tata indonesia

Mengenal Tata LP1210 , Bus India Andalan Damri era 80an

Disiplay Bus Tata, di Bandung waktu Baru

awansan.com – Dear pembaca yang budiman, nama bus “Tata” mungkin terdengar asing di kalangan bismania zaman sekarang, produsen kendaraan komersial dari India ini baru masuk ke Indonesia beberapa tahun belakangn.

Tapi siapa sangka kalau ternyata sejarah  Tata di Indonesia sudah ada  sejak tahun dekade 70an, Tata sendiri mulai masuk Indonesia sekitar tahun 1973 dengan ATPM nya adalah PT Jakarta Motor yang juga membawahi brand Land Rover. FYI Chasis bus dipasarkan oleh Jakarta Motors ini banyak memiliki kemiripan dengan sasis Mercedes yg dipasarkan pada era yang sama, sehingga mendapat julukan “Mercy Tata” , tidak heran karena pada awalnya Tata memproduksi kendaraan atas lisensi dari Mercedes Benz 

Bus TATA yang dipakai damri adalah  tipe LP 1210 E , bus ini didatangkan secara CBU dari  India oleh PT Jakarta Motors sebagai ATPM nya di Indonesia. Tata menggunakan penomoran chasis mirip mercedes, jika dibaca dari tipenya besar kemungkinan Bus Ini mempunyai GVW 12 ton, dan tenaga mesin 100 hp.

Uniknya lagi chasis bus tata dijual dalam bentuk “Cowl Chassis”, yakni sasis yg dilengkapi cowl (kabin dgn panel depan sebagai standar). Hal ini serupa dgn yg dilakukan oleh Mercedes pada seri bus nya LP808, LP813, LP911, juga oleh merek Ford D0710/0810 yg juga lengkap dgn cowl nya. Cowl ini diyakini memiliki kekuatan struktur bodi yg lebih baik, karena merupakan desain asli dari pabrik. Tetapi, tentu saja, front panel nya tetap bisa dilepas dan tetap bisa dimodifikasi. Jika tetap dibiarkan standar, maka desain bagian depannya seperti milik bus kota DAMRI.

Secara dimensi bus Tata LP 1210 terbialng cukup besar dengan panjang 9,5 meter, lebar 2,4 meter dan tinggi 2,9 meter dan dapat memuat antara 30-40 penumpang, ukuran bus ini hampir setara dengan MB OF 8000 namun karena overhangnya pendek jadi terkesan bantet . Ada juga Versi LP 1210 SE dengan wheelbase yang lebih panjang.

Tata LP1210E milik Damri Medan, Dok PN Damri

Mesin  menggunakan buatan Telco model 492NA, 4768cc, direct injection, yg menghasilkan tenaga 120hp dan torsi 294nm. Basis mesin 492NA ini adalah Mercedes OM312 yg dimodifikasi ulang oleh Tata dgn memperpanjang langkah silindernya.

Transmisinya memiliki lima percepatan maju, untuk model awal menggunakan model GBC30, dan untuk keluaran setelah tahun 1978 menggunakan model GBS40 dgn rasio lebih besar, yg sekali lagi mirip dengan transmisi Mercedes model G3.

Axle depan sudah menganut jenis tapak lebar (yg terlebar di masanya), dan axle belakangnya dari seri “Tata Heritage” RA108 dgn rasio 6.86:1 yg menjadikan sasis Tata ini jago di tanjakan, meski top speednya yg hanya 75.6kmh terasa lemah di jalan datar.

Sistem rem masih mengandalkan hydraulic dgn tromol rem seukuran dgn Mercedes 911. Rem parkirnya sudah tertaut di roda belakang seperti layaknya produk2 Eropa saat itu.

Profil frame sasis bus dan sasis truk juga serupa, dgn kedalaman sasis 223mm. Volume tangki BBM nya juga sangat besar, khas India, dgn kapasitas 160 liter. Ukuran roda standarnya 8.25-20 dgn rim berukuran 6.50B x 20. GVW teknis nya ada di angka 12 ton.

Bus Tata milik Damri

Bus Tata kemudian semakin terkenal ketika tahun 1978 bus ini kemudian dipilih oleh Damri sebagai armada bus kota di berbgai Kota Besar di Indonesia seperti  Semarang, Bandung, Surabaya, dan Medan, sayang sekali literatur tentang pengadaannya sangat sedikit yang bisa digali, yang jelas tak kurang dari 150 bus ini masuk Indonesia.

Bandung
Kehadiran Tata di Bandung bersamaan dengan Berdirinya  DAMRI di Bandung, dimulai pada tanggal 22 Juni 1978 berdasarkan SK Walikota Bandung No. 10/85/1978, dengan tujuan untuk mengganti angkutan bemo menjadi angkutan massal. Saat itu DAMRI mengoperasikan 70 unit bus Tata buatan India. Selanjutnya antara tahun 1978-1988 seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dan permintaan masyarakat Kota Bandung, dilakukan peremajaan dengan mengganti semua bus Tata dengan Mercy 1113

Semarang
Pada 1978, 25 bus produksi India dengan merek Tata pun masuk ke Kota Semarang. Setahun trayek Damri bertambah dari Lampersari – Mangkang. Trayek Pelabuhan – Pedurungan juga mulai dijalani pada 1980, Hingga total bus mencapai 50 Unit.

Bus Tata yang Tersisa

Namun sayang sekali dari ratusan bus Tata yang pernah dimilik DAMRI, kini hanya tersisa satu bus yang kemudian menjadi penghuni Museum trasnportasi Indonesia, yupz pasca penggantian bus tata dengan merk lain, tata kembali menghilang tanpa gaung.

Selain Damri, pengguna lain dari bus Tata adalah Po Pangarang
(Jabar), Po Sumber Alam (Jateng) dan Po PIPOSS (Sulawesi), Po Piposs sendiri merupakan perusahaan angkutan terbesar di Sulawesi Selatan era 1975-1980 , diketahui po ini banyak membeli sasis bus Tata untuk digunakan sebagai ujung tombak armadanya.

Tata LP 1210 SE milik Po Pipos. Dok Ranger Giga

Oke pembaca semua, cukup sekian artikel kali ini, semoga menambah pengetahuan kita semua, stay tune ya 😀

sumber
FB Ranger Giga
http://klasikbustruck.blogspot.co.id/
http://fastrans22.blogspot.co.id/

Advertisements