44

Meningkatkan Torsi Mega Pro dengan Ronsel GL- Max

awansan.com – Dalam dunia otomotif, racun racun memang selalu bertebaran, eits jangan berburuk sangka dulu, yang dimaksud racun disini adalah racun modifikasi.ย awb pun tak luput dari serangan itu , sehingga dulu sering Dompet AWB kosong gara-gara buat beli racun, disini awb akan sedikit berbagi tentang modifikasiyang dulu pernah awb lakukan di Mega Proย  ๐Ÿ˜€ .

Bicara soal Mega Pro, memang dalam keadaan sehat 100% cukup mumpuni, namun karakter mesin yang oversquare membuat tenaga baru keluar dengan baik pada putaran mesin cukup tinggi, cukup merepotkan karena kuliah awb pada waktu itu banyak dilapangan dengan medan medan super ekstrim, akhirnya awb membuat percobaan dengan mengganti gigi primer sekunder Mega Pro dengan Primer sekunder GL- Max beserta pompa olinya .


Sebagai Perbandingan jumlah gigi primer sekunder Mega Pro adalah 21 : 70, sedangkan primer sekunder GL-Max adalah 18:73.

Bisa dilihat bahwa rasio primer sekunder GL-Max mempunyai rasio yang lebih ringan, dengan begitu diharapkan tenaga bisa lebih keluar di rpm awal.

Beruntung keluarga GL mempunyai basis mesin sama, sehingga pemasangan donor primer sekunder GL-Max ke Mega Pro benar benar Plug n Play ( serahkan ke bengkel ๐Ÿ˜€ ) .

Review:

Positif
1. Tenaga menjadi beringas dan ย bisa lebih keluar di rpm awal, cocok buat yang sering melahap jalur pegunungan, dan kota kota ๐Ÿ˜€ .
2. Lebih hemat RPM, ketika menggunakan primer sekunder asli Mega Pro 100kpj @7500 rpm, ketika menggunakan primer sekunder GL- Max 100Kpj hanya butuh 7000 rpm.
3. Bensin menjadi lebih irit, ย  memang tidak terlalu signifikan mungkin sekitar 5-15% saja.
4. Torsi di rpm rendah sudah terasa, gigi 2 saja motor masih bisa buat standing
5. Agar tidak terlalu liar tenaganya disarankan memakai final gear 15:46 / 14 : 43

Negatif
1. Nafas Motor terasa lebih pendek, cepat minta shifting
2. Kecepatan Maksimal hanya 110 kpj saja, jika memakai primer sekunder asli bisa sampai 120Kpj
3. Rpm diatas 7500 berat untuk naik, sedangkan ketika memakai prmier sekunder asli masih bisa 8000-9000 dengan mudah.

Kesimpulan:
Modifikasi ini cocok diterapkan di daerah yang bermedan ekstrim, banyak tanjakan yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi , cocok juga kalau motor sering digunakan untuk membawa barang-barang berat ๐Ÿ‘ฟ maupun unutk trabasan, ย namun jika jalur sehari hari masih jalan datar dan anda speedfreak monggo pakai primer sekunder asli mega pro saja karena nafasnya lebih panjang ๐Ÿ˜€ .

Baca Juga :
[archives limit=6]

(Visited 1,062 times, 1 visits today)

awansan

44 Comments

  1. GL series memang tak ada matinya… makanya temen2 penyuka japs/cb suka modif mesin. Setau sy GL standart saja sudah jozz tarikannya ketika naik gunung.

    • maturnuwun mas aziz

      eh mbok digawe artikel ttg cb sampyan biyen ๐Ÿ˜€
      basic apa, modifikasi yg dilakukan, plus reviewnya

    • bisa om, kalo stang seher malah sama plek, yang bedain ama tiger tuh stroke nya ๐Ÿ˜€

      kalo itu ane milih cb 400 deh ๐Ÿ˜€

  2. Mas, saya punya Megapro generasi 1, asumsi saya mesin sama persis GL pro Neotech keluaran 96-97.
    Saya mau ganti blok/boring+ring+seher GL MAX; tapi masih menggunakan cylinder head + rantai keteng bawaan megapro. Maklum udah tua, jadi nggak suka ngebut-ngebutan.
    Apa memungkinkan?

      • Oh benar juga mas, saya lupa Rantai keteng MP 92 mata dan GL Max 82 mata.
        kalau dari data yang saya dapat di internet:
        Honda GL Max : Bore 56.5 x Stroke 49.5mm , Kapasitas 124.1 cc , Kompresi 9.2 : 1
        Honda Megapro/gl pro neotech : Bore 63,5 x Stroke 49,5 mm , Kapasitas 156.7cc , Kompresi 9.0 : 1

        Jika saya ganti rantai keteng saja dari 92 mata ke 82 mata, apa perlu ganti stang seher juga? karena secara langkah GL Max & MP sama-sama 49,5mm. Apakah kompresi akan naik atau malah turun?

        Masalah tenaga ngedrop sudah pasti karena ada penurunan kapasitas (resiko), ya alon-alon asal kelakon lah…
        Hanya saya penasaran saja, apakah dudukan boring/blok MP dan GL MAX plek-plek sama?

        Mohon pencerahannya-terima kasih

        • Kalo cuman mau naikin kompresi pake kop gl max aja, kompresi langsung naik, dudukan boring sama, panjang stang seher juga sama, yg beda stroke di kruk as nya , kalo ganti blok max malah kapasitas mesin turun, tenaga juga turun

  3. mas mau tanya, motor ku pro series tarikan kok pendek”.
    ganti gigi primer sekunder megapro langsung pasang nggak mas ?. ukuran gigi primer sekunder megapro sama pro neotech sama nggak mas ? harganya berkisar berapa ?

    • langsung pasang mas, tapi harus semua satu set (primer, sekunder,pompa oli). tapi daripada ganti ronsel coba dulu beratin gear belakangnya

  4. Maaf mas ganggu … Saya mau tanya … Saya pny tiger 2000 , mau saya ganti gigi primer sekunder nya pake pny gl100 bisa gk ya mas ? Nuhun …

  5. Mas bro numpang tanya apakah draft gear primus bisa di pakai ke New Megapro [NMP]?

    mksh

  6. mau nanya mas,MP udah pakai ronsel GL-max akselerasi nya bagus,untuk ngejar top speed ganti 6 speed apa bisa?kira2 enakan pakai tiger/ crf 230.tinggal pnp apa mesti ada yabg dirubah?

  7. Gear primery dan sekunder motor tiger di ganti Sama motor mega pro apa ada perubahan yang signipkan mas.

    • Yg jelas nmbh kuat buat nanjak mas, signifikan sekali kalo buat medan naik turun, tapi di lain sisi nafas motor bkl pendek pendek banget, dan mesin nggak bisa sampe rpm tinggi

  8. Numpang tanya mas..punya saya gl max series 91, skitar 2 minggu yg lalu sy gnti gear primer sekunder 23 : 69, final gear 14 : 37, tarikan jd panjang, gigi 5 hampir gk dipakai karena jalan dtempat sy jarang trek lurus jd sy takut mo nyoba top speednya, tp knp jika ada beban dibuat bonceng istri & anak terasa berat mas pas masuk gigi 1 sprti lngsung msuk gigi 3…terus sy cb gnti final gear 15:40 lumayan gk berat lg jika ada beban. menurut mas apakah rasio gear primer sekunder dan final gear kurang pas? mohon sarannya mas. terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *