2

Sejarah Leyland Tiger Cub, Bus Persahabatan Australia dan Indonesia

Leyland Tiger Cub di Jalanan Jakarta

awansan.com – Dear pembaca semua, mungkin banyak yang tidak tahu jika era 1960 – 1980an bus Inggris pernah cukup banyak berseliweran di Indonesia, diawali dengan Leyland Comet yang merupakan cikal bakal PPD hingga bus tingkat Leyland Titan dan Leyland Atlantean.

Namun ternyata ada satu type lagi yang luput dari perhatian sejarah yaitu Leyland Tiger Cub, awansan pun baru tahu ketika secara tidak sengaja menemukan foto bus ini di arsip perpustakaan nasional, dan makin gamblang ketika ada fotografer luar negeri Richard Stedall yang menangkap bus ini di jalanan Jakarta.

Leyland Tiger Cub merupakan bus Bantuan dari Pemerintah Australia ke Indonesia (Colombo Plan Project), Bus leyland Tiger Cub merupakan bus bantuan fase ketiga yang masuk ke Indonesia, pada saat itu sebanyak 50 unit bus Leyland Tiger Cub tiba di Indonesia (1961), menyusul 200 unit bus Leyland Comet yang sudah datang lebih dulu pada fase pertama (1957) dan Fase kedua (1960), untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada data di bawah ini.

image

Sektor dapur pacu Leyland Tiger Cub menggunakan Mesin Diesel Leyland OH 350, mesin diesel 4 langkah ini mempunyai konfigurasi 6 silinder inline  berkapsitas 5760 cc, uniknya mesin diletakkan di tengah chasis di bawah lantai penumpang, bahkan radiatorpun berada di belakang roda  depan. Tenaga dari mesin kemudian disalurkan ke roda via transmisi manual 4 percepatan, semntara untuk sektor pengereman masih mengandalkan sistem vakum.

Pasca kedatangannya, Leyland Tiger Cub kemudian beroperasi sebagai bus kota di Jakarta dengan dioperatori oleh PPD, bus ini masih jalan hingga tahun 1980an bersama dengan Bus Dodge, namun kemudian perlahan pensiun dan digantikan oleh Mercy OF1113 yang lebih muda.

Leyland Tiger Cub ketika uji kir

A THIRD gift of 50 Leyland diesel
engined buses is to be made by the Australian Government to Indonesia under the Colombo Plan. The contract —valued at .£1155,000—has again been placed with the Australian headquarters of Leyland Motors, Ltd.
All the new buses will be underfloor-engined Tiger Cub models.
Units of the chassis will be shipped by Leyland to their Australian headquarters where the chassis will be assembled with the incorporation of a number of Australian-made components and other special features. All-metal bodies on the new Tiger Cubs will be built by Ansair Pty., Ltd., in Melbourne. Designed for city service work in Djakarta, they will have seats for 37 passengers.
Read more at http://archive.commercialmotor.com/article/11th-may-1962/26/cardiff-trolleyhead-development#BVsSsucquqxc2rvu.99

7

Sejarah Bus Leyland Comet, Bus Bantuan Pemerintah Australia Cikal Bakal PPD

Leyland Comet Milik PPD Jakarta

Dear pembaca semua, Siapa sangka negeri Kangguru ternyata pernah berperan besar terhadap transportasi massal ibukota, yup pada saat itu pemerintah Australia dalam rangka colombo plan memberi bantuan 250 bus leyland untuk pengganti trem yang dihapuskan oleh pemerintah Indonesia,  Bus bus ini sekaligus menjadi tonggak berdirinya PPD di Jakarta.

Bus Leyland pertama yang masuk Indonesia adalah Leyland Comet, bus ini masuk dalam 2 fase, fase pertama tahun 1956 masuk 100 unit bus, kemudian phase kedua tahun 1960 masuk 100 unit lagi.

Continue Reading

10

SeJarah Bus Tingkat indonesia Generasi 2, Leyland Atlantean

Leyland Atlantean Low Floor because Overloaded

awansan.com – Dear pembaca semua, setalah kemarin awb membahas bus tingkat Leyland generasi pertama di Indonesia, maka kali ini awb akan membahas bus tingkat generasi kedua yang beredar di Indonesia, yaitu Bus Leyland Atlantean.

Kemunculan bus tingkat di Indonesia tak terlepas dari peran mantan Presiden Soeharto. Saat itu tahun 1983 Pemerintah Indonesia dibawah Presiden Soeharto mendapatkan hibah bus tingkat dari pemerintah Inggris dengan merk Leyland. Gosipnya sih bus ini adalah imbal balik dari pembelian Pesawat tempur dari Inggris, karena pada medio 1980 an Indonesia juga memborong puluhan unit pesawat Tempur Hawk dari Inggris.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa bus ini adalah pembelian dari Kementrian Perhubungan yang kemudian dioperatorkan kepada Damri dan PPD untuk memenuhi kebutuhan transportasi Masyarakat Kota.

Di Negeri asalnya Inggris, Leyland Atlantean merupakan bus tingkat yang mempunyai masa produksi cukup lama yaitu 1958 hingga tahun 1986. Atlantean merupakan pioner bus tingkat yang berpintu masuk depan serta penempatan mesin mesin belakang .

