0

Volvo Bus Meluncurkan Volvo B11R dan Volvo B8R Untuk Pasar Indonesia

Volvo B11R pada pameran Busworld 2019 (jawapos)

Pada tanggal 20 Maret di acara khusus yaitu Busworld South East Asia Exhibition 2019 Jakarta, Volvo Bus secara resmi meluncurkan sasis Volvo B11R dan Volvo B8R ternama dunia bagi pasar bus di Indonesia.

“Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan modern untuk bus. Ini membawa peluang signifikan bagi operator bus dan produsen bus untuk mendukung kemajuan transportasi darat melalui bus yang berkualitas tinggi, aman, dan ramah lingkungan. Melalui rekam jejak yang telah terbukti selama lebih dari 90 tahun, Volvo Bus sangatlah ideal untuk memenuhi tuntutan operator dan penumpang bus.

Continue Reading
0

Po Haryanto Luncurkan Armada Baru Berchasis Mercedes Benz OF 1623

Mercy OF 1623 milik Po Haryanto

awansan.com- Sobat bismania , setelah hampir setahun diluncurkan akhirnya bertambah juga chasis Mercedes Benz OF 1623 yang ngaspal di jalanan Indonesia dengan rilisnya 1 unit bus milik Po Haryanto, perusahaan otobus terkemuka asal kudus yang memang beberapa tahun belakangan ini sedang naik daun.

Nampaknya Haryanto penasaran juga dengan chasis ini dan ingin mencobanya, coba coba ini terlihat dari pembeliannya yang hanya satu unit padahal biasanya Haryanto kalau beli chasis mesti borongan, fyi unit milik Haryanto ini merupakan unit kelima Mercy OF 1623 di Indonesia, menyusul pendahulunya Po Citra Adi lancar (1 unit), Po Akas (2 unit), Jakarta Bus (1 unit).

Mercedes Benz OF 1623 RF sendiri merupakan bus front engine yang ditujukan untuk bersaing dengan Hino AK 215. Chasis ini dipersenjatai dengan mesin diesel OM 906 LA Euro 3 yang bertenaga 230 HP, Mesin yang sama dengan MB OH 1526 dan 1626 yang oleh beberapa operator telah membuktikan ketangguhannya dengan menembus 1 juta kilometer tanpa turun mesin.

Untuk urusan karoseri , Po haryanto mempercayakan kepada body builder kenamaan asal malang “Adiputro” dengan model Jetbus 3 SHD, tampak gagah memang dan mungkin jadi satu satunya Jetbus 3 SHD yang menggunakan mesin depan. Pasca keluar dari karoseri belum diketahui chasis ini nantinya akan digunakan di trayek mana, kalau tebakan awansan sih buat trayek Jogja – Smg – Pati 😀 .

6

Nyobain Po Gunung Harta , Pemain baru di Lintas Jogja – Jakarta Via Temanggung

Po Gunung Harta , Jurusan Jkt – Jogja via Temanggung

awansan.com – Sobat bismania, touring kali ini betul betul istimewa, karena selain bisa menyelesaikan urusan di Jakarta dengan lancar, alhamdulillah awansan juga bisa kopdar silaturahmi dengan om Joe salah, satu komentator di blog ini, dan dari obrolan ringan semalaman dengan beliau awansan dapat banyak ilmu yang berharga, awansan ucapkan terima kasih banyak dan semoga silaturahmi ini bisa selalu terjaga.

Continue Reading
2

Trip Report Temanggung – Jakarta bersama Po Safari Dharma Raya

Garasi Po Safari Dharma Raya

awansan.com – Bro sis sekalian, tak henti hentinya awansan ucapkan syukur kepada Allah SWT, karena ditengah kesibukan ini masih diberi kesempatan untuk touring ngebis lagi ke Jakarta, kebetulan ada beberapa urusan urgent yang harus segera ditangani di ibukota, excited banget rasanya mengingat touring jarak jauh awansan terakhir sudah hampir setahun lalu haha.

Continue Reading
1

Sambut Lebaran, PO Safari Dharma Raya Luncurkan Bus Tingkat Pertamanya

Grand Tourismo Double Decker. Dok YPR photography

awansan.com – Musim lebaran kali ini dunia perbusan indonesia betul betul penuh dengan kejutan, setelah kemarin Sinar Jaya membuat kejutan dengan membuka rute Jakarta – Surabaya, kini giliran si gajah Po Safari Dharma Raya (OBL) yang membuat kejutan dengan meluncurkan bus double decker pertamanya.

