Tag Archives: Bismania

Sambut Lebaran, PO Safari Dharma Raya Luncurkan Bus Tingkat Pertamanya

Grand Tourismo Double Decker. Dok YPR photography

awansan.com – Musim lebaran kali ini dunia perbusan indonesia betul betul penuh dengan kejutan, setelah kemarin Sinar Jaya membuat kejutan dengan membuka rute Jakarta – Surabaya, kini giliran si gajah Po Safari Dharma Raya (OBL) yang membuat kejutan dengan meluncurkan bus double decker pertamanya.

Untuk chasis Po Safari Dharma Raya tetap setia menggunakan Brand Mercedes Benz dengan tipe OC 500 RF 2542, sedangkan urusan karoseri Safari Dharma Raya bisa dibilang anti mainstream, karena jika biasanya bus double decker menggunakan karoseri Laksana atau Adiputro, Safari Dharma Raya justru menggunakan Karoseri Morodadi Prima.

Continue reading

Manfaatkan Momen Lebaran, Po Sinar Jaya Buka Rute Baru Jakarta – Surabaya

Armada Po Sinar Jaya untuk rute Jkt – Sby ( Chasis Mercy OH 1626 L)

awansan.com – Nama Po Sinar Jaya tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, perusahaan otobus asal Jakarta ini sudah dikenal lama sebagai salah satu penguasa Jalur Jawa Tengah – Jakarta dengan ratusan armada di berbagai jurusan, tiket Po Sinar Jaya juga sangat murah sehingga banyak digemari oleh masyarakat.

Memanfaatkan momen lebaran dan mahalnya tiket pesawat, kali ini Po Sinar Jaya kembali berinovasi dengan melebarkan sayap ke arah Jawa Timur, jurusan yang dibuka adalah Jakarta – Surabaya mulai tanggal 27 Mei 2019 (Full Tol Trans Jawa) , bagi awansan ini merupakan langkah yang sangat berani, karena meskipun ini rute gemuk, sudah banyak po yang melayani.

Continue reading

Mengenang Bus Dongfeng Sumber Kencono , Pelari Terkencang di Lintas Jogja – Surabaya

Bus Dongfeng Sumber Kencono. Dok SK Loverz

awansan.com – Masyarakat di sepanjang jalur Yogya – Surabaya tentunya sudah tidak asing dengan perusahaan otobus yang satu ini, sebagai salah satu po yang sudah melayani jalur ini sejak tahun 1981, bisa dibilang Sumber group merupakan perusahaan otobus yang dibenci sekaligus dicintai oleh masyarakat di lintasannya, dibenci karena perilakunya sering ugal- ugalan di jalan, namun juga dicintai karena bus ini cepat, tepat waktu, dan tarifnya standar, sangat bisa diandalkan bagi para penumpangnya untuk mengejar waktu, maka tak heran bus ini juga mempunyai banyak penggemar setia yang kemudian tergabung dalam berbagai group sosmed sklovers/sg lovers.

Continue reading

Hino FC 190 , Chasis Andalan Hino Di Segmen Midi Bus

Hino FC 190

awansan.com – Beberapa tahun ini segmen midi bus memang kembali bergairah, jika dulu hanya ada pemain tunggal yaitu Mercedes – Benz OF 8000, kini segmen ini diramaikan oleh beberapa brand seperti Isuzu (Isuzu FRR 190), Mercedes ( MB OF 917) dan Hino (Hino FC 190).

Bicara segmen midi bus memang agak unik, dari segi ukuran bus sebetulnya mirip bus medium biasa, namun midi bus biasanya mempunyai chasis yang lebih panjang mencapai sekitar 9-10 m, panjangnya berada di bawah kelas big bus yang mempunyai panjang 12 M, tetapi diatas medium bus biasa yang hanya sekitar 6 – 7 meter, bus tipe Ini mempunyai kapasitas penumpang hingga 40 orang. Bandingkan dengan medium bus biasa yang hanya bisa mengangkut 27-30 orang.

Sebagai Market Leader di segmen chasis bus Indonesia, tentunya Hino tentunya tak mau kehilangan pasar di segmen ini, HMSI selaku ATPM Hino di Indonesia kemudian meluncurkan Hino FC 190 pada gelaran GIIAS 2015 , Hino pun cukup All out dalam memasarkan chasis bus ini dengan mengadakan roadshow ke sekitar 300 pengusaha bus di Pulau Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat

Dashboard Hino FC 190

Dibandingkan dengan para pesaingnya di sebetulnya Hino mempunyai beberapa keunggulan , diantaranya adalah mesin dengan tenaga terbesar di kelasnya, Hino FC 190 dipersenjatai dengan mesin diesel common rail 4 silinder  berkode  J05E-UP , dengan kapsitas 5123 cc mesin ini  memuntahkan tenaga maksimal hingga 190 ps @ 2500 rpm, dan torsi maksimal 560 nm @2000 rpm.

