8

Sejarah Mitsubishi Colt Diesel Part II : Colt Diesel FE Series ( Umplung )

awansan.com – Pasca dihentikannya produksi Colt Diesel T200, Mitsubishi pun kemudian meluncurkan generasi penerusnya yang berjuluk Colt Diesel Fe series dengan tagline “Golden Power” , model ini kemudian lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan nama Colt Diesel Umplung .

Jika dibandingkan dengan Colt Diesel T200, pada generasi ini insinyur Mitsubishi sudah melakukan banyak improvement, paling  jelas terlihat adalah di kabinnya yang menggunakan warna baru kuning gading dengan emblem colt diesel terpampang jelas, selain kabin Improvement Juga dilakukan pada sektor chasis, meski dimensi profilnya tetap sama, namun posisi cross member diatur ulang sehingga menjadikannya lebih kuat,  selain itu wheelbasenya juga diperpanjang 135mm sehingga ruang kargonya menjadi lebih luas, masih ditambah overhang belakang yang juga dipanjangkan  65mm sehingga ruang kargo bersihnya kini menjadi 4285mm. Singkat kata chasis umplung lebih panjang dan lebih kuat dari Colt diesel T200

Colt Diesel FE 101  (1979 – 1986) dan FE 111 6 ban (1980 – 1984 )
Colt diesel Fe 101 (4 ban) merupakan colt diesel Fe series yang pertama diluncurkan di Indonesia pada tahun , kemudian disusul Colt Diesel FE 111 (6 Ban) yang meluncur pada tahun 1980.

Colt Diesel Fe 101 dan Fe 111 dicirikan dgn warna kabin kuning gading dan warna trim interior hitam. Emblem “Colt Diesel” dgn aksen font “Colt” roundish dan “Diesel” tegak, tertempel di sisi dalam lampu sein sebelah kanan. Tidak ada tulisan “Mitsubishi”, yang tertempel hanyalah logo tiga berlian warna merah.

Pada generasi ini Colt Diesel mendapatkan mesin baru berkode  yaitu 4D-30 dengan tagline “Golden Power” , mesin ini mempunyai konfigurasi 4 silinder inline OHV berkapsitas 3298cc. tenaga maksimal dari mesin ini adalah 90 ps sedangkan torsi maksimalnya 220 nm, mesin 4d30 ini kemudian dipadukan dengan  transmisi 5 speed manual seri M2S5 dengan Final Gear Ratio 5.494:1. .

Nilai lebih dari Fe101 dan Fe111 dibanding dengan pesaingnya adalah tersedianya fitur exhaust brake yg menjadi perlengkapan standarnya, sistem rem ini sangat membantu istem rem utama yang masih mengandalkan sistem hidraulik vakum dengan tromol rem berdiameter 300mm,  Kelistrikannya juga sudah 24 volt

GVW truk ini pada keluaran awal “hanya” di angka 5.0ton, sedangkan sejak tahun 1982 naik 500kg menjadi 5.5ton. Naiknya GVW juga berpengaruh pada daya tanjaknya, dimana pada GVW 5.0ton mencapai 39.5% tan, sedangkan pada GVW 5.5ton turun menjadi 35.0% Tan (sesuai data pabrikan).


Kepala kuning generasi pertama ini sangat sukses di pasaran ketika itu. Hal ini dikarenakan oleh fitur-fitur yang dimilikinya. Seperti exhaust brake dan dimensi bak yang lebih besar. 

Continue Reading