23

Profil dan Sejarah PO Safari Dharma Raya (OBL), Gajah Temanggung Yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Dear Pembaca semua, berhubung sekarang awansan berdomisili di Temanggung, awansan jadi tertarik untuk bahas bis bis lokalan sini, kebetulan nih kemarin awb sempat berkunjung ke garasi Po Safari Dharma Raya yang terletak di pinggiran Kota Temanggung, yang sangat terkenal dengan livery gajah nya yang khas, sehingga sering disebut juga dengan Gajah Temanggung/Gajah Kebayoran, tergantung poolnya.

Po Safari Dharma Raya merupakan salah satu perusahaan otobus tua yang masih eksis hingga saat ini bahkan semakin menggurita, karena juga memasuki dunia penerbangan, sebagai penyedia bus angkutan di beberapa bandara besar Indonesia. PO Safari Dharma Raya juga sering di sebut juga PO OBL. OBL sendiri merupakan inisial dari pemilik PO Safari Dharma Raya yakni Oei Bie Lay ( Darmoyuwono).

Sejarah bus OBL bermula menjelang tahun 1950 ketika Oei Bie Lay mulai merintis bisnis transportasinya di Temanggung. Armada awalnya adalah Sebuah sedan Ford dipotong bodinya dan dirubah sebagai angkutan hasil bumi untuk melayani kebutuhan distribusi berbagai komoditas pertanian yang mulai menggeliat kembali pasca Clash Belanda ke 2.

Pada awal tahun 1951 beberapa truk produk Amerika ex perang yang masih bisa dioperasikan dibelinya dan dirubah sebagai angkutan penumpang dan barang yang menjangkau wilayah Temanggung hingga ke pelosok utara di Candiroto yang merupakan sentra penghasil kopi, cengkeh dan beberapa hasil bumi yang menjadi komoditas utama pertanian di Kabupaten Temanggung.

Bisnis ini benar-benar berkembang cepat hingga pada tahun 1956 Oei Bie Lay membeli beberapa unit bus Chevrolet Loadmaster ex NV Adam Salatiga dan mulai dioperasikan di jalur Magelang Temanggung Parakan Ngadirejo hingga ke Candiroto.

Kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan angkutan umum saat itu sangatlah tinggi hingga kemudian OBL mengembangkan trayeknya di jalur pegunungan Sindoro Sumbing dengan membuka trayek Wonosobo Parakan Temanggung Magelang.

Pada tahun 1967 OBL bahkan membeli beberapa armada baru Chevrolet Viking untuk memperkuat bisnis transportasinya. Saat itu OBL telah memiliki banyak armada bus bermesin Toyota, Dodge dan Fiat OM yang masih berbodi kayu dan membuat sendiri bodinya dengan mendatangkan beberapa tukang yang ahli membuat bodi bus.

Medan berat yang setiap hari dilalui ternyata menjadikan “maintenance” nya berbiaya cukup tinggi. Hal ini menjadikan renungan bagi OBL untuk untuk mencoba melebarkan bisnisnya di angkutan bus malam, hingga pada tahun 1971 beberapa unit bus bermesin Fargo mulai tampil di layanan bus malam di jalur Temanggung – Magelang – Jogja – Solo – Madiun Surabaya- Malang. Layanan bis malam ini dibagi menjadi dua, ada yang lewat Yogyakarta ada pula yang lewat Semarang.

Bus malam OBL tampil dengan layanan “mewah” saat itu dengan menyediakan snack, soft drink, dan makan malam gratis dengan pelayanan pramugari sepanjang perjalanan menjadikan OBL menjadi armada favorit di jalur tersebut. Bus malam ini konon memiliki beban biaya “maintenance” yang lebih ringan dibanding bumelan, sehingga keuntungan yang didapatpun menjadi lebih tinggi.

Pada tahun 1973 OBL melebarkan sayapnya dengan membuka line bus malam Jogja- Magelang – Temanggung – Semarang – Jakarta dengan membeli beberapa unit baru Mercedes Benz LP 911 dan Dodge K700 yang berbodi ala MB LP 911 namun berlampu bulat yang mendapat julukan “Mercy Dodge”.

