7

Kembali Terjatuh ke Pelukan Honda, Welcome Honda Blade 125 Fi

awansan.com – Sobat awansan, pasca si mega terjual awansan pun kemudian segera mencari penggantinya, sesuai kriteria awal pokoknya cari motor yang irit dan fungsional tinggi, cuman ada dua pilihan Matic / Bebek, sementara motor sport dan trail dicoreet jauh πŸ˜† .

Awalnya awb tertarik dengan Vario 125, tetapi setelah awb pikir Vario 125 kayaknya bakal kerepotan dengan medan yang biasa awb lalui, maklum awb kadang suka berpetualang ke pelosok desa.. kebayang kan susyahnya bawa Vario yang bongsor dan ban kecil gitu lewat jalan berlumpur atau tanjakan tajam, dengan berat hati tipe matic pun dicoret.

Pilihan terakhir adalah motor bebek.. lhadalah pucuk dicinta ulam tiba, awb melihat Honda Blade ini ditawarkan di salah situs jual beli online dengan harga yang cukup menggiurkan. Ahh akhirnya awb terjatuh kembali ke pelukan Honda.tak pake lama setelah berunding dengan menteri keuangan, motor langsung diboyong ke rumah awb πŸ˜€ .

Kenapa pilih motor Blade 125 ? Kok nggak Vario 125 saja ?

1. Mesin blade masih pakai pendingin udara ( Air Cooled), perawatan mudah,  nggak usah pusing mikirin radiator, coolant, dll .

2. Kapasitas mesin 125 cc, irit tapi tetap bertenaga.. Teknologi injeksi Honda sudah tidak diragukan lagi keiritannya.

3. Perpindahan gigi manual, tenaga mudah diatur, terutama ketika menyalip kendaraan/untuk menghadapi tanjakan.. Engine brake juga lebih mantap dibanding matic.

4. Velg 17 inch, lebih tahan menghadapi lobang di jalan.

5. Shock belakang double, durability lebih menjanjikan.

6. Harganya lebih murah dari Vario 125 wkkwkwkw.

Demikian beberapa alasan awb ketika akhirnya  memilih Honda Blade ini, doakan ya pembaca semoga motor ini awet dan berkah 😁.

Amin

[archives limit=10]

(Visited 33 times, 1 visits today)

awansan

7 Comments

  1. Selamat atas motor barunya. Saya sendiri baru dua kali beli Honda. Karisma X dan sekarang PCX 150. PCX cuma dipake dari rumah ke stasiun hehehe…

  2. Alhamdulillah, mendapatkan ganti yang lebih bagus.
    Kalau saya di Jakarta pakai Revo, ada yang bilang lebih enakan matic kalau buat macet macetan, tapi sejauh ini masih nyaman dengan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *