brosur jadul

Sejarah Toyota Kijang Part V : Kijang Karoseri Lokal (1986 – 1996)

Selain Kijang Super (NCH, Nasmoco, dan Superior), dan Kijang Grand (Toyota Auto Body), dalam kurun waktu 1986-1996 Kijang juga banyak dikaroseri oleh pabrikan lokal, seperti Shelby, Nada Karya, Hobart, Shelby dll, ..

(more…)

Advertisements

Sejarah Toyota Kijang Part IV: Kijang Grand dan Grand Extra (1992 -1996)

Kijang Grand (1992 -1996)
Memasuki tahun 1992, Toyota Kijang mulai berbenah dengan  memperkenalkan Kijang berbody Toyota Original Body atau yang lebih populer dengan full pressed body (Kijang Grand).

Maksud dari full pressed body disini adalah pembuatan body dari plat besi yang dipress lalu dilas tanpa menggunakan dempul sama sekali, Plat besi dipress dengan mesin press besar dengan kapasitas sampai 1500ton sehingga membentuk beberapa bagian seperti atap depan, atap belakang, kap mesin, bumper, fender depan, pintu belakang dsb. Bagian bagian body tersebut kemudian dilas menjadi satu kesatuan dengan teknik las titik.

Berbeda dengan Toyota Kijang sebelumnya yang masih mengandalkan pembuatan body biasa. Pembuatan body biasa merupakan pengelasan dari berbagai komponen yang jauh lebih banyak dibandingkan Full Pressed Body (30 vs 8) serta dihaluskan menggunakan dempul.

Banyaknya dempul yang dipakai bervariasi bisa antara 2 sampai 5 kg saja tergantung kerapian pembuat body. Kelebihan body yang dipress adalah lebih tahan karat karena juga dilapisi dengan anti karat pada saat pengelasan.

Toyota Original Body memiliki beberapa pilihan trim atau tipe. Tipe yang tersedia pada mobil ini antara lain SX, SSX dan SGX untuk sasis pendek.dan  LX, LSX, LGX untuk sasis panjang.. Untuk varian pick up tersedia dalam pilihan sasis panjang dan pendek sekaligus.

Varian paling murah adalah tipe SX, LX, dan pickup. Kepanjangan SX dan LX adalah Short Extra dan Long Extra. Fitur mobil ini adalah masih menggunakan transmisi 4 percepatan, dashboard lama (mirip kijang super era 80an) yang hanya saja warnanya berubah menjadi abu-abu, dan rem depan dan belakang  masih mengandalkan rem teromol atau drum brake.

Tipe SSX dan LSX yang merupakan singkatan Short/Long Super Extra merupakan tipe menengah yang juga biasa dikenal dengan sebutan Super G atau Deluxe. Versi Super G ini terdapat perubahan pada exteriornya seperti lampu depan dan grill sementara bagian interiornya sudah memakai dashboard sedan dan ditambahkan power steering.

Kemudian untuk varian tertinggi ada Versi SGX dan LGX atau Short/Long Grand Extra sudah memiliki tachometer, over fender, power window, alloy wheel dari Enkei, dan AC double blower.

Toyota Kijang Grand Extra (KF42/KF52)
yang merupakan trim tertinggi keluarga Kijang Grand (1992-1996), Kijang Grand Ekstra yang sudah dipersenjatai dengan PS, PW untuk bagian Depan, AC Double Blower, RPM, Dashboard Sedan, SideFender dan Footstep. Posisi tangki bahan bakar dipindah ke sebelah kiri, sedangkan ban cadangan digantung di belakang

Khusus tahun 1995-1996 diproduksi juga Grand Extra bermesin 1800 cc (7k) , kode produksinya adalah KF42 (short chasis) dan KF52 (Long Chasis).

 

(more…)

Sejarah Honda GL 100 , Si Ganteng Penerus Honda CB Series

Image result for sejarah honda gl 100

awansan.com – Assalaamualaikum bro sist, pasca dihentikannya produksi Honda CB Series, Honda kemudian mengandalkan model GL untuk dijual di Indonesia, Honda GL 100 sendiri pertama muncul di Indonesia tahun 1979, model awalnya masih hampir sama dengan Honda CB100 karena mesin masih menggunakan pengapian platina,
GL 100 generasi awal menggunakan lampu dan speedo bulat , spion bulat, lampu sein bulat dan rem cakram depan mekanis alias pake kabel. (more…)