Di sektor kaki-kaki, ban Hino FC Bus hadir dengan jejak lebih lebar sehingga lebih stabil dan menambah kenyamanan berkendara, Hino Fc juga  dilengkapi Stabilizer pada bagian belakang serta shock absorber (double acting) pada bagian kedua axle yang dapat memberikan kestabilan kendaraan yang lebih baik .

panjang chassis Hino FC 190 cukup panjang mencapai 9150 mm, ketika dimasukkan karoseri bisa dibuat hingga 10 meter, dengan lebar sedikit lebih besar dari bus medium biasa. Dimensinya memungkinkan bus bisa mengangkut hingga 39 + 1 orang.

Hino FC 190. Dok Karoseri Laksana

pada tahun 2019 Hino kemudian memberikan upgrade baru di sektor kaki kaki, dimana terdapat perubahan dari sebelumnya menggunakan ban dan pelek 8.25 R16 kini FC Bus menggunakan ban dan pelek 9.5 dan R 17.5 untuk menambah kenyamanan dalam berkendara.

Dengan perubahan ban dan pelek ini maka gap antara brake drum dan velg menjadi lebih besar sehingga sirkulasi udara panas pada ban menjadi lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kejadian ban pecah saat di kendarai. Tidak hanya itu, dengan saat ini menggunakan ban radial tubeless FC Bus menjadi mudah dalam perawatan dan lebih hemat biaya karena tidak harus mengganti ban dalam.

Hingga saat ini Hino FC 190 mendapat sambutan yang cukup baik dari pasar Indonesia, utamanya dari sektor bus pariwisata , beberapa perusahaan otobus yang sudah menggunkan chasis ini adalah Po Karya Jasa, Subur Jaya, UM Jember, Akas IV, Rejeki Trans, wayang Transport dan masih banyak lainnya

Spesifikasi Hino FC 190

Model MesinDimensi (mm)
Model : FCUNKA,NNJB
Tipe : Mesin Diesel 4 Langkah Segaris;
Tenaga Maksimum (PS/rpm) : 190 /2.500
Torsi Maksimum (Kgm/rpm) : 56 / 2.000
Jumlah Silinder : 4
Diameter x Langkah Piston (mm) : 112 x 130
Isi Silinder (cc) : 5,123
Jarak Sumbu Roda : 5,320
Total Panjang :  9.150
Total Lebar : 2.160
Total Tinggi : 2,135
Lebar Jejak Depan : 1,800
Lebar Jejak Belakang : 1.660
Julur Depan : 1,315
Julur Belakang : 2,515
PerformaTangki
Kecepatan Maksimum : 112 (km/jam)
Daya Tanjak (tan Ø) : 40.9
Kapasitas : 200 lt
KoplingBerat Chassis (kg)
Tipe : Single Dry Plate with Coil Spring
Diameter Cakram : 350 mm
Total : 2,850
Kapasitas Tempat Duduk: 40 Seat
Transmisi
Tipe : LX06S
Perbandingan gigi:
ke-1 : 6,098
ke-2 : 3,858
ke-3 : 2,340
ke-4 : 1,422
ke-5 : 1,000
ke-6 : 0,744
Mundur 5,672
Kemudi
Tipe : Integral Power Steering
Minimal Radius Putar : 8,2
Sumbu
Belakang : Full Floating Type Hypoid Gear
Depan : Reserve Elliot, I-Section Beam
Perbandingan Gigi Akhir : STD : 5,142 /OPT: 4,625
Roda & Ban
Ukuran Rim : 16 X 6,00GS -135
Ukuran Ban : STD; 8.25-16-14PR/OPT : 8.25R16-14PR
Jumlah Ban : 6 (+1)
Suspensi
Depan & Belakang : Rigid Axle with
Semi Elliptic Leaf Spring
Sistim Listrik Accu
Accu : STD : 12V – 65AH x2lOPT, 12V – 120AH x 2

Mengenal Mitsubishi BM117 , Bus Balap Legendaris dari Mitsubishi

Mitsubihi BM117N milik Po SAN

Sobat Bismania, Nama besar Mitsubishi di segmen medium bus sudah tidak diragukan lagi, mengingat Mitsubishi sudah puluhan tahun menjadi market leader di segmen ini, namun untuk segmen big bus mungkin banyak yang sudah lupa jika dulu Mitsubishi melalui PT Kramayudha Tiga Berlian Motors (KTB) pernah mewarnai segmen penjualan bus besar di Indonesia, selama masa edarnya di Indonesia pada dekade 1970 -2000an , bus produk Mitsubishi cukup bertaji dan mampu perlawanan sengit kepada brand rivalnya seperti Hino, Nissan Diesel dan Mercedes Benz. 