Untuk chasis Po Safari Dharma Raya tetap setia menggunakan Brand Mercedes Benz dengan tipe OC 500 RF 2542, sedangkan urusan karoseri Safari Dharma Raya bisa dibilang anti mainstream, karena jika biasanya bus double decker menggunakan karoseri Laksana atau Adiputro, Safari Dharma Raya justru menggunakan Karoseri Morodadi Prima.

Continue Reading
0

Manfaatkan Momen Lebaran, Po Sinar Jaya Buka Rute Baru Jakarta – Surabaya

Armada Po Sinar Jaya untuk rute Jkt – Sby ( Chasis Mercy OH 1626 L)

awansan.com – Nama Po Sinar Jaya tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, perusahaan otobus asal Jakarta ini sudah dikenal lama sebagai salah satu penguasa Jalur Jawa Tengah – Jakarta dengan ratusan armada di berbagai jurusan, tiket Po Sinar Jaya juga sangat murah sehingga banyak digemari oleh masyarakat.

Memanfaatkan momen lebaran dan mahalnya tiket pesawat, kali ini Po Sinar Jaya kembali berinovasi dengan melebarkan sayap ke arah Jawa Timur, jurusan yang dibuka adalah Jakarta – Surabaya mulai tanggal 27 Mei 2019 (Full Tol Trans Jawa) , bagi awansan ini merupakan langkah yang sangat berani, karena meskipun ini rute gemuk, sudah banyak po yang melayani.

Continue Reading
6

Mengenang Bus Dongfeng Sumber Kencono , Pelari Terkencang di Lintas Jogja – Surabaya

Bus Dongfeng Sumber Kencono. Dok SK Loverz

awansan.com – Masyarakat di sepanjang jalur Yogya – Surabaya tentunya sudah tidak asing dengan perusahaan otobus yang satu ini, sebagai salah satu po yang sudah melayani jalur ini sejak tahun 1981, bisa dibilang Sumber group merupakan perusahaan otobus yang dibenci sekaligus dicintai oleh masyarakat di lintasannya, dibenci karena perilakunya sering ugal- ugalan di jalan, namun juga dicintai karena bus ini cepat, tepat waktu, dan tarifnya standar, sangat bisa diandalkan bagi para penumpangnya untuk mengejar waktu, maka tak heran bus ini juga mempunyai banyak penggemar setia yang kemudian tergabung dalam berbagai group sosmed sklovers/sg lovers.

Continue Reading
0

Hino FC 190 , Chasis Andalan Hino Di Segmen Midi Bus

Hino FC 190

awansan.com – Beberapa tahun ini segmen midi bus memang kembali bergairah, jika dulu hanya ada pemain tunggal yaitu Mercedes – Benz OF 8000, kini segmen ini diramaikan oleh beberapa brand seperti Isuzu (Isuzu FRR 190), Mercedes ( MB OF 917) dan Hino (Hino FC 190).

Bicara segmen midi bus memang agak unik, dari segi ukuran bus sebetulnya mirip bus medium biasa, namun midi bus biasanya mempunyai chasis yang lebih panjang mencapai sekitar 9-10 m, panjangnya berada di bawah kelas big bus yang mempunyai panjang 12 M, tetapi diatas medium bus biasa yang hanya sekitar 6 – 7 meter, bus tipe Ini mempunyai kapasitas penumpang hingga 40 orang. Bandingkan dengan medium bus biasa yang hanya bisa mengangkut 27-30 orang.

Sebagai Market Leader di segmen chasis bus Indonesia, tentunya Hino tentunya tak mau kehilangan pasar di segmen ini, HMSI selaku ATPM Hino di Indonesia kemudian meluncurkan Hino FC 190 pada gelaran GIIAS 2015 , Hino pun cukup All out dalam memasarkan chasis bus ini dengan mengadakan roadshow ke sekitar 300 pengusaha bus di Pulau Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat

Dashboard Hino FC 190

Dibandingkan dengan para pesaingnya di sebetulnya Hino mempunyai beberapa keunggulan , diantaranya adalah mesin dengan tenaga terbesar di kelasnya, Hino FC 190 dipersenjatai dengan mesin diesel common rail 4 silinder  berkode  J05E-UP , dengan kapsitas 5123 cc mesin ini  memuntahkan tenaga maksimal hingga 190 ps @ 2500 rpm, dan torsi maksimal 560 nm @2000 rpm.

