Bismania

Sejarah Karoseri GMM , Karoseri Bus Resmi milik Mercedes Benz Indonesia

GMM Banteng Milik Po Mulyo Indah

awansan.com – Dear pembaca semua, dibandingkan dengan karoseri-karoseri besar lain di Indonesia yang kepemilikannya independen, bisa dibilang Karoseri GMM lah yang merupakan satu – satunya karoseri yang dimiliki ATPM.

Berdirinya Karoseri GMM tak lepas dari peran pemerintah orde baru yang saat itu mewajibkan semua merk mobil yang beredar di Indonesia mempunyai ATPM tersendiri, selain itu dikeluarkan juga aturan yang melarang impor kendaraan secara CBU.

(more…)
Advertisements

Roling Out Legacy Sky Double Decker Milik Po Harapan Jaya

awansan.com – Dear pembaca semua, nampaknya akhir akhir ini pasar bus tingkat di Indonesia akan semakin panas, jika kemarin Legacy Sky DD milik Po Borlindo yang meluncur, kini giliran Legacy Sky milik Po Harapan Jaya yang meluncur ke publik.

Dibangun di atas chasis Scania K410, nampak bus jahitan Karoseri Laksana ini sangat Gagah dengan dimensinya yang tinggi besar, double decker gitu lho. Apalagi dengan Livery kuda berlarinya yang legendaris, bus ini bagai menjadi kereta kencana bagi para penumpangnya.

Secara tampilan, model Legacy Sky double decker ini lebih eye catching dibanding pesaingnya “Jetbus SDD” dari Karoseri Adiputro, garis garis desainnya tegas dan berani, terutama di sektor selendang samping yang seakan memberikan kesan flyng roof pada pembatas antara lantai satu dan lantai dua, berbeda dengan Jetbus SDD yang cenderung plain, tapi sekali lagi masalah model itu soal selera, bagi sebagian orang bisa saja Jetbus SDD lebih ganteng 😁.

Well selamat untuk Po Harapan Jaya, semoga dengan datangnya Armada baru ini Po Harapan Jaya semakin mendapat tempat di hati pelanggannya.

Source : Ririe Errie

Mengenal Bus Mercedes Benz O 321 H , Pelopor Bus Mercedes Modern di Indonesia

Hasil gambar untuk mercedes benz O 321 H bus chassis
MercedesBenz O321 di Tengah Keramaian Jakarta

awansan.com –  Mercedes – Benz O321 memang bukanlah bus Mercedes pertama yang masuk ke Indonesia, karena sebetulnya pada zaman penjajahan Belanda sudah ada beberapa bus Mercedes yang masuk di Indonesia dan digunakan pada beberapa trayek bus di pulau Jawa dan Sumatera

Bus Diesel Mercedes Benz trayek Bandung – Cirebon (1939)

Namun untuk era pasca kemerdekaan, Bisa dibilang Mercedes Benz O 321 H merupakan pelopor masuknya bus modern di Indonesia, yup pada era 60an Mercedes Benz O 321 H merupakan salah satu jenis bus terbaik di dunia, dengan beberapa fitur yang kemudian baru umum di Indonesia 20 – 30 tahun kemudian, wajar saja bus ini kemudian menarik hati Indonesia yang sedang menyelenggarakan event bergengsi Ganefo dan Asian Games.

Melalui Importir PT Permorim tercatat sedikitnya ada 300 unit Bus Mercedes O321 H yang masuk ke Indonesia, suatu jumlah yang sangat besar untuk satu jenis bus, pada saat bersamaan juga masuk Bus Robur , Bus Dodge dan Bus Ikarus yang juga dipergunakan untuk kepentingan Ganefo dan Asian Games.

Mercedes Benz O 321 H sendiri pertama diluncurkan di Jerman pada tahun 1954 dengan basis produksi di kota Manheim Jerman,  bus ini merupakan cikal bakal body bus low floor dan monoque body di Indonesia, Mercedes Benz O 321 H memiliki desain chasis semi integral, dengan kata lain body terpasang pada kerangka, dimana unit lantai  berperan sebagai penyangga beban keseluruhan, Teknologi seperti ini menjadikan bus lebih ringan, lebih stabil dan bagasi lebih luas karena tidak adanya sasis yang melintang, wheelbase bus ini adalah 4.18 meter sedangkan total panjangnya 9.23 meter dengan kapasitas penumpang 38 seat.

Konstruksi Body seperti ini baru kemudian dipakai di Indonesia 36 tahun kemudian ketika Adiputro memperkenalkan model Neoplan yang berbody monoque juga.

2772029_20140424113533

Mercedes Benz O 321 H perum PPD

Fitur lain yang cukup canggih adalah adanya, pintu geser pneumatic di bagian depan, untuk  kenyamanan jangan ditanya karena O 321 H sudah menggunakan suspensi coil spring (per keong) yang tertanam pada axle depan, ingat lho ini bus tahun 60an, di Indonesia sendiri pintu pneumatic baru muali banyak digunakan tahun 90an, sedangkan per keong sampai sekarang belum ada bus di Indonesia yang memakainya

Pada sektor mesin Mercedes Benz O 321 H keluaran sebelum 1962 menggunakan mesin diesel seri OM321 berkapasitas 5,1 liter dengan tenaga 110HP , sedangkan keluaran 1962 ke atas sudah menggunakan mesin yang lebih besar berkode OM322 , dengan kapasitas 5,7 liter mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 126HP.  tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda Via transmisisi manual 5 speed fully-synchronized dan berfitur gearshift system elektris.

Hasil gambar untuk terminal blok m1973

Bus Mercedes Benz O321 dan Bus Dodge di terminal Blok M 1973

Pasca event Ganefo dan Asian Games selesai bus ini kemudian dipakai oleh Perum PPD untuk bus bus kota di Jakarta, sebagin bus lain juga jatuh ke tangan perusahaan otobus swasta dan dioepasikan sebagai bus antar kota , bus ini masih terlihat hingga tahun 1973 hingga kemudian menghilang tak tau kemana, dari 300an unit bus Mercy O 321 yang masuk Indonesia, kini hanya tersisa 3 unit bus saja di tangan kolektor.

Terkuak Sudah Pemilik Pertama Legacy Sky Double Decker, Ternyata Po Borlindo

awansan.com – Dear pembaca semua, setelah beberapa waktu menjadi misteri, akhirnya terkuak sudah pemilik pertama body Legacy Sky Double Decker.

Ternyata body tersebut dibeli oleh Po Borlindo, salah satu Po besar asal Sulawesi yang memang sedang giat memperbaharui armadanya, selain membeli body double decker dari Laksana, Po Borlindo juga memborong bus tingkat dari Karoseri New Armada.

Well selamat untuk Po Borlindo, semoga semakin maju dengan armada barunya.

Source : Laksanabus

Mengenal Armada Baru Po Raya , Semakin Nyaman Dengan Chasis OH 1626 L Air Suspension

awansan.com – Dear pembaca semua, selama ini Po Raya dikenal sebagai salah satu perusahaan otobus yang setia menggunakan Chasis Bus Mercedes – Benz keluaran lawas, mulai dari OH 1113 Prima, OH 1518 King hingga OH 1521 Intercooler, semua masih terawat dengan baik dan masih beroperasi hingga sekarang.

Bahkan ketika Mercedes – Benz mengeluarkan chasis generasi baru Mercedes Benz OH 1525 dan 1526, Raya tetap tidak tertarik untuk meminangnya sebagai armada untuk peremajaan, dan tetap setia dengan chasis – chasis lawas saja. (more…)