Persaingan bisnis angkutan bus malam saat itu sangatlah ketat, banyak PO baru bermunculan. Hal ini menjadikan OBL harus selalu tampil “up to date” dan meremajakan armadanya dengan membeli beberapa unit bus Mercedes Benz OF 1113 berbodi Malindo untuk memperkuat armada bus malamnya, dan mulai tampil dengan nama “Safari Dharma Jaya / Raya”

Pada saat itu layanan “bumelan” ditutup dan OBL pun fokus di pelayanan bus malam, hingga membeli beberapa unit MB OF ex PATA Built Up Singapura yang sudah berpendingin udara berwarna putih bergaris merah, dan Ford Metsec R192 Built Up Inggris berwarna hijau. Saat itu OBL juga telah memiliki armada layanan paket dengan mengoperasikan truk Mercedes, beberapa Isuzu dan bus paket yang merupakan ex armada bus malamnya.

Pada awal tahun 1984 beberapa unit baru Mitsubishi BM 115 buatan Karoseri Malindo didatangkan bersama beberapa Mercedes Benz OF 1113 berbodi Delima Jaya untuk menghidupkan kembali armada bumelan di jalur Magelang Ngadirejo. Uniknya pada saat ramai penumpang bus bumel ini diperbantukan sebagai armada bantuan bus malamnya. Namun “bumelan” ini tidak bertahan lama dan OBL pun kembali fokus di layanan bus malam.

Seiring dengan tingginya animo masyarakat, maka awal tahun 1989 PO OBL  menambah 2 jurusan baru yakni Denpasar – Jakarta PP dan Denpasar – Jogja – Temanggung PP.  Menyusul pada tahun 1997 dengan Jurusan  Mataram – Jakarta PP dan Mataram – Jogja – Temanggung PP .  

Tahun 2001 rute jarak jauh kembali ditambah  melayani jurusan Jakarta – Semarang – Solo. Di tahun 2003 PO Safari Dharma Raya sudah mulai memasuki Rute Bima – Jakarta PP.  dan juga Bima – Jogja – Jakarta.

Selain menggeluti angkutan antar kota, PO OBL juga menggeluti angkutan bandara dan paket, dimulai  tahun 1999 ketika mendapatkan kontrak 3 tahun untuk keperluan unit Bus angkutan Bandara Juanda Surabaya Jawa Timur .

Setelah akhir kontak dengan Bandara Juanda Surabaya PO Safari Dharma raya di Tahun 2002, PO OBL kembali di percaya untuk proses tender pengadaan dan pelayaanan bus angkutan Bandara dari PT Gapura Angkasa, sampai dengan 5 tahun untuk pelayanan di Bandara Ngurah Bali.

Sebagai PO yang sudah besar, PO OBL menggunakan berbagai macam chasis untuk busnya, meski sebagian besar menggunakan Mercedes Benz, OBL juga memakai chasis chasis lain seperti Scania, Hino, MAN, bahkan chasis gado gado yang menggunakan mesin Weichai dan Yuchai 😀 , PO OBL juga menjadi sarang bus bus langka seperti Mercedes- Benz OH 1518 Neoplan, OH 1518 XBC Matic, dan MAN 18.310 HOCL.. PO OBL  termasuk pengguna awal chasis Scania di Indonesia 😀 dengan scania K114/k124..

Untuk urusan body OBL mempercayakan sebagian besar bus busnya pada karoseri Adiputro dan Morodadi Prima, bus bus lama eks Safari Dharma Raya kemudian diturun kelaskan menjadi kelas ekonomi dibawah manajemen PO Safari Dharma Jaya .

Pasca meninggalnya pendiri OBL Bapak Darmoyuwono,  pada Tahun 1989 PO OBL diturunkan kepada kedua Putra yakni Hendro Dharmo Yuwono yang memiliki Kantor di Jakarta dan Santoso di bawah pengawasan lbu Soetari Darmoyuwono yang berkantor di Temanggung.

source : Fb Binawan Muhammad , OBL Mania, Bp Hendro Darmoyuwono (owner OBL)

10

Sejarah Karoseri Rahayu Santosa , Salah Satu Karoseri Terbesar di Indonesia

awansan.com –  Dari puluhan karoseri yang ada di Indonesia, Bisa dibilang Karoseri ini merupakan salah satu karoseri tertua di Indonesia yang masih mampu bertahan hingga sekarang. Karoseri Rahayu Santosa awalnya didirikan oleh Bambang Mulyadi pada tahun 1951 dan berlokasi di Jalan Sukasari Bogor.