Mitsubishi mempunyai line up cukup lengkap di Indonesia, untuk segmen bus front engine ada Mitsubishi BM sedangkan untuk segmen bus rear engine ada Mitsubishi RM. Namun dari semua bus Mitsubishi yang beredar di Indonesia , Mitsubishi BM117 lah yang paling mendapat tempat di hati rakyat Indonesia, terbukti dengan laris manisnya penjualan chasis bus ini di Indonesia.

Dilihat dari pengkodean chasisnya, Mitsubishi BM117 merupakan tipe bigbus dengan posisi mesin di depan (Front Engine), chasis ini pertama kali diluncurkan oleh KTB pada tahun 1990 sebagai pengganti Mitsubishi BM116 yang sudah tutup produksi. Kemunculan BM117 betul betul menggebrak pasar chasis bus front engine pada masa tersebut, karena dibekali dengan spek mesin yang bertenaga besar, bahkan jika dibanding dengan bus rear engine di masanya.

Chasis baru ini disokong dengan mesin 6D16-1A berkekuatan 190Ps dan bertorsi 530nm, terbesar di kelasnya.  mengingat  pada jamannya (90-an) bus  jepang lainnya masih bertenaga 175-180Ps, dan bertorsi 470-480nm. Tenaga mesin yang besar kemudian dislurkan ke roda via transmisi manual 5 speed tipe M6S5-5speed .

Perpaduan antara mesin bertenaga besar dan rasio transmisi yang tepat membuat Mitsubishi BM sangat perkasa di jalanan, kencang dan lincah seakan sudah menjadi trademark chasis ini, tak heran jika beberapa bus yang legendaris akan kecepatannya seperti PO. Luragung di jawa barat, PO. Akas dan PO. Sumber Kenjtono di Jawa Timur, banyak menggunakan armada Mitsubishi Bm117 sebagai armada andalannya.

Selama masa edarnya di Indonesia, Mitsubishi BM117 ditawarkan dalam dua varian, Varian pertama adalah BM117L dengan wheelbase short 5200mm (1990 -1999), karena wheelbasenya cukup pendek maka bus ini terkesan sedikit bantet, selama masa edarnya tercatat Kramayudha Tiga Berlian (KTB) berhasil memasarkan 2.791 unit BM117N.

Varian kedua baru meluncur tahun 1999 ketika Mitsubishi kemudian meluncurkan BM117N yang mempunyai whellbase lebih panjang (5800 mm), namun sayang sekali karena penjualan yang tidak terlalu menggembirakan , varian kedua ini hanya dipasarkan selama 1 tahun saja, kemudian setelah itu Mitsubihi memutuskan angkat kaki dari pasar big bus di Indonesia.

Kini beberapa chasis BM117 yang tersisa masih banyak dijumapi beroperasi di jalanan, utamanya sebagai bus bumel , mengingat bus ini suspensinya keras sehingga kurang cocok untuk bus patas, di Jawa Tengah banyak Mitsubihi Bm yang masih beroperasi di jalur Solo -Purwodadi dan Solo Tawangmangu, sedangkn untuk area Jawa Barat , Po Luragung masih banyak mengoperasikan untuk trayek Cirebon – Kuningan.

Mengenal Nissan Diesel CB87 , Bus Front Engine Legendaris dari Nissan

awansan.com – Sobat bismania, bus keluaran Nissan Diesel mungkin banyak yang luput dari perhatian pemerhati bus di masa kini, padahal pada era 1990 -2000an bus keluaran Nissan Diesel mampu bersaing ketat dengan rival – rivalnya . Dari semua chasis Nissan Diesel yag beredar di Indonesia, nampaknya chasis inilah yang paling legendaris, karena jumlah yang beredar cukup banyak dan juga mempunyai performa yang cukup mumpuni jika dibanding bus front engine lain di masanya.

