Truckmania

Perkuat Armada Logistic, PT Iron Bird Datangkan 12 Mercedes-Benz Axor Baru

awansan.com – Pasca diluncurkan beberapa tahun lalu, nampaknya Mercedes – Benz Axor memang menjadi nafas baru bagi DMCVI di segmen medium duty dan heavy duty truck, apalagi Axor dipasarkan dengan harga yang bersaing dengan kompetitor merk Jepang yang selama ini menjadi market leader medium duty truck.

Setelah kemarin PT Siba Surya, Kali ini giliran PT Iron Bird Logistics yang mempercayakan Mercedes-Benz Axor sebagai armada andalannya, dengan membeli 12 Unit Axor 4928 dan Axor 4028 via PT. Citrakarya Pranata selaku dealer Utama DMCVI.

Pada prosesi serah terima yang diadakan kemarin (23/5) hadir juga jajaran direksi PT Iron Bird Logistics dan PT Citrakarya , prosesi ini sekaligus juga menjadi momen buka bersama bagi karyawan PT. Iron Bird Logistics.

Mercedes-Benz, Truck you can trust.

Advertisements

Membaca Spek Kendaraan Komersial, apa itu GVW dan GCW ?

awansan.com – Pembaca yang budiman, ketika kita membaca suatu brosur , mungkin ada beberapa orang yang masih bingung dalam menafsirkan istilah istilahnya , terutama untuk istilah- istilah yang menunjukkan berat kendaraan seperti GVW , GVWR, GCW, dan GCWR. Untuk kendaraan pribadi istilah di atas jarang digunakan, tapi untuk kendaraan komersial (pick up, bus, dan truk dll) istilah ini pasti ada .

Contoh Spek Chasis

Nah agar tidak bingung lagi, kali ini awansan bakal kasih pengertiannya secara lengkap 😀

(more…)

Mitsubishi Luncurkan Fuso Canter FG83 4×4, Makin Sakti di Medan Offroad

Fuso Kenalkan Truk Kabin Lebar FG 83 Berpenggerak 4x4
awansan.com – Ajang GIIAS tahun ini benar benar penuh kejutan dengan berbagai peluncuran produk baru khususnya di bidang mobil niaga/komersial.. Jika kemarin ada Hyundai dan UD truck yang memperkenalkan produk barunya.. kini giliran Mitsubishi yang membuat kejutan, penguasa pasar Light Duty truck ini seakan tidak terima jika produknya diserang pabrikan-pabrikan lain.

Produk baru yang diluncurkan adalah Mitsubishi Fuso Canter FG83 4×4, Fuso canter fg 83 sudah dilengkapi dengan double gardan  untuk melintasi terjal, mendaki dan berbatu atau berlumpur, sementara untuk sektor mesin sudah menggunakan mesin diesel turbo intercooler.

nampaknya Mitsubishi paham betul dengan kondisi Indonesia yang memang banyak daerah membutuhkan kendaraan seperti ini. truk 4×4 banyak dibutuhkan untuk menjangkau daerah daerah terpencil, dan juga digunakan di perkebunan sawit/industri logging.

Selain penggerak 4×4, keunggulan Fuso canter FG83 adalah kabin yang lebih lebar mirip dengan Fuso Canter HD-L, Kabin lebar ini  tentunya akan membuat pengemudi dan kernet menjadi semakin nyaman ketika berada di jalanan, selain itu otomatis volume muatan juga bisa lebih banyak, karena kendaraan lebih lebar.

source: mobilkomersial,google,Mitsubishi Philipine, Mitsubishi nl

Hasil gambar untuk fuso canter fg83

Hasil gambar untuk fuso canter fg83

Mengenal Istilah istilah Dunia truk.. Perbedaan Truk Engkel, Truk Tronton, Truk Trintin dan Truk Trinton

awansan.com – Dear pembaca semua, mungkin hampir tiap hari kita dengar istilah istilah tersebut, namun kita masih bingung apa sih bedanya ? bukannya semua truk sama aja ya ? hehe.. nah kali ini awb pengen sedikit berbagi pengetahuan tentang istilah tersebut, well biar besok lagi kita tidak salah sebut/salah memahami 😀 .

Penamaan truk engkel, tronton dll pada dasarnya adalah dibedakan menurut jumlah sumbu rodanya, bukan pada jumlah roda, tentu saja dengan sumbu roda yang lebih banyak truk mampu membawa beban yang lebih banyak, berikut ini awb beri penjelasan + gambar + contoh 😀 .

