Sejarah Bus Hino BT dan Hino BM , Bus Mid Engine Pertama di Indonesia

Foto Ranger Giga.

Hino BM milik Po Flores ( Cikal bakal Eka, Mira)

Dear pembaca semua, era 70an menjadi era baru bagi dunia transportasi Indonesia, terutama dengan membanjirnya produk produk otomotif asal negeri Jepang, tak terkecuali pada sektor kendaraan komersial, jika tadinya didominasi oleh brand Amerika, maka pada era ini juga mulai tergusur oleh brand jepang, salah satu yang paling gencar menggempur Indonesia adalah Hino, Hino secara serius membawa produk produk andalannya di pasar Indonesia.

kali ini kita akan membahas chassis bus Hino yg juga pertama kali dipasarkan di Indonesia sejak awal hingga akhir 70-an, yakni BM light bus dan BT medium bus. tulisan ini bersumber dari Om Ranger Giga yang menuliskan secara lengkap di group sejarah transportasi :

Mungkin, sama dengan bahasan truk K-series kemarin yg ternyata banyak diantara teman-teman Se-Tra yg belum bahkan tidak tahu sama sekali ttg truk K-series tersebut, bahasan kali ini mungkin jg hanya sedikit yg mengetahuinya. Ya, mungkin ini terjadi karena umur, jarak waktu yg terpaut sangat jauh dari saat ini.. Juga, keterbatasan informasi dan dokumentasi foto yg jg membuat seri bus Hino keluaran awal ini tidak familiar bagi bnyk pemerhati bus saat ini.

Oke lah, terlepas dari menarik atau tidaknya untuk dibahas, akan tetapi, minimal, lumayan lah untuk menambah informasi ttg lineup bus Hino yg pernah ada di Indonesia.

Hino BM300
> Mesin DM100, 4313cc, 90ps, 5MT
Merupakan seri light bus, yg berbasiskan truk seri KM. Sasis bus ini memiliki wheelbase 4.1m dengan GVW 6.8ton. Ukuran rodanya 7.50-16. Sasis bus ini didesain untuk bodi bus sepanjang 7-8m. sementara Untuk mesin menggunakan kode DM 100, 6 silinder inline berkapasitas 4313cc, mesin ini mampu menhasilkan tenaga maksimal hingga 80 hp @2800 rpm , dan torsi maksimal 255 nm @2000 rpm.

 

Hino BT51
> Mesin DS60, 7982cc, 160ps, 515 nm, 5MT
Merupakan seri medium bus, dengan tipe underfloor mid-engine, maksudnya, bus ini dilengkapi dengan mesin yg dipasang di bawah lantai bodi, dgn posisi di tengah (di antara roda depan dan belakang). Yg khas dari sasis bus BT ini adalah mesin 6 silinder model DS60 nya memiliki desain piston horizontal (tidur).
Sasis ini memilliki wheelbase 4.3m, dgn ukuran roda 9.00-20, GVW 13.5ton. Yg unik lainnya dari sasis BT ini adalah sistem rem nya yg sudah mengadopsi full air brake, sangat unik dan nyleneh pada masanya. Juga penempatan posisi rear spring yg berada di bawah axlenya, dimana hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan kenyamanan penumpang. Sasis bus ini didesain untuk bodi sepanjang 9m.

Nah, mungkin bnyk yg bertanya2, PO apa saja dulu yg menggunakan sasis bus ini? Salah satu pengguna Hino BM adalah PO Flores, yg foto2nya beredar luas di web. Untuk Hino BT, di daerah Jatim, setidaknya ada PO Hafana, NV Liem Express, pernah meggunakannya.

Sekian bahasan ttg bus pertama Hino yg beredar di Indonesia. Meski tidak terlalu spesifik, tetapi semoga bisa menambah pengetahuan ttg bus Hino yg benar2 sudah menjadi sejarah ini.

Mari berdiskusi dan silahkan ditambahkan informasinya (termasuk PO2 yg pernah menggunakannya), pengalamannya, juga kalau ada yg masih memiliki dokumentasi foto bus Hino BM dan BT ini, dimohon untuk bisa menambahkan di sini.
Terima kasih (Ranger Giga).

