suzuki Mega Carry (APV Versi Pick Up) , tetapi penjualan produk ini tidak terlalu menggembirakan dan jarang terlihat di jalanan.

Namun kali ini Suzuki tidak tinggal diam, apalagi Suzuki Carry menjadi salah satu mobil andalan PT Suzuki Indomobil Sales. Tahun lalu saja Carry masuk 10 besar mobil terlaris di Indonesia, dengan penjualan mencapai 39.043 unit, lebih laku ketimbang Ertiga, yang hanya terjual 32.592 , Bertempat di gelaran IIMS 2019 Suzuki Indonesia kemudian meluncurkan New Suzuki Carry 2019.

Jika dilihat Perubahan Suzuki Carry 2019 ini betul betul revolusioner di banding generasi sebelumnya, baik itu di sektor eksterior, Interior, mesin dan juga fiturnya, Jika dulu Suzuki Carry dikenal kendaraan niaga yang spartan dan minim fitur, nampaknya kini Suzuki berusaha membuat New Carry yang lebih ramah penumpang namun juga tetap jagoan mengangkut barang.

Pada sektor Eksterior, dimensi, Carry terbaru hadir lebih besar dengan ukuran panjang 4.195 mm, lebar 1.765 mm dan tinggi 1.910 mm, Suzuki Carry 2019juga menggunakan desain kabin baru yang lebih lebar, tidak hanya lebih lebar, kabin ini juga diklaim lebih kuat karena diperkuat oleh “Cabin Guard”.

Dengan melebarnya kabin otomatis dek belakang pun juga makin luas , New Suzuki Carry 2019 memiliki luas bak dengan panjang 2.550 mm, lebar 1.745 mm dan tinggi 425 mm, kapasitas angkut pun kemudian membengkak hingga 1 ton. Terdapat pengait berjumlah 12 pada varian Flat Deck dan 22 pada tipe wide deck, aktivitas bongkar muat barang pun juga lebih mudah karena baknya sudah mengadopsi model 3 way deck.

Interior Suzuki carry juga kini lebih ramah bagi sopir dan penumpang dengan model kursi yang bisa di slide maju mundur, berbeda dengan Suzuki Carry generasi lama yang fix,  di dalam kabin juga banyak tersedia kompartemen penyimpanan barang dan cup holder, tersedia juga opsional Audio dan AC untuk menambah kenyaman penumpang (Pada Tipe AC, PS). Semua Suzuki Carry juga sudah dilengkapi dengan Immobilizer untuk meningkatkan safety kendaraan dari resiko pencurian.

Perubahan lain yang cukup signifikan adalah di sektor mesin, jika sebelumnya menggunakan mesin seri G yang sudah digunakan sejak tahun 1990, kini Suzuki Carry 2019 menggunakan mesin K15 B-C yang serupa dengan Suzuki Ertiga, mesin K15B baru ini memberikan tenaga 97 ps @ 5.600 rpm dan torsi 135 Nm @4.400 rpm , jauh lebih bertenaga dari mesin G15A lama dengan produksi tenaga 78,8 ps @ 5500 rpm dna torsi 120 Nm @ 3000 rpm, selian lebih bertenaga mesin baru ini juga diklaim 15% lebih irirt dibanding mesin lama.

Dengan semua perubahan tersebut, berapakah harga All New Suzuki Carry 2019, ternyata tidak jauh berbeda dengan Suzuki carry lama, berikut harga OTR untuk Jakarta :

New Carry FD  Rp135 juta (Flat Deck Standar )

New Carry FD AC PS Rp144,1 juta (Flat Deck, AC, PS)

New Carry WD  Rp136,6 juta (Wide Deck Standar)

New Carry WD AC PS Rp145,1 juta (Wide Deck, AC, PS)

Sementara untuk warnanya, New Carry Pick Up tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Superior White, Silky Silver, dan Real Black

Suzuki Carry 2019 Versi Ambulans . Dok Choirul Arifin 2019

Mengenang Colt Krakap, Angkutan Pedesaan Legendaris era 80 – 90an

Colt Krakap , Angkutan kampus UGM era 70 -80an

awansan.com – Pembaca yang budiman, bagi pembaca semua yg generasi 90an atau lebih tua,tentu sudah tidak asing dengan kendaraan model ini, “Colt Krakap” angkutan penumpang legendaris yang pada era 80 – 90an merajai jalanan Indonesia, Colt Krakap Menjadi Andalan bagi para penduduk desa untuk pergi ke pasar/kota, sebelum era angkot masyrakat kota pun juga sangat akrab dengan angkutan model ini.

Disebut Colt Krakap karena basis kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi Colt T120, Sedangkan krakap sendiri merupakan penutup bagian belakang pick up yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan, jikalau buat angkut penumpang krakap dipasang, kalau dicopot maka mobil berubah jadi colt pick up biasa.

Colt krakap di Pematang Siantar era 80an

Kapasitas Penumpang Colt Krakap pun tergolong cukup banyak, biasanya di samping sopir ada 2 penumpang, sedangkan di dalam krakap bisa muat 12 – 16 penumpang, posisi penumpang belakang hadap hadapan sehingga bagian tengah masih bisa digunakan untuk membawa barang dagangan/hasil bumi.

Namun bukan orang Indonesia namanya jika tidak overload, tak jarang colt krakap digunakan membawa penumpang hingga 30 – 40 orang, dimana ada juga penumpang yang nggandul di pintu belakang dan di atas krakap, nah disini memang harus diakui kehebatan Mitsubishi Colt T120 , dengan muatan overload seperti itu, mobil ini masih kuat menaklukkan medan medan pedesaan yang konturnya banyak menanjak dan jalannya masih jelek.

Seiring berkembangnya zaman, colt krakap mulai perlahan menghilang tahun 2000an dan digantikan oleh angkudes yang dianggap lebih aman, ditambah lagi dengan bommingnya sepeda motor, sehingga banyak orang desa yang tadinya menggunkan colt krakap kini lebih suka naik motor sendiri, Namun meskipun meredup bukan berarti colt krakap sudah punah, di beberapa daerah colt krakap masih menjadi pilihan angkutan bagi masyarakat desa, walupun sudah tak seramai dulu.

Colt Krakap di Terminal Wonosari th 1984