Mungkin tidak banyak yang tahu jika awalnya Rahayu Santosa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi angkutan umum. Pada waktu itu, perusahaan ini melayani trayek Jakarta, Bandung, Sukabumi, dan sekitarnya.

Continue Reading
12

Sejarah Truk Ford D Series, Generasi Terakhir Truk Ford di Indonesia


Dear Pembaca semua, pasca di tutupnya lini produksi Thames Trader pada tahun 1965,  Ford motor kembali mencoba peruntungannya di segmen kendaraan komersial Indonesia, kali ini truk yang dimasukkan Indonesia adalah Ford D series, yang memang merupakan penerus dari Thames Trader, Ford D series pun dibuat oleh pabrik yang sama yaitu Ford Motor Inggris.

Dibanding dengan Thames Trader, Ford D Series mempunyai desain yang jauh lebih ganteng, karena sudah tidak menggunakan hidung pesek lagi, melainkan betul betul desain baru yang terlihat jauh lebih modern dengan model CAE (Cabin Over Engine) ,untuk mempermudah perawatan kabin ini pun bisa dinaikkan hingga 45 derajat.

Truk ini memulai debutnya di Indonesia  via ATPM PT IRMC sejak awal 70-an, dan sempat bersaing ketat dalam penjualan dgn Mercedes sebagai penguasa pasar kala itu.

Ford D-Series ini, selain ditawarkan dlm bentuk sasis truk, jg ditawarkan dlm bentuk sasis bus. Ciri khas dari truk Ford D-Series ini adalah atap kabin yg termasuk rendah di jamannya, juga bentuk mesinnya yg miring.

Selama daur pemasarannya, ada 2 versi utama yg pernah dijual, yakni versi awal dgn lampu bulat, dan versi facelift dgn lampu kotak (1983). Sedangkan mesinnya hanya terdapat satu model, yakni Ford 6.60D, dengan kapasitas 5948cc, tenaga 117ps / 2600rpm, torsi 337nm / 1600rpm. Capaian mesin yg baik di jamannya, dgn putaran mesin yg rendah. Pengendalian nya jg tergolong baik dan stabil, sebagai akibat dari jarak pijak rodanya yg lebar.

Berikut 5 model Ford D-Series yg pernah dijual di Indonesia;
– Truk

D0910: 6MT, GVW 10.5T, wb 3.96m
D1210: 6MT, GVW 12.5T, wb 3.40 & 3.96m
– Bus
D0710: 4MT, GVW 9.0T, wb 3.96m
D0710HD: 4MT, GVW 9.5T, wb 3.40m
D0812: 4MT, GVW 9.0T, wb 3.40m

Pada varian truk, meski sistem rem nya masih menggunakan tipe hydraulic, tapi untuk rem parkir nya, sudah menggunakan tipe spring brake. Juga sudah dilengkapi dengan exhaust brake sebagai standar. Untuk D1210, sudah menggunakan velg 10-studs, dengan ban ukuran 9.00. D1210 jg dijual dlm unit terbatas, dalam bentuk modifikasi tractor head. Khusus truk dng muatan ringan, terdapat seri D0710HD modifikasi dari versi bus, tp tidak dipasarkan secara resmi, hanya sesuai pesanan, yg biasanya datang dari perusahaan rokok.

Untuk urusan dapur pacu, Ford D series dilengkapi dengan mesin  Ford 380 diesel, bertenaga maksimal 127 hp dan 390 nm sebagai standarnya, ditawarkan pula versi 150 hp bagi yang berminat.. Sistem kelistrikan 12 volt dilengkapi juga dengan alternator berkekuatan 37 ampere.. Untuk menghentikan laju kendaraan ford memberikan rem yang sudah menggunakan angin, tidak lagi rem hidraulis seperti thames trader.

Namun sayang Ford tidak bertahan lama di Indonesia, karena semakin gencarnya serangan truk jepang maka kemudian akhirnya pamit mundur dari Indonesia di akhir tahun 1986.