Nissan Diesel CB87  pertama kali meluncur di Indonesia tahun 1990, dan ditujukan sebagai  generasi penerus CB12 yang sudah discontinue, sama seperti Nissan generasi sebelumnya, kemunculan CB87 juga cukup menggemparkan pasar dengan spesifikasi di atas rival rivalnya pada segmen big bus front engine.

Untuk sektor mesin Nissan Diesel CB87 menggunakan mesin diesel FE6B , salah satu mesin legendaris milik Nissan Diesel, dengan konfigurasi 6 silinder inline berkapasitas 6925 cc , naturally aspirated, tenaga maksimal dari mesin ini adalah 180 PS at 3000 rpm, dan torsi maksimal 460 nm at 1600 rpm, terbesar di kelasnya sebagai perbandingan pada tahun yang sama Hino AK 174 tenaganya hanya 175 ps, dan Mitsubishi Bm 116 juga hanya 175 ps. Rekor tenaga Nissan Diesel CB87 baru terpathakan ketika Mitsubishi mengeluarkan BM117.

Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda via transmisi manual 6 speed model MLS 61 A, transmisi 6 speed overdrive pertama di kelas big bus front engine, karena transmisi ini jugalah Nissan CB87 dikenal sebagai pelari andal di trek lurus.

Pada awal kemunculannya, hanya ditawarkan versi sasis pendek saja dengan kode  CB87L, namun kemudian tahun 1994 muncul Nissan Diesel  CB87P yang mempunyai chasis lebih panjang . Versi CB87P jg tercatat sbg sasis bus FE terpanjang di Indonesia, sebelum dipatahkan oleh sasis Dongfeng FE milik Sumber Kencono. Sasis CB87 untuk versi CB87L, diproduksi hingga th 1997, sedangkan CB87P, diproduksi hingga th 2003.

UD NissaN Diesel CB87 milik Damri. Dok Yunitan Teguh

Dengan spesifikasi yang cukup mumpuni, penjualan Nissan Diesel CB87 pun cukup menggembirakan, dengan area penjualan cukup merata, jika dulu Nissan CB12 hanya laku di sekitaran Jawa Timur, Nissan CB87 merata di seluruh Jawa, bahkan banyak yang membeli unit ini secara borongan, seperti Damri dan Akas.

Meskipun tidak sebanyak dulu, namun hingga kini masih banyak unit Nissan CB87 yang masih beroperasi di jalanan sebagai bus bumel, beberapa Po yang banyak menggunakan Bus Nissan Diesel Cb87 adalah Po AKAS, Po Parahyangan, DAMRI, PO Dahlia Indah, Po Maju Makmur, dll , uniknya lagi kini malah banyak unit Nissan Diesel yang masih justru berada di Pulau Kalimantan, dan digunakan sebagai bus AKAP.

Nissan SP210 ex Steady Safe

UD Nissan Diesel SP210 (1997 -1998)
Selain Nissan Diesel CB87, secara terbatas juga dipasarkan Nissan Diesel SP210 , Bus ini tergolong edisi limited, dan diproduksi bersamaan dgn CB87. Tahun perakitannya antara 1997-1998.

Engineering Nissan SP210 masih nyaris serupa CB87, hanya ada perbedaan sedikit perbedaan pada engine dan drivelinenya. Sedangkan secara exterior tidak ada bedanya dibanding Nissan CB87.

Yang sedikit membedakan dari Nissan Diesel SP210 ini adalah suara mesinnya lebih halus dari CB87 , suspensi juga terasa lebih lembut, dan akselerasi yg sedikit lebih cepat.

Pengguna terbesar dari Nissan Diesel SP210P adalah Po Staedy Safe,dengan jumlah sekitar 200an unit dan hampir semuanya menggunakan body New Armada, namun karena danya krismon bus ini akhirnya mangkrak kemudian dilelang, banyak Nissan Diesel SP210 yang ahirnya jatuh ke Po Arimbi dan Dahlia Indah, sedangkan sissanya berceceran di berbagai Po Lain, selain digunakan oleh Po Swasta Model SP 210 ex Steady Safe juga banyak yang jatuh ke tangan TNI dan digunakan sebagai bus operasional.

