stater honda megapro

Masalah Masalah di Honda MegaPro , Karena Motor Rewel Lah Yang Membuat Kita Belajar

awansan.com – Assalaamualaikum dear pembaca semua,  7 tahun pelihara Honda Mega Pro membuat awansan kenyang dengan berbagai masalah di motor ini, pahit manis asem asin nano nano rasanya, nah kali ini awansan akan berbagi pengalaman selama pelihara Mega Pro ini.

Honda MegaPro yang awansan pelihara adalah Mega Pro tahun 2005, megapro jenis ini merupakan megapro generasi kedua dan dan leboh populer dengan nama megapro Hiu, Megapro generasi kedua ini sudah mengaplikasikan kelistrikan fullwave, dilengkapi juga dengan electric starter, velg cast well dan striping yang menurut awansan cukup sporty .

Sebetulnya motor ini mempunyai mesin yang sangat bandel, terbukti setelah berumur 11 tahun baru turun mesin untuk oversize piston, itupun sebetulnya belum terlalu ngebul, meskipun sederhana tapi mesin Honda Megapro terbukti awet disiksa setiap hari, padahal tak ada material istimewa macam Diasil (Yamaha), maupun SCEM (Suzuki). Mesin ini juga tidak pernah overheat meskipun hanya mengandalkan pendingin udara (air cooled).

Yang bikin repot dari motor ini bukan mesinnya, tapi perintilannya yang ada aja masalah, entah itu kelistrikan, tangki bocor, body, kaki kaki , bosh gear , dll pokoknya banyak banget. Mau tidak mau awansan pun akhirnya dipaksa belajar untuk mengatasinya, walaupun kadang jengkel tapi nikmati ajaa lah..

Memang “Motor rewel yang Akhirnya membuat kita jadi pinter” , di rumah tidak ada yang berani pakai motor ini selain awansan, takut kalo rewel di  jalan ndak bisa benerin wkwkw, yuk mari awansan share beberapa problem yang kadang terjadi di Honda MegaPro beserta solusinya 😀 :

  1. Rantai keteng tiap tahun ganti
    Problem ini sebetulnya penyakit di motor semua motor sport Honda mulai dari GL Pro Neotech, Megapro dan Tiger, awansan sampai hafal, biasanya rantai keteng tiap 1-1,5 tahun mesti minta ganti, tandanya gampang ketika pagi dihidupkan buni tek tek tek di sebelah kiri silinder , bunyi ini baru hilang ketika mesin sudah panas, FYI rantai keteng yang awansan pakai adalah ori ahm indonesia yang harga 70.000an. Busyet dah pake ori ahm aja boros keteng nih motor wkwkwk 😆 . Kalau pengen awet, solusinya pake rante keteng honda yang import jepang, dengan harga hampir 3x lipat dari rante keteng ori ahm lokal, itu aja kalo ada stoknya 😆 .
  2. Habis ganti Rantai Keteng, oli malah rembes
    Nah ini nih yang bikin bingung, habis ganti rantai keteng pengennya motor kembali normal, malah oli jadi rembes , kan kamprett rasanya wkwkwk , solusinya adalah tiap ganti rantai keteng jgn lupa packing tensioner diganti, atau tensioner dikasih lem sealer .. dijamin oli nggak rembess
  3. Soket sepul/pengisian gosong
    Ini juga menjadi penyakit umum honda megapro generasi kedua, efeknya jelas motor tersendat sendat karena aliran listrik tidak lancar, bahkan ketika aki tidak mau ngisi motor bisa mogokk, lha kan Honda Megapro pengapian DC kalo aki koit, motor ikut koit .. solusinya ganti soket sepul dg yang baru, dan pastikan kabel/konektor berkualitas bagus, minimal merk utilux kalo mau awet .
  4. Rangka belakang nggak center
    kalau yang ini bisa dilihat dari roda dan spakbor belakang yang tidak simetris, cenderung miring ke kiri biasanya, hal ini disebabkan konstruksi rangka mega pro yang aagak lemah di bagian tengah, untuk meluruskan kembali, monggo datangi tukang press rangka di kota anda, syukur syukur di beberapa titik kemudian ditambah pelat penguat rangka.
  5. Bosh Gear Boros, cepet oblak
    Honda Mega Pro masih menganut sistem bosh untuk meredam hentakan dari gear ke teromol, nah kalo dah kena nih, siap siap aja sering ganti, awansan pernah ganti ori ahm lokal cuman bertahan beberapa bulan, ganti ahm thailand nah baru mampu bertahan beberapa tahun.. solusinya kalo mau enak, ganti pake velg nmp yang sudah memakai karet angkatan, lebih murah dan lebih awet.
  6. Tangki Bocorrrr
    nah ini juga pasti pada mafhum, emang kelemahan motor sport honda, solusinya adalah ditambal dengan lem besi (plastic steel), atau dengan patri tangki, kalau sudah parah ya harus ganti .
  7. Pindah Gigi Jedag Jedug, Karet Kopling minta ganti
    Nha ini kalo kerasa kopling  nggak nyaman, lebih berdengung/kasar, dan ketika kopling dilepas tidak bisa smooth, bisa dipastikan karet rumah kopling minta ganti, karet koplingya sih murah paling 15-25 ribu, yang bagus merks skr/skf, pasang di tukang bubut biaya paling 10-15 ribu, yang bikin males bongkar koplingnya, lumayan ribet euy, butuh kunci khusus juga llol:
  8. Ketika panas mesin mati mendadak, distater/diselah terasa ringan
    nahh ini juga kadang yang bikin panik, tiba tiba mesin mati mendadak, dihidupin electric stater tidak bisa, pakai kick stater/diselah tidak bisa juga, terasa ringan seperti tanpa kompresi.
    kalau mengalami seperti ini tenang saudara saudara, dinginkan mesin beberapa saat, copot businya, buka tutup oli, kemudian oli ambil dengan sedotan, masukin sedikit oli ke silinder lewat lobang busi, pasang busi kembali dan voilaaa, motor hidup.
  9. Electric stater nggak mau nyala, cuman cetak cetek
    ada dua penyebab masalah ini, penyebab pertama aki udah nggak kuat, solusiny ganti akii haha.. penyebab kedua relay stater error, nah kalo yang ini mah gampang, tinggal bukak cover penutup aki, ntar kelihatan tuh relay bentuk bulet, ketok aja pake obeng, dan relay kembali normal 😀 .. stater pun jreeeng kembali
  10. Cover aki dan cover filter bolong di bagian baut
    seiring berjalannya waktu part ini getas juga dan bolong, solusi paling awet diganjel pakai tutup aqua yang di double, tutup aqua inilah yang dijadikan ring penahan baut.

FYI spare part orisinil Honda itu ada tiga tingkatan (AHM Lokal, AHM Thailand, AHM Jepang), beda tingkatan beda harga dan beda keawetan juga, yang paling murah adalah spare part ori ahm lokal, kemudian ahm Thailand, dan terakhir ori Jepang.

demikian beberapa curcol awansan selama pelihara Honda Megapro, Insya Allah akan selalu awansan update hehe, jika pembaca semua punya pengalam juga dengan motor ini, yuk mari diskusi di kolom komentar

Advertisements