colt angkudes

Mengenang Colt Krakap, Angkutan Pedesaan Legendaris era 80 – 90an

Colt Krakap , Angkutan kampus UGM era 70 -80an

awansan.com – Pembaca yang budiman, bagi pembaca semua yg generasi 90an atau lebih tua,tentu sudah tidak asing dengan kendaraan model ini, “Colt Krakap” angkutan penumpang legendaris yang pada era 80 – 90an merajai jalanan Indonesia, Colt Krakap Menjadi Andalan bagi para penduduk desa untuk pergi ke pasar/kota, sebelum era angkot masyrakat kota pun juga sangat akrab dengan angkutan model ini.

Disebut Colt Krakap karena basis kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi Colt T120, Sedangkan krakap sendiri merupakan penutup bagian belakang pick up yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan, jikalau buat angkut penumpang krakap dipasang, kalau dicopot maka mobil berubah jadi colt pick up biasa.

Colt krakap di Pematang Siantar era 80an

Kapasitas Penumpang Colt Krakap pun tergolong cukup banyak, biasanya di samping sopir ada 2 penumpang, sedangkan di dalam krakap bisa muat 12 – 16 penumpang, posisi penumpang belakang hadap hadapan sehingga bagian tengah masih bisa digunakan untuk membawa barang dagangan/hasil bumi.

Namun bukan orang Indonesia namanya jika tidak overload, tak jarang colt krakap digunakan membawa penumpang hingga 30 – 40 orang, dimana ada juga penumpang yang nggandul di pintu belakang dan di atas krakap, nah disini memang harus diakui kehebatan Mitsubishi Colt T120 , dengan muatan overload seperti itu, mobil ini masih kuat menaklukkan medan medan pedesaan yang konturnya banyak menanjak dan jalannya masih jelek.

Seiring berkembangnya zaman, colt krakap mulai perlahan menghilang tahun 2000an dan digantikan oleh angkudes yang dianggap lebih aman, ditambah lagi dengan bommingnya sepeda motor, sehingga banyak orang desa yang tadinya menggunkan colt krakap kini lebih suka naik motor sendiri, Namun meskipun meredup bukan berarti colt krakap sudah punah, di beberapa daerah colt krakap masih menjadi pilihan angkutan bagi masyarakat desa, walupun sudah tak seramai dulu.

Colt Krakap di Terminal Wonosari th 1984
Advertisements