Nissan SP210 milik TNI AL. Dok Fajar Suciono

source : Ranger Giga

Balada Bus Bertopi , Disukai Sekaligus Dibenci

Bus SHD Berbando Buatan Adiputro . Dok Tribunnews

awansan.com – Sobat bismania, beberapa tahun terakhir ini dunia perbusan Indonesia memang sedang gandrung dengan model bus bertopi/bando, diawali oleh Karoseri Adiputro dengan Jetbus SHD, tren ini kemudian menyebar ke semua karoseri di Indonesia, yang akhirnya mengeluarkan model bus bertopi rancangan mereka sendiri, awansan mencatat tak kurang dari 11 model bus dari berbagai karoseri di Indonesia menggunakan topi, tak bisa dipungkiri memang permintaan pasar akan model ini sangat tinggi.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan bus bertopi/bando, karena model ini memang sedang tren dan banyak disukai baik oleh penumpang maupun oleh owner bus, apalagi jika dilihat secara sekilas bus bertopi memang kelihatan lebih keren dan lebih gagah di banding bus non topi, bahkan pada awal awal keluar dulu, banyak orang mengira bus bertopi/shd merupakan bus tingkat.

Hanya saja bagi sebagian kalangan penumpang dan  bismania topi ini menjadi salah hal yang tidak disukai karena adanya topi/bando bus tersebut menghalangi pandangan penumpang ke depan, Kebayang kan bosennya selama perjalanan ber jam – jam cuman mandangin bando yang melintang depan kaca, apalagi jika ditambah sekat 😂, bukan rahasia lagi memang ada tipe penumpang yang kalau naik bus harus lihat kedepan, begitu juga dengan para bismania yang hobby duduk di kursi hotseat agar bisa menyaksikan aksi sopir di jalanan. Sehingga tak jarang mereka lebih memilih body bus agak lawas yang belum memiliki topi/bando.

Nah kalau pembaca semua, gemar yang mana, bus berbando atau yang tanpa bando ?. kalau awansan sih tetep demen yang tanpa bando hahaha, tapi semua kembali lagi ke selera masing masing 😀 , bagi yang suka juga boleh boleh aja .

Serial Bus Langka di Indonesia, International Navistar 3800 Schoolmaster

Bus International Navistar 3800 milik UNAI. Dok Bismania Community

awansan.com – Pembaca yang budiman, Bus Amerika sebetulnya bukan barang langka di Indonesia, mengingat pada dekade 1940 – 1960an bus – bus merk Amerika seperti Dodge dan Chevrolet merupakan raja jalanan di Indonesia, namun memasuki dekade 70an bus bus bensin Amerika mulai menghilang tergusur bus diesel buatan Jerman dan Jepang, apalagi pada era milenial ini , mencari bus buatan Amerika seperti mencari jarum di tumpukan Jerami, karena memang sangat langka.

Namun meskipun langka bukan berarti tidak ada Bus Amerika modern di Indonesia, karena ternyata Universitas Advent Indonesia (UNAI) masih mempunyai dua unit bus International Navistar, awal mula kedatangan bis ini ke Indonesia karena pada tahun itu pihak UNAI kekurangan armada untuk antar-jemput perawat. Akhirnya Pak Yusuf, kepala bagian otomotif mengajukan bantuan ke mantan rektor UNAI yang berada di Amerika, Kebetulan beliau mantan rektor UNAI dekat dengan salah satu pejabat militer di Amerika, akhirnya pada tahun 1999 dan tahun 2000 masuklah Bus International Navistar yg didatangkan dari pangkalan militer Amerika di Jepang,

Unit bus Navistar milik Universitas Advent Indonesia (UNAI), bukanlah barang baru , karena bus ini dibuat tahun 1990 dan baru dikirim ke Indonesia tahun 1999, sebelumnya bus ini digunakan sebagai bus operasional tentara Amerika di Jepang

Untuk tipe bus yang masuk adalah International Navistar Schoolmaster 3800, bus ini memang didesain khusus sebagai bus sekolah terlihat dari namanya “Schoolmaster” , Untuk dapur pacunya bus ini menggunakan mesin Turbo Diesel DT466E, dengan konfigurasi 6 silinder iniline berkapasitas 6000 cc tenaga maksimal dari mesin ini adalah 170 hp , tenaga dari mesin kemudian diteruskan ke roda via transmisi Allison MT643 4-speed automatic

Bis ini masih menggunakan AC gantung dengan blower AC terletak di bawah body bagian belakang. Tanki solar juga ada dua, satu untuk solar mesin dan satu lagi untuk AC. Namun saat ini AC sudah mati, karena radiator AC keropos dan tidak dapat ditangani lagi, selain AC yang sudah mati bus Navistar ini juga sudah mendapat modifikasi pada kaki kaki depan menggunakan milik mercy, karena rem aslinya kurang pakem, sehingga diubah dengan kaki milik mercy. Sementara kaki aslinya disimpan.

