Pick Up and Car

Sejarah Mitsubishi Colt T120ss , Pick Up Bensin Andalan Mitsubishi Indonesia


awansan.com – Pembaca sekalian, Mitsubishi sudah sejak lama dikenal sebagai pabrikan yang piawai dalam menghasilkan kendaraan komersial yang tangguh dan bandel, berbagai jenis kendaraan komersial produksi Mitsubishi sangat disukai oleh pasar Indonesia, mulai dari Mitsubishi Colt Diesel (Ligh duty truck) , Mitsubishi Fuso (medium duty truck) , Mitsubishi Colt T120 (Light Pick Up) , Mitsubishi Jetstar (Light Pick Up) dan Mitsubishi L300 (Medium Pick up). 

(more…)
Advertisements

Jalan Tol Solo – Ngawi Siap Beroperasi , Ini Perkiraan Tarifnya

awansan.com – Dear pembaca sekalian, setalah sekian lama dinanti, akhirnya konstruksi fisik dan pembebasan lahan Jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,43 kilometer (km) telah rampung 100%. Jalan Tol Solo-Ngawi sendiri merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dibangun dan dioperasikan oleh salah satu kelompok usaha Jasa Marga, yakni PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN),

Konstruksi Tol Solo Ngawi terdiri dari beberapa seksi dan telah beroperasi secara bertahap,  Seksi 1 Ngawi-Klitik sepanjang 4 km sudah beroperasi sejak 30 Maret 2018, Seksi 2 Solo-Sragen (35 km) sudah diresmikan 17 Juli 2018, dan terakhir  Seksi 3 Sragen-Ngawi (51 km), seksi terakhir ini telah lulus uji laik operasi sesuai dengan Surat Dirjen Bina Marga No.JL02.01-Db/1/11/PDJD/2018 , jadi tinggal tunggu peresmian saja.

Untuk memudahkan mobilisasi pengguna, jalan tol ini dilengkapi dengan delapan Gerbang Tol (GT) yaitu : GT Colomadu, GT Bandara Adi Sumarmo, GT Ngemplak, GT Purwodadi, GT Karanganyar, GT Sragen, GT Sragen Timur dan GT Ngawi.

Dengan beroperasinya tol ini maka diharapkan waktu tempuh Solo – Ngawi bisa dipotong dari 2 jam menjadi 1 jam saja, sayang tarif tol ini secara resmi belum diungkap ke publik, namun berkaca dari Tol Kartasura – Sragen yang lebih dulu beroperasi, diperkirakan tarif tol Solo – Ngawi ada di Rp 1000 / KM bagi kendaraan gol 1, Rp 1500 /Km kendaraan gol II dan RP 2000 / km untuk kendaraan gol III dan IV.. jika jarak Solo hingga Ngawi 90,43 km maka siapain saja dana sekitar Rp 90.500  untuk melintasi tol ini, cepet sihh tapi mahal juga hehe

Usai diresmikan, jalan tol Kartasura-Sragen bisa langsung dilewati oleh pengguna jalan tol. Berapa tarifnya?

source : http://jasamargasolongawi.co.id


Tol Pejagan – Pemalang Sudah Resmi Di Buka, Ini Besaran Tarifnya

awansan.com – Dear pembaca semua, beberapa tahun terakhir ini pemerintah memang sedang giat giatnya membangun jalan tol di seluruh Indonesia,  untuk Pulau Jawa sendiri pemerintah mempunyai target Merak hingga Banyuwangi sejauh 1100 km sudah tersambung jalan tol pada tahun 2019, meskipun pembangunan tol ini juga mengandung sedikit kontroversi, tetapi awb tetap mengapresiasi pembangunan tol ini.

Salah satu tol  baru yang  resmi dibuka adalah tol ruas Pejagan-Pemalang , dimana seksi 3 dan 4 tol sepanjang 57,5 km ini baru saja diresmikan penggunanya oleh presiden Jokowi pada Jumat (9/11) lalu (more…)

Sejarah Toyota Kijang Part V : Kijang Karoseri Lokal (1986 – 1996)

Selain Kijang Super (NCH, Nasmoco, dan Superior), dan Kijang Grand (Toyota Auto Body), dalam kurun waktu 1986-1996 Kijang juga banyak dikaroseri oleh pabrikan lokal, seperti Shelby, Nada Karya, Hobart, Shelby dll, ..

(more…)

Sejarah Toyota Kijang Part IV: Kijang Grand dan Grand Extra (1992 -1996)

Kijang Grand (1992 -1996)
Memasuki tahun 1992, Toyota Kijang mulai berbenah dengan  memperkenalkan Kijang berbody Toyota Original Body atau yang lebih populer dengan full pressed body (Kijang Grand).

Maksud dari full pressed body disini adalah pembuatan body dari plat besi yang dipress lalu dilas tanpa menggunakan dempul sama sekali, Plat besi dipress dengan mesin press besar dengan kapasitas sampai 1500ton sehingga membentuk beberapa bagian seperti atap depan, atap belakang, kap mesin, bumper, fender depan, pintu belakang dsb. Bagian bagian body tersebut kemudian dilas menjadi satu kesatuan dengan teknik las titik.

Berbeda dengan Toyota Kijang sebelumnya yang masih mengandalkan pembuatan body biasa. Pembuatan body biasa merupakan pengelasan dari berbagai komponen yang jauh lebih banyak dibandingkan Full Pressed Body (30 vs 8) serta dihaluskan menggunakan dempul.

Banyaknya dempul yang dipakai bervariasi bisa antara 2 sampai 5 kg saja tergantung kerapian pembuat body. Kelebihan body yang dipress adalah lebih tahan karat karena juga dilapisi dengan anti karat pada saat pengelasan.

Toyota Original Body memiliki beberapa pilihan trim atau tipe. Tipe yang tersedia pada mobil ini antara lain SX, SSX dan SGX untuk sasis pendek.dan  LX, LSX, LGX untuk sasis panjang.. Untuk varian pick up tersedia dalam pilihan sasis panjang dan pendek sekaligus.

Varian paling murah adalah tipe SX, LX, dan pickup. Kepanjangan SX dan LX adalah Short Extra dan Long Extra. Fitur mobil ini adalah masih menggunakan transmisi 4 percepatan, dashboard lama (mirip kijang super era 80an) yang hanya saja warnanya berubah menjadi abu-abu, dan rem depan dan belakang  masih mengandalkan rem teromol atau drum brake.

Tipe SSX dan LSX yang merupakan singkatan Short/Long Super Extra merupakan tipe menengah yang juga biasa dikenal dengan sebutan Super G atau Deluxe. Versi Super G ini terdapat perubahan pada exteriornya seperti lampu depan dan grill sementara bagian interiornya sudah memakai dashboard sedan dan ditambahkan power steering.

Kemudian untuk varian tertinggi ada Versi SGX dan LGX atau Short/Long Grand Extra sudah memiliki tachometer, over fender, power window, alloy wheel dari Enkei, dan AC double blower.

Toyota Kijang Grand Extra (KF42/KF52)
Kijang Grand Extra merupakan trim tertinggi keluarga Kijang Grand (1992-1996), Kijang Grand Ekstra yang sudah dipersenjatai dengan PS, PW untuk bagian Depan, AC Double Blower, RPM, Dashboard Sedan, SideFender dan Footstep. Posisi tangki bahan bakar dipindah ke sebelah kiri, sedangkan ban cadangan digantung di belakang

Khusus tahun 1995-1996 diproduksi juga Grand Extra bermesin 1800 cc (7k) , kode produksinya adalah KF42 (short chasis) dan KF52 (Long Chasis).

(more…)