Di sektor kaki-kaki, ban Hino FC Bus hadir dengan jejak lebih lebar sehingga lebih stabil dan menambah kenyamanan berkendara, Hino Fc juga  dilengkapi Stabilizer pada bagian belakang serta shock absorber (double acting) pada bagian kedua axle yang dapat memberikan kestabilan kendaraan yang lebih baik .

panjang chassis Hino FC 190 cukup panjang mencapai 9150 mm, ketika dimasukkan karoseri bisa dibuat hingga 10 meter, dengan lebar sedikit lebih besar dari bus medium biasa. Dimensinya memungkinkan bus bisa mengangkut hingga 39 + 1 orang.

Hino FC 190. Dok Karoseri Laksana

pada tahun 2019 Hino kemudian memberikan upgrade baru di sektor kaki kaki, dimana terdapat perubahan dari sebelumnya menggunakan ban dan pelek 8.25 R16 kini FC Bus menggunakan ban dan pelek 9.5 dan R 17.5 untuk menambah kenyamanan dalam berkendara.

Dengan perubahan ban dan pelek ini maka gap antara brake drum dan velg menjadi lebih besar sehingga sirkulasi udara panas pada ban menjadi lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kejadian ban pecah saat di kendarai. Tidak hanya itu, dengan saat ini menggunakan ban radial tubeless FC Bus menjadi mudah dalam perawatan dan lebih hemat biaya karena tidak harus mengganti ban dalam.

Hingga saat ini Hino FC 190 mendapat sambutan yang cukup baik dari pasar Indonesia, utamanya dari sektor bus pariwisata , beberapa perusahaan otobus yang sudah menggunkan chasis ini adalah Po Karya Jasa, Subur Jaya, UM Jember, Akas IV, Rejeki Trans, wayang Transport dan masih banyak lainnya

Spesifikasi Hino FC 190

Model MesinDimensi (mm)
Model : FCUNKA,NNJB
Tipe : Mesin Diesel 4 Langkah Segaris;
Tenaga Maksimum (PS/rpm) : 190 /2.500
Torsi Maksimum (Kgm/rpm) : 56 / 2.000
Jumlah Silinder : 4
Diameter x Langkah Piston (mm) : 112 x 130
Isi Silinder (cc) : 5,123
Jarak Sumbu Roda : 5,320
Total Panjang :  9.150
Total Lebar : 2.160
Total Tinggi : 2,135
Lebar Jejak Depan : 1,800
Lebar Jejak Belakang : 1.660
Julur Depan : 1,315
Julur Belakang : 2,515
PerformaTangki
Kecepatan Maksimum : 112 (km/jam)
Daya Tanjak (tan Ø) : 40.9
Kapasitas : 200 lt
KoplingBerat Chassis (kg)
Tipe : Single Dry Plate with Coil Spring
Diameter Cakram : 350 mm
Total : 2,850
Kapasitas Tempat Duduk: 40 Seat
Transmisi
Tipe : LX06S
Perbandingan gigi:
ke-1 : 6,098
ke-2 : 3,858
ke-3 : 2,340
ke-4 : 1,422
ke-5 : 1,000
ke-6 : 0,744
Mundur 5,672
Kemudi
Tipe : Integral Power Steering
Minimal Radius Putar : 8,2
Sumbu
Belakang : Full Floating Type Hypoid Gear
Depan : Reserve Elliot, I-Section Beam
Perbandingan Gigi Akhir : STD : 5,142 /OPT: 4,625
Roda & Ban
Ukuran Rim : 16 X 6,00GS -135
Ukuran Ban : STD; 8.25-16-14PR/OPT : 8.25R16-14PR
Jumlah Ban : 6 (+1)
Suspensi
Depan & Belakang : Rigid Axle with
Semi Elliptic Leaf Spring
Sistim Listrik Accu
Accu : STD : 12V – 65AH x2lOPT, 12V – 120AH x 2
2

Mengenal Mitsubishi BM117 , Bus Balap Legendaris dari Mitsubishi

Mitsubihi BM117N milik Po SAN

Sobat Bismania, Nama besar Mitsubishi di segmen medium bus sudah tidak diragukan lagi, mengingat Mitsubishi sudah puluhan tahun menjadi market leader di segmen ini, namun untuk segmen big bus mungkin banyak yang sudah lupa jika dulu Mitsubishi melalui PT Kramayudha Tiga Berlian Motors (KTB) pernah mewarnai segmen penjualan bus besar di Indonesia, selama masa edarnya di Indonesia pada dekade 1970 -2000an , bus produk Mitsubishi cukup bertaji dan mampu perlawanan sengit kepada brand rivalnya seperti Hino, Nissan Diesel dan Mercedes Benz. 