Truk Engkel
Yang dimaksud dengan truk engkel adalah truk dengan 2 sumbu roda, truk engkel ini biasanya digunakan oleh varian light-medium duty truck, seperti Isuzu ELF, Mitsubishi Canter, dan Hino Dutro ..

Konfigurasi Truk Engkel

(more…)

Sejarah Truk Ford D Series, Generasi Terakhir Truk Ford di Indonesia


Dear Pembaca semua, pasca di tutupnya lini produksi Thames Trader pada tahun 1965,  Ford motor kembali mencoba peruntungannya di segmen kendaraan komersial Indonesia, kali ini truk yang dimasukkan Indonesia adalah Ford D series, yang memang merupakan penerus dari Thames Trader, Ford D series pun dibuat oleh pabrik yang sama yaitu Ford Motor Inggris.

Dibanding dengan Thames Trader, Ford D Series mempunyai desain yang jauh lebih ganteng, karena sudah tidak menggunakan hidung pesek lagi, melainkan betul betul desain baru yang terlihat jauh lebih modern dengan model CAE (Cabin Over Engine) ,untuk mempermudah perawatan kabin ini pun bisa dinaikkan hingga 45 derajat.

Truk ini memulai debutnya di Indonesia  via ATPM PT IRMC sejak awal 70-an, dan sempat bersaing ketat dalam penjualan dgn Mercedes sebagai penguasa pasar kala itu.

Ford D-Series ini, selain ditawarkan dlm bentuk sasis truk, jg ditawarkan dlm bentuk sasis bus. Ciri khas dari truk Ford D-Series ini adalah atap kabin yg termasuk rendah di jamannya, juga bentuk mesinnya yg miring.

Selama daur pemasarannya, ada 2 versi utama yg pernah dijual, yakni versi awal dgn lampu bulat, dan versi facelift dgn lampu kotak (1983). Sedangkan mesinnya hanya terdapat satu model, yakni Ford 6.60D, dengan kapasitas 5948cc, tenaga 117ps / 2600rpm, torsi 337nm / 1600rpm. Capaian mesin yg baik di jamannya, dgn putaran mesin yg rendah. Pengendalian nya jg tergolong baik dan stabil, sebagai akibat dari jarak pijak rodanya yg lebar.

Berikut 5 model Ford D-Series yg pernah dijual di Indonesia;
– Truk

D0910: 6MT, GVW 10.5T, wb 3.96m
D1210: 6MT, GVW 12.5T, wb 3.40 & 3.96m
– Bus
D0710: 4MT, GVW 9.0T, wb 3.96m
D0710HD: 4MT, GVW 9.5T, wb 3.40m
D0812: 4MT, GVW 9.0T, wb 3.40m

Pada varian truk, meski sistem rem nya masih menggunakan tipe hydraulic, tapi untuk rem parkir nya, sudah menggunakan tipe spring brake. Juga sudah dilengkapi dengan exhaust brake sebagai standar. Untuk D1210, sudah menggunakan velg 10-studs, dengan ban ukuran 9.00. D1210 jg dijual dlm unit terbatas, dalam bentuk modifikasi tractor head. Khusus truk dng muatan ringan, terdapat seri D0710HD modifikasi dari versi bus, tp tidak dipasarkan secara resmi, hanya sesuai pesanan, yg biasanya datang dari perusahaan rokok.

Untuk urusan dapur pacu, Ford D series dilengkapi dengan mesin  Ford 380 diesel, bertenaga maksimal 127 hp dan 390 nm sebagai standarnya, ditawarkan pula versi 150 hp bagi yang berminat.. Sistem kelistrikan 12 volt dilengkapi juga dengan alternator berkekuatan 37 ampere.. Untuk menghentikan laju kendaraan ford memberikan rem yang sudah menggunakan angin, tidak lagi rem hidraulis seperti thames trader.

Namun sayang Ford tidak bertahan lama di Indonesia, karena semakin gencarnya serangan truk jepang maka kemudian akhirnya pamit mundur dari Indonesia di akhir tahun 1986.

Demikian sekelumit cerita awb tentang ford d series, setidaknya sebagai pengingat sejarah bahwa di masa lalu Produk Amerika pernah berjaya di Indonesia, masukan dan revisi dari pembaca are welcome 😁

Credit photo : evotech, r gosal, google, ranger giga