awansan.com – Dekade 70an menjadi era baru bagi dunia perbusan Indonesia, pada era tersebut produk produk otomotif Jerman dan Jepang mulai mengalir deras di pasar Indonesia dan mulai menggeser merk merk Amerika yang sudah puluhan tahun menguasai pasar Indonesia.
Karena belum banyak chasis khusus bus, maka bus Pada era tersebut dibangun menggunakan chasis truk, bus tersebut kemudian disebut dengan bus pesek, karena ketiadaan bonet depan serta overhang depan yang sangat pendek.
Pada era tsb truk MB LP 911, Mitsubishi Fuso T653 dan Ford D series menjadi primadona baru untuk dijadikan bus, apalagi chasis truk tersebut bermesin diesel yang perawatannya mudah, dan lebih irit bahan bakar jika dibandingkan dengan bus bensin Amerika yang boros bbm.
awansan.com – Ketertarikan awansan kepada Bus Ford dimulai ketika menemukan foto Bus Ford milik PO Safari Dharma Raya (OBL), ternyata setelah awansan telisik, Ford sudah cukup lama bermain di pasar bus Indonesia, secara garis besar awansan membagi Bus Ford yang ada di Indonesia dalam dua golongan yaitu Bus Ford Lokal dan Bus Ford yang didatangkan secara CBU.
Dear Pembaca semua, pasca di tutupnya lini produksi Thames Trader pada tahun 1965, Ford motor kembali mencoba peruntungannya di segmen kendaraan komersial Indonesia, kali ini truk yang dimasukkan Indonesia adalah Ford D series, yang memang merupakan penerus dari Thames Trader, Ford D series pun dibuat oleh pabrik yang sama yaitu Ford Motor Inggris.
Dibanding dengan Thames Trader, Ford D Series mempunyai desain yang jauh lebih ganteng, karena sudah tidak menggunakan hidung pesek lagi, melainkan betul betul desain baru yang terlihat jauh lebih modern dengan model CAE (Cabin Over Engine) ,untuk mempermudah perawatan kabin ini pun bisa dinaikkan hingga 45 derajat.
Truk ini memulai debutnya di Indonesia via ATPM PT IRMC sejak awal 70-an, dan sempat bersaing ketat dalam penjualan dgn Mercedes sebagai penguasa pasar kala itu.
Ford D-Series ini, selain ditawarkan dlm bentuk sasis truk, jg ditawarkan dlm bentuk sasis bus. Ciri khas dari truk Ford D-Series ini adalah atap kabin yg termasuk rendah di jamannya, juga bentuk mesinnya yg miring.
Selama daur pemasarannya, ada 2 versi utama yg pernah dijual, yakni versi awal dgn lampu bulat, dan versi facelift dgn lampu kotak (1983). Sedangkan mesinnya hanya terdapat satu model, yakni Ford 6.60D, dengan kapasitas 5948cc, tenaga 117ps / 2600rpm, torsi 337nm / 1600rpm. Capaian mesin yg baik di jamannya, dgn putaran mesin yg rendah. Pengendalian nya jg tergolong baik dan stabil, sebagai akibat dari jarak pijak rodanya yg lebar.
Berikut 5 model Ford D-Series yg pernah dijual di Indonesia;
– Truk
Pada varian truk, meski sistem rem nya masih menggunakan tipe hydraulic, tapi untuk rem parkir nya, sudah menggunakan tipe spring brake. Juga sudah dilengkapi dengan exhaust brake sebagai standar. Untuk D1210, sudah menggunakan velg 10-studs, dengan ban ukuran 9.00. D1210 jg dijual dlm unit terbatas, dalam bentuk modifikasi tractor head. Khusus truk dng muatan ringan, terdapat seri D0710HD modifikasi dari versi bus, tp tidak dipasarkan secara resmi, hanya sesuai pesanan, yg biasanya datang dari perusahaan rokok.
Untuk urusan dapur pacu, Ford D series dilengkapi dengan mesin Ford 380 diesel, bertenaga maksimal 127 hp dan 390 nm sebagai standarnya, ditawarkan pula versi 150 hp bagi yang berminat.. Sistem kelistrikan 12 volt dilengkapi juga dengan alternator berkekuatan 37 ampere.. Untuk menghentikan laju kendaraan ford memberikan rem yang sudah menggunakan angin, tidak lagi rem hidraulis seperti thames trader.
Namun sayang Ford tidak bertahan lama di Indonesia, karena semakin gencarnya serangan truk jepang maka kemudian akhirnya pamit mundur dari Indonesia di akhir tahun 1986.
Demikian sekelumit cerita awb tentang ford d series, setidaknya sebagai pengingat sejarah bahwa di masa lalu Produk Amerika pernah berjaya di Indonesia, masukan dan revisi dari pembaca are welcome đ
Credit photo : evotech, r gosal, google, ranger giga