Mitsubishi mempunyai line up cukup lengkap di Indonesia, untuk segmen bus front engine ada Mitsubishi BM sedangkan untuk segmen bus rear engine ada Mitsubishi RM. Namun dari semua bus Mitsubishi yang beredar di Indonesia , Mitsubishi BM117 lah yang paling mendapat tempat di hati rakyat Indonesia, terbukti dengan laris manisnya penjualan chasis bus ini di Indonesia.

Dilihat dari pengkodean chasisnya, Mitsubishi BM117 merupakan tipe bigbus dengan posisi mesin di depan (Front Engine), chasis ini pertama kali diluncurkan oleh KTB pada tahun 1990 sebagai pengganti Mitsubishi BM116 yang sudah tutup produksi. Kemunculan BM117 betul betul menggebrak pasar chasis bus front engine pada masa tersebut, karena dibekali dengan spek mesin yang bertenaga besar, bahkan jika dibanding dengan bus rear engine di masanya.

Chasis baru ini disokong dengan mesin 6D16-1A berkekuatan 190Ps dan bertorsi 530nm, terbesar di kelasnya.  mengingat  pada jamannya (90-an) bus  jepang lainnya masih bertenaga 175-180Ps, dan bertorsi 470-480nm. Tenaga mesin yang besar kemudian dislurkan ke roda via transmisi manual 5 speed tipe M6S5-5speed .

Perpaduan antara mesin bertenaga besar dan rasio transmisi yang tepat membuat Mitsubishi BM sangat perkasa di jalanan, kencang dan lincah seakan sudah menjadi trademark chasis ini, tak heran jika beberapa bus yang legendaris akan kecepatannya seperti PO. Luragung di jawa barat, PO. Akas dan PO. Sumber Kenjtono di Jawa Timur, banyak menggunakan armada Mitsubishi Bm117 sebagai armada andalannya.

Selama masa edarnya di Indonesia, Mitsubishi BM117 ditawarkan dalam dua varian, Varian pertama adalah BM117L dengan wheelbase short 5200mm (1990 -1999), karena wheelbasenya cukup pendek maka bus ini terkesan sedikit bantet, selama masa edarnya tercatat Kramayudha Tiga Berlian (KTB) berhasil memasarkan 2.791 unit BM117N.

Varian kedua baru meluncur tahun 1999 ketika Mitsubishi kemudian meluncurkan BM117N yang mempunyai whellbase lebih panjang (5800 mm), namun sayang sekali karena penjualan yang tidak terlalu menggembirakan , varian kedua ini hanya dipasarkan selama 1 tahun saja, kemudian setelah itu Mitsubihi memutuskan angkat kaki dari pasar big bus di Indonesia.

Kini beberapa chasis BM117 yang tersisa masih banyak dijumapi beroperasi di jalanan, utamanya sebagai bus bumel , mengingat bus ini suspensinya keras sehingga kurang cocok untuk bus patas, di Jawa Tengah banyak Mitsubihi Bm yang masih beroperasi di jalur Solo -Purwodadi dan Solo Tawangmangu, sedangkn untuk area Jawa Barat , Po Luragung masih banyak mengoperasikan untuk trayek Cirebon – Kuningan.

4

Mengenal Nissan Diesel CB87 , Bus Front Engine Legendaris dari Nissan

awansan.com – Sobat bismania, bus keluaran Nissan Diesel mungkin banyak yang luput dari perhatian pemerhati bus di masa kini, padahal pada era 1990 -2000an bus keluaran Nissan Diesel mampu bersaing ketat dengan rival – rivalnya . Dari semua chasis Nissan Diesel yag beredar di Indonesia, nampaknya chasis inilah yang paling legendaris, karena jumlah yang beredar cukup banyak dan juga mempunyai performa yang cukup mumpuni jika dibanding bus front engine lain di masanya.