Leyland Atlantean Ex Singapore

Bus Tingkat Leyland yang masuk indonesia mempunyai kode Leyland Atlantean An 68/2R dengan karoseri Alexander (diproduksi antara tahun 1972-1984), bus ini masuk ke Indonesia secara bertahap baik itu langsung dari Inggris maupun second ex Singapore. Dengan panjang sekitar 10,2 meter tak heran bis ini mampu menampung hingga 106 penumpang.

Untuk menggerakkan bus, Atlantean ditenagai oleh salah satu mesin diesel legendaris Leyland  yaitu Leyland O 680, mesin diesel dengan konfigurasi 6 silinder ini mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 155 hp @ 2000 rpm dan torsi maksimal 615 nm @ 1200 rpm, tenaga dari mesin kemudian disalurkan via transmisi matik Voith pneumolyc ,

kelistrikan bus menggunakan system 24 v, dilengkapi dengan boster baterai, sistem kemudi sudah menggunakan power steering, sehingga memudahkan manuver bus. Canggihnya lagi sistem buka tutup pintunya sudah otomatis dengan sistem pneumatis yang diatur oleh sang pengemudi.

Leyland PPD

Tercatat 108 bus Leyland Atlantean diimpor masuk Indonesia, dan disebar ke kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Di Jakarta sendiri bus ini dikelola oleh Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) sedangkan pengelolaan diluar Jakarta di kelola oleh Perum DAMRI (Semarang dan Surabaya).

Sayang seribu sayang bus ini tidak bisa berumur panjang, pada medio 1990 an bus ini mulai di non aktifkan, yang berarti umur bis ini hanya 10 tahun saja, ada dua penyebab bis ini dinonaktifkaan, pertama adalah kondisi kendaraan yang kurang layak, perawatan kurang baik karena spare part yang cukup mahal, harus impor dari luar negeri. Penyebab kedua adalah jalan yang semakin macet sehingga menyulitkan manuver bis, selain itu jalan bus yang lambat juga membuat banyak penumpang enggan menggunakan bus tingkat, kemudian beralih ke moda transportasi lain yang lebih cepat.

Leyland Atlantean milik Damri Surabaya

Pasca penonaktifannya, kini kita hanya bisa mengenang bus ini sebagai sejrah saja, banyak bus tingkat legendaris ini hanya mangkrak di pool ppd/damri, di Jakarta sempat ada distro yang menggunakan bus ini sebagai disiplaynya, tetapi nggak tahu juga kelanjutannya, last cukup sekian artikel kali ini, semoga berguna untuk menambah pengetahuan kita semua, thanks for reading and stay tune untuk artikel-artikel selanjutnya ya 😀 .

 

12

Sejarah Leyland Titan, Bus Tingkat Pertama di Indonesia

Bus leyland Titan di Pool PPD

awansan.com – Sebagai Ibukota Indonesia, Jakarta mempunyai beragam alat transportasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi warganya, mulai dari trem, kereta komuter, becak, oplet hingga bus kota, dan bukan bus kota biasa karena ternyata pada dekade 60an Jakarta sudah punya bus tingkat. Sejarah bus tingkat pertama inilah yang sekarang banyak tidak diketahui atau terlupakan oleh pemerhati bus di masa kini, karena kebanyakan informasi ttg tingkat di Indonesia adalah bus tingkat yang masuk pada dekade 80an .

Bus tingkat sendiri pertama kali masuk Indonesia pada tahun 1968 ketika Indonesia membeli 2 unit Leyland Titan dari Inggris, sebagaimana dilansir dari Harian Kompas,17 Juli 1968,  bus Leyland itu dibeli dengan harga 18.510 dolas AS. Setelah beroperasi selama 17 bulan, pada Februari 1970, cicilan bus-bus ini disebutkan telah lunas.

Related image
Lelyland Titan Melintas di Semanggi tahun 1971

Leyland Titan merupakan seri bis tingkat dengan konfigurasi mesin depan (front engine) , type yang masuk Indonesia adalah Leyland Titan generasi ke tiga dengan kode  PD3-11. Leyland Titan ditenagai mesin diesel direct injection 6 silinder Leyland seri 0 600, dengan kapasitas 9784 cc mesin ini mapu mengeluarkan tenaga maksimal hingga 125 hp, gearbox yang digunakan masih manual tapi sudah dilengkapi gigi syncromesh.

Bus  ini mempunyai berat 14 ton, Panjang  sekitar 9 meter, lebar 2,5 meter. Berat yang ringan karena bis ini menggunakan bahan fiberglass bukan besi, salah satu inovasi dari leyland adalah penggunaan kaca lengkung, sehingga memperluas pandangan pengemudi.

Bus ini kemudian dioperasikan oleh PPD untuk melayani trayek Blok M-Salemba – Pasar Senen, dan tanpa disngka bus ini awet juga karena mampu beroperasi puluah tahun dalam kurun waktu 1968 sampai 1982, bus ini baru berhenti beroperasi setelah muncul adiknya yaitu Leyland Atlantean, oh ya adiknya bakal awb ulas tersendiri di artikel Lain. Saat ini Leyland Titan yang tersisa hanya ada di museum transportasi TMII.