Demikian sekelumit cerita awb tentang ford d series, setidaknya sebagai pengingat sejarah bahwa di masa lalu Produk Amerika pernah berjaya di Indonesia, masukan dan revisi dari pembaca are welcome 😁

Credit photo : evotech, r gosal, google, ranger giga

0

Profil dan Sejarah Bus Santoso, Bus malam Kebanggaan Wong Magelang :D

awansan.com – Di Dunia perbisan Indonesia, Kota Magelang memang sudah mempunyai keistimewaan tersendiri, Selain terkenal dengan Industri Karoserinya, di kota ini juga terdapat banyak Perusahaan Otobus yang cukup tua dan legendaris yang masih mampu bertahan di kerasnya persaingan zaman sekarang.

Salah satu Po Bus tua yang mampu bertahan adalah Po Santoso, po yang sudah dirintis sejak tahun 1970an oleh suami-istri yang berprofesi sebagai dokter, yakni dr.Anwar Sani di Magelang

Continue Reading
5

Mengenal Honda Dream D, Cikal Bakal Motor Sport Honda


awansan.com – Dear pembaca tersayang, hampir semua blog sekarang lagi bahas motor motor baru, well awb bosen aja bacanya, sekali kali kita bahas sejarah aja yuk , kita mulai dari pabrikan Honda 😀 .
Well Honda Dream D memang bukan kendaraan pertama yang diproduksi oleh Honda, Tetapi Honda Dream D adalah sepeda motor pertama yang diproduksi Honda, bukan lagi hanya sepeda sepeda kayuh digantungi mesin, tetapi merupakan sebuah sepeda motor seutuhnya. bisa kita bandingkan dengan model model Honda sebelumnya di bawah ini. Continue Reading

17

Mengenal Toyota Buaya, Pioner Truk Toyota Di Indonesia

Toyota Buaya (source : machmud arga)

Dear pembaca semua, pada masa orde lama bisa dibilang Toyota merupakan merk pendatang baru di pasar kendaraan Komersial Indonesia, mengingat pada era tersebut  kebanyakan kendaraan yang beredar di Indonesia merupakan merk dari Eropa dan Amerika seperti Thames Trader, Ford, GMC, Chevrolet, Dodge, dan Fargo.

Continue Reading
18

Sejarah Bus Kapsul Bermoncong Pesawat Yang Ngangenin

PO Raya model kapsul

awansan.com – Dear pembaca semua, layaknya fashion pakaian, karoseri bus tiap masa pun mempunyai tren tersendiri, bagi anda yang lahir di era 80 an hingga 90 an pasti familiar dengan bentuk bus yang seperti kapsul ini.

Ketika itu dekade pertengahan 1980 an hingga 1990 an, karoseri bus mempunyai tren unik dengan model bus bermoncong seperti pesawat, bus model ini juga lazim disebut dengan bus kapsul karena memang bentuknya mirip kapsul.

Continue Reading
13

Sejarah Bus Dodge , Warisan Amerika di Tanah Indonesia

Gambar terkait
Bus Dodge milik Po Agung (Blora)

awansan.com – Pembaca yang budiman , ketertarikan awansan akan bus dari Amerika adalah berawal dari cerita ayah, beliau bercerita ketika awal merantau tahun 70an dulu naik Bus Dodge milik Po Daya Temanggung, Bus tersebut masih mempunyai moncong dan kursinya juga masih menggunakan kayu, cerita itu masih terus terngiang hingga sekarang dan akhirnya baru terjawab sekarang setelah era internet .

Continue Reading
4

Sejarah Helicak, Transportasi Unik di Jakarta Tempo Dulu

Dear pembaca semua, Sebagai ibukota Indonesia, Kota Jakarta menyimpan banyak sejarah, tidak hanya sejarah bangunan saja, tapi juga sejarah tentang alat transportasi, kita semua pasti mafhum, yang namanya kota besar, butuh alat transportasi untuk menghidupkan nadi ekonominya, Jakarta mempunyai banyak alat transportasi Unik yang jarang terdapat di kota lain, beberapa yang paling populer adalah bemo, bajaj, dan oplet. tapi banyak yang nggak tahu ternyata jakarta juga pernah punya Helicak, makanan kendaraan apa lgi iniii ?, yuk mari kita bahas :D. Continue Reading

10

SeJarah Bus Tingkat indonesia Generasi 2, Leyland Atlantean

Leyland Atlantean Low Floor because Overloaded

awansan.com – Dear pembaca semua, setalah kemarin awb membahas bus tingkat Leyland generasi pertama di Indonesia, maka kali ini awb akan membahas bus tingkat generasi kedua yang beredar di Indonesia, yaitu Bus Leyland Atlantean.