Sumber : Milis BMC

BACA JUGA :

Spesies Bus Langka di Indonesia, Mercedes Benz OH 1829

Spesies Bus Langka Di Indonesia , Mercedes Benz OH 1634 L Megatrend

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes Benz OH 1632 V6

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes Benz OH 1725

Spesies Bus Langka di Indonesia , Mercedes – Benz Vario 815D 4×4 

Spesies Bus Langka di Indonesia , MAN 18.310 HOCL

Bus International Navistar milik UNAI ketika dibawa Jamnas BMC 2018. Dok Wahyu Gss

Mikrobus Engkel , Bus Andalan di Daerah Pegunungan

Mikrobus Engkel . Dok Tsabita

awansan.com – Pembaca yang budiman, berbeda dengan penduduk di daerah perkotaan yang mempunyai banyak pilihan moda transportasi umum, penduduk di daerah pedesaan/pegunungan biasanya hanya mempunya sedikit pilihan moda, karena memang jumlah kendaraan nya terbatas dan medan jalan yang membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tertentu untuk bisa menambusnya .

Namun terkhusus untuk daerah pegunungan Jawa bisa dibilang mikrobus engkel lah yang menjadi primadona, karena mempunyai body yang lebih tinggi sehingga nyaman untuk berdiri (muat banyak orang), namun dimensinya kompak sehingga tetap bisa melibas tikungan tikungan sempit di jalur pegunungan, penamaan Mikrobus Engkel didasarkan bentuknya yang memang lebih kecil dibanding Medium bus biasa (bus 3/4), namun lebih besar dibanding ukuran Colt T120, sedangkan nama engkel didasarkan pada chasisnya yang semuanya menggunakan basis truk engkel 4 Roda.

Kemunculan Mikrobus engkel sendiri dimulai dari medio 80an, pasca memudarnya dominasi Colt T120, sebagai penggantinya di beberapa daerah kemudian muncul Isuzu Bison dan Mitsubishi Colt Diesel FE berbodi Station yang memiliki kabin yang lebih lapang dan luas, namun tetap memiliki kemampuan menembus jalur pegunungan dengan jalan yang relatif sempit dan berliku.

Seiring berjalannya waktu kebutuhan masyarakat akan trabsportasi umum pun semakin besar, oleh karena itu kemudian beberapa karoseri membuat bodi “bus kecil/mikrobus ” yang lebih tinggi dan nyaman untuk berdiri Jika dibandingkan dengan body station, model mikrobus juga bisa mengangkut lebih banyak penumpang dibanding model wagon, karena era tersebut sedang ngetren body kapsul, banyak mikrobus engkel juga yang bermodel kapsul, untuk Karoserinya sendiri rata – rata berada di kawasan Magelang seperti ABC, New Armada, Tri Sakti dan Agustus.

Kapasitas dari mikrobus engkel sebetulnya hanya 16 penumpang duduk, namun tak jarang diisi hingga 30 – 40 orang jika ditambah yang berdiri dan nggandul di pintu, bahkan kadang ada juga penumpang yang naik di atas bus.

Untuk Chasis yang digunakan, Mikrobus engkel mengambil basis truk engkel 4 roda, tapi hampir 100% menggunakan merk Mitsubishi Colt Diesel Fe Series, sangat jarang ditemui yang menggunakan merk lain, hal ini dikarenakan Colt Diesel dianggap chasis yang paling bandel dan mesinnya juga kuat untuk menaklukkan tanjakan pegunungan dengan muatan overload. Perawatan pun lebih mudah karena sparepartnya juga sama dengan versi truknya.

Pada awalnya Mikrobus Engkel ini hanya endemik di sekitar daerah yang konturnya berbukit dan bergunung seperti Wonosobo, Magelang, Temanggung, Kebumen, Jogja, Gunung Kidul, Banjarnegara, Pacitan, Kulonprogo dan beberapa daerah lainnya, namun lama kelamaan kemudian menyebar ke berbagai daerah dan bahkan menjadi salah satu moda angkutan Kota . Sebutan untuk bus ini juga bermacam – macam tergantung daerahnya seperti bus tuyul, bus engkel, colt engkel, bus pintu 1 dll.