Nissan Diesel CB87  pertama kali meluncur di Indonesia tahun 1990, dan ditujukan sebagai  generasi penerus CB12 yang sudah discontinue, sama seperti Nissan generasi sebelumnya, kemunculan CB87 juga cukup menggemparkan pasar dengan spesifikasi di atas rival rivalnya pada segmen big bus front engine.

Untuk sektor mesin Nissan Diesel CB87 menggunakan mesin diesel FE6B , salah satu mesin legendaris milik Nissan Diesel, dengan konfigurasi 6 silinder inline berkapasitas 6925 cc , naturally aspirated, tenaga maksimal dari mesin ini adalah 180 PS at 3000 rpm, dan torsi maksimal 460 nm at 1600 rpm, terbesar di kelasnya sebagai perbandingan pada tahun yang sama Hino AK 174 tenaganya hanya 175 ps, dan Mitsubishi Bm 116 juga hanya 175 ps. Rekor tenaga Nissan Diesel CB87 baru terpathakan ketika Mitsubishi mengeluarkan BM117.

Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda via transmisi manual 6 speed model MLS 61 A, transmisi 6 speed overdrive pertama di kelas big bus front engine, karena transmisi ini jugalah Nissan CB87 dikenal sebagai pelari andal di trek lurus.

Pada awal kemunculannya, hanya ditawarkan versi sasis pendek saja dengan kode  CB87L, namun kemudian tahun 1994 muncul Nissan Diesel  CB87P yang mempunyai chasis lebih panjang . Versi CB87P jg tercatat sbg sasis bus FE terpanjang di Indonesia, sebelum dipatahkan oleh sasis Dongfeng FE milik Sumber Kencono. Sasis CB87 untuk versi CB87L, diproduksi hingga th 1997, sedangkan CB87P, diproduksi hingga th 2003.

UD NissaN Diesel CB87 milik Damri. Dok Yunitan Teguh

Dengan spesifikasi yang cukup mumpuni, penjualan Nissan Diesel CB87 pun cukup menggembirakan, dengan area penjualan cukup merata, jika dulu Nissan CB12 hanya laku di sekitaran Jawa Timur, Nissan CB87 merata di seluruh Jawa, bahkan banyak yang membeli unit ini secara borongan, seperti Damri dan Akas.

Meskipun tidak sebanyak dulu, namun hingga kini masih banyak unit Nissan CB87 yang masih beroperasi di jalanan sebagai bus bumel, beberapa Po yang banyak menggunakan Bus Nissan Diesel Cb87 adalah Po AKAS, Po Parahyangan, DAMRI, PO Dahlia Indah, Po Maju Makmur, dll , uniknya lagi kini malah banyak unit Nissan Diesel yang masih justru berada di Pulau Kalimantan, dan digunakan sebagai bus AKAP.

Nissan SP210 ex Steady Safe

UD Nissan Diesel SP210 (1997 -1998)
Selain Nissan Diesel CB87, secara terbatas juga dipasarkan Nissan Diesel SP210 , Bus ini tergolong edisi limited, dan diproduksi bersamaan dgn CB87. Tahun perakitannya antara 1997-1998.

Engineering Nissan SP210 masih nyaris serupa CB87, hanya ada perbedaan sedikit perbedaan pada engine dan drivelinenya. Sedangkan secara exterior tidak ada bedanya dibanding Nissan CB87.

Yang sedikit membedakan dari Nissan Diesel SP210 ini adalah suara mesinnya lebih halus dari CB87 , suspensi juga terasa lebih lembut, dan akselerasi yg sedikit lebih cepat.

Pengguna terbesar dari Nissan Diesel SP210P adalah Po Staedy Safe,dengan jumlah sekitar 200an unit dan hampir semuanya menggunakan body New Armada, namun karena danya krismon bus ini akhirnya mangkrak kemudian dilelang, banyak Nissan Diesel SP210 yang ahirnya jatuh ke Po Arimbi dan Dahlia Indah, sedangkan sissanya berceceran di berbagai Po Lain, selain digunakan oleh Po Swasta Model SP 210 ex Steady Safe juga banyak yang jatuh ke tangan TNI dan digunakan sebagai bus operasional.

Nissan SP210 milik TNI AL. Dok Fajar Suciono

source : Ranger Giga