 

Perbandingan Spesifikasi Hino Bm dan Hino BT51

 

Iklan

Sejarah Hino BX Series , Chasis Bus Andalan Hino era 1970 -1980an

Dear pembaca semua, era 70an menjadi era baru bagi dunia transportasi Indonesia, terutama dengan membanjirnya produk produk otomotif asal negeri Jepang, tak terkecuali pada sektor kendaraan komersial, jika tadinya didominasi oleh brand Amerika, maka pada era ini juga mulai tergusur oleh brand jepang, salah satu yang paling gencar menggempur Indonesia adalah Hino, Hino secara serius membawa produk produk andalannya di pasar Indonesia.

Untuk segmen lightbus Hino membawa produk Hino BT dan Hino BM, sedangkan untuk pasar yang big dan medium mereka membawa Hino BX.. Jujur sangat sulit sekali bagi awb mencari literatur ttg bus ini, tetapi alhamdulillah nemu tulisan Om Ranger Giga yang sangat lengkap, jadi mari kita baca bersama Sejarah Bus Hino BX ini 😀

(lebih…)

Review Suzuki Nex II, Matic Entry Level Yang Irit dan Nyaman

Dear pembaca semua, beberapa waktu lalu awb sempat ngeces ketika Suzuki meluncurkan motor matic terbarunya yaitu Suzuki Nex II, rasanyan pengen banget review ini matic, tapi boro boro review, di kota kecil seperti Temanggung ini bahkan awb belum melihat satupun Suzuki Nex II melintas di jalanan 😂.

Beruntung ketika lebaran kemarin awb mudik ke Jogja, ternyata Bude awb baru saja beli ini matic dan motor ini kemudian dipakai operasional keluarga besar, well langsung saja awb bawa untuk review wkwkkw, oh ya awb pakai motor ini cukup lama sekitar 5 harinan, dan dicoba di berbagai macam jalanan dalam keadaan selalu berboncengan. Untuk lebih jelasnya yuk mari kita kupas satu per satu. (lebih…)

Mengobati Kerinduan, Touring Dari Jakarta ke Jogja Menggunakan PO Ramayana

Setelah sekian lama tidak touring ngebis, Alhamdulillah pada libur lebaran kali ini awb berkesempatan untuk touring lagi, sebetulnya awb mengincar armada Po Putera Mulya untuk touring kali ini, tetapi ternyata malah sudah dibelikan tiket Po Ramayana oleh pakde awb, ya wis nikmatin aja toh tiket gratis juga hehehe. Bagi awb yang penting touring apapun bisnya, setahu awb Bus Ramayana juga cukup nyaman kok.

Kamis, 28 Juni 2018

Sejak pagi awb sudah nggak konsen di rumah, penasaran nanti dapat armada apa dan seat berapa karena tiket dibelikan pakde, pukul 14.00 kita sudah standby di agen Pal Depok, info dari agen bus akan berangkat jam 14.15, dag dig dug nungguin dan akhirnya pukul 14.30 bus yang ditunggu datang juga, molor dikit dari jadwal . (lebih…)

Sejarah Panjang Mobil Volkswagen Di Indonesia (Part II, Era Orde Baru)

PT. PIOLA mendaftarkan keagenan, merek dagang dan logo VW ke Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Pada 1970, VW merupakan satu-satunya perusahaan otomotif di Indonesia yang mempekerjakan perempuan untuk menjual mobil (sales lady).

Foto: Wenda Wonoseputro, sales lady PT. PIOLA. Dari 60 pelamar, ia salah satu dari 5 orang yang tersaring. Terhitung 5 Januari 1970, bergabung dengan PT. PIOLA. Menjadi satu-satunya sales lady yang mampu bertahan setelah masa kerja 10 bulan.
Foto: Wenda Wonoseputro, sales lady PT. PIOLA. Dari 60 pelamar, ia salah satu dari 5 orang yang tersaring. Terhitung 5 Januari 1970, bergabung dengan PT. PIOLA. Menjadi satu-satunya sales lady yang mampu bertahan setelah masa kerja 10 bulan.

Memasuki 1970, merk VW populer namun PT. PIOLA justru limbung. Pemerintah Indonesia menilai kesalahan PT. PIOLA terletak pada cara mengelolanya, bukan produknya yang buruk. Oleh sebab itu VW harus diselamatkan. Pemerintah Indonesia atas perintah Presiden Soeharto kemudian akan membentuk perusahaan baru yang nantinya mengelola merek VW di Indonesia. (lebih…)