Untuk saat ini mikrobus engkel relatif mudah ditemui di berbagai kota di Jawa Tengah dan menjadi salah satu andalan untuk transportasi masyarakat untuk trayek antar kecamatan, bus ini juga cukup digemari oleh anak anak sekolah , yang unik dari bus ini adalah sistem pengoperasiannya, jika bus besar dan bus medium biasanya sudah berjadwal, mikrobus ini jalannya tanpa jadwal, jadi ya suka suka sopirnya, tidak ada jadwal pasti keberangkatan dan kedatangannya 😆 .

source : Binawan M, Kebumen Expres, Pacitanku,

Ke Jakarta Bersama Ramayana Seri H, Pelan Pelan Menghanyutkan

Ramayana Seri H . Dok pribadi

awansan.com – Pembaca yang budiman, setelah cukup lama vakum touring jarak jauh, Alhamdulillah kali ini awansan kembali diberi kesempatan ngaspal naik si tayo, ngaspal kali ini dalam rangka menghadiri undangan dari United Tractor, ATPM Scania di Indonesia . Nah karena awansan ada di Temanggung maka untuk kesana mesti ngebis dulu hahaha.

Rencana awal sih awansan bakal naik Po Handoyo dari Temanggung kemudian langsung turun Pulogebang, lanjut naik busway ke United Tractor Cakung , namun ternyata para jurnalis yang hari itu liputan, bakal berangkat bareng dari pancoran, ya sudah akhirnya awansan putuskan ke depok dulu saja, karena di sana awansan punya teman dan saudara yang bisa digunakan untuk transit, baru lanjut ke pancoran untuk berangkat bareng ke United Tractor.

Sabtu , 30 Maret 2019
Dan perburuan tiket pun dimulai, sore itu awansan ke Teminal Secang buat lihat – lihat harga tiket, sekaligus ngajak istri jalan jalan, biasa kalau mau ditinggal jauh mesti minta jalan – jalan dulu. Muter muter dulu lihat bus kemudian baru tanya – tanya ke agen, Ketika sampai loket Ramayana iseng tanya hotseat masih ada atau nggak buat tanggal 1 April, Alhamdulillah masih ada hotseat no 4, langsung awansan dp buat amankan kursinya.

Senin, 1 April 2019
Hari yang ditungu – tunggu pun tiba, setelah jam ngajar selesai, awansan langsung siap – siap, sholat ashar kemudian bablas ke terminal secang naik bus Cebong Jaya, dasar jam mepet bus nya pun nebut nggak karuan, walhasil jam 16.00 awansan sudah sampai di termi8nal Secang.

Celingak – celinguk armada yang dinanti masih belum ada, baru ada gerombolan Murni Jaya yang ssat itu memang betul betul memenuhi Terminal Secang, mumpung masih ada waktu, awansan manfaatkan untuk charge hp di agen Ramayana.

Murni Jaya . Dok Pribadi
Duo Handoyo . Dok Pribadi

Setelah Murni Jaya berlalu,kini giliran gerombolan Handoyo yang memenuhi Terminal Secang, sebetulnya awansan ngincer armada yang kuning itu wkwkwk, tapi gpp lah, semoga besok lain kesempatan bisa ngicipin Handoyo.

40 menit menunggu akhirnya armada Ramayana pun tiba, oh ya awansan dapat armada Seri H ( Jogja – Bogor) degan harga tiket 170k (non service makan). FYI Ramayana seri H ini merupakan bus kelas VIP dengan Fasilitas : Seat 2 – 2 Total 34 Seat, Reclining seat, AC, Audio, Video, Toilet, Selimut, dan Snack 1x .

Pandangan Luas Tanpa Topi

Pertama melihat awansan kira bakal dapet chasis Mercy King seperti Ramayana Seri D yang kemarin awansan naiki, lha lambang mercy nya gede banget, tapi begitu masuk ternyata chasisnya Hino RK8, jiah Hino Berbulu Mercy ternyata 😆 ,

Untuk bodynya sendiri, armada ini menggunakan model Ventura buatan Morodadi Prima, joss nih masih dapet body lawas yang nggak pakai topi topian, jadi sepanjang jalan bisa puas menikmati pemandangan, nggak sia sia beli tiket hotseat. Meskipun body lawas , namun rasanya masih sangat kokoh, khas morodadi prima, di jalanan sangat senyap mimim bunnyi glodakan atau gemradak seperti lazimnya body lawas.

Sayangnya karena dapat tempat di belakang sopir, legroomnya jadi sempit nggak bisa buat selonjoran, padahal baris kedua kebelakang legroomnya lega banget .