Kemunculan bus tingkat di Indonesia tak terlepas dari peran mantan Presiden Soeharto. Saat itu tahun 1983 Pemerintah Indonesia dibawah Presiden Soeharto mendapatkan hibah bus tingkat dari pemerintah Inggris dengan merk Leyland. Gosipnya sih bus ini adalah imbal balik dari pembelian Pesawat tempur dari Inggris, karena pada medio 1980 an Indonesia juga memborong puluhan unit pesawat Tempur Hawk dari Inggris.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa bus ini adalah pembelian dari Kementrian Perhubungan yang kemudian dioperatorkan kepada Damri dan PPD untuk memenuhi kebutuhan transportasi Masyarakat Kota.

Di Negeri asalnya Inggris, Leyland Atlantean merupakan bus tingkat yang mempunyai masa produksi cukup lama yaitu 1958 hingga tahun 1986. Atlantean merupakan pioner bus tingkat yang berpintu masuk depan serta penempatan mesin mesin belakang .

Leyland Atlantean Ex Singapore

Bus Tingkat Leyland yang masuk indonesia mempunyai kode Leyland Atlantean An 68/2R dengan karoseri Alexander (diproduksi antara tahun 1972-1984), bus ini masuk ke Indonesia secara bertahap baik itu langsung dari Inggris maupun second ex Singapore. Dengan panjang sekitar 10,2 meter tak heran bis ini mampu menampung hingga 106 penumpang.

Untuk menggerakkan bus, Atlantean ditenagai oleh salah satu mesin diesel legendaris Leyland  yaitu Leyland O 680, mesin diesel dengan konfigurasi 6 silinder ini mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 155 hp @ 2000 rpm dan torsi maksimal 615 nm @ 1200 rpm, tenaga dari mesin kemudian disalurkan via transmisi matik Voith pneumolyc ,

kelistrikan bus menggunakan system 24 v, dilengkapi dengan boster baterai, sistem kemudi sudah menggunakan power steering, sehingga memudahkan manuver bus. Canggihnya lagi sistem buka tutup pintunya sudah otomatis dengan sistem pneumatis yang diatur oleh sang pengemudi.

Leyland PPD

Tercatat 108 bus Leyland Atlantean diimpor masuk Indonesia, dan disebar ke kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Di Jakarta sendiri bus ini dikelola oleh Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) sedangkan pengelolaan diluar Jakarta di kelola oleh Perum DAMRI (Semarang dan Surabaya).

Sayang seribu sayang bus ini tidak bisa berumur panjang, pada medio 1990 an bus ini mulai di non aktifkan, yang berarti umur bis ini hanya 10 tahun saja, ada dua penyebab bis ini dinonaktifkaan, pertama adalah kondisi kendaraan yang kurang layak, perawatan kurang baik karena spare part yang cukup mahal, harus impor dari luar negeri. Penyebab kedua adalah jalan yang semakin macet sehingga menyulitkan manuver bis, selain itu jalan bus yang lambat juga membuat banyak penumpang enggan menggunakan bus tingkat, kemudian beralih ke moda transportasi lain yang lebih cepat.

Leyland Atlantean milik Damri Surabaya

Pasca penonaktifannya, kini kita hanya bisa mengenang bus ini sebagai sejrah saja, banyak bus tingkat legendaris ini hanya mangkrak di pool ppd/damri, di Jakarta sempat ada distro yang menggunakan bus ini sebagai disiplaynya, tetapi nggak tahu juga kelanjutannya, last cukup sekian artikel kali ini, semoga berguna untuk menambah pengetahuan kita semua, thanks for reading and stay tune untuk artikel-artikel selanjutnya ya 😀 .