Jalur Secang – Ambarawa

Sekitar pukul 05.00 bus pun diberangkatkan dari Terminal Secang, dan seperti biasa bus ini minim aksi aksi menegangkan sepanjang jalanan, sepanjang trek Secang – Ambarawa yang berliku bus dijalankan dengan santai saja, seakan tidak dikejar waktu. Sayang banget potensi RK8 nya tidak dikeluarkan secara maksimal, sopir lebih memilih bermain di rpm aman, yang awansan salut adalah pernya yang empuk dan tidak ada suara kriyet kriyet, padahal ini masih pakai leafspring lho 😀 .

Di Ambarawa bus sempat masuk terminal untuk memasukkan beberapa penumpang tambahan, okupansi penumpang saat itu cukup baik , terlihat sekitar 75% kursi penumpang terisi , perjalanan pun berlanjut via kota Ambarawa menuju Bawen, tidak masuk terminal tapi langsung bablas ke GT Bawen.

Ngejoss di Tol

Masuk Tol Bawen mulai dah ketemu sama bus malam lain tujuan Jakarta, lumayan lah ada teman lari di tol, pedal gas pun mulai diinjak lebih dalam, terlihat di speedometer kecepatannya stabil di kisaran 80 – 100 km/j, tidak pernah lebih, karena ngantuk awansan tinggal tidur saja, dan bangun bangun sudah sampai RM Gerbang Elok Gringsing, waktu menunjukkan pukul 19.00 , yang berarti dari Terminal Secang hingga Gringsing ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja.

Di Gerbang Elok bus berhenti cukup lama, awansan sempatkan buat sholat dan makan, berhubung tidak ada servis makan maka beli soto sendiri di RM ini, Harganya sih standar 15.000, porsinya tidak terlalu banyak tapi cukup lah buat ganjal perut sampai besok pagi, apalagi kondisi saat itu sedang hujan sehingga paling cocok memang makan yang berkuah panas dan pedas 😀 .

Barisan Ramayana di Gerbang Elok

Pukul 19.00 bus diberangkatkan kembali, perkiraan awal balik masuk tol ternyata tidak, pemanah muntilan ini malah bablas ke arah batang via tanjakan plelen lama, masih dengan style wolesnya , sampai sampai dibalap oleh rekan sekandang Ramayana E3 yang kemudian langsung menghilang tak kelihatan. Padahal E3 ini berangkat paling terakhir dari RM Gerbang Elok. Kapan kapan kalau ada duit kayaknya E3 ini perlu dicoba juga 😆 .

Style mengemudi yang woles, ac yang dingin dingin dan perut kenyang membuat kantuk awansan tak tertahankan, sempat terbangun sebentar sudah masuk GT Palimanan, lirik speedometer masih setia dengan kec 100 km/j, pasrah saja deh ketika harus diasapi gerombolan bus muriaan seperti Haryanto, Nusantara, Bejeu dll.

Namun meskipun begitu ternyata bus ini masih mampu mengovertake beberapa unit Sinar Jaya, Dewi Sri, dan Murni Jaya .. Jiah kirain Ramayana udah paling lelet, ternyata ada yang lebih lelet lagi 😆 .

Memasuki kawasan Cikarang, nampak kemacetan panjang sudah menanti, well efek proyek Tol Elevated ini memang dahsyat, pagi buta kayak gini aja macetnya panjang bener, dan Ramayana pun kemudian ikut berjibaku, dusel sana dusel sini agar bisa cepat lepas dari kemacetan.

Untungny sopir cepat tanggap, begitu masuk daerah Bekasi, bus langsung diarahkan keluar tol, kemudian mengambil jalur bawah Via Pekayon dan Jatiasih, keputusan yang tepat karena jalannya lancar jaya 😆 , nampak di depan juga ada satu sinar jaya yang juga lewat jalur ini, kemudian dua bus ini konvoi bersama hingga kembali masuk toll Jor, sebetulnya awansan ingin turun di pal depok, tapi teryata bus sudah tidak boleh lewat pal lagi, akhirnya awansan memutuskan turun di Alfamidi Juanda .

Lihat jam ternyata masih pukul 03.00 pagi, kena macet aja sampai sini masih jam segini, nggak kebayang kalau lancar mungkin jam dua sudah nyampe, meskipun kerasa pelan tapi ternyata Ramayana Seri H ini cepet juga sampai di tujuan 😀 ,

dengan demikian maka berakhirlan touring kali ini, thanks for